Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Meningkatkan Pemahaman Tentang Jajanan Sehat Dalam Kemasan Melalui Informasi Pada Label Kemasannya Bagi Siswa SDN I Jatisela Kusmiyati Kusmiyati; Dewa Ayu Citra Rasmi; Tri Ayu Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.025 KB) | DOI: 10.29303/jpmsi.v2i2.69

Abstract

Memasuki usia sekolah, anak mulai ingin menunjukkan kemampuannya menentukan pilihan atas makanan. Maraknya jenis jajanan kemasan untuk anak, anak sekolah menjadi lebih mudah mendapatkan jajanan di luar rumah. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa SDN I Jatisela tentang jajanan sehat dalam kemasan,  sehingga mereka dapat menentukan jenis jajanan  yang sehat, bergizi dan aman untuk dikonsumsi, serta dapat menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode sebagai berikut: a).Metode ceramah, digunakan untuk menyampaikan pengetahuan tentang jajanan sehat dan bergizi meliputi: Unsur gizi dalam makanan dan bahan tambahan makanan. b). Metode praktek, digunakan untuk praktek membandingkan 2 macam jajanan yang biasa dikonsumsi, secara berkelompok dengan setiap kelompok beranggotakan 2 orang anak. c).Metode tanya jawab, digunakan untuk memberikan umpan balik pada siswa sekaligus untuk mendapatkan tanggapan siswa tentang materi yang telah disampaikan selama kegiatan. Antusias siswa pada saat pelaksanaan kegiatan sangat tinggi, terlihat pada waktu pretes semua siswa mengerjakan dengan sungguh-sungguh. Selanjutnya ketika penyampaian materi, siswa juga dapat diajak interaksi, dengan mengajukan pertanyaan dari materi yang disampaikan. Rata-rata hasil pretes sebesar 78,57 dan rata-rata postes sebesar 89,09. Hasil penghitungan gain ternormalisasi, menunjukkan pengetahuan jajanan sehat dalam kemasan siswa meningkat dengan kategori sedang. Siswa dapat menemukan informasi penting yang harus diperhatikan pada label kemasan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah: (1) Antusias siswa sangat tinggi, semua siswa mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir; (2) Pengetahuan siswa tentang jajanan sehat dalam kemasan meningkat. Saran dari kegiatan pengabdian ini adalah pengabdian ini dapat dilakukan di sekolah lain, agar siswa mempunyai pengetahuan jajanan sehat, sehingga dapat mencegah terjadinya gizi salah pada anak Kata kunci: Jajanan, Kemasan.
Strengthening Student Character Education Through Biology Learning in High School Jamaluddin Jamaluddin; A. Wahab Jufri; Tri Ayu Lestari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 2 (2022): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i2.1575

Abstract

Strengthening character education through biology learning is a form of educator action that integrates character education values ​​in planning, implementing, and evaluating biology learning which is carried out intentionally and continuously to strengthen the character values ​​of students. This study aims to develop a character education-oriented biology learning tool and test its effectiveness on understanding character values ​​and mastery of biology concepts for high school students in West Lombok Regency. The method used is a mixed research method, namely development research methods to develop character education-oriented biology learning tools, and experimental methods to test the effectiveness of applying learning tools to understanding character values ​​and mastering biology concepts for high school students. The research sample amounted to 270 students who were determined by purposive random sampling technique. Data collection used research instruments in the form of expert validation sheets, feasibility assessment sheets, tests for understanding the values ​​of character education, and tests for understanding student concepts. The results showed that the character education-oriented biology learning tools were very valid and suitable for use in biology learning in high school. The results of the different concept mastery test are the mean score of the experimental class 69.78; and the mean score of the control class is 65.66 with a mean difference of 2.66. The results of the different test with the t test showed that there was no significant difference between the two mean scores. The results of the different test of understanding the values ​​of students' character education using the t-test obtained a mean experimental class score of 72.76; and the mean score of the control class is 70.10; means difference 2.66. Based on the t value, it was obtained that the mean scores of the experimental class and the mean scores of the control class were not significantly different
Korelasi Penguasaan Konsep dan Konsistensi Argumentasi Moral Siswa SMAN di Kota Mataram Baiq Sri Handayani; Tri Ayu Lestari; I Gde Mertha
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara konsistensi argumentasi moral dan penguasaan konsep menggunakan isu sosiosaintifik pada materi sistem reproduksi manusia siswa SMAN di kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian korelasional dengan teknik random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII di SMAN Kota Mataram. Pengambilan data dilakukan pada siswa kelas XII di tiga SMAN Mataram sebanyak 300 siswa dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner konsistensi argumentasi moral dan tes hasil belajar siswa. Konsistensi argumentasi moral siswa diukur dengan menggunakan pertanyaan melalui rubrik adaptasi dari consistency of performance. Pertanyaan yang diberikan kepada siswa terdiri dari 16 soal mengenai isu sosio-saintifik dengan kategori pertanyaan untuk diri sendiri, jenis kelamin berbeda, keluarga dan masyarakat. Pertanyaan diberikan kepada seluruh sampel siswa untuk kemudian dianalisis setiap data yang masuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di ketiga sekolah tersebut terdapat hubungan bermakna antara konsistensi argumentasi moral siswa dan penguasaan konsep walaupun tingkatannya dalam kategori rendah. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai penguasaan konsep dan konsistensi argumentasi moral siswa kelas XII menggunakan isu sosiosaintifik.
Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Pujut Baiq Lili Kartin Aprilia; Jamaluddin Jamaluddin; Tri Ayu Lestari; Baiq Sri Handayani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1065

Abstract

Gaya belajar berkaitan dengan cara siswa dalam memperoleh informasi saat proses pembelajaran, terdiri dari gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Siswa yang mengenali gaya belajarnya akan meningkatkan hasil belajar. Setiap siswa memiliki kecenderungan pada salah satu gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui kecenderungan gaya belajar siswa dan 2) Mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi di SMAN 1 Pujut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitaitf. Data penelitian diperoleh menggunakan angket tertutup untuk variabel gaya belajar dan soal tes untuk variabel hasil belajar. Subjek penelitian sebanyak 152 responden terdiri dari 93 siswa kelas X dan 59 siswa kelas XI MIPA yang diperoleh dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan siswa di SMAN 1 Pujut cenderung memiliki gaya belajar auditorial sebanyak 83 siswa dari 152 siswa dengan persentase 55%. Sebagian besar siswa memiliki gaya belajar visual dengan kategori tinggi (53%), gaya belajar auditorial dengan kategori cukup tinggi (60%) dan gaya belajar kinestetik berada dengan kategori cukup tinggi (61%). Hasil belajar kognitif biologi sebagian besar siswa berada pada kategori cukup tinggi yaitu dicapai oleh 109 siswa dengan persentase 72%. Hasil analisis data diperoleh nilai F regresi = 5.183, R² = 0.095 dan p = 0.002. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi di SMAN 1 Pujut secara bersama-sama. Gaya belajar memberikan kontribusi sebesar 9,5% terhadap hasil belajar siswa.
Korelasi Penguasaan Konsep dan Konsistensi Argumentasi Moral Siswa SMAN di Kota Mataram Baiq Sri Handayani; Tri Ayu Lestari; I Gde Mertha
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara konsistensi argumentasi moral dan penguasaan konsep menggunakan isu sosiosaintifik pada materi sistem reproduksi manusia siswa SMAN di kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian korelasional dengan teknik random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII di SMAN Kota Mataram. Pengambilan data dilakukan pada siswa kelas XII di tiga SMAN Mataram sebanyak 300 siswa dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner konsistensi argumentasi moral dan tes hasil belajar siswa. Konsistensi argumentasi moral siswa diukur dengan menggunakan pertanyaan melalui rubrik adaptasi dari consistency of performance. Pertanyaan yang diberikan kepada siswa terdiri dari 16 soal mengenai isu sosio-saintifik dengan kategori pertanyaan untuk diri sendiri, jenis kelamin berbeda, keluarga dan masyarakat. Pertanyaan diberikan kepada seluruh sampel siswa untuk kemudian dianalisis setiap data yang masuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di ketiga sekolah tersebut terdapat hubungan bermakna antara konsistensi argumentasi moral siswa dan penguasaan konsep walaupun tingkatannya dalam kategori rendah. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai penguasaan konsep dan konsistensi argumentasi moral siswa kelas XII menggunakan isu sosiosaintifik.
Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Pujut Baiq Lili Kartin Aprilia; Jamaluddin Jamaluddin; Tri Ayu Lestari; Baiq Sri Handayani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1065

Abstract

Gaya belajar berkaitan dengan cara siswa dalam memperoleh informasi saat proses pembelajaran, terdiri dari gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Siswa yang mengenali gaya belajarnya akan meningkatkan hasil belajar. Setiap siswa memiliki kecenderungan pada salah satu gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui kecenderungan gaya belajar siswa dan 2) Mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi di SMAN 1 Pujut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitaitf. Data penelitian diperoleh menggunakan angket tertutup untuk variabel gaya belajar dan soal tes untuk variabel hasil belajar. Subjek penelitian sebanyak 152 responden terdiri dari 93 siswa kelas X dan 59 siswa kelas XI MIPA yang diperoleh dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan siswa di SMAN 1 Pujut cenderung memiliki gaya belajar auditorial sebanyak 83 siswa dari 152 siswa dengan persentase 55%. Sebagian besar siswa memiliki gaya belajar visual dengan kategori tinggi (53%), gaya belajar auditorial dengan kategori cukup tinggi (60%) dan gaya belajar kinestetik berada dengan kategori cukup tinggi (61%). Hasil belajar kognitif biologi sebagian besar siswa berada pada kategori cukup tinggi yaitu dicapai oleh 109 siswa dengan persentase 72%. Hasil analisis data diperoleh nilai F regresi = 5.183, R² = 0.095 dan p = 0.002. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi di SMAN 1 Pujut secara bersama-sama. Gaya belajar memberikan kontribusi sebesar 9,5% terhadap hasil belajar siswa.
Relation between Ocean Literacy and Science Learning Outcomes of Class IX SMPN 04 Keruak, Lombok Timur 2022 Ummi Auliya’ Amalina; Karnan Karnan; Tri Ayu Lestari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1190

Abstract

Ocean has abundant resources which if we manage properly, can support the sustainability of life and ecosystems. Managing the ocean requires good ocean literacy. Ocean literacy is knowledge about the sea. Ocean literacy needs to be developed in a learning system to increase the next generation's knowledge about the sea. In addition, science learning outcomes are important to know as a measure student's mastery of science to understand natural phenomena both land and sea, it is also important to see how the relationship between ocean literacy and science learning outcomes. This study aims to see how the level of student's ocean literacy, science learning outcomes, and how the relationship between ocean literacy and science learning outcomes at SMPN 4 Keruak. The results showed that the literacy level of class IX students at SMPN 04 Keruak was 24.49 then the results percentaged to 24% which was very low. Student learning outcomes obtained an average of 34.1 in the low category, no students had scores above the standard point so that the value P more than 59. The relationship between ocean literacy and learning outcomes obtained a significant correlation value of 0.065 which is not correlated with a correlation coefficient of 0.240 which has a weak correlation. If viewed from the significance value, it is not correlated because the value obtained is greater than the rtable, but the difference is very small, it is just 0.01 so that when viewed from the correlation coefficient it can be categorized as weakly correlated, not uncorrelated at all
Diversity Of Coleoptera Order Soil Insects In Kerandangan Nature Park Area Rona Uli Manurung; Mahrus; Tri Ayu Lestari
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 1 (2023): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i1.5901

Abstract

Diversity Of Coleoptera Order Soil Insects In Kerandangan Nature Park Area TWA Kerandangan is a conservation area located in West Nusa Tenggara Province. There are types of plants and animals in TWA Kerandangan that show acceptable and stable ecosystem conditions based on the role of insects. One type of insect that plays a role in the balance of the ecosystem is soil insects because they are considered good organic matter breakers. The order of soil insects that has a valuable role in the ecosystem is Coleoptera-decomposing wildlife feces. Analysis of their diversity is very important for the sustainability of the ecosystem in Kerandangan TWA. The research method used was pitfall trapping. The diversity level of the Coleoptera diurnal group is included in the low category because it has an average index value of 0.93, and the level of diversity of the Coleoptera nocturnal group is included in the medium category because it has an average index value of 1.34. The dominance index value is < 0.50, which indicates that no species dominates at each station, and the level of evenness is in the low to high category. The most common Coleoptera species found is Onthophagus sp 4, and Onthopagus taurus belongs to the dung beetle group (Scarabaeidae).
Hubungan Penalaran Moral dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan Kelas XII SMAN 1 Labuapi Menggunakan Pendekatan Isu Socio Scientific Pada Materi Sistem Reproduksi Sesy Dwi Oktadila; Agus Ramdani; Tri Ayu Lestari
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14676

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, namun dunia pendidikan Indonesia masih menghadapi permasalahan degradasi moral remaja yang ditandai dengan meningkatnya kenakalan dan pelanggaran norma sosial akibat kurangnya penalaran moral dalam pengambilan keputusan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pembelajaran yang mengaitkan sains dengan isu sosial, seperti pendekatan socio scientific issues (SSI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penalaran moral dan kemampuan pengambilan keputusan siswa kelas XII SMAN 1 Labuapi menggunakan pendekatan socio scientific issues pada materi sistem reproduksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Labuapi, dengan teknik sampling jenuh sehingga diperoleh sampel sebanyak 56 siswa dari kelas XII A dan XII B. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes penalaran moral yang diadaptasi dari teori penalaran moral sebanyak 8 soal, serta tes kemampuan pengambilan keputusan yang diadaptasi dari General Decision Making Style (GDMS). Data dianalisis menggunakan uji prasyarat, kemudian pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (r = 0,485; p = 0,000), yang berarti terdapat hubungan positif dengan tingkat korelasi sedang antara penalaran moral dan kemampuan pengambilan keputusan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penalaran moral siswa, semakin baik pula kemampuan siswa dalam mengambil keputusan. Pembelajaran biologi menggunakan pendekatan socio scientific issues pada materi sistem reproduksi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran untuk mengembangkan penalaran moral dan kemampuan pengambilan keputusan siswa.
Phytochemical Screening and Antioxidant Capacity of Banana Peel Ethanol Extract of Ketip (Musa paradisiaca Forma Typiaca) on Sperm Concentration and Motility of Mice (Mus musculus) Syamsul Bahri; Dadi Setiadi; Tri Ayu Lestari; Muhamad Yazid Mizanul Ilmi
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v10i1.457

Abstract

This study examines the effect of ethanol extract of banana peel ketip (Musa paradisiaca Forma Typiaca) on sperm concentration and motility of mice (Mus musculus) following cigarette smoke exposure. This study aims to determine the phytochemical content and antioxidant capacity of the extract after cigarette smoke exposure. This study began with extracting chemical compounds from the sample, followed by phytochemical screening to determine their content. The antioxidant capacity of the extract was examined using the DPPH method with a UV-Vis spectrophotometer and an in vivo test using adult male mice. Sperm concentration and motility data were analyzed by one-way ANOVA and Tukey’s HSD test. The phytochemical screening results showed that the ketip banana peel ethanol extract contains terpenoids, alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins. The DPPH test results showed that the IC50 value of the extract was 554.84 ppm. Statistical analysis of the in vivo data showed that the ethanol extract of ketip banana peel significantly increases sperm concentration (p value = 0.005486; F value 4.197422; F critical= 2.510158) and motility (P value= 0.0000; F value =41.59092; F critical= 2.510158) following cigarette smoke exposure. Tukey’s HSD analysis of sperm concentration (HSD score = 2.271) showed that the 5000 ppm extract significantly increases sperm concentration without cigarette smoke exposure and sperm concentration after 5 minutes of cigarette smoke exposure. Nevertheless, this treatment failed in restoring sperm concentration following 30 minutes of cigarette smoke exposure. This indicates that longer duration of cigarette smoke exposure causes severe damage to sperm production (spermatogenesis) that is difficult to restore, even with high-dose treatment. Tukey’s HSD analysis of sperm motility (HSD score = 0.207) showed that treatment with the ethanol extract of Ketip banana peel alone insignificantly increases sperm motility. The decrease in sperm motility after cigarette smoke exposure was significantly restored with high doses of the peel extract. These findings suggest that the sperm maturation stage, where the sperm motility is determined, was protected by antioxidant substances contained in the ethanol extract of Ketip banana peel.