Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Sikap dan Dukungan Keluarga Terhadap Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada bayi di Posyandu Jeflio Puskesmas Mayamuk kabupaten Sorong Dirgantari Pademme; Novita Mansoben; Junita Wala
Jurnal Inovasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2020): APRIL
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa terdapat 19,4 juta anak yang tidak mendapatkan imunisasi. Di dunia pemberian imunisasi dasar lengkap dengan posisi tertinggi pada tahun 2014 adalah Brazil 93% sedangkan yang terendah adalah Negara Equatorial Guinea 20% dan Indonesia menempati urutan ke 4 dengan persentase 81%. Papua Barat  merupakan posisi 6 terendah dari 30 Provinsi yang ada di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap ibu dan dukungan keluarga terhadap kelengkapan imunisasi dasar  pada bayi.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 50 ibu  bayi usia 9-12 bulan yang berada di Posyandu Jeflio wilayah kerja Puskesmas Mayamuk Kabupaten Sorong. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus Tahun 2019 dengan menggunakan instrument kuesioner, uji yang digunakan adalah uji chi-square.Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara sikap ibu terhadap kelengkapan  imunisasi dasar pada bayi (p = 0,039) dan tidak ada hubungan antara dukungan  keluarga terhadap kelengkapan  imunisasi dasar pada  bayi (p = 0,483)Kesimpulan penelitian ini ada hubungan sikap ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada bayi dan tidak ada hubungan dukungan keluarga terhadap kelengkapan imunisasi pada bayi. Saran bagi petugas puskesmas agar dapat memberikan sosialisasi secara berkala kepada ibu dan masyarakat tentang tujuan dan manfaat imunisasi dasar pada bayi.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL (ARV) PADA PASIEN HIV-AIDS DI PUSKESMAS KOTA SORONG Triani Banna; Dirgantari Pademme
Bahasa Indonesia Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1419.597 KB) | DOI: 10.47560/kep.v8i2.124

Abstract

HIV-AIDS yang menyerang sistem imun manusia membuat tubuh tidak mampu untuk sembuh dari penyakit oportunistik dan mengarah ke kematian. Angka kejadian HIV-AIDS terus meningkat, baik secara nasional maupun secara global. Salah satu upaya pengendalian yang dilakukan adalah pemberian obat antiretroviral (ARV). Namun, angka kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV-AIDS masih belum mencapai target sasaran keberhasilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) pada pasien HIV-AIDS di Puskesmas Kota Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juni – Agustus 2019, terhadap 51 orang penderita HIV dan AIDS yang tergabung dalam kelompok dukungan sebaya (KDS) diambil dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82.4% adalah perempuan, 84.3% berusia 17-45 tahun, 51% didiagnosa HIV antara 1-5 tahun, 94.1% pernah mendapatkan informasi tentang terapi ARV, dan 51% aktif dalam pertemuan KDS. Uji Fisher menunjukkan terdapat hubungan antara self-efficacy dengan kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) pada pasien HIV-AIDS di Puskesmas Kota Sorong (p=0,004). Disarankan kepada Pembina KDS maupun tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengobatan pasien HIV-AIDS agar meningkatkan self-efficacy pasien dengan memberikan informasi tentang pengobatan ARV, dan lebih meningkatkan keaktifan pasien dalam KDS.
Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat penderita tuberkulosis paru di kota Sorong Meliana Depo; Dirgantari Pademme
Jurnal Teknosains Vol 11, No 2 (2022): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.61225

Abstract

Tuberculosis is still a major burden of disease in Indonesia. The disease is highly transmissible, and if it is resistant to drugs, treatment can be take a long time. Patients with pulmonary tuberculosis will be difficult to cure if there is no regular treatment. This study aims to identify factors related to patient adherence to tuberculosis treatment in Sorong City. The study uses a cross-sectional design with 72 respondents. Data collection through interviews with a structured questionnaire. Samples were pulmonary tuberculosis patients recorded as having followed treatment for at least two months from 2018 to 2019 at RSUD Sorong. Data were analysed using the Chi-square test. The results showed that 55.6% of respondents adhered to treatment for pulmonary tuberculosis. The variables associated with adherence in patients with pulmonary tuberculosis in Sorong City were drug side effects (p-value = 0.013) and the support of the supervisor taking medication (p-value = 0.000). In order to improve adherence to tuberculosis treatment, health workers should create a tracking system for patients who are non-compliant and expand case management’s capacity to advise patients.
Profil dan Faktor yang Berhubungan dengan Masalah Perilaku pada Remaja di Kota Sorong Papua Barat Dirgantari Pademme; Retno Sutomo; Lely Lusmilasari
Sari Pediatri Vol 19, No 4 (2017)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.42 KB) | DOI: 10.14238/sp19.4.2017.189-95

Abstract

Latar belakang. Remaja dengan masalah perilaku memiliki kecenderungan melakukan perbuatan merusak atau merugikan bagi dirinya dan orang lain. Faktor terkait dengan masalah perilaku di antaranya jenis kelamin, usia, kedekatan dengan orang tua (hubungan dengan orang tua), keterlibatan orang tua dengan anak yang kurang dan pendidikan orang tua. Tujuan. Mengetahui profil dan faktor yang berhubungan dengan masalah perilaku pada remaja di Kota Sorong Papua BaratMetode. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2017. Subjek penelitian berjumlah 566 orang siswa/i kelas X yang telah memenuhi kriteria inklusi yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah strength and difficulties questionairre (SDQ), Brief family relationship scale (BFRS) dan kuesioner demografi. Analisis data bivariat dengan chi-square dan analisis multivariat regresi logistik.Hasil. Masalah perilaku pada aspek hubungan dengan teman sebaya abnormal 38,87%, aspek emosional abnormal 25,80%, conduct problems abnormal 24,38%, hiperaktivitas abnormal 9,72%, dan prososial abnormal 2,83%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa hanya keeratan hubungan antara orang tua dengan anak yang mempunyai hubungan bermakna dengan masalah perilaku keseluruhan, p=0,001 (p<0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, tingkat pendidikan ayah, tingkat pendidikan ibu dan jumlah saudara dengan masalah perilaku keseluruhan (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa keeratan hubungan antara orang tua dengan anak yang berhubungan dengan masalah perilaku remaja di Kota Sorong (OR=2,67, CI95% 1,71-4,16, R2=0,03%).Kesimpulan. Terdapat hubungan keeratan antara orang tua dan anak dengan masalah perilaku remaja di Kota Sorong.
Perubahan Mood saat Premenstrual Syndrome pada Remaja Putri Maylar Gurning; Dirgantari Pademme
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2021): May
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.055 KB) | DOI: 10.53690/ipm.v1i02.55

Abstract

   Premenstrual syndrome (PMS) is a common cyclical disorder teenage girl, characterized by consistent physical and emotional symptoms. Symptoms are predictable and usually occur on a regular basis 7-10 days before menstruation and will disappear at the time of menstruation. The most common PMS symptoms experienced by women during premenstruation include feelings of irritability and anxiety when dealing with PMS, lack of energy or weakness and irritability. Therefore, providing education related to PMS can provide input and knowledge to young women during PMS. The method of implementing the service is by providing education and assistance to adolescents about mood changes that occur during the occurrence of Premenstrual syndrome (PMS), because providing education related to PMS can provide input and knowledge to young women during PMS. 
Gambaran Kejadian Stunting Berdasarkan Karakteristik Ibu di Puskesmas Aifat Kabupaten Maybrat Dirgantari Pademme
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.639 KB) | DOI: 10.33846/ghs5204

Abstract

Latar belakang: Seluruh dunia, tercatat 151 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting. Kejadian balita stunting (pendek) merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Indonesia menjadi negara kelima di dunia dengan prevalensi stunting terbesar. Tahun 2018 jumlah balita stunting di Papua Barat menurun menjadi 27,8%. Angka ini menurun lagi menjadi 24,6% pada tahun 2019. Sedangkan di Kabupaten Maybrat sendiri angka stunting pada tahun 2013 adalah 38,19% dan tahun 2019 adalah sebanyak 44,83%. Tujuan: untuk mengetahui gambaran kejadian stunting berdasarkan karakteristik ibu pada balita di Puskesmas Aifat Kabupaten Maybrat. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui gambaran usia, pendidikan, dan pendapatan ibu. Penelitian dilakukan di Puskesmas Aifat Kabupaten Maybrat pada bulan Oktober 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak balita yang berjumlah 30 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Data primer dalam penelitian ini dari kuesioner yang dibagikan dan pengukuran langsung kepada balita terkait berat badan dan tinggi badan. Analisis yang digunakan menggunakan analisis univariat, yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa balita yang mengalami stunting sebagian besar berasal dari kelompok ibu berusia 26-35 tahun (53%), berpendidikan tinggi (SMA, perguruan tinggi) (33%), pendapatan ≤ Rp. 3.134.000 (67%). Sedangkan balita yang mengalami stunting sebagian besar pada kelompok laki-laki dan usia 5 tahun (33%). Kejadian stunting di Puskesmas Aifat berkaitan dengan pendidikan ibu dan pendapatan ibu. Kata kunci: pendapatan, pendidikan, balita, stunting
Peer Group Support Terhadap Self- Efficacy Pasien DM Tipe II Dirgantari Pademme; Triani Banna
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 3 No. 3 (2021): Volume 3 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.494 KB) | DOI: 10.36590/jika.v3i3.202

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) can cause serious damage to the heart, blood vessels, eyes, kidneys, nerves and even death. The prevalence of DM continues to increase. The risk of complications in DM patients can be reduced through good self-management, this is influenced by self-efficacy (SE). SE is the patient's belief in his ability to perform self- management behavior. The results showed that SE in DM patients was still lacking. The role of nurses is important in increasing SE in DM patients. The strategy that can be used is health education through a support group approach. The purpose of this study was to determine the effect of peer group support on the self-efficacy of Type II DM patients. This research is a quasi-experimental research with one group pre-test and post-test design. The population that meets the inclusion and exclusion criteria will be used as a sample for this study. Sampling in this study using purposive sampling technique. The data that has been collected will be processed and analyzed using the t-test if it is normally distributed, whereas if the data is not normally distributed, the test used is the Wilcoxon sign-rank test. The results of the Wilcoxon signed ranks test obtained a p-value of 0.000 (? = 0.05), so it can be concluded that peer group support has an effect on SE in DM patients.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER KESEHATAN DENGAN PRAKTIK PENEMUAN SUSPEK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU Triani Banna; Dirgantari Pademme; Merlis Simon
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i2.225

Abstract

Praktik penemuan kasus TB masih belum mencapai target yang ditetapkan. Agar target tersebut dapat tercapai, diperlukan peran serta kader kesehatan yang memiliki pengetahuan dan sikap untuk mendukung penemuan suspek TB paru. Namun peran kader dalam penemuan suspek TB paru belum maksimal. Penemuan suspek TB paru yang cepat dapat memutus rantai penularan TB sehingga eliminasi TB dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap kader kesehatan dalam praktik penemuan suspek penderita TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Kasuari Kota Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kader yang terdaftar dan aktif di Puskesmas Tanjung Kasuari. Responden penelitian sebanyak 30 orang yang diambil dengan purposive sampling. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan kader dengan praktik penemuan suspek TB paru (p-value = 0,000), dan ada hubungan antara sikap kader dengan praktik penemuan suspek TB paru (p-value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap kader kesehatan dalam praktik penemuan suspek penderitaTB paru. Saran bagi pengelola program pencegahan penyakit menular agar meningkatkan pelatihan praktik penemuan suspek TB paru yang berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan kader dalam praktik penemuan suspek TB paru.Kata kunci: pengetahuan, sikap, TB paru, kader. AbstractThe practice of finding TB cases is still far from the expected target. The participation of trained health cadres is required to achieve the target. Rapid discovery of suspected pulmonary tuberculosis can break the chain of TB transmission so that TB elimination can be achieved. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of health cadres in the practice of finding suspected pulmonary TB in the Puskesmas Tanjung Kasuari. This research is a quantitative study using a cross-sectional design. The population in this study were all registered and active cadres at Puskesmas Tanjung Kasuari. Respondents of the study were 30 people who were taken by purposive sampling. The results of the chi-square test showed that there was a relationship between the knowledge of cadres and the practice of finding pulmonary TB suspects (p-value = 0,000). The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and attitudes of health cadres in the practice of finding suspected TB pulmonary. The managers of communicable disease prevention programs are suggested to improve the practice training for the continuous detection of pulmonary TB suspects to increase cadres' knowledge in the practice of finding pulmonary TB suspects.Keywords: knowledge, attitudes, pulmonary tuberculosis, cadres
PENGARUH BATUK EFEKTIF TERHADAP BERSIHAN JALAN NAFAS PASIEN TUBERKULOSIS PARU DEWASA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SORONG Triani Banna; Inggerid A. Manoppo; Dirgantari Pademme
Journal of Nursing and Health Vol. 6 No. 2 (2021): Journal Of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v6i2.136

Abstract

KARAKTERISTIK MASYARAKAT TERHADAP PENGETAHUAN MENCUCI TANGAN DALAM PENCEGAHAN COVID-19 DI KELURAHAN MAKLALUT KABUPATEN SORONG Maylar Gurning; Dirgantari Pademme; Tince Hutubessy
Journal of Nursing and Health Vol. 6 No. 2 (2021): Journal Of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v6i2.149

Abstract

Pendahuluan Covid-19 adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh corona virus jenis virus terbaru yang ditemukan pada tahun 2019 yang selanjutnya disebut Covid-19. Provinsi Papua Barat, per tanggal 2 September 2020 terdapat 868 pasien positif. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong pertanggal 2 September 2020, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 108 pasien, dengan 4 pasien masih dalam perawatan, 103 telah dinyatakan sembuh dan 1 pasien meningga. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan karakteristik masyarakat tehadap pengetahuan mencuci tangan dalam pencegahan penularan Covid-19 di Kelurahan Maklalut Kabupaten Sorong. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Maklalut Kabupaten Sorong. pada bulan Desember 2020 – Januari 2021. Populasi masyarakat Kelurahan Maklalut Kabupaten Sorong berjumlah 238 responden dengan Sampel berjumlah 149 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Serta uji yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan karakteristik (usia, pendidikan dan jenis kelamin) masyarakat tehadap pengetahuan mencuci tangan dalam pencegahan penularan Covid-19 di Kelurahan Maklalut Kabupaten Sorong. Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan karakteristik (usia, pendidikan dan jenis kelamin) masyarakat tehadap pengetahuan mencuci tangan dalam pencegahan penularan Covid-19 di Kelurahan Maklalut Kabupaten Sorong. Saran bahwa perlu masyarakat semakin meningkatkan kesadaran diri untuk mencuci tangan, bukan hanya dalam masa Covid-19 saja tetapi sampai masa Covid-19 ini pun berlalu. Kata kunci: Hipertensi; Dukungan Keluarga; Lansia