Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Antara Faktor Karakteristik, Hipertensi dan Obesitas dengan Kejadian Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal Puji Rahayu; Margo Utomo; M. Riza Setiawan
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.221 KB)

Abstract

Latar Belakang : Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolik ditandai dengan hiperglikemia yang disebabkan karena gangguan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau keduanya. Faktor risiko yang yang dapat menimbulkan penyakit diabetes mellitus yaitu umur, jenis kelamin, bangsa dan etnik, faktor keturunan, riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir lebih dari 4000 gram, riwayat menderita diabetes gestasional, obesitas, aktifitas fisik yang kurang, hipertensi, stres, pola makan, penyakit pada pankreas (pankreatitis, neoplasma, fibrosis kistik), dan Alkohol. Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan baik di dunia, di indonesia, maupun di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan antara faktor karakteristik, hipertensi dan obesitas dengan kejadian diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor karakteristik, hipertensi dan obesitas dengan kejadian diabetes mellitus pada pasien Rawat Jalan di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah explanatory research. Penelitian ini dilaksanakan di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah  Dr. H. Soewondo Kendal dengan menggunakan metode survei yang dilakukan dengan wawancara kepada penderita secara langsung, dan pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, serta pemeriksaan laboratorium dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien rawat jalan di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah  Dr. H. Soewondo Kendal dimulai dari bulan Oktober 2011. Besar sampel sebanyak 69 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling dengan syarat bersedia menjadi responden.Hasil Penelitian : Dari hasil uji  Chi Square menunjukkan bahwa nilai p < 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kejadian diabetes mellitus, dan nilai p > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian diabetes mellitus, tidak ada hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan kejadian diabetes mellitus, serta tidak ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan kejadian diabetes mellitus.Kesimpulan : ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kejadian diabetes mellitus, tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian diabetes mellitus, tidak ada hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan kejadian diabetes mellitus, dan tidak ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan kejadian diabetes mellitus. Kata Kunci : hipertensi, obesitas, kejadian diabetes mellitus.
Hubungan Antara Pengetahuan, lingkungan Sosial, dan Pengaruh Iklan Rokok dengan Frekuensi Merokok (Studi pada Siswa Kelas 3 SMK Negeri 2 Kendal) Diky Sukma Wibawa; Margo Utomo; Merry Tiyas Anggraini
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.435 KB)

Abstract

Latar Belakang : Merokok merupakan salah satu penyebab terjadinya 90% kanker paru pada laki laki dan 70% pada perempuan, 22% dari penyakit jantung, kanker mulut dan tenggorokan, kanker esofagus, kanker kandung kemih, serangan jantung dan berbagai penyakit yang lain seperti penyempitan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, jantung, paru – paru. Banyak alasan yang menyebabkan remaja merokok, beberapa sebabnya adalah kurangnya pengetahuan secara mendalam akan akibatnya, melihat dan mengikuti kebiasaan di lingkungannya (misalnya orang tua, teman, guru), identitas diri, menyangkut rasa kedewasaan dan harga diri, terpengaruh oleh iklan-iklan rokok, memperoleh rasa tenang ketika merokok, serta merokok sudah lumrah bagi manusia. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara pengetahuan, lingkungan sosial dan pengaruh iklan rokok dengan frekuensi merokok terhadap siswa kelas 3 SMK Negeri 2 Kendal. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian explanatory research yaitu menjelaskan ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat melalui pengkajian hipotesis. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Kendal dengan menggunakan metode survei yang dilakukan dengan pemberian kuisioner pada masing-masing siswa dari masing-masing kelas yang telah ditentukan dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas 3 SMK Negeri 2 Kendal yang berjumlah 310 orang yang terbagi menjadi 9 kelas dengan besar sampel minimal dalam penelitian ini adalah 74 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik proportional stratified random sampling. Hasil Penelitian : Hasil uji statistik Rank Spearman menunjukkan bahwa nilai p < 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan siswa mengenai rokok dengan frekuensi merokok, ada hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial dengan frekuensi merokok, serta ada hubungan yang signifikan antara pengaruh iklan rokok dengan kejadian frekuensi merokok.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN STATUS IMUNISASI CAMPAK DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG Tazkiyyatul M; Margo Utomo; Mifbakhuddin M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.52 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.47-62

Abstract

Latar Belakang : Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. Penyebab diare pada balita adalah kebiasaaan hidup sehat dari setiap keluarga, pola makan, sanitasi lingkungan, dan imunitas/kekebalan dari individu. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dan status imunisasi campak dengan kejadian diare pada balita. Metode:Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak balita berumur 1-3 tahun di kelurahan Bandarharjo kota Semarang pada bulan Maret 2011 sebanyak 555 balita. Jumlah sampel adalah 63 orang. Variabel bebas yaitu Sanitasi lingkungan yang meliputi sumber air bersih, kepemilikan jamban, jenis lantai rumah, kepemilikan tempat pembuangan sampah, dan kepemilikan saluran pembuangan air limbah; dan Status Imunisasi Campak. Variabel terikat adalah Kejadian Diare. Hasil : Rerata umur subyek penelitian adalah 1,792 0,5323 maksimum 2,8 tahun dan minimum 1 tahun. Terdiri dari 38,1% laki-laki dan 61,9% perempuan. 58,7% diare dan 41,3.% tidak diare. Jika diare 25,4% diobati sendiri, 73% berobat ke Bidan/Puskesmas dan 1,6% dibiarkan saja. Tidak ada hubungan signifikan antara sumber air bersih dengan kejadian diare, p>0,05. Ada hubungan signifikan antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare, p<0,05. Ada hubungan signifikan antara jenis lantai rumah dengan kejadian diare p<0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara tempat pembuangan sampah dengan kejadian diare p>0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara kepemilikan saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare p>0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara status imunisasi campak dengan kejadian diare p>0,05. Kepemilikan jamban dan jenis lantai rumah memberikan kontribusi sebesar 86,7% terhadap kejadian diare pada balita sedangkan 13,3% dipengaruhi faktor lain. Kesimpulan : Ada hubungan signifikan antara kepemilikan jamban dan jenis lantai rumah dengan kejadian diare pada anak balita.Kata Kunci : Sanitasi, status Imunisasi, kejadian Diare
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI ACCUZUUR TERHADAP LAMA HANCUR JARUM SUNTIK DI PUSKESMAS GAJAHAN KOTA SURAKARTA Margo Utomo; Munawaroh -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 4. No. 2. Tahun 2008
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.596 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.4.2.2008.%p

Abstract

Background: Immunization and treatment in Gajahan Publio Health Centre yield clinic wasted, injection needlg yield mean 24 needles. Periodical in immunization at school yield clinic waste mean 5000 needles. It has potential to generate danger, environmental contamination if thrown by any place. Gajahan Public Health Centre not yet owned processing special unit and destruction of clinic waste because the limited farm. Accuuzuur is Acid Sulfate havs experienced of liquid with rate 38,065 %o. Mixture iron represent elementary materials of hypodermic needle, iron will be eroded at acid condition.Objective: Knowing influence difference of four kind concentration accuzuur to breaking duration time to hypodermic needles Method: A randomized post test only control group design, on 150 hypodermic needles, devise to 15 tubes, which has been filled 500 cc accuzuur with 85 o/o, 90o/o, 95 o/o and I 00 o/o concentration, and 500 cc aquadest for controlled group.Controled variable were type of needle, amount of needle, temperature, humidity and kind of tubes. The hypodermic needles being cut on covered with plastic. Treatment of final of accuzuur garbage, was given calcium carbonat little bits until pH 6,5-8,5, and then were been throwed . Statistic analyzed with One Way Anova.Result: From 100 ?'o concentration starting to break after 24 hours, and all needles breaked entirely after 72 hours. In 95 o/o concentration starting to break after 24 hours, and all needles breaked entirely after 96 hours. In 90% concentration starting to break after 48 hours, and all needles breaked entirely after 96 hours. In 85 o/o concentrationstarting to break after '12 hours. and all needles breaked entirely after 120 hours. There are no sigrificant difference among 85 % with 90%o,95 Yo, and there is significant difference among 85% with 100 %o concentration (p:0.004) at24 hours exposed. There are significant difference among four kind ofconcentration at 48 hours, 72 hours and 96 hours.Conclusion: 100 %o concentration is the most effective, and all needles were breaking after 120 hours.