Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : intecoms journal of information technology and computer science

Perancangan Pulse Oximetry Berbasis IoT Sebagai Deteksi Dini Gejala Covid-19 Refni Wahyuni; Herianto Herianto; Ikhtiaruddin Ikhtiaruddin
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 5 No 2 (2022): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v5i2.4582

Abstract

Pasien Covid-19 mengalami beberapa gejala seperti sesak nafas, detak jantung tidak normal, kelainan fungsi paru yang mirip dengan gejala pneumonia. Kondisi gejala tersebut menunjukkan bahwa kejenuhan kadar okssigen (O2) yang terlarut didalam darah tidak normal. Untuk mengukur kadar oksigen dalam darah menggunakan alat medis salah satunya Pulse Oximeter. Pasien Covid-19 dilingkungan Puskesmas Sapta Taruna sebanayk 665 pasien yang mana pasien ini terhitung dari bulan Januari 2022 sampai april 2022. Berdasarkan informasi yang didapat dari pihak Puskesmas Sapta Taruna, pasien yang terhitung hanya pasien yang melakukan tes PCR/ Swab, sedangkan masyarakat yang diduga terinfeksi Covid-19 masih banyak yang tidak melakukan tes PCR/Swab, penolakan ini dikarenakan adanya ketakutan karena informasi Hoax yang tersebar dimasyarakat seperti : tes PCR/Swab rasanya sakit, jika hasil tes PCR/Swab positif takut dikucilkan, merasa sehat dan alasan-alasan lainnya. Pasien yang sudah dinyatakan positif Covid-19 akan diberikan obat seperti obat demam, antibiotic, anti virus, Vitamin C, dan lainnya sesuai dengan tingkat gejala yang dirasakan, jika gejala yang dirasakan ditahap yang sedang, ringan bahkan tanpa adanya gejala akan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri (Isoma) dirumah, akan tetapi tidak ada monitoring selanjutnya dari pihak Puskesmas, padahal pasien yang melakukan isolasi mandiri dirumah bisa saja mengalami penurunan kadar oksigen dalam darah secara derastis, sehingga pasien ini membutuhkan alat medis sepeti pulse oximetry supaya pasien yang sedang isoma bisa melakukan pengecekan secara mandiri, untuk selanjutnya pulse oximetry yang ada sekarang belum bisa memberikan informasi jarak jauh terkait dengan kondisi saturasi oksigen dalam darah pasien. Dilihat dari permasalahan diatas maka tim riset membuat sebuah produk yaitu Pulse Oximetry berbasis IoT, alat ini adalah untuk mengukur saturasi oksigen dalam darah pasien dan data hasil pengukuran yang dilakukan pasien akan otomatis terkirim ke server dan bisa dilihat di website Puskesmas, sehingga pihak Puskesmas bisa memonitoring kondisi pasien secara realtime tanpa harus bertemu langsung dengan pasien tersebut
Smart Food Dehidrator Berbasis IoT Untuk Menghasilkan Cemilan Sehat Refni Wahyuni; Ilzi Adrolis SNR; Destina Destina; Nur Syari’ah; Daniel Luis Kristian Sirait; Vita Rahmatiah Syakirah
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 6 No 2 (2023): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v6i2.7925

Abstract

Cara mengantisipasi terjadinya kerugian yang besar, masyarakat mengolah buah dan sayur dengan cara mengeringkan. Lama pengeringan dengan penjemuran tergantung pada cuaca, jika cerah pengeringan bisa berlangsung selama 2-3 hari bahan kering dengan kadar air sekitar 20% (Imam, 2013). Pengeringan berbasis teknologi sudah ada, tetapi masih menggunakan pengontrolan masih manual, berdasarkan permasalahan diatas maka penelitian ini tentang smart food dehydrator berbasis IoT, monitoring suhu dan kelembaban sudah menggunakan IoT yaitu bisa dikendalikan dari jarak jauh. Metode yang digunakan adalah metode prototype Adapun hasil pengujian dalam proses pengeringan buah dan sayur menggunakan waktu lebih kurang 3 jam menggunakan lampu pijar 4 buah daya 75 watt, hasil pengeringan bagus dan tidak ada perubahan warna seperti terpanggang.Hasil pengujian dapat disimpulkan dengan menggunakan smart food dehydrator berbasis IoT, proses pengeringan buah dan sayur menjadi sebuah cemilan bekerja dengan baik dan perubahan warna dari buah dan sayur hanya lebih pudar dari buah dan sayur segar.
Co-Authors -, Herianto A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdi Muhaimin Achmad Deddy Kurniawan Aditya Rickyta Ahmad Fauzan Azim Anam, M Khairul Anita Febriani Anita Febriani Areta Sonya Rahajeng Areta Sonya Rahajeng Aulia Putri Bambang Kurniawan Cindy Syaficha Hardiana Daniel Luis Kristian Sirait Desi Rahmawati Destina Destina Devis, Yesica Edriyansyah Eka Sabna Elma Novfuja Farida Try Puspa Siregar Fonda, Hendry Habib Yuhandri, Muhammad Harun Mukhtar Hasnor Khotimah Hendry Fonda Herianto Herianto Herianto Herianto Herianto - Herianto - Herianto Herianto Ikhtiaruddin Ikhtiaruddin Ilzi Adrolis SNR Ismail Wiyono Jeri Trio Sentana Kurniawan, Bambang Maharani, Riri Mardeni Mardeni Marwati, Leha Matthijs B Punt Maulita Yulia Sari Mbunwe Muncho Josephine Mbunwe Muncho Josephine Megasari, Miratu Melyanti, Rika Mohd Rinaldi Amartha Muhaimin, Abdi Muhamadiah Muhamadiah Muhamadiah, Muhamadiah Muhammad Habib Yuhandri Muhardi Muhardi - Muhardi - Muhardi Muhardi Muhardi Muhardi Muhardi, Muhardi Mutiara Sari, Ria Naima Belarbi Naima Belarbi Nur Syari’ah Nurhadi Nurhazimah Rafiah O.K Saddam Hussein Perkasa, Reza Rahmaddeni Rahmaddeni Rahmalisa, Uci Renaldi, Reno Reza Perkasa Rian Ordila Rian Ordila Richi Andrianto Rickyta, Aditya Rika Melyanti Rika Melyanti Riri Maharani Sabna, Eka Saputra, Haris Tri Sentana, Jeri Trio Siti Aisyah Siti Aisyah Suherman Suherman Sukron Nasution Suriandi Suriandi Syamsul Arifin Taman Yani Vita Rahmatiah Syakirah Yesica Devis Yuda Irawan Yuda Irawan Yulanda Yulanda Yulanda Yulanda Yulanda Yulanda, Yulanda Yulia Fatma YULISMAN Yulisman, Yulisman Yunior Fernando Zufi Pratama Noviardi