Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kampung Batik untuk Mendukung Pariwisata Kreatif di Surakarta Ni Putu Diah Untari Ningsih
LAMPUHYANG Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i1.190

Abstract

Kota Surakarta atau yang lebih dikenal dengan Kota Solo adalah kota tujuan wisata budaya di Jawa Tengah yang kental dengan nuansa budaya Jawa dan masih terjaga hingga saat ini Kota Surakarta memiliki potensi besar dalam kerangka kepariwisataan dengan mengembangkan potensi kelokalan yang bertumpu pada UKM, bangunan dan lingkungan, sejarah serta tradisi sosial budaya.Wisata pengembangan UKM yang dimiliki oleh Kota Surakarta antara lain Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, dan Kampung Perhiasan Njayengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan industri kecil dan menengah Kampung Batik untuk Mendukung Pariwisata Kreatif di Surakarta, sehingga mampu memberi rekomendasi bagi pengembangan Kampung Batik di Surakarta ke depan, sehingga tujuannya nanti Kampung Batik ini tidak hanya terkenal secara nasional tapi juga internasional dan menjadi tempat wisata yang mengasilkan brand local untuk batik khas Surakarta itu sendiri.Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman memiliki ciri khas batik yang berbeda. Hasil batik yang dimiliki oleh Kampung Laweyan cenderung berwarna terang, berbeda dengan hasil batik Kampung Kauman yang berwarna gelap dan berkesan klasik. Biaya kegiatan untuk usaha batik Kampung Batik Laweyan membutuhkan dana yang cukup besar dan umumnya berasal dari biaya pribadi pemilik usaha dan belum terkenal cukup luas, sama halnya dengan usaha batik Kampung Batik Kauman. Oleh karena itu pengadaan forum-forum resmi diperlukan untuk memasarkan hasil usaha dari kedua kampung batik ini.
Masa Depan Kurikulum di Pendidikan Vokasi Ni Putu Diah Untari Ningsih
LAMPUHYANG Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i1.245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kurikulum, pengajaran dan pembelajaran yang adaptif dengan kondisi dan kebutuhan dunia kerja yang baru, mengantisipasi persyaratan keterampilan di masa depan, kebutuhan peserta didik sebagai pribadi yang utuh untuk pemenuhan pribadi dan persiapan untuk kehidupan. Kurikulum berbasis kompetensi, pengajaran dan pembelajaran harus memperhatikan tren dunia kerja di masa depan, globalisasi, lokalisasi, individualisasi untuk membuat orang mandiri dapat dipekerjakan dan menjadi kendaraan transisi bagi individu ke dunia kerja. Pendidikan untuk pekerjaan mengarah pada lapangan kerja (mandiri) dan penghasilan yang diharapkan berkontribusi bagi kesejahteraan individu dan komunitas mereka. Pendidikan untuk pekerjaan menyiratkan adopsi pendekatan holistik untukpengembangan keterampilan kemampuan kerja masyarakat dengan menempatkan penekanan dalam program pelatihan keterampilan pada pengembangan keterampilan dasar, keterampilan berpikir, kualitas pribadi, keterampilan kerja generik, dan keterampilan khusus untuk mempersiapkan pelajar untuk mandiri dan masyarakat yang bertanggung jawab.
Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Temukus-Besakih, Karangasem, Bali untuk Mendukung Pariwisata Berbasis Desa Wisata Ni Putu Diah Untari Ningsih; Soenarto Soenarto; Sugiyono Sugiyono
TATALOKA Vol 22, No 2 (2020): Volume 22 No. 2, May 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.22.2.212-221

Abstract

Tourism has become a leading sector for Bali Province, especially Karangasem. Karangasem Regency continues to improve itself by continuing to develop tourism potential that has both the potential of nature, culture and customs. Bali Provincial Government in 2015-2018 through the Bali Mandara Volume II Program launched the establishment of 100 tourism villages, one of which was Temukus-Besakih Village. The purpose of this study is to develop and empower the people of Temukus-Besakih Village to support village-based tourism. The method used in this study is interpretative naturalistic, with the following steps: grand tours, observations, surveys, and literature studies with literature relating to the topic of research. The results showed the potential possessed by Temukus-Besakih Village in realizing tourism villages seen from the criteria of tourist villages, among others: attractions, distance traveled, religion, and infrastructure availability. The basic concept of developing Temukus-Besakih Village as a tourism village is "Sustainable Tourism Village". The concept of development of the basic concept consists of spatial plans, namely: environmental zones, socio-cultural zones, and economic zones.
Memperkenalkan Scrum Sebagai Kerangka Kerja Perusahaan Demi Memenuhi Tantangan Perubahan Pasar Di Era Revolusi Industri 4.0 Yang Dinamis Ni Putu Diah Untari Ningsih
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital era of the dynamic industrial revolution 4.0, requires companies to quickly innovate to make products that can meet the needs of consumers and released in a short time. This method is to answer the company's efforts to stay ahead of competitors. Building software requires a framework to facilitate the planning, development and maintenance. The Scrum method can be used as a framework for developing software interoperability with a faster time (Agile). Scrum was made by Jeff Sutherland and Ken Schwaber, who was a developer in the mid-1990s in America. Thanks to this finding, it can lead technology companies like Amazon, Google, and Facebook to become giants until now. The Scrum method has a work pattern of breaking jobs into smaller tasks (tasks) and is distributed among the Development Team on a regular basis in a short cycle of time so that system development can be completed quickly. Scrum is recommended for project types that are not deadline oriented, with creative and high-quality product targets. Because Scrum's focus is on the process, with iteratives and targets per Sprint, it is hoped that each piece of product will be better than the previous Sprint. The advantages of the Scrum method in this study such as the work pattern of breaking work into tasks that are evenly distributed to all development teams to be completed in a fast work cycle requires excessive accuracy in determining the Backlog.
Penerapan Supervisi Pendidikan Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pendidik di Sekolah Kejuruan Ni Putu Diah Untari Ningsih; I Putu Oky Ariartha
LAMPUHYANG Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i2.310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya menghasilkan lulusan yang kompeten, tenaga pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis kompetensi. Sehingga mutu pendidik sangat berpengaruh besar dalam peningkatan mutu dari pendidikan itu sendiri. Supaya mempunyai lulusan peserta didik yang diharapkan maka sekolah harus bisa meningkatkan mutu pendidiknya. Peningkatan kompetensi profesional yang dimiliki oleh tenaga pendidik di suatu sekolah, khususnya pada sekolah kejuruan dipengaruhi oleh penerapan supervisi pendidikan. Penelitian didasarkan pada bagaimata penerapan supervisi di sekolah kejuruan jika dibandingkan dengan sekolah lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta bagaimana pengaruh supervisi di sekolah kejuruan terhadap daya kerja pendidik untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan standar kompetensi. Dari pemaparan teori serta analisis yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa : 1). Meningkatkan mutu pendidikan harus dibarengi dengan meningkatkan mutu guru, karena guru merupakan kunci penting dalam pelaksanaan pendidikan di lapangan, 2). Dengan dilaksanakannya kegiatan supervisi, guru dibantu dalam meningkatkan kompetensinya untuk meningkatkan hasil belajar siswa, 3). Penerapan supervisi di Sekolah Kejuruan tidak jauh berbeda dengan sekolah lainnya yang memiliki tujuan yang sama yakni untuk meningkatkan mutu guru sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten.
Relevansi Sistem Pengelolaan Arsip Digital Dengan Keamanan Data Di Dunia Pendidikan Ni Putu Diah Untari Ningsih
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.355

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan bagaimana institusi kearsipan harus menyadari dan memahami dimensi sosial di dalam berbagai tantangan dan kemungkinan yang ada dalam pengelolaan arsip di era digital, termasuk dinamika sudut pandang dan perilaku dari pengguna internal maupun eksternal. Perkembangan teknologi informasi di era digital yang cepat dan signifikan mempengaruhi secara esensial pengelolaan arsip. Sebagai respon dari perkembangan teknologi informasi, kebanyakan institusi kearsipan memberikan penekanan pada dimensi teknis seperti ketersediaan infrastruktur ataupun memenuhi standar dan kebijakan. Padahal, faktor manusia kerap memainkan peran penting dalam transisi model atau sistem pengelolaan. Implementasi terbaik dari suatu standar membutuhkan pendekatan yang lebih holistik dengan mempertimbangkan sudut pandang pengguna dan juga kolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam menjelaskan manfaat dan fungsi dari sistem pengelolaan yang baru. Dengan menaruh penekanan pada faktor manusia pada saat melakukan pelatihan ataupun merumuskan kebijakan, resistensi pengguna dapat diminimalisir dan pada saat bersamaan antusiasme pengguna dapat dicapai untuk mempercepat hasil positif dari adaptasi pada sistem dan tren terbaru.
Edukasi Karakter Berbasis Tri Hita Karana Program Studi Pendidikan Agama Hindu di Pura Anggreka Sari: Pengabdian Ayu Widha Erlia; Gusti Ayu Nanik Ardhiani; Ni Putu Diah Untari Ningsih; I Ketut Dani Budiantara; I Wayan Gama
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6230

Abstract

This community service program aims to implement character education based on Tri Hita Karana at Pura Anggreka Sari and to examine its impact on changes in community attitudes and behaviors. The study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The program was conducted in three stages: planning, implementation, and evaluation with follow-up. The planning stage focused on identifying community needs and developing educational materials grounded in the values of parahyangan, pawongan, and palemahan. The implementation stage involved socialization, group discussions, and direct practice integrated into religious and social activities. The evaluation stage assessed behavioral changes among participants and included reflective sessions to determine appropriate follow-up actions. The results indicate that character education based on Tri Hita Karana enhances participants’ understanding and promotes positive changes in spiritual attitudes, social interactions, and environmental awareness. Field findings reveal increased participation in religious activities, improved social cohesion, and greater concern for environmental sustainability within the temple area. However, several challenges were identified, including limited implementation time and inconsistent application of values in daily life. Strong support from temple authorities and active community participation were key factors contributing to the program’s success. In conclusion, Tri Hita Karana-based character education is effective in fostering holistic and contextual character development within the community. This program has the potential to serve as a sustainable community service model, particularly when supported by continuous mentoring and strengthened community-based initiatives.
Eco-Cultural Economic Education: Community Assistance in Upakara Plant at the Taman Bumi Banten: Eco–Cultural Economic-Education: Pendampingan Penanaman Tanaman Upakara di Kawasan Taman Bumi Banten Ni Putu Diah Untari Ningsih; I Ketut Dani Budiantara; Ayu Widha Erlia
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v6i1.2590

Abstract

The purpose of this activity was to develop the Taman Bumi Banten area as a platform for Eco–Cultural Economic-Education for the Hindu community through the cultivation of upakara plants. The primary challenges faced by the community partner included: (1) limited supply of upakara materials in Telaga Tawang Village, (2) community dependence on upakara materials sourced from outside Bali, and (3) insufficient knowledge regarding cultivation techniques and the economic potential of upakara plants. A participatory approach was employed, comprising sequential stages of preliminary survey, socialization, training, planting assistance, and evaluation incorporating pre-test and post-test instruments to measure improvements in participants' understanding. The activity was conducted at Taman Bumi Banten, Telaga Tawang Village, Sidemen District, Karangasem Regency, involving approximately 50 participants drawn from lecturers, administrative staff, students, the Seka Truna Truni (STT) youth organization, and local community members. The cultivated upakara plants encompassed various coconut varieties (mulung, gading, gadang, sudamala, and bulan coconut), fruit-bearing species (starfruit, mangosteen, rambutan, and durian), and ornamental flowering plants (jepun and cempaka), totaling 1,011 plants. Pre-test and post-test results demonstrated a mean improvement of 35% in participants' comprehension scores, rising from an average of 58 on the pre-test to 78 on the post-test (on a 100-point scale). Furthermore, the program facilitated the establishment of sustainable cultivation practices and contributed to the development of Taman Bumi Banten as a commodity center for upakara materials and an educational and cultural hub for the Hindu community in Karangasem. These findings demonstrate that assistance-based cultivation of upakara plants is effective in promoting sustainable economic education grounded in cultural and environmental values.