Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Dynamic Economic Dispatch dengan Mempertimbangkan Kerugian Transmisi Menggunakan Metode Sequential Quadratic Program Dika Lazuardi Akbar; Ontoseno Penangsang; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.134 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16217

Abstract

Economic dispatch (ED) merupakan hal penting dalam kontrol dan operasi pada sistem tenaga. Fungsi utama dari ED adalah untuk menjadwalkan pembangkitan dari setiap pembangkit yang beroperasi untuk dapat memenuhi kebutuhan beban pada biaya pembangkitan paling minimal. ED konvensional hanya dapat digunakan untuk satu level beban. Dynamic economic dispatch (DED) adalah perubahan beban secara  real time pada sistem tenaga. DED merupakan pengembangan dari ED konvensional. DED digunakan untuk menentukan pembagian pembebanan unit pembangkit secara ekonomis dalam rentang waktu tertentu dari unit pembangkit. Parameter yang akan dipertimbangkan adalah kerugian transmisi dengan memenuhi batasan ramp rate.. Kerugian transmisi dapat mempengaruhi daya yang dibangkitkan oleh generator dan total biaya yang digunakan untuk pembangkitan daya. Untuk mendapatkan biaya yang optimal dengan melibatkan kerugian transmisi maka diperlukan proses optimal power flow (OPF). Proses OPF ini akan dilakukan terus menerus setiap perubahan interval (jam). Untuk melakukan proses OPF, digunakan metode sequential quadratic program (SQP). SQP merupakan metode pengembangan dari quadratic program yang dilakukan iterasi dalam setiap prosesnya. Aplikasi untuk melakukan proses dynamic economic dispatch dengan mempertimbangkan kerugian transmisi adalah MATLAB. Matpower yang merupakan toolbox program MATLAB akan digunakan untuk proses optimasi. Hasil dari simulasi menggunakan MATLAB, didapatkan total biaya untuk DED tanpa melibatkan kerugian transmisi lebih murah jika dibandingkan hasil DED dengan melibatkan kerugian transmisi dalam proses optimasi
Economic and Emission Dispatch Pada Sistem Transmisi Jawa Bali 500 kV Berdasarkan RUPTL 2015-2024 Menggunakan Modified Artificial Bee Colony Algorithm Dio Adya Pratama; Ontoseno Penangsang; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.864 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16233

Abstract

Biaya bahan bakar sebuah pembangkit termal merupakan fungsi beban pembangkit tersebut. Pada unit pembangkit termal pertambahan beban akan mendorong pertambahan jumlah bahan bakar per satuan waktu dan pada akhirnya akan meningkatkan pertambahan biaya per satuan waktu. Selain itu, beban listrik merupakan fungsi biaya pembangkitan, maka perlu dicari solusi untuk mengoperasikan unit-unit pembangkit secara optimum dengan menekan biaya bahan bakar seminimum mungkin namun tetap memperhatikan constraint operasional. Selain itu, tiap pembangkit thermal yang beroperasi menghasilkan emisi seperti Nitrogen oksida (NOx). Dengan demikian perlu adanya minimalisasi emisi yang dihasilkan oleh tiap pembangkit. Penggabungan kedua permasalahan di atas disebut dengan economic and emission dispatch. Pada tugas akhir ini menggunakan kasus kelistrikan pada sistem transmisi jawa bali 500 kV. Pada penelitian ini diaplikasikan Modified Artificial Bee Colony Algorithm (MABCA) untuk menghitung economic and emission dispatch. Simulasi dilakukan dengan menggunakan faktor pembobotan dan diketahui bahwa Pada kondisi W1=1 dan W2=0, maka biaya pembangkitan memiliki nilai yang paling murah namun memiliki emisi yang paling tinggi. Jika W1=0.5 dan W2=0.5, maka biaya pembangkitan dan emisi akan sama-sama diprioritaskan. Jika W1=0 dan W2=1, maka biaya pembangkitan akan menyentuh harga termahal, namun memiliki emisi yang minimum.
Analisis dan Evaluasi Kestabilan Tegangan dengan Metode Continuation Power Flow (CPF) pada Sistem Microgrid Radhilia Sofianna Ruzi; Ontoseno Penangsang; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.487 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19535

Abstract

Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan tegangan pada sistem microgrid akibat adanya penambahan beban secara kontinyu sehingga terjadi ketidak mampuan sistem dalam mengendalikan atau mempertahankan tegangan pada masing-masing bus. Penyelesaian tugas akhir diawali dengan mengetahui aliran daya pada sistem dengan menggunakan metode “Backward-Forward Sweep” kemudian dilanjutkan dengan mengunakan Continuation Power Flow (CPF) sebagai metode untuk mengidentifikasi bus sistem yang paling sensitif mengalami jatuh tegangan serta mendapatkan nilai pembebanan maksimum pada masing-masing bus. Analisis dan simulasi kedua metode ini dilakukan pada jaring distribusi radial IEEE 33 bus dan IEEE 69 bus[1]. Efek daripada penempatan DG yang tepat dengan metode Continuation Power Flow (CPF) adalah dapat meningkatkan profil tegangan dan dapat mengatasi ketidak-stabilan tegangan, sehingga analisis dan evaluasi kestabilan tegangan dapat terlihat saat kondisi sebelum dan sesudah penambahan DG.  
Manajemen Gangguan Jaringan Distribusi 20 kV Kota Surabaya berbasis Geographic Information System (GIS) menggunakan Metode Algoritma Genetika Choirur Rochman; Ontoseno Penangsang; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.096 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21304

Abstract

Sistem Distribusi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem tenaga listrik.Sistem distribusi merupakan sub sistem tenaga listrik yang yang paling dekat dengan pelanggan yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik. Gangguan dalam operasi sistem tenaga listrik merupakan kejadian yang dapat menyebabkan bekerjanya pengaman tenaga listrik. Adanya gangguan pada suatu sistem tenaga listrik atau penyediaan listrik ini tidak dikehendaki, tetapi merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindarkan. Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan dalam waktu lama karena akan membuat kerusakan pada peralatan-peralatan listrik dan menimbulkan kerugian yang besar bagi penyedia listrik. Tindakan untuk mengurangi penurunan tegangan yang cukup besar pada sistem tenaga listrik harus segera diupayakan karena keadaaan tersebut jika dibiarkan secara terus-menerus maka akan menyebabkan terjadinya penurunan keandalan sistem tenaga listrik dan kualitas energi listrik yang disalurkan. Manajemen gangguan merupakan himpunan fungsi proses dari Identifikasi, Isolasi dan Restorasi gangguan. Pada Penelitian ini Isolasi dan restorasi dilakukan dengan metode algoritma genetika dan upaya load shedding pada jaringan yang mengalami drop tegangan. Untuk mendapatkan restorasi yang paling optimal dengan mendapatkan rugi-rugi daya pada jaringan distribusi diharap dengan algoritma genetika daan loadshedding dapat mengatasi gangguan pada jaringan distribusi.
Penentuan Lokasi Gangguan Hubung Singkat pada Jaringan Distribusi 20 kV Penyulang Tegalsari Surabaya dengan Metode Impedansi Berbasis GIS (Geographic Information System) Thoriq Aziz Al qoyyimi; Ontoseno Penangsang; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.514 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21297

Abstract

Dalam penyaluran energi listrik dari gardu ke pusat beban diperlukan saluran distribusi. Permasalahan yang sering terjadi pada saluran distribusi adalah gangguan hubung singkat. Seringkali lokasi gangguan tidak dapat segera diketahui letak lokasinya, sehingga memperlambat proses penanganan gangguan. Dengan menggunakan metode berbasis impedansi, jarak lokasi gangguan dapat diperkirakan. Hasil perhitungan jarak lokasi kemudian diimplementasikan menggunakan GIS (geographic information System) aset pemetaan PLN di Surabaya, sehingga dapat memberikan visualisasi yang baik terhadap perkiraan lokasi gangguan yang terjadi. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, didapatkan besar nilai error untuk masing-masing tipe gangguan. Untuk tipe gangguan satu fasa ke tanah nilai error terbesar adalah 1.091% dengan rata-rata selisih jarak 9.559 m, untuk gangguan fasa ke fasa 1.017% dengan rata-rata selisih jarak 9.04 m dan untuk gangguan tiga fasa adalah sebesar 1.031% dengan rata-rata selisih jarak 9m.
Penalaan Optimal Power System Stabilizer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Pacitan Menggunakan Hybrid Adaptive Chaotic Differential Evolution Dan Reduksi Jaringan Berbasis Rugi Saluran Dheny Ashari Hasan; Adi Soeprijanto; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.706 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21251

Abstract

Ketidakstabilan pada suatu generator mampu menyebabkan pemadaman total pada suatu system tenaga listrik, seperti yang terjadi pada PLTU Pacitan, Senin, 12 Mei 2014 [1]. Sayangnya, analisis kestabilan dinamik masih sering menggunakan model SMIB yang hanya fokus mengamati 1 mesin saja. Dalam beberapa penelitian terakhir, analisis kestabilan dinamik multi mesin dilakukan dengan terlebih dahulu mereduksi system multi mesin menjadi single mesin. Metode reduksi jaringan yang umum digunakan adalah metoda konvensional seperti REI-Dimo, Ward Equivalent, dan Cohenrency Equivalent. Metode reduksi yang lebih baru menggunakan rugi-rugi jaringan untuk mendapatkan nilai impedansi ekuivalen saluran antara generator dengan bus tak berhingga. Metode baru ini menawarkan proses kalkulasi yang sederhana dibandingkan metode yang lain. Namun, metode baru ini memiliki kelemahan seperti, tidak terjaminnya konvergensi dan tidak merepresentasikan operating point mesin. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan pendekatan reduksi menggunakan power flow tracing untuk menentukan kontribusi generator pada sistem secara utuh. Model SMIB hasil reduksi digunakan sebagai dasar penalaan power system stabilizer. PSS mampu meningkatkan redaman osilasi jika ditala secara optimal. Untuk mendapatkan penalaan dan redaman optimal, digunakan pendekatan optimasi hybrid adaptive chaotic differential evolution (HACDE). Metode optimasi DE merupakan metode yang unik, sederhana, handal, dan cepat konvergen. Analisis eigenvalue multi-objective digunakan sebagai fungsi objektif metode optimasi HACDE. Berdasarkan simulasi, metode power flow tracing lebih unggul dibandingkan metode superposisi dalam hal mencari kerugian saluran akibat kontribusi daya sebuah generator. Kemudian, berdasarkan hasil simulasi penalaan parameter PSS pada Generator Pacitan Sistem Transmisi 150kV Jawa Tengah didapatkan urutan metode optimasi yang memiliki nilai fitness menggunakan eigenvalue terbaik, yaitu HACDE (0,869), DE (0,722), RD-PSO (0,686), dan PSO (0,534). Selain itu melalui evaluasi domain waktu menggunakan ITAE didapatkan urutan, yaitu HACDE (12,89), PSO (14,78), DE (16,02), dan RD-PSO (21,21). Oleh karena itu, HACDE lebih unggul untuk mendapatkan nilai optimal parameter PSS guna memberikan redaman optimal pada osilasi Generator Pacitan.
Operasi Optimal Sistem Tenaga Listrik Mempertimbangkan Kestabilan Transien Menggunakan Oppositional Krill Herd Algrithm Gilang Hari Pratomo; Adi Soeprijanto; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.437 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24566

Abstract

Penelitian ini menunjukan studi tentang optimasi sistem tenaga listrik mempertimbangkan kestabilan transien. Pertambahan kebutuhan tenaga listrik yang tidak sebanding dengan pertambahan infrastruktur tenaga listrik menyebabkan sistem sistem beroperasi lebih dekat pada batas kestabilan. Pada sistem dengan biaya pembangkitan yang paling murah karena sudah meggunakan analisa aliran daya optimal, belum tentu ketika dilakukan pengujian kontingensi sistem tetap stabil. Studi ini menggabungkan analisa aliran daya optimal dan pengujian kestabilan transien. Pengujian menggunakan metode simulasi berbasis waktu dan pusat inersia. Generator dimuodelkan secara multimesin dan dilihat kurva ayunan sudut rotornya. Stabil atau tidaknya sistem dianalisa dari sudut rotor terhadap pusat beban. Metode yang digunakan adalah Oppositional Krill Herd Algorithm. Keluaran dari penelitian ini adalah biaya pembangkitan yang termurah dan secara preventif mencegah ketidakstabilan transien pada saat kontingensi tertentu.
Dynamic Economic Dispatch Mempertimbangkan Rugi-Rugi Transmisi Menggunakan Quadratically Constrained Quadratic Program Kresna Bayu Ar-razi Arifin; Rony Seto Wibowo; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.705 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30870

Abstract

Optimasi pada pembangkitan energi listrik sangat diperlukan agar energi listrik yang dibangkitkan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Salah satu cara optimasi adalah Dynamic Economic Dispatch (DED). DED adalah pengoptimalan pembangkit listrik untuk memperoleh biaya pembangkitan minimal terhadap permintaan beban berdasarkan periode waktu dan beban tertentu. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengoptimalan sistem tenaga listrik adalah rugi-rugi daya pada saluran transmisi. Rugi-rugi daya pada saluran transmisi dapat menyebabkan pembangkitan energi listrik harus lebih tinggi daripada permintaan beban untuk mengatasi daya yang hilang pada saluran transmisi, sehingga dapat meningkatkan biaya pembangkitan energi listrik pada sistem. Pada tugas akhir ini menggunakan metode Quadratically Constrained Quadratic Program (QCQP) untuk menghitung biaya minimum pembangkitan energi listrik terhadap permintaan beban dengan mempertimbangkan rugi-rugi transmisi dan menggunakan batasan ramp rate dari unit pembangkit.
Aliran Daya Optimal dengan Efek Katup Menggunakan Grey Wolf Optimization Monica Amelia Oktaviani; Rony Seto Wibowo; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.398 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30906

Abstract

Perkembangan teknologi menjadi pusat sorotan masyarakat pada akhir-akhir ini. Semakin berkembangnya teknologi, semakin besar juga tenaga listrik yang dibutuhkan. Tenaga listrik yang dibutuhkan tidak sebanding dengan tenaga listrik yang dihasilkan karena mahalnya pembiayaan operasi pembangkitan. Analisa aliran daya optimal merupakan analisis yang tepat untuk menjawab masalah tersebut, dimana analisis ini bertujuan untuk meminimalkan biaya operasi dengan tetap mempertahankan daya output yang optimal dengan tetap memperhatikan batasan-batasan yang ada seperti efek katup dsb. Efek katup adalah efek pembukaan katup saat pembangkit beroperasi dimana dapat menyebabkan kurva biaya tiap unit pembangkit tidak mulus. Penyelasaian aliran daya optimal memakai metode-metode optimisasi matematika atau dapat disebut juga denngan metode kecerdasan buatan.Pada topik tugas akhir ini, pembahasan aliran daya optimal dengan efek katup akan diselesaikan dengan metode optimisasi yang bersifat heuristik yaitu metode Grey Wolf Optimization (GWO). Implementasi dari Grey Wolf Optimization adalah untuk menemukan daya output yang optimal dari masing-masing pembangkit yang diarahkan untuk mengecilkan fungsi objektif (harga) ketika memenuhi segala batasan. Data unit pembangkit menggunakan data sistem IEEE 9 Bus dan 30 Bus dan disimulasikan pada software Matlab. Harga operasi pembangkit yang merupakan hasil dari simulasi akan dibandingkan dengan hasil dari metode yang telah dilakukan sebelumnya
Dynamic Economic Dispatch Mempertimbangkan Demand Response Menggunakan Particle Swarm Optimization Zico Musiano Sihombing; Rony Seto Wibowo; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.817 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30926

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, permintaan daya listrik pun terus mengalami peningkatan, peningkatan ini dapat terjadi karena jumlah penduduk yang semakin hari semakin bertambah. Biaya bahan bakar juga semakin meningkat yang menyebabkan biaya pembangkitan tenaga listrik juga akan mengalami peningkatan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu optimasi pada energi listrik tersebut, mengingat listrik sudah menjadi kebutuhan utama bagi manusia. Optimasi pada pembangkit tenaga listrik merupakan suatu proses untuk mendapatkan kombinasi daya output dari generator, yang dapat menghasilkan biaya pembangkitan yang minimal. Dynamic Economic Dispatch (DED) merupakan salah satu teknik optimasi pada pembangkit tenaga listrik, dimana DED digunakan untuk menentukan kombinasi daya output pada tiap-tiap generator pada setiap periodenya (24 jam). Demand Response Program (DRP) merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi biaya pembangkitan tenaga listrik, karena DRP digunakan untuk mengurangi permintaan beban pada suatu periode tertentu. Pada tugas akhir ini, metode DRP yang digunakan adalah Emergency Demand Response / Direct Load Control (EDRP/DLC). EDRP/DLC termasuk ke dalam incentive-based demand response program. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, penulis akan menggunakan metode particle swarm optimization (PSO).