Andi Oktami Dewi Artha Ayu Purnama
IAIN Sultan Amai Gorontalo

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Bahari Pulau Kapoposang Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan Andi Oktami Dewi Artha Ayu Purnama
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v3i2.84

Abstract

Partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata bahari merupakan suatu kewajiban dengan mengingat bahwa potensi bahari adalah milik bersama dan yang terpenting dengan adanya partisipasi, masyarakat akan lebih memiliki kesadaran mengenai potensi bahari yang dimilikinya dan harus terus menerus dilindungi agar dapat memberikan kehidupan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan serta menganalisis keterlibatan multi pihak dan bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata bahari, menggunakan deskriptif kualitatif dengan sumber data diperoleh dari kata-kata dan tindakan informan yang selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dengan teknik purposive. Data yang diperoleh dikumpulkan melalui observasi (observation), wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif melalui tiga tahap yaitu tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, keterlibatan masyarakat masih berkisar pada kelompok-kelompok masyarakat dan penyediaan sarana prasarana oleh pihak swasta sementara masyarakat hanya dilibatkan sebatas perencanaan sedangkan pada proses pelaksanaan dan pemanfaatannya masyarakat sudah tidak dilibatkan. Dalam partisipasi masyarakat inilah disebut “partisipasi pasif” karena berdasarkan hasil analisis dan beberapa poin yang belum terpenuhi oleh masyarakat seperti pengelolaan wisata kolaborasi yang melibatkan seluruh stakeholder dan pemberdayaan masyarakat yang pada akhirnya menimbulkan partisipasi interaktif yang di mana masyarakat Kapoposang ikut serta dalam pengelolaan pulaunya sendiri dengan pengambilan keputusan bersifat lokal dan menentukan bagaimana ketersediaan sumber daya yang digunakan, sehingga memiliki kekuasaan untuk menjaga potensi yang ada di lingkungannya.
Rituals in acculturation of islam and local traditions of the Bajo Tribe in Gorontalo Purnama, Andi Oktami Dewi Artha Ayu; Yusuf, Andi Muhammad; Amelia, Lia; Ibrahim, Muhammad
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/etnosia.v8i2.32207

Abstract

This study investigates the process of assimilation of Islamic practices and indigenous customs inside the ceremonies conducted by the Bajo Tribe. The rites performed by the Bajo people encompass a fusion of Islamic tenets with their indigenous beliefs, specifically centered around their reverence for the sea's sovereign. The amalgamation of these two ideologies yields a potent synergy. The Bajo people, as Muslims, fulfill the religious obligations of Islam, which includes commemorating the birth anniversary of the Prophet Muhammad SAW. In addition, the Bajo people also perform the Massoro and Bate' rituals, which are the most significant traditional ceremonies of the Bajo Tribe in Torosiaje Village. The Bajo tribe's customs are shaped by the integration and embodiment of these two ideas, which are expressed through values, norms, and laws that serve as guiding principles for their way of life. The ceremonies performed by the Bajo people stem from established traditions passed down through generations. 
Resistensi Masyarakat Lokal Terhadap Pengelolaan Pariwisata Taman Nasional Komodo (Studi Kasus Desa Komodo) Purnama, Andi Oktami Dewi Artha Ayu; Ibrahim, Muhammad
Jurnal Perspektif Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v7i1.905

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan resistensi yang dilakukan oleh masyarakat lokal Desa Komodo terhadap pengelolaan Taman Nasional Komodo. Penelitian ini menarik untuk diteliti karena Taman Nasional Komodo menjadi salah satu wisata eksotik yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara namun dengan keindahannya menimbulkan polemik masyarakat lokal terhadap pengelola Taman Nasional Komodo. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan menggunakan teori resistensi dari James C. Scott untuk menganalisis temuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat lokal tidak seluruhnya tunduk terhadap pengelolaan pariwisata di Taman Nasional Komodo. Tindakan resistensi (perlawanan) yang dilakukan oleh masyarakat lokal karena adanya aturan sistem zonasi dan konsevasi namun tidak ada pengetahuan masyarakat tentang sistem zonasi, konsevasi hingga berkaitan pengelolaan Taman Nasional Komodo. Bentuk resistensi yang dilakukan adalah menyampaikan aspirasi terhadap pengelolaan Taman Nasional Komodo dan masyarakat lokal yang mensiasati pengelolaan Taman Nasional Komodo. Resistensi disini merupakan bentuk perlawanan masyarakat lokal terhadap pengelola Taman Nasional Komodo sekaligus ini juga merupakan bentuk pertahanan masyarakat lokal dalam menghadapi kesulitan hidup dilingkungannya sendiri.
Negosiasi Standar Kecantikan dan Citra Tubuh Mahasiswi Muslim; Studi pada Mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo Nuraisah; Andi Oktami Dewi Artha Ayu Purnama; Sunandar Macpal
Farabi Vol 23 No 1 (2026): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v23i1.8279

Abstract

This study aims to analyze the negotiation of digital beauty standards and body image formation among female students at IAIN Sultan Amai Gorontalo. The study is grounded in the increasing exposure to beauty, lifestyle, skincare, fashion, and ideal-body content on Instagram and TikTok, which encourages young women to evaluate their bodies through visual standards circulating in digital spaces. This research employed a descriptive qualitative method with a sociological approach. The participants consisted of six active female students aged 18-24 years who actively used Instagram and/or TikTok. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that digital beauty standards are not accepted in a single and passive manner by participants. Instead, they are negotiated through understanding, social comparison, pressure to follow trends, consumption of beauty products, body management, and critical awareness of social media realities. Some participants experienced body dissatisfaction and declining self-confidence after comparing themselves with influencers, celebrities, or other social media users. However, others used social media as a source of motivation for self-care, self-acceptance, and a broader understanding of beauty beyond physical appearance. This study confirms that body image among female students is formed through the interaction between digital beauty standards, social experiences, and digital literacy in filtering social media content.
Negosiasi Identitas Keagamaan dalam Tradisi Mongakiki Masyarakat Gorontalo Muhammad Ibrahim; Donald Qomaidiasyah Tungkagi; Andi Oktami Dewi Artha Ayu Purnama; Zulkarnain Anu
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 11, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.11.3.%p.2025

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik tradisi Mongakiki (Aqiqah) di Desa Batu Keramat, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, sebagai fenomena akulturasi antara ajaran syariat Islam dan budaya lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi, penelitian ini menemukan bahwa masyarakat melaksanakan aqiqah dengan cara yang berbeda dari tuntunan syariat Islam, yaitu menggunakan ayam putih atau membeli darah sapi dari hajatan orang lain, bukan menyembelih kambing. Praktik ini disertai dengan prosesi adat mohundingo (gunting rambut bayi) yang sarat dengan simbol-simbol budaya lokal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Mongakiki merupakan hasil negosiasi antara ortodoksi Islam dan pragmatisme budaya, yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, ikatan sosial, dan identitas komunal. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang dinamika Islam lokal di Indonesia, khususnya bagaimana masyarakat Muslim menegosiasikan identitas keagamaan mereka dalam konteks budaya yang spesifik.