Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sikap Remaja Putri dalam Menghadapi Dismenorhoe di SMP Negeri 1 Jenggawah Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Surya Dewi Puspita
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 1 No 2 (2018): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenorhoe is derived from abdominal pain and uterine cramping occurs during menstruation. Dismenorhoe is due to elevated levels of prostaglandins in the body, differences in the female reproductive anatomy, accompanied by nausea, dizziness, fainting, anxiety, fatigue, bloating. The purpose of this study was to determine the attitude of the Young Women in Facing Dismenorhoe in SMP Negeri 1 Jenggawah District of Jember Jenggawah This study used a descriptive research design. The sample in this study were 92 respondents from a population of 120 respondents. The sampling technique is simple random sampling with inclusion and exclusion criteria that have been set. The data collection menggunakann measuring instrument questionnaire obtained primary data by calculating a Score T, if the Score T> mdT rated positive attitude (favorable) and the Score T <mdT rated negative attitudes (unfavorable) which means mdT is the average number of scores T, so mdT Score affects T to assess the attitudes. From the results, most of the young women had a positive attitude as much as 62 respondents (67.39%) and only 30 respondents (32.61%) have a negative attitude. Of young women who have experienced dismenorhoe there are 43 respondents (46.74%) have a positive attitude and 9 respondents (9.78%) have a negative attitude. While the young women who have never experienced dismenorhoe as many as 19 respondents (20.65%) have a positive attitude and who have a negative attitude as much as 30 respondents (32.61%). Most teenage daughter 16 years old. Can be concluded that the factor of age, experience, and knowledge of dismenorhoe and management. So, should the young women when dismenorhoe expected to actively seek information and knowledge about good dismenorhoe of media information and consultation with medical experts. This effort is expected to be more effective in preventing chronic dismenorhoe.
Implementasi Pemanfaatan Buah-Buahan Lokal Tinggi Kalium dan Antioksidan sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular Hipertensi di Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Surya Dewi Puspita; Putri Rahayu Ratri; Miftahul Jannah; Dina Fitriyah; Yohan Yuanta; Dessya Putri Ayu
PEKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): April
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/pekat.v3i1.37

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Studi pendahuluan tentang permasalahan yang ada di Desa Wonojati yaitu belum optimalnya pemanfaatan buah lokal tinggi kalium dan antioksidan untuk pencegahan hipertensi bagi masyarakat dewasa dan lansia, belum adanya edukasi bahaya hipertensi, pencegahan hipertensi, belum adanya edukasi pola hidup sehat sebagai pencegahan. Penyuluhan kepada masyarakat memegang peranan penting dalam upaya pencegahan hipertensi. Konsumsi buah-buahan lokal yang tinggi kalium dan antioksidan dapat menjadi strategi yang efektif dalam pencegahan hipertensi. Penyuluhan dapat memberikan informasi tentang faktor risiko hipertensi, seperti kebiasaan makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, stres, dan kebiasaan merokok. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah mengajari masyarakat untuk mengolah buah-buahan lokal untuk mencegah hipertensi, edukasi bahaya hipertensi, pencegahan hipertensi, edukasi pola hidup sehat sebagai pencegahan penyakit tidak menular.  Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan ini yaitu pembuatan media KIE, persiapan, pelaksanaan, penutup. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di salah satu rumah kader Posyandu di Desa Wonojati dengan peserta sejumlah 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta untuk mengolah buah-buahan lokal untuk mencegah hipertensi, peningkatan pengetahuan tentang bahaya hipertensi pencegahan hipertensi serta pola hidup sehat sebagai pencegahan penyakit tidak menular yaitu terjadi kenaikan pengetahuan dari 40% menjadi 60%.  Pemanfaatan buah-buahan lokal yang tinggi kalium dan antioksidan dapat menjadi strategi yang efektif dalam pengendalian hipertensi dan peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat diperlukan untuk mengimplementasikan program-program yang mendukung konsumsi buah-buahan lokal sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk mengurangi penyakit tidak menular seperti hipertensi. Kata Kunci: hipertensi, buah lokal, pengetahuan  
Hubungan Aktivitas Fisik dan Status Gizi dengan Kejadian Dismenore pada Siswi di SMA/SMK/MA di Kecamatan Wuluhan Saragih, Grace Michelle Dwinanda; Miftahul Jannah; Alinea Dwi Elisanti; Surya Dewi Puspita; Dahlia Indah Amareta
HARENA : Jurnal Gizi Vol 5 No 1 (2024): HARENA: Jurnal Gizi (Desember 2024)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v5i1.5039

Abstract

Kram dan nyeri haid saat menstruasi disebut dismenore. Jumlah kejadian dismenore di seluruh dunia mencapai 90%, sekitar 70-90% kasus terjadi saat remaja. Di Indonesia, 112.657 jiwa (69,35%) mengalami dismenore. Dismenore yang tidak diatasi dapat mengganggu aktivitas remaja. Usia menarche, lama menstruasi, siklus menstruasi, status gizi, aktivitas fisik, riwayat keluarga dan ketidakseimbangan hormon memengaruhi dismenore. Dismenore lebih berisiko terjadi pada orang dengan status gizi underweight dan obesitas. Selain itu, keteraturan aktivitas fisik juga mempengaruhi dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan status gizi dengan kejadian dimenore pada remaja putri. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik Multistage Random Sampling, dengan jumlah 75 orang, yang terdiri dari siswi kelas X dan XI di SMAS Muhammadiyah 2 Wuluhan, SMKS 01 Diponegoro, dan MA 03 Ma’arif Wuluhan. Cara pengambilan data dengan mengisi kuesioner. Data aktivitas fisik dikumpulkan melalui kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Data status gizi didapatkan melalui cara pengukuran berat badan dan tinggi badan, lalu menggunakan IMT/U untuk mengetahui status gizi. Data dismenore didapatkan melalui kuesioner Skala Nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore (p=0.41). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian dismenore (p=0,250) pada siswi SMA. Kata Kunci : aktivitas fisik, status gizi, dismenore, remaja
Capacity Building UMKM Pesisir Melalui Diversifikasi Olahan Ikan Lokal Untuk Peningkatan Nilai Tambah Produk Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Binaan Politeknik Negeri Jember, Desa Puger Kulon, Kabupaten Jember Yohan Yuanta; Dessya Putri Ayu; Putri Rahayu Ratri; Surya Dewi Puspita; Dina Fitriyah; Miftahul Jannah; Heri Warsito
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): November : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v3i4.611

Abstract

Puger Kulon Village, located in Puger District, Jember Regency, is a coastal area in East Java with significant marine and fisheries potential. Most of the population earns their living as fishermen and small-scale fishery product processors (MSMEs). Unfortunately, the capacity of MSMEs in this area is still very limited, both in terms of technical skills and product variety. Processed fish products produced by the community are mostly shrimp paste and shredded fish. This community service activity aims to increase knowledge and additional skills for coastal MSMEs regarding the diversification of local processed fish products by encouraging the development of various processed fish products as an effort to increase product added value such as fish nuggets, fish balls, fish dumplings, and fish dim sum. The method used is counseling and technical training with direct practice in diversifying various fish products (fish nuggets, fish balls, dumplings, and fish dim sum). Evaluation was carried out using a pretest and posttest approach on 20 MSME participants using a knowledge assessment instrument. The results showed an increase in knowledge regarding fish processing diversification, with an average score of 74 before the training, increasing to 93 after the training, a 27% increase. Thus, the extension and training on fish processing diversification have proven effective in increasing the knowledge and skills of coastal MSMEs. This activity has the potential to improve the quality and diversity of local fish-based products, while strengthening the role of MSMEs in providing nutritious food from local potential as an effort to prevent stunting in coastal communities.