Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sewagati

Pelatihan Keterampilan Las Listrik untuk Masyarakat Sekitar Kampus ITS Suhardjono; Triyogi Yuwono; Herman Sasongko; Djatmiko Ichsani; Bambang Pramujati; Bambang Sudarmanta; Yusuf Kaelani; Sampurno; Mohammad Khoirul Effendi
Sewagati Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.732 KB)

Abstract

Pengangguran di Indonesia secara umum masih cukup tinggi sekitar 7 juta orang sesuai data BPS pada Agustus 2018. Sebenarnya bukan hanya tugas pemerintah yang harus menurunkan jumlah pengangguran tersebut, tetapi juga peran Perguruan Tinggi dalam tugas Tridharmanya, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat. Selain daripada itu pekerja konstruksi Indonesia yang jumlahnya 8,3 juta masih mempunyai kualitas rendah. Hanya sekitar 7,4% yang mempunyai sertifikat atau sekitar 616.000 orang dan hampir 2/3 yang bersertifikat tersebut masih dalam tingkatan “TERAMPIL” dan sisanya bersertifikat tingkat “AHLI”. Dari alasan itulah maka Laboratorium Proses Manufaktur dengan peralatan praktikum las listrik yang tersedia akan ikut berpartisipasi aktif dalam mengurangi angka pengangguran dan menciptakan keterampilan dalam bidang MEKANIKAL dengan subbidang Tukang Las. Pelatihan keterampilan las listrik ini bertujuan selain memberikan keterampilan bagi peserta baru yang ingin menjadi tukang las. Dampak yang diharapkan untuk Pelatihan keterampilan Las listrik ini adalah terciptanya tukang las baru yang siap bekerja baik di bengkel-bengkel las dan tukang las yang dapat mengisi lowongan kerja sebagai tukang las. Internet memasarkan menjadi Tukang Las lepas “Freelance” bermodal kecil yang dapat dipanggil ke Rumah. Untuk itu pada pelatihan ini diberikan suatu proyek sederhana untuk membuat produk seperti rak sepatu, gantungan handuk dan sejenisnya.
Teknologi Pembuatan Pakan Ternak Ruminansia Murah dan Mudah Berbasis Limbah Pertanian yang Ramah Lingkungan Siti Zullaikah; Afifatul Jannah; Bambang Pramujati; Endry Nugroho P; Haryanto
Sewagati Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.6 KB)

Abstract

Pakan yang murah dan tersedia secara berkelanjutan dapat diproduksi dari limbah pertanian setempat, dan kualitas pakan dari limbah pertanian dapat ditingkatkan dengan proses fermentasi. Fermentasi aerob lebih mudah dan murah dibanding fermentasi anaerob. Sehingga pada penelitian ini akan dipelajari teknologi pembuatan pakan ternak ruminansia murah dan mudah berbasis limbah pertanian yang ramah lingkungan. Kualitas pakan ternak dipengaruhi oleh komposisi bahan penyusun pakan, waktu fermentasi, serta biakan mikroba. Semakin lama waktu fermentasi akan menghasilkan pakan dengan kualitas yang lebih baik, karena bahan-bahan lignoselulosa terurai dengan baik oleh mikroba. Dari penelitian yang dilakukan dengan komposisi bahan dan biakan mikroba yang sama, kadar protein pakan ternak meningkat dari 2,38 menjadi 4,68% pada fermentasi selama 3 hari. Kadar protein meningkat menjadi 12,05% dengan memperpanjang waktu fermentasi selama 14 hari. Sedangkan jenis bahan penyusun dengan komposisi awal yang lebih baik akan menghasilkan kualitas pakan yang lebih baik, kadar protein mula-mula komposisi pakan M1 dan C1 lebih baik dibanding M2 dan C2, demikian juga dengan pakan ternak yang dihasilkan. Biakan mikroba B3 kaya akan senyawa-senyawa probiotik, prebiotik, dan sinbiotik serta senyawa dengan kemampuan untuk mendegradasi lignin adalah kombinasi yang sesuai untuk limbah pertanian dan terbukti menghasilkan pakan kualitas terbaik dibanding komposisi dari biakan mikroba lainnya.
Teknologi Pembuatan Pakan Konsentrat Sapi Potong Sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) Berbasis Limbah Pertanian Siti Zullaikah; Bambang Pramujati; Endry Nugroho Prasetyo; Sigit Tri Wicaksono; Hikmatun Nikmah; Haryanto; Afifatul Jannah; Adian Galihditya Sinarto Wardhana; Adidoyo Prakoso; Ahmad Mujiburrosyid; Amri Maulana; Enrique Gianfranco; Hamdan Ihsan; Indra Cahya Widagda; Mayongga Heriz Febrada; Mohamad Emaldi Wilhan Ariawan; Muhamad Irfaid Darojat; Muhammad Majid Alifan; Muhammad Rizky Sanjaya; Mukhlis Solehuddin; Risfanali Raja
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1597.706 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.398

Abstract

Limbah jagung dan padi merupakan limbah pertanian yang banyak ditemukan di Desa Bluri, Kec. Solokuro, Kab. Lamongan, Prov. Jawa Timur. Desa Bluri adalah salah satu desa binaan Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang juga memiliki potensi dibidang peternakan khususnya penggemukan sapi yang sampai saat ini masih dikelola secara tradisional. Ketersediaan dan harga pakan menjadi permasalahan utama pada proses penggemukan sapi. Mengingat pakan hijauan akan sulit diperoleh pada musim kemarau, dan pakan yang hanya mengandalkan pada limbah pertanian yang ada mempunyai kualitas (kandungan nutrisi) yang belum memenuhi mutu pakan untuk penggemukan sapi. Oleh karena itu, untuk memenuhi pakan ternak sapi yang secara kualitas dan kuantitas memenuhi kebutuhan yang diperlukan, pada kegiatan abmas berbasis produk sebelumnya telah dilakukan pembuatan pakan ternak setara konsentrat sapi potong dari limbah pertanian setempat secara fermentasi aerob sehingga proses yang ditawarkan lebih murah, mudah, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pakan ternak yang diperoleh dapat dianggap sebagai konsentrat sapi potong penggemukan karena secara nutrisi sesuai dengan SNI 3148-2:2017 yaitu kadar air 12,83% (maks. 14%), kadar protein kasar 16,12% (min. 13%), dan kadar lemak kasar 0,96% (maks. 7%). Namun kadar abu dan TDN yaitu 14,62% dan 57,51%, masih diatas kadar abu dan TDN yang disyaratkan yaitu maks. 12% dan min 68%. Sehingga abmas berbasis produk yang dilakukan bertujuan memperbaiki kulitas pakan melalui penurunan kadar abu dan menaikkan kadar TDN dengan cara (1) modifikasi bahan pakan, (2) modifikasi biakan mikroba dengan menambahkan bakteri/jamur yang mampu mengurai bahan-bahan lignoselulosa, dan (3) memperlama waktu fermentasi. Dengan modifikasi bahan, biakan mikroba dan memperlama waktu fermentasi maka kadar protein kasar meningkat tajam menjadi 23,92% (C2/M2/7 hari fermentasi), kadar abu sedikit naik menjadi 9,52% (C3/M3/7 hari fermentasi), demikian juga TDN menjadi 66,07% (C3/M2/7 hari fermentasi). Uji coba pakan di lapangan menunjukkan kenaikan berat rata-rata sapi perhari yang masih memberikan keuntungan kepada para peternak. Sehingga penggunaan pakan ternak dari limbah pertanian dengan fermentasi aerob menggunakan biakan mikroba dari ITS dapat menjadi solusi para peternak di Desa Bluri yang hingga saat ini belum ada yang berhasil karena mahalnya biaya pakan.
Produksi Pakan Komplit Kambing dan Domba dari Fermentasi Limbah Pertanian Siti Zullaikah; Afifatul Jannah; Bambang Pramujati; Endry Nugroho Prasetyo; Mahfud; Hikmatun Ni'mah; Haryanto; Heru Sukadri; Adelia Paramita Efendiy; Ahmad Saifullah Hajar; Alfi Nur Iftitah; Alvin Maulana; Candra Faisal Akbar; Dandi Taufiq Noerhidayat; Kevin Surya Rizky Shodiq; Krystallyn Gracella Angeline; Nuraini Septi Fijianti; Ratri Ninda Handayani; Siti Isna Rachma Wati
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.627

Abstract

Keterbatasan pakan ternak di Desa Bluri saat musim kemarau menjadi kendala terbesar yang dihadapi oleh para peternak. Potensi pertanian di Desa Bluri yang sangat melimpah akan menghasilkan limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan cara fermentasi. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abmas) sebelumnya telah dikembangkan pakan ternak sapi yang memenuhi SNI dan dapat meningkatkan bobot badan sapi lebih dari 1 kg/hari. Oleh karena itu pada kegiatan abmas saat ini dikembangkan pakan untuk kambing dan domba. Pakan yang dikembangkan mengacu pada ketersediaan limbah di Desa Bluri dan hasil terbaik pada penelitian sebelumnya. Bahan pakan yang digunakan adalah limbah tebon jagung, jerami padi, rendeng kedelai, polar, dan serawut singkong yang difermentasi secara aerob selama 3 – 21 hari. Pakan ternak yang dikembangkan di laboratorium selanjutnya diproduksi secara massal di Desa Bluri serta diuji coba pada hewan ternak. Pakan yang dikembangkan memenuhi kategori sebagai pakan komplit. Pada campuran 75% pakan hasil fermentasi C4 (pakan komplit) dan 25% hijauan dapat meningkatkan berat badan kambing rata-rata harian hingga 0,29 kg/hari.