Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Problem-Based Learning Interactive Media in Elementary Indonesian Language Education: A Systematic Review (2020-2025) Widi Astuti; Sri Sukasih; Panca Dewi Purwati; Nuni Widiarti; Bambang Subali
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.3260

Abstract

Indonesian language learning in elementary schools faces persistent challenges including low reading interest, writing difficulties, and monotonous conventional methods, necessitating innovative pedagogical interventions. This systematic literature review examines trends, contributions, and research gaps in problem-based learning (PBL)-based interactive media development for elementary Indonesian language learning during 2020-2025. Following PRISMA 2020 guidelines, four academic databases (Google Scholar, SINTA, Semantic Scholar, ERIC) were systematically searched, yielding 200 initial articles. Through rigorous four-stage screening applying PICOS framework criteria, 30 articles from nationally accredited (SINTA 1-3) and international (Scopus/ERIC-indexed) journals were selected for thematic content analysis.  Analysis revealed progressive evolution from simple digital tools (Wordwall, Kahoot) toward sophisticated multimodal environments (Augmented Reality, Virtual Reality). Ninety percent of studies reported significant improvements in literacy competencies, particularly writing skills (40%) and reading comprehension (30%). ADDIE and 4D development models predominated (66.7%), demonstrating superior methodological rigor. Three distinct research clusters emerged: basic literacy development (2020-2021), critical and digital literacy (2022-2023), and creativity with technological adaptation (2024-2025).  PBL-based interactive media integration effectively operationalizes constructivist learning principles, substantially enhancing student engagement and 21st-century literacy competencies. However, persistent infrastructure limitations, inadequate teacher TPACK competencies, and underrepresentation of speaking skill development constrain optimal implementation, requiring comprehensive policy support and sustained professional development interventions.
NUGGET BERGIZI BERBASIS LIMBAH PADAT TAHU DAN DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN UMKM Ria Wulansarie; Widi Astuti; Maharani Kusumaningrum; Masni Maksiola; Eka Diyanti; Kurnia Ayu Sawiji; Deva Aurelya Pramitha; Putri Maharani Adinda Fandika; Mutiara Sandina Astri; Dira Fitria Dewi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.32605

Abstract

Pengabdian ini dilaksanakan di UMKM Tahu Siip Pariyem Desa Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah. Proses produksi tahu menghasilkan limbah cair dan limbah padat yang dapat mencemari lingkungan serta dapat menimbulkan bau tidak sedap jika tidak segera diolah atau dibuang dengan benar. Masyarakat Desa Sumurrejo biasanya memanfaatkan ampas tahu hanya sebagai pakan ternak. Walaupun sudah menjadi sisa produksi tahu, ampas tahu masih memiliki kandungan protein, karbohidrat, dan serat yang cukup tinggi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengolah limbah padat tahu menjadi nugget bergizi dengan penambahan ekstrak daun kelor. Daun kelor kaya akan protein, vitamin, dan mineral yang penting untuk kesehatan. Melalui pelatihan dan pendampingan, mitra UMKM diberi edukasi tentang pengolahan limbah tahu menjadi nugget bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan mitra dalam mengolah limbah padat tahu, serta peningkatan nilai gizi nugget yang dihasilkan. Uji organoleptik menunjukkan penerimaan yang baik dari masyarakat terhadap nugget berbasis limbah tahu dengan tambahan ekstrak daun kelor. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi atas masalah limbah industri tahu dan meningkatkan perekonomian UMKM Tahu Siip Pariyem.