Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Total nitrogen dan fosfat di perairan Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Indonesia (Total nitrogen and phosphorus in the Doreri Bay, Manokwari Regency, West Papua Province, Indonesia) Alianto Alianto; Hendri Hendri; Suhaemi Suhaemi
Depik Vol 5, No 3 (2016): December 2016
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.3.5670

Abstract

Total Nitrogen (TN) and Phosphate (TP) are the two bio-elements essential that determine the source of life in the waters, including marine waters. This study aims to determine the concentration of TN and TP in the Doreri Bay. The study was conducted from January to March 2012. The sampling of seawater in situ performed three times in the six research stations. Measurement of sea water samples also carried out ex-situ by using method persulphate and peroxidisulphate for each concentration of TN and TP. The measurement results obtained an average TN concentration ranging from 0.053 to 0.165 mg/L with a higher tendency at station 1, 2 and 5 respectively of 0.102 mg/L; 0.100 mg/L; and 0.165 mg/L. While TP concentrations ranged from 0.017 to 0.038 mg/L with a value equal concentrations tended at each station observations. The results showed the value of the concentration of TN tend to vary and TP relatively stable or not varies.Total Nitrogen (TN) dan Fosfat (TP) merupakan dua unsur bioelemen penting yang menentukan sumber kehidupan di perairan termasuk perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi TN dan TP di perairan Teluk Doreri. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2012 sampai Maret 2012. Pengambilan contoh air laut dilakukan secara in situ sebanyak tiga kali pada enam stasiun penelitian. Pengukuran contoh air laut dilakukan secara eks situ, konsentrasi TN diukur  dengan metode persulphate dan TP dengan metode peroxodisulphate. Hasil pengukuran diperoleh rata-rata konsentrasi TN berkisar dari 0,053 – 0,165 mg/L dengan kecenderungan lebih tinggi pada stasiun 1, 2 dan 5 dengan nilai konsentrasi secara berturut-turut sebesar 0,102 mg/L; 0,100 mg/L; dan 0,165 mg/L.  Konsentasi TP berkisar dari  0,017 – 0,038 mg/L dengan nilai konsentrasi yang cenderung sama pada setiap stasiun pengamatan.  Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai konsentrasi TN cenderung  bervariasi dan TP relatif stabil atau tidak bervariasi. 
HUBUNGAN PARAMETER ARUS LAUT DAN LIFEFORM KARANG PADA BEBERAPA PULAU-PULAU KECIL DI KOTA PADANG: (The Relationship of Ocean Current Parameters and Coral Lifeform in Small Islands in Padang City) Try Al Tanto; I Wayan Nurjaya; Dietriech G. Bengen; Tri Hartanto; Saenudin; Suhaemi
Majalah Ilmiah Globe Vol. 25 No. 1 (2023): GLOBE VOL 25 NO 1 TAHUN 2023
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan pulau-pulau kecil (PPK) memerlukan kajian ilmiah, salah satunya berupa parameter oseanogafi perairan. Parameter oseanografi mendukung suatu ekosistem terumbu karang, seperti kondisi arus laut yang secara tidak langsung dapat menyebabkan bentuk pertumbuhan karang yang berbeda-beda. Tujuan kajian adalah menentukan karakteristik arus laut dan menduga hubungannya dengan lifeform karang. Analisis sirkulasi arus laut dilakukan dengan pemodelan spasial, dan analisis koresponden untuk melihat hubungan yang terjadi. Sirkulasi arus laut perairan PPK Kota Padang dominan dibangkitkan oleh gaya pasang surut. Terdapat hubungan cukup erat antara kecepatan arus laut dengan lifeform karang, dengan nilai sebesar 81,40%. Arus laut cukup tinggi terjadi di Perairan Pulau Sirandah mencapai 0,49 m/dt, terdapat karang jenis submassive (CS) dominan mencapai 77,33-85,27%. Arus laut cukup lemah di Perairan Pulau Pasumpahan kisaran maksimum 0,13-0,28 m/dt dan rata-rata 0,04-0,08 m/dt, memiliki jenis lifeform karang yang banyak dan beragam, yaitu semua jenis karang non-acropora dan acropora jenis bercabang (ACB). Bentuk karang bercabang (ACB dan CB) dan massive (CM) mendominasi keberadaannya di perairan ini. Arus laut di Perairan Pulau Sikuai memiliki kecepatan maksimum 0,46 m/dt (BBL) dan 0,38 m/dt (TTG) dan rata-rata sebesar 0,12 m/dt. Arus laut di Pulau Sironjong cukup rendah, maksimum 0,20 m/dt dan rata-rata 0,09 m/dt. Kondisi karang di Perairan Pulau Sikuai dan Pulau Sironjong memiliki total % cover rendah (0,2-17,53%). Pada Pulau Sikuai paling tinggi jenis heliophora sebesar 13,46%, sedangkan Pulau Sironjong dominasi ACB sebesar 1,77%. Jenis submassive paling rendah pada ke dua pulau yaitu sebesar 0,07%.
Peningkatan kepedulian lingkungan pesisir melalui kegiatan transplantasi karang di masyarakat pesisir Arfai Manokwari: Improving coastal environmental concern through coral transplantation activities in the Arfai Coastal Comunnities Manokwari Loinenak, Frida; Kolibongso, Duaitd; Sembel, Luky; Manuhutu, Jafry; Suhaemi; Wattimury, Dougklas; Ayhuan, Hendrik
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i1.520

Abstract

ABSTRACT  The presence of coral reefs in coastal regions serves crucial ecological and economic functions, providing significant benefits for biodiversity and local communities reliant on these ecosystems for their livelihoods. Despite their importance, coral reefs face numerous threats stemming from both anthropogenic and natural activities. One viable restoration strategy to protect coral reef ecosystems in coastal areas is coral transplantation. This community service initiative aims to enhance understanding and awareness of the critical role of coral reef ecosystems while promoting their sustainability among the coastal communities of Arfai. The outreach program included two primary topics: coral reefs and the technique of coral transplantation. The session, lasting approximately 1.5 hours, featured a question-and-answer format to facilitate discussion and idea exchange. A demonstration of coral transplantation was conducted for residents of RT 001, utilizing the spider web method. Participants actively engaged in the transplantation process by tying seedlings and placing transplant racks in the waters surrounding Raimuti Arfai Island. Keywords: Arfai Coastal Communities; Coral Transplantation; Environmental Concern   ABSTRAK  Keberadaan terumbu karang pada wilayah pesisir memiliki fungsi dan manfaat penting secara ekologi dan  ekonomis bagi kehidupan biota dan bagi masyarakat pesisir dalam memenuhi kebutuhan hidup. Disamping potensi yang dimiliki, terumbu karang juga selalu mengalami ancaman dari berbagai aktivitas yang bersifat merusak baik akibat aktivitas antropogenik maupun alam. Salah satu upaya restorasi yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan kehidupan terumbu karang di wilayah pesisir yaitu melalui tranplantasi karang. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kepedulian tentang pentingnya ekosistem terumbu karang dan turut menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang kepada masyarakat pesisir Arfai. Dalam kegiatan penyuluhan terdapat 2 materi yang disampaikan yaitu tentang terumbu karang dan transplantasi karang. Kegiatan penyuluhan berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam, dilakukan diskusi berupa tanya jawab atau saling bertukar pemikiran. Demonstrasi kegiatan transplantasi karang secara langsung kepada warga RT 001 tentang teknik transplantasi karang menggunakan metode jaring laba-laba (spider web). Warga turut dilibatkan dalam melakukan kegiatan transplantasi seperti pengikatan bibit, dan penempatan rak tranplantasi di perairan Pulau Raimuti Arfai.  Kata Kunci: Kepedulian Lingkungan; Masyarakat Pesisir Arfai; Transplantasi Karang
Development of Picture Story Books Based on Sasak Local Wisdom For Grade V Students at SDN 2 Sakra Suhaemi; Sukri; Irawan Zain, Moh.
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3535

Abstract

Indonesian language learning in elementary schools requires attractive and contextual learning media to increase students' learning interest. This research aims to develop learning media in the form of picture story books based on Sasak local wisdom that are feasible and practical to use for grade V students at SDN 2 Sakra. The research method used is Research and Development (R&D) using the ADDIE development model. This research was conducted at SDN 2 Sakra with grade V students as research subjects. Research instruments included media and material expert validation sheets, teacher response questionnaires, and student response questionnaires. Data were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively by calculating feasibility and practicality percentages. The novelty of this research is the use of two languages in story presentation, namely Indonesian and Sasak regional language. The research results show that the picture story book based on Sasak local wisdom obtained validation from media experts of 95.78% with very feasible category, material expert validation of 94.67% with very feasible category, teacher response of 96.62% with very practical category, small-scale student response of 90.95% with very practical category, and large-scale student response of 86.94% with very practical category. Based on these results, it can be concluded that picture story books based on Sasak local wisdom are very feasible and practical to use as Indonesian language learning media for elementary school grade V students.