Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : INOVTEK POLBENG

PENGARUH PARAMETER MENGGURDI BERTAHAP TERHADAP TERBENTUKNYA RASIO DELAMINASI BAIK PADA SISI MASUK MAUPUN SISI KELUAR LUBANG irwan kurniawan; Ismet Hari Mulyadi
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.678 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1031

Abstract

Delaminasi merupakan salah satu jenis kerusakan  kritis pada material Komposit. Delaminasi terjadi akibat sebagian dari benda kerja tidak terpotong secara sempurna akan tetapi dilakukan proses pemotongan dengan cara memberikan penekanan melalui pahat gurdi ke material, justru yang terjadi deformasi plastis disebabkan mekanisme penekanan, pada umumnya kondisi seperti ini terjadi pada material  lunak yang memiliki mampu mesin yang rendah dan cenderung menghasilkan cacat seperti delaminasi baik pada bagian masuk (Entrance) maupun keluar lubang (Exit).  penggunaan geometri pahat yang dimodifikasi bertingkat bukanlah  merupakan  kondisi yang  terjadi sebenarnya. Untuk saat ini, kondisi tersebut baru dapat dipenuhi dalam  skala laboratorium, untuk  kondisi sebenarnya penggunaan  metoda menggurdi Step drilling ( Page Drilling Cycle) yang paling memungkinkan  Oleh karena itu pada penelitian ini difokuskan untuk melihat peluang penggunaan metoda  menggurdi bertahap. Dengan menggunakan Rancangan  Metode Taguchi Orthogonal Array L36 pengamatan dilakukan. Hasilnya dianalisa dengan  menggunakan metoda Signal-to-Noise Ratio (S/N ratio) dan ANOVA (Analysis of Variances).  Hasil dari   S/N ratio mengindikasikan bahwa gerak makan kontribusinya sangat kecil untuk menggurangi delaminasi dalam  suatu sistem pemotongan kemungkinan ini disebakan karena gerak makan yang diberikan itu merupakan  rentang yang kecil secara teoritis tidak akan berpengaruh besar terhadap terbentukanya delaminasi 
Performa Mesin dengan Menggunakan Bahan Bakar Minyak Plastik Hasil Teknologi Pirolisis Alfansuri Alfansuri; Irwan Kurniawan
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3250

Abstract

Terdapat kebutuhan mendesak untuk mengatasi akumulasi sampah plastik. Bengkalis, suatu daerah di mana volume sampah plastik mencapai 80 meter kubik per hari. Dalam studi ini, reaktor pirolisis dirancang khusus dan dibangun untuk menangani limbah plastik jenis PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak yang dihasilkan dari proses pirolisis ini memiliki nilai kalor bawah (LHV) sebesar 40450 kJ/kg. Meskipun LHV ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai LHV bahan bakar premium (43966 kJ/kg), penemuan penting lainnya adalah bahwa pembakaran menggunakan minyak plastik ini jauh lebih bersih dibandingkan dengan premium. Hal ini terbukti dari ruang bakar mesin dan elektroda busi yang lebih bersih saat menggunakan minyak plastik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada bahan bakar premium, putaran mesin (n) meningkat seiring dengan peningkatan jumlah lampu. Daya (P) yang dihasilkan juga meningkat seiring dengan peningkatan jumlah lampu. Sementara itu, pada bahan bakar minyak plastik, putaran mesin relatif stabil dengan penambahan jumlah lampu. Daya yang dihasilkan juga meningkat seiring dengan peningkatan jumlah lampu. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa penerapan teknologi pirolisis dalam mengkonversi limbah plastik menjadi minyak menunjukkan potensi yang baik. Meskipun bahan bakar minyak plastik memiliki putaran mesin yang sedikit lebih tinggi daripada premium, namun minyak plastik mampu menghasilkan daya yang sama atau lebih tinggi dengan torsi yang lebih besar. Hal ini menunjukkan efisiensi pembakaran yang lebih tinggi dan potensi sebagai alternatif bahan bakar yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, teknologi pirolisis dapat menjadi solusi efektif dalam pengelolaan limbah plastik dan memberikan alternatif sumber energi baru di tengah kelangkaan bahan bakar minyak.
Performa Mesin dengan Menggunakan Bahan Bakar Minyak Plastik Hasil Teknologi Pirolisis Alfansuri Alfansuri; Irwan Kurniawan
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3250

Abstract

Terdapat kebutuhan mendesak untuk mengatasi akumulasi sampah plastik. Bengkalis, suatu daerah di mana volume sampah plastik mencapai 80 meter kubik per hari. Dalam studi ini, reaktor pirolisis dirancang khusus dan dibangun untuk menangani limbah plastik jenis PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak yang dihasilkan dari proses pirolisis ini memiliki nilai kalor bawah (LHV) sebesar 40450 kJ/kg. Meskipun LHV ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai LHV bahan bakar premium (43966 kJ/kg), penemuan penting lainnya adalah bahwa pembakaran menggunakan minyak plastik ini jauh lebih bersih dibandingkan dengan premium. Hal ini terbukti dari ruang bakar mesin dan elektroda busi yang lebih bersih saat menggunakan minyak plastik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada bahan bakar premium, putaran mesin (n) meningkat seiring dengan peningkatan jumlah lampu. Daya (P) yang dihasilkan juga meningkat seiring dengan peningkatan jumlah lampu. Sementara itu, pada bahan bakar minyak plastik, putaran mesin relatif stabil dengan penambahan jumlah lampu. Daya yang dihasilkan juga meningkat seiring dengan peningkatan jumlah lampu. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa penerapan teknologi pirolisis dalam mengkonversi limbah plastik menjadi minyak menunjukkan potensi yang baik. Meskipun bahan bakar minyak plastik memiliki putaran mesin yang sedikit lebih tinggi daripada premium, namun minyak plastik mampu menghasilkan daya yang sama atau lebih tinggi dengan torsi yang lebih besar. Hal ini menunjukkan efisiensi pembakaran yang lebih tinggi dan potensi sebagai alternatif bahan bakar yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, teknologi pirolisis dapat menjadi solusi efektif dalam pengelolaan limbah plastik dan memberikan alternatif sumber energi baru di tengah kelangkaan bahan bakar minyak.