Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH VARIASI JENIS BENTONIT TERHADAP TINGKAT PERMEABILITAS DAN KEKUATAN TEKAN PADA CETAKAN PASIR GREEN SAND Hartono, Dwi
Jurnal Nosel Vol 1, No 2 (2012): October
Publisher : Jurnal Nosel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.847 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui pengaruh variasi jenis bentonit terhadap tingkat permeabilitas pada cetakan pasir green sand. (2) Mengetahui pengaruh variasi jenis bentonit terhadap kekuatan tekan pada cetakan pasir green sand. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Politeknik Manufaktur Ceper Klaten dengan menggunakan bahan utama berupa pasir silika, bentonit dan air. Sampel penelitian yang digunakan adalah cetakan pasir green sand yang mempunyai komposisi campuran pasir silika ? air dengan jenis bentonit yang berbeda (Ultra Bent ?A, Ultra Bent ?B, dan BK). Cetakan pasir dibuat dengan cara manual, dengan komposisi standar sebesar 1000 gr pasir : 90 gr bentonit : 4,5 ml air. Pengujian spesimen dilakukan 2 kali yaitu pengujian tingkat permeabilitas yang menggunakan alat Permeability Tester dan pengujian kekuatan tekan yang menggunakan alat Universal Sand Strength Machine. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah data diskriptif. Hasil penelitian ini adalah : (1) Adanya pengaruh variasi jenis bentonit terhadap tingkat permeabilitas pada cetakan pasir green sand. (2) Adanya pengaruh variasi jenis bentonit terhadap kekuatan tekan pada cetakan pasir green sand.
Pekerjaan Rumah Presiden Terpilih di Bidang Politik yang Perlu Penyempurnaan Tahun 2019-2024 Hartono, Dwi
Jurnal Lemhannas RI Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v7i3.74

Abstract

Secara konstitusional, proses pemilu Presiden 2019 sudah selesai ketika Mahkamah Konstitusional menolak semua gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 dan setelah ditetapkan Jokowi-Amin sebagai presiden terpilih periode 2019-2024 oleh Komisi Pemilihan Umum. Tugas berat menanti pemerintahan Presiden Jokowi-Amin. Persoalan kebangsaan yang kini ada harus segera diatasi, dan bangsa Indonesia masih punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, antara lain menyatukan masyarakat yang terbelah akibat kontestasi pada pemilu lalu. Persoalan di bidang politik yang dinilai perlu segera ditangani adalah perbaikan sistem pemilu, masih, minimnya pendidikan politik, belum komprehensifnya peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pemilu dan penyebaran informasi publik, yang yang turut memberikan kontribusi terhadap meningkatnya potensi kerawanan yang dapat berpengaruh terhadap stabilitas nasional yang pada akhirnya akan berimplikasi terhadap munculnya berbagai persoalan bangsa yang dapat menggangu tingkat ketangguhan ketahanan nasional.
Fenomena Kesadaran Bela Negara Di Era Digital Dalam Perspektif Ketahanan Nasional Dwi Hartono
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i1.301

Abstract

Di tengah kondisi negara yang sedang mengalami berbagai permasalahan kebangsaan, akhir-akhir ini ditenggarai bahwa semangat nasionalisme, patriotisme dan bela negara, khususnya kalangan generasi muda di era digital menunjukkan kecenderungan menurun atau memudar. Beberapa indikasi antara lain adalah munculnya semangat kedaerahan yang berlebihan, merebaknya fanatisme dan intoleransi terhadap agama yang berujung pada kebencian antar umat beragama, ketidakpedulian terhadap bendera dan lagu kebangsaan, kurangnya apresiasi terhadap kebudayaan dan kesenian daerah, konflik antar etnis yang mengakibatkan pertumpahan darah. Memudarnya semangat nasionalisme, patriotisme dan bela negara tersebut antara lain disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran bela negara, belum optimalnya kurikulum pendidikan dan pembinaan bela negara dan belum sinergisnya Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam pemilihan metode dan materi pembinaan kesadaran bela negara di era digital. Kenyataan yang terjadi saat ini, kesadaran warga negara khususnya generasi muda di era digital dalam hal bela negara masih perlu ditingkatkan.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Melalui Film Kartun Bagi Anak Paud Prabowo, Aditya Eka; Dewa, Pasha; Imawan, Hamzah; Azzahra, Amellia Intania; Permadi, Aditya; Sandy, Regina; Hartono, Dwi; Yunasfi, Lutfiah Rahma; Azzahra, Vaniska Nesya; Darmawati, Idiani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.81.1275

Abstract

Education on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) education is an important aspect of disease prevention, especially in early childhood. Getting used to clean living from an early age not only protects children from the risk of infection, but also forms the basis of sustainable health. PHBS education for PAUD children is a preventive step to increase awareness of hygiene and health from an early age. The “Clean and Healthy Living Behavior Education (PHBS) through Cartoon Films for PAUD Children” program initiated by this service team aims to introduce PHBS interactively. Learning methods include showing educational cartoon films, interactive discussions, direct demonstrations, and simple material delivery. The results of the program indicate an increase in understanding and a positive change in children's attitudes toward hygiene practices, particularly in handwashing and consuming nutritious food. Previously, only 2 out of 14 children understood the correct handwashing steps, but after the program, this number increased to 10 out of 14, demonstrating the effectiveness of animated educational films as a teaching tool. These findings suggest that animated films are an effective method for instilling PHBS in early childhood and have the potential for broader application as a preventive effort to improve public health quality.
Pengaruh Partisipasi Pada Koperasi Terhadap Omzet Industri Mikro Kecil Di Indonesia Hartono, Dwi; Moeis, Jossy Prananta
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.8780

Abstract

UMKM di Indonesia berkembang pesat sebagai motor penggerak ekonomi dan penyerap tenaga kerja terbesar, namun masih menghadapi kendala seperti akses permodalan, bahan baku, dan pemasaran. Koperasi dengan nilai kolektivisme, yang merupakan ciri khas budaya Indonesia yaitu gotong royong, berpotensi menjadi solusi karena fokusnya yaitu kesejahteraan anggota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kolektivisme terhadap partisipasi IMK dalam koperasi dan dampaknya pada omzet usaha, serta mengidentifikasi layanan koperasi yang paling berpengaruh terhadap peningkatan omzet pelaku usaha mikro kecil. Menggunakan data Survei Industri Mikro Kecil (VIMK) 2019, metode yang digunakan adalah Instrumental Variable (IV). Hasil menunjukkan bahwa kolektivisme tinggi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemungkinan IMK menjadi anggota koperasi. Partisipasi dalam koperasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap omzet usaha IMK. Layanan pemasaran, penyediaan bahan baku, dan pinjaman modal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan omzet, dengan layanan pemasaran memiliki dampak terbesar. Namun, pelatihan berpengaruh negatif terhadap omzet, sementara sertifikasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dalam koperasi meningkatkan omzet usaha, terutama melalui layanan pemasaran, dan menunjukkan perlunya peningkatan efektivitas pelatihan serta kesadaran akan pentingnya sertifikasi.
Pengaruh Disiplin Dan Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Global Ardhitya Swamandiri Jakarta Utara Hartono, Dwi; Mawardi, Syamsi
Anthronomics: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia Vol 2 No 4 (2025): Anthronomics: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Disiplin Dan Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Global Ardhitya Swamandiri Jakarta Utara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Sampel Jenuh dan diperoleh sampel sebanyak 65 responden. Metode yang digunakan untuk menguji dan menganalisis pengaruh secara parsial dan simultan dengan menggunakan uji hipotesis (uji t dan uji f). Berdasarkan Hasil Penelitian Uji Hipotesis (Uji t) Variabel Disiplin (X1) Terhadap Kinerja Karyawan (Y) diperoleh nilai t hitung > t tabel atau (5,739> 1,672) Hal tersebut diperkuat dengan nilai signifikansi < 0,050 atau (0,000 < 0,050). Dengan demikian maka H01 ditolak Ha1 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin terhadap kinerja karyawan. Hasil Uji Hipotesis (Ujit) Variabel Pelatihan Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan pada hasil penelitian diperoleh nilai t hitung > t tabel atau (5,793 > 1,672) Hal tersebut juga diperkuat dengan nilai signifikansi < 0,050 atau (0,000 < 0,050). Dengan demikian H02 ditolak Ha2 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin terhadap kinerja karyawan. Hasil Uji Hipotesis (Uji F) Secara Simultan Disiplin (X1) dan Pelatihan Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasi penelitian diperoleh nilai F hitung > F tabel atau (22,735 > 2,770), hal ini juga diperkuat dengan signifikansi < 0,050 atau (0,000 < 0,050). Dengan demikian maka H03 ditolak Ha3 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara Disiplin dan Pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan.
Pemberdayaan Tata Ruang Laut di Koarmada I Guna Mendukung Pembangunan Postur TNI Dalam Rangka Pertahanan Negara: Empowering Marine Spatial Government in Koarmada I to Support The Development of The TNI Posture in The Framework of National Defense Gultom, Benekditus Dwiaji; Hartono, Dwi; A, Martinus Dwi; Simatupang, Haposan
Jurnal Hidrografi Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Hidrografi Indonesia
Publisher : Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62703/jhi.v4i2.37

Abstract

Pembangunan kemampuan pertahanan negara melalui pembangunan postur TNI harus mampu bersifat deterrensi strategis dan mobilitas tinggi. Kemampuan pertahanan harus disesuaikan dengan tata ruang pertahanan dimana wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan. Permasalahannya, kesiapan regulasi tata ruang pertahanan berjalan lambat karena berbagai faktor, baik infrastruktur maupun non-infrastruktur. Diperlukan pemberdayaan yang berdampak pada penataan ruang kawasan pertahanan sesuai dengan konstelasi geografis Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan penataan ruang laut di Komando Armada Pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi dokumentasi, wawancara dan kuesioner. Penelitian dilakukan pada periode Maret-Oktober 2021, dengan lokus penelitian di Jakarta. Objek penelitiannya antara lain Kementerian Pertahanan, Balai Hidrografi Nasional, Komando Armada Pertama dan akademisi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan Sumber Daya Manusia yang berkompeten di bidang Kartografi dan Analisis Kelautan (Marine Cartography), perlu adanya integrasi format data spasial kelautan di setiap unit. Strategi yang dilakukan adalah melalui optimalisasi data dan informasi pemetaan, mewujudkan fasilitas infrastruktur sesuai kondisi geografis Indonesia, peningkatan SDM TNI, optimalisasi kerja sama dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan kelautan.
Strategi Pertahanan TNI AD Dalam Menghadapi Ancaman Siber (Studi Kasus Perang Rusia-Ukraina Periode 2014-2023) Suwanda, Suwanda; Dadang, Deni; Hartono, Dwi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7769

Abstract

Ruang siber kini menjadi elemen penting dalam pertahanan modern. Perang Rusia-Ukraina periode 2014-2023 menunjukkan bahwa serangan siber dapat terintegrasi dengan operasi militer untuk merusak infrastruktur vital, mengganggu sistem komando dan komunikasi, serta menyebarkan disinformasi. Di Indonesia, berbagai anomali dan insiden siber terjadi pada instansi strategis, termasuk TNI AD, seperti kebocoran data, serangan malware, website defacement, dan serangan siber lainnya, menunjukkan bahwa ancaman terhadap pertahanan nasional semakin nyata dan perlu mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, TNI AD perlu memperkuat pertahanan siber yang adaptif dan berlapis guna menjaga jaringan komando, sistem informasi, dan kesiapsiagaan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan TNI AD dalam menghadapi ancaman siber, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pembangunan pertahanan siber, serta merumuskan strategi yang dapat diterapkan menggunakan kerangka Ends, Ways, dan Means. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus Perang-Ukraina periode 2014-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TNI AD telah memiliki satuan siber dan infrastruktur teknologi dasar. Namun, masih terdapat tantangan berupa ketimpangan infrastruktur teknologi antar satuan, keterbatasan personel ahli yang tersertifikasi, implementasi regulasi yang belum konsisten, serta koordinasi lintas lembaga yang perlu diperkuat. Pembelajaran dari perang Rusia–Ukraina menekankan pentingnya struktur komando siber yang kuat, SDM profesional, pertahanan berlapis, integrasi C5ISR, serta kemandirian teknologi. Kesimpulannya, pertahanan siber TNI AD masih dalam tahap berkembang dan membutuhkan penguatan organisasi, SDM, infrastruktur teknologi, serta tata kelola. Diperlukan pemerataan kapasitas siber, peningkatan profesionalisme personel, modernisasi infrastruktur teknologi, serta kolaborasi nasional untuk mewujudkan pertahanan siber yang adaptif dan tangguh.
Strengthening Sustainable Agricultural Innovation to Support Food Sovereignty and National Resilience Rahmatiana, Riezka; Daryanto, Eko; Nasution, Ibnu Haris; Hartono, Dwi; Yuwono, Imam
Jurnal Lemhannas RI Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v13i2.1243

Abstract

Interoperabilitas KRI–PESUD TNI sebagai Strategi Deterrence Udara Laut di Blok Ambalat Cahyo; Dwi Hartono; Tasdik Mustika Alam
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sengketa Blok Ambalat dan disparitas kapabilitas antara KRI TNI AL dan PESUD TNI AU telah mengurangi efektivitas pengamanan wilayah perbatasan. Keterbatasan cakupan sistem Integrated Maritime Surveillance System (IMSS) dan perbedaan sistem komunikasi menyebabkan jeda komando dan respon yang melambat, sehingga melemahkan efek deterrence nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat interoperabilitas antara KRI TNI AL dan PESUD TNI AU, mengidentifikasi hambatan teknis maupun non-teknis, serta merumuskan strategi penguatan untuk meningkatkan efek deterrence di Blok Ambalat. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada operasi pengamanan wilayah perbatasan laut, dengan sumber data primer dari wawancara narasumber kunci dan data sekunder dari laporan operasi serta dokumen resmi TNI. Analisis dilakukan dengan kerangka Teori Sea Power, Interoperability Maturity Model (IMM) dan Teori Strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interoperabilitas saat ini baru mampu meningkatkan deterrence pada level taktis namun belum mencapai level strategis. Hambatan utama mencakup 73% KRI yang masih menggunakan sistem komunikasi analog, cakupan IMSS hanya sekitar 30% wilayah, frekuensi latihan gabungan yang rendah, dan waktu respons rata-rata 47 menit yang menghambat sinergi operasi udara-laut. Kesimpulannya, diperlukan strategi terintegrasi berupa2727 modernisasi C5ISR, pembentukan Joint Maritime-Air Operations Center (JMAOC), standardisasi data-link, dan peningkatan frekuensi latihan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan dan mewujudkan deterrence yang kredibel di kawasan perbatasan maritim.