Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Total nitrogen dan fosfat di perairan Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Indonesia (Total nitrogen and phosphorus in the Doreri Bay, Manokwari Regency, West Papua Province, Indonesia) Alianto Alianto; Hendri Hendri; Suhaemi Suhaemi
Depik Vol 5, No 3 (2016): December 2016
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.3.5670

Abstract

Total Nitrogen (TN) and Phosphate (TP) are the two bio-elements essential that determine the source of life in the waters, including marine waters. This study aims to determine the concentration of TN and TP in the Doreri Bay. The study was conducted from January to March 2012. The sampling of seawater in situ performed three times in the six research stations. Measurement of sea water samples also carried out ex-situ by using method persulphate and peroxidisulphate for each concentration of TN and TP. The measurement results obtained an average TN concentration ranging from 0.053 to 0.165 mg/L with a higher tendency at station 1, 2 and 5 respectively of 0.102 mg/L; 0.100 mg/L; and 0.165 mg/L. While TP concentrations ranged from 0.017 to 0.038 mg/L with a value equal concentrations tended at each station observations. The results showed the value of the concentration of TN tend to vary and TP relatively stable or not varies.Total Nitrogen (TN) dan Fosfat (TP) merupakan dua unsur bioelemen penting yang menentukan sumber kehidupan di perairan termasuk perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi TN dan TP di perairan Teluk Doreri. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2012 sampai Maret 2012. Pengambilan contoh air laut dilakukan secara in situ sebanyak tiga kali pada enam stasiun penelitian. Pengukuran contoh air laut dilakukan secara eks situ, konsentrasi TN diukur  dengan metode persulphate dan TP dengan metode peroxodisulphate. Hasil pengukuran diperoleh rata-rata konsentrasi TN berkisar dari 0,053 – 0,165 mg/L dengan kecenderungan lebih tinggi pada stasiun 1, 2 dan 5 dengan nilai konsentrasi secara berturut-turut sebesar 0,102 mg/L; 0,100 mg/L; dan 0,165 mg/L.  Konsentasi TP berkisar dari  0,017 – 0,038 mg/L dengan nilai konsentrasi yang cenderung sama pada setiap stasiun pengamatan.  Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai konsentrasi TN cenderung  bervariasi dan TP relatif stabil atau tidak bervariasi. 
HUBUNGAN PARAMETER ARUS LAUT DAN LIFEFORM KARANG PADA BEBERAPA PULAU-PULAU KECIL DI KOTA PADANG: (The Relationship of Ocean Current Parameters and Coral Lifeform in Small Islands in Padang City) Try Al Tanto; I Wayan Nurjaya; Dietriech G. Bengen; Tri Hartanto; Saenudin; Suhaemi
Majalah Ilmiah Globe Vol. 25 No. 1 (2023): GLOBE VOL 25 NO 1 TAHUN 2023
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan pulau-pulau kecil (PPK) memerlukan kajian ilmiah, salah satunya berupa parameter oseanogafi perairan. Parameter oseanografi mendukung suatu ekosistem terumbu karang, seperti kondisi arus laut yang secara tidak langsung dapat menyebabkan bentuk pertumbuhan karang yang berbeda-beda. Tujuan kajian adalah menentukan karakteristik arus laut dan menduga hubungannya dengan lifeform karang. Analisis sirkulasi arus laut dilakukan dengan pemodelan spasial, dan analisis koresponden untuk melihat hubungan yang terjadi. Sirkulasi arus laut perairan PPK Kota Padang dominan dibangkitkan oleh gaya pasang surut. Terdapat hubungan cukup erat antara kecepatan arus laut dengan lifeform karang, dengan nilai sebesar 81,40%. Arus laut cukup tinggi terjadi di Perairan Pulau Sirandah mencapai 0,49 m/dt, terdapat karang jenis submassive (CS) dominan mencapai 77,33-85,27%. Arus laut cukup lemah di Perairan Pulau Pasumpahan kisaran maksimum 0,13-0,28 m/dt dan rata-rata 0,04-0,08 m/dt, memiliki jenis lifeform karang yang banyak dan beragam, yaitu semua jenis karang non-acropora dan acropora jenis bercabang (ACB). Bentuk karang bercabang (ACB dan CB) dan massive (CM) mendominasi keberadaannya di perairan ini. Arus laut di Perairan Pulau Sikuai memiliki kecepatan maksimum 0,46 m/dt (BBL) dan 0,38 m/dt (TTG) dan rata-rata sebesar 0,12 m/dt. Arus laut di Pulau Sironjong cukup rendah, maksimum 0,20 m/dt dan rata-rata 0,09 m/dt. Kondisi karang di Perairan Pulau Sikuai dan Pulau Sironjong memiliki total % cover rendah (0,2-17,53%). Pada Pulau Sikuai paling tinggi jenis heliophora sebesar 13,46%, sedangkan Pulau Sironjong dominasi ACB sebesar 1,77%. Jenis submassive paling rendah pada ke dua pulau yaitu sebesar 0,07%.
Peningkatan kepedulian lingkungan pesisir melalui kegiatan transplantasi karang di masyarakat pesisir Arfai Manokwari: Improving coastal environmental concern through coral transplantation activities in the Arfai Coastal Comunnities Manokwari Loinenak, Frida; Kolibongso, Duaitd; Sembel, Luky; Manuhutu, Jafry; Suhaemi; Wattimury, Dougklas; Ayhuan, Hendrik
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i1.520

Abstract

ABSTRACT  The presence of coral reefs in coastal regions serves crucial ecological and economic functions, providing significant benefits for biodiversity and local communities reliant on these ecosystems for their livelihoods. Despite their importance, coral reefs face numerous threats stemming from both anthropogenic and natural activities. One viable restoration strategy to protect coral reef ecosystems in coastal areas is coral transplantation. This community service initiative aims to enhance understanding and awareness of the critical role of coral reef ecosystems while promoting their sustainability among the coastal communities of Arfai. The outreach program included two primary topics: coral reefs and the technique of coral transplantation. The session, lasting approximately 1.5 hours, featured a question-and-answer format to facilitate discussion and idea exchange. A demonstration of coral transplantation was conducted for residents of RT 001, utilizing the spider web method. Participants actively engaged in the transplantation process by tying seedlings and placing transplant racks in the waters surrounding Raimuti Arfai Island. Keywords: Arfai Coastal Communities; Coral Transplantation; Environmental Concern   ABSTRAK  Keberadaan terumbu karang pada wilayah pesisir memiliki fungsi dan manfaat penting secara ekologi dan  ekonomis bagi kehidupan biota dan bagi masyarakat pesisir dalam memenuhi kebutuhan hidup. Disamping potensi yang dimiliki, terumbu karang juga selalu mengalami ancaman dari berbagai aktivitas yang bersifat merusak baik akibat aktivitas antropogenik maupun alam. Salah satu upaya restorasi yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan kehidupan terumbu karang di wilayah pesisir yaitu melalui tranplantasi karang. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kepedulian tentang pentingnya ekosistem terumbu karang dan turut menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang kepada masyarakat pesisir Arfai. Dalam kegiatan penyuluhan terdapat 2 materi yang disampaikan yaitu tentang terumbu karang dan transplantasi karang. Kegiatan penyuluhan berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam, dilakukan diskusi berupa tanya jawab atau saling bertukar pemikiran. Demonstrasi kegiatan transplantasi karang secara langsung kepada warga RT 001 tentang teknik transplantasi karang menggunakan metode jaring laba-laba (spider web). Warga turut dilibatkan dalam melakukan kegiatan transplantasi seperti pengikatan bibit, dan penempatan rak tranplantasi di perairan Pulau Raimuti Arfai.  Kata Kunci: Kepedulian Lingkungan; Masyarakat Pesisir Arfai; Transplantasi Karang
Jenis-jenis Ikan Padang Lamun di Perairan Misool Selatan Raja Ampat Santus, Caprio Dos; Ayhuan, Hendrik V.; Sala, Ridwan; Kolibongso, Duaitd; Suhaemi, Suhaemi; Loinenak, Frida A.
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 1 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi Mei 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i1.4688

Abstract

Padang lamun merupakan habitat beberapa komunitas ikan pada masa juvenil dan atau dewasa, secara tetap, musiman dan tidak tetap. Potensi dan kondisi komunitas ikan lamun dapat mengalami gangguan dan ancaman seperti predator asing, kerusakan habitat, dan perubahan kualitas perairan maupun akibat aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis ikan padang lamun dengan kaitan aspek ekologinya di perairan Misool Selatan Raja Ampat khususnya perairan Pulau Calpop, Pulau Kabalanbatan, dan Pulau Yefba. Metode pengambilan sampel ikan menggunakan jaring puri yang diseret pada lintasan pengambilan sampel sejauh 90 m dan dibagi menjadi tiga kali pengambilan, serta arah tarikan sejajar garis pantai dan berlawanan dengan arah arus. Pengukuran kualitas perairan dilakukan pada setiap titik lokasi pengambilan sampel ikan, meliputi suhu, salinitas, pH dan DO. Data dianalisis untuk menentukan komposisi dan kelimpahan jenis, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi jenis. Untuk melihat hubungan antara paramater kualitas perairan dengan kelimpahan ikan digunakan uji korelasi Pearson. Hasil menunjukan sebanyak 2.759 ekor ikan yang tertangkap yang terdiri dari 18 genus dan 21 jenis, dengan kelimpahan tertinggi adalah jenis P. lineatus sebesar 40.802 ind/ha. Perairan Pulau Calpop, Pulau Kabalanbatan dan Pulau Yefba memiliki indeks keanekaragaman jenis berada pada kategori rendah. Perairan Pulau Calpop dan Pulau Kabalanbatan masuk dalam kategori kondisi tertekan, sedangkan perairan Pulau Yefba berada dalam kondisi labil. Terdapat spesies yang mendominansi di perairan Pulau Calpop dan Pulau Kabalanbatan, sedangkan Pulau Yefba tidak terdapat spesies yang mendominansi. Hasil korelasi pearson salinitas memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap kelimpahan ikan, sedangkan suhu, pH dan DO tidak memberikan pengaruh yang kuat terhadap kelimpahan ikan.
Keberlanjutan Ekologi dan Strategi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan: Mewujudkan Maluku Sebagai Lumbung Ikan Nasional Angkotasan, Abdul Motalib; Tawari, Ruslan Husen Saban; Daud, Asmar Hi; Norau, Sahlan; Sangadji, Muhamad Siddiq; Sangadji, Selfi; Suhaemi, Suhaemi
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 9 No 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2025.Vol.9.No.3.529

Abstract

Selected as the National Fish Reserve (LIN), Maluku Province is known for its abundant marine resources and enormous fishery potential, supported by a capture fishery area of 658,294.69 km² which is the largest in Indonesia. Maluku has three Fishery Management Areas of the Republic of Indonesia (WPPNRI), namely WPPNRI-714, WPPNRI-715, and WPPNRI-718. However, based on production data for the capture fishery and aquaculture sectors in Maluku Province during the 2018-2022 period, these resource potentials have not been optimally utilized. Therefore, this research aims to analyze the ecological conditions and utilization of fishery resources in Maluku Province as a consideration for developing targeted policies and strategies for fishery resource utilization. This research uses a quantitative descriptive approach with data presented in narrative format, simple tables, graphs, and Multidimensional Scaling (MDS) analysis. Data collection was conducted from various sources over a 5-year period (2018-2022). Based on the analysis results, the status of ecological conditions and fishery resource utilization in Maluku Province is classified as less sustainable, indicated by Rapfish scores below 50. To improve the sustainability of fishery resource management in this region, strengthening of monitoring systems and community education about the importance of aquatic ecosystem conservation is needed.
Hydro-Oceanographic Features of North Maluku Archipelagic Waters in January and July 2021 Angkotasan, Abdul Motalib; Tawari, Ruslan H.S.; Bemba, Jefri; Natih, Nyoman M.N.; Suhaemi, Suhaemi
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 8 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2024.Vol.8.No.3.392

Abstract

The waters of North Maluku are located in the Southern Pacific Ocean and are the eastern route of the Indonesian Throughflow, which contributes to the hydro-oceanographic conditions. The research aims to examine the hydro-oceanographic conditions of the island waters around North Maluku. Data obtained from measurement results and data reanalysis (www.marinecopernicus.eu) for the period December 2020–August 2021. Data analysis using Ocean Data View and Ferret software. The results of the analysis show that the west monsoon wind from the northwest blows at a speed of 2 m/s. The current movement pattern moves to the southeast. In the east season, the dominant wind blows from the southeast and south. Spasial temperatures in the two seasons are different between the waters of Termadoreh and Buli Bay. In January, the sea surface temperature in Termadoreh and Buli Bay averaged 29 °C and 30.50 °C. Meanwhile, in July, the average was between 29.50 and 29.70 °C. For salinity characteristics, in January, the Halmahera Sea was higher (34.2–34.8 psu) than the Maluku Sea (33.6-34.0 psu)
KAJI ULANG PRODUKSI ALAT BERAT PADA PEMBANGUNAN RUANG TERBUKA HIJAU KAWASAN SUMUR KABUPATEN PANDEGLANG: (Studi Kasus Proyek pembangunan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan) Bambang Hariyanto; Soedarsono Soedarsono; Suhaemi Suhaemi
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 1 No. 1 (2018): Civil and Environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.378 KB)

Abstract

: Proyek Pembangunan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan merupakan salah satu proyek yang besar dengan bentuk permukaan yang kurang rata, dimana pada pelaksanaan pematangan didominasi oleh penggunaan alat berat. Permasalah yang timbul dalam penggunaan alat berat ini yaitu pengoperasian dan pengkombinasian alat-alat berat yang salah dengan kondisi alat yang 100% . Penurunan produktivitas alat berat ini juga disebabkan oleh kondisi peralatan, keterampilan operator, waktu siklus, jenis material, kondisi kerja, tata laksana dan kondisi cuaca. Sehingga diperlukan pemilihan dan penentuan komposisi alat yang tepat agar alat berat tersebut dapat bekerja secara optimal dan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan biaya sehemat mungkin. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu besarnya Harga sewa Alat berat perjam Exavator Rp.449.335,88, Bulldozer Rp.790.967,22, Vibration Roller Rp.329.051,95, Dump Truck Rp.687.021,62, Motor Grader Rp.444.448,48, Wheel Loader Rp.405.483,61 dan harga satuan pekerjaan pada masing-masing alat berat. Exavator Rp. 30.837,00/m3, Bulldozer Rp. 31.296,00/m3, Vibration Roller Rp. 27.882,00/m3, Dump Truck Rp. 55.026,00/m3, Motor Grader Rp. 22.981,00/m3, Wheel Loader Rp. 29.054,00/m3. jumlah keseluruhan harga satuan per m3 adalah Rp.197.016,00. sementara besarnya produktivitas alat berat dengan biaya dan waktu paling efektif dan efisien menggunakan komposisi alat alternatif ke-3 yaitu 3 unit excavator 163,30 m3/jam, 2 unit bulldozer 163,154 m3/jam, 2 unit vibration roller 201,29m3/jam, 9 unit dump truck 171,08m3/jam, 1 unit motor grader 987,84 m2/jam dan 3 unit wheel loader191,20 m3/jam dengan biaya total Rp1.323.120.000,00 dan total waktu pelaksanaan 322 jam atau 40 hari .