Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Lampuhyang

Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kampung Batik untuk Mendukung Pariwisata Kreatif di Surakarta Ni Putu Diah Untari Ningsih
LAMPUHYANG Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i1.190

Abstract

Kota Surakarta atau yang lebih dikenal dengan Kota Solo adalah kota tujuan wisata budaya di Jawa Tengah yang kental dengan nuansa budaya Jawa dan masih terjaga hingga saat ini Kota Surakarta memiliki potensi besar dalam kerangka kepariwisataan dengan mengembangkan potensi kelokalan yang bertumpu pada UKM, bangunan dan lingkungan, sejarah serta tradisi sosial budaya.Wisata pengembangan UKM yang dimiliki oleh Kota Surakarta antara lain Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, dan Kampung Perhiasan Njayengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan industri kecil dan menengah Kampung Batik untuk Mendukung Pariwisata Kreatif di Surakarta, sehingga mampu memberi rekomendasi bagi pengembangan Kampung Batik di Surakarta ke depan, sehingga tujuannya nanti Kampung Batik ini tidak hanya terkenal secara nasional tapi juga internasional dan menjadi tempat wisata yang mengasilkan brand local untuk batik khas Surakarta itu sendiri.Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman memiliki ciri khas batik yang berbeda. Hasil batik yang dimiliki oleh Kampung Laweyan cenderung berwarna terang, berbeda dengan hasil batik Kampung Kauman yang berwarna gelap dan berkesan klasik. Biaya kegiatan untuk usaha batik Kampung Batik Laweyan membutuhkan dana yang cukup besar dan umumnya berasal dari biaya pribadi pemilik usaha dan belum terkenal cukup luas, sama halnya dengan usaha batik Kampung Batik Kauman. Oleh karena itu pengadaan forum-forum resmi diperlukan untuk memasarkan hasil usaha dari kedua kampung batik ini.
Masa Depan Kurikulum di Pendidikan Vokasi Ni Putu Diah Untari Ningsih
LAMPUHYANG Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i1.245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kurikulum, pengajaran dan pembelajaran yang adaptif dengan kondisi dan kebutuhan dunia kerja yang baru, mengantisipasi persyaratan keterampilan di masa depan, kebutuhan peserta didik sebagai pribadi yang utuh untuk pemenuhan pribadi dan persiapan untuk kehidupan. Kurikulum berbasis kompetensi, pengajaran dan pembelajaran harus memperhatikan tren dunia kerja di masa depan, globalisasi, lokalisasi, individualisasi untuk membuat orang mandiri dapat dipekerjakan dan menjadi kendaraan transisi bagi individu ke dunia kerja. Pendidikan untuk pekerjaan mengarah pada lapangan kerja (mandiri) dan penghasilan yang diharapkan berkontribusi bagi kesejahteraan individu dan komunitas mereka. Pendidikan untuk pekerjaan menyiratkan adopsi pendekatan holistik untukpengembangan keterampilan kemampuan kerja masyarakat dengan menempatkan penekanan dalam program pelatihan keterampilan pada pengembangan keterampilan dasar, keterampilan berpikir, kualitas pribadi, keterampilan kerja generik, dan keterampilan khusus untuk mempersiapkan pelajar untuk mandiri dan masyarakat yang bertanggung jawab.
Penerapan Supervisi Pendidikan Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pendidik di Sekolah Kejuruan Ni Putu Diah Untari Ningsih; I Putu Oky Ariartha
LAMPUHYANG Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i2.310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya menghasilkan lulusan yang kompeten, tenaga pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis kompetensi. Sehingga mutu pendidik sangat berpengaruh besar dalam peningkatan mutu dari pendidikan itu sendiri. Supaya mempunyai lulusan peserta didik yang diharapkan maka sekolah harus bisa meningkatkan mutu pendidiknya. Peningkatan kompetensi profesional yang dimiliki oleh tenaga pendidik di suatu sekolah, khususnya pada sekolah kejuruan dipengaruhi oleh penerapan supervisi pendidikan. Penelitian didasarkan pada bagaimata penerapan supervisi di sekolah kejuruan jika dibandingkan dengan sekolah lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta bagaimana pengaruh supervisi di sekolah kejuruan terhadap daya kerja pendidik untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan standar kompetensi. Dari pemaparan teori serta analisis yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa : 1). Meningkatkan mutu pendidikan harus dibarengi dengan meningkatkan mutu guru, karena guru merupakan kunci penting dalam pelaksanaan pendidikan di lapangan, 2). Dengan dilaksanakannya kegiatan supervisi, guru dibantu dalam meningkatkan kompetensinya untuk meningkatkan hasil belajar siswa, 3). Penerapan supervisi di Sekolah Kejuruan tidak jauh berbeda dengan sekolah lainnya yang memiliki tujuan yang sama yakni untuk meningkatkan mutu guru sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten.
Relevansi Sistem Pengelolaan Arsip Digital Dengan Keamanan Data Di Dunia Pendidikan Ni Putu Diah Untari Ningsih
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.355

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan bagaimana institusi kearsipan harus menyadari dan memahami dimensi sosial di dalam berbagai tantangan dan kemungkinan yang ada dalam pengelolaan arsip di era digital, termasuk dinamika sudut pandang dan perilaku dari pengguna internal maupun eksternal. Perkembangan teknologi informasi di era digital yang cepat dan signifikan mempengaruhi secara esensial pengelolaan arsip. Sebagai respon dari perkembangan teknologi informasi, kebanyakan institusi kearsipan memberikan penekanan pada dimensi teknis seperti ketersediaan infrastruktur ataupun memenuhi standar dan kebijakan. Padahal, faktor manusia kerap memainkan peran penting dalam transisi model atau sistem pengelolaan. Implementasi terbaik dari suatu standar membutuhkan pendekatan yang lebih holistik dengan mempertimbangkan sudut pandang pengguna dan juga kolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam menjelaskan manfaat dan fungsi dari sistem pengelolaan yang baru. Dengan menaruh penekanan pada faktor manusia pada saat melakukan pelatihan ataupun merumuskan kebijakan, resistensi pengguna dapat diminimalisir dan pada saat bersamaan antusiasme pengguna dapat dicapai untuk mempercepat hasil positif dari adaptasi pada sistem dan tren terbaru.