Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisa Energi dan Eksergi Unjuk Kerja Mesin Diesel Dual Fuel Diesel-Syngas Hasil Gasifikasi Woodchips dengan Perubahan Air Fuel Ratio dan Beban Daya Alfisyahrin Ariwanto; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.79546

Abstract

Diesel dual fuel adalah mesin standar diesel yang ditambahkan bahan bakar lain pada intake manifold dan penyalaan bahan bakar dilakukan oleh semprotan solaryang disebut pilot fuel. Pada sistem dual fuel biasanya mengalami permasalahan pada berkurangnya rasio udara dan bahan bakar. Adanya pemasukan syngas mengakibatkan jumlah udara pembakaran berkurang. Hal ini menyebabkan nilai AFR menjadi rendah. Untuk mengetahui permasalahan pada karakteristik unjuk kerja mesin diesel dual fuel dibutuhkan sebuah analisa. Namun sejauh ini penelitian mesin diesel dual fuel hanya menggunakan analisa energi, sedangkan analisa energi tidak dapat menghitung losses-losses yang terjadi selama pengkonversian energi. Maka dari itu dibutuh kan analisa yang lebih lengkap yaitu dengan analisa eksergi. Penelitian ini akan dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan mesin diesel generator set dengan bantuan blower untuk menambahkan suplai udara pada intake lalu dihubungkan pada lampu pembebanan listrik. Pada penelitian ini akan dilakukan dua pengujian yaitu pengujian single fuel dan dual fuel. Pada pengujian single fuel menggunakan bahan bakar diesel, sedangkan pada diesel dual fuel dengan bahan bakar diesel-syngas woodchips dari kayu di sekitar kampus ITS. Mesin diesel ini dikopel dengan generator set dan diberi beban 6 Lampu dengan daya 500 W sampai 3000 W dengan interval kenaikan 500 W dan dilakukan variasi AFR 15, 17, 20, 22 dan 25. Penelitian ini mendapatkan hasil yaitu pada variasi AFR 15 menghasilkan unjuk kerja yang paling optimum. Penurunan laju konsumsi bahan bakar diesel dari 0,000220 kg/s menjadi 0,000160 kg/s. Pada efisiensi termal variasi AFR 15 memiliki efisiensi yang lebih besar dari variasi AFR yang lain akan tetapi masih dibawah efisiensi termal pada pengujian single fuel. Pada analisa eksergi, pengujian dual fuel memiliki nilai diatas single fuel pada total eksergi, eksergi destruksi dan eksergi heat. Hal ini terjadi karena subtitusi diesel yang belum optimal karena laju syngas dijaga konstan. Terdapat juga penghematan diesel terbaik pada variasi AFR 15 yaitu dengan rata-rat penghematan sebesar 28%.
Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Perubahan Refrigeran-22 Dengan Musicool-22 Pada Sistem Pengkondisian Udara Dengan Pre-cooling Arnovia Christine Sabatiana; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.157 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20348

Abstract

Air conditioning system merupakan mesin sistem refrigerasi kompresi uap sederhana. Kemudian dimodifikasi menjadi dua indoor unit dan satu outdoor unit. Dimana outdoor unit memiliki dua jenis kondenser yaitu, water cooled condenser dan air cooled condenser. Pembuangan kalor pada bagian water cooled condenser dimanfaatkan untuk memanaskan air yang nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kedepannya. Penggunaan refrigeran CFC atau HCFC mengakibatkan beberapa dampak negatif terhadap lingkungan dan penggunaan mesin refrigerasi ini, diantaranya dapat merusak lapisan ozone, pemanasan global dan tidak hemat energi listrik. Penelitian pada ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan performansi suatu sistem refrigerasi sederhana yang mampu menghemat konsumsi energi dan ramah lingkungan. Metoda penelitian ini dilakukan pertama menggunakan R-22 sebagai refrigeran primernya dan selanjutnya dilakukan proses retrofitting (penggantian refrigeran) dengan menggunakan MC-22. Selanjutnya analisis dilakukan berdasarkan data dari setiap titik-titik pengukuran dengan begitu akan diperoleh suatu sistem refrigerasi dengan performansi yang paling baik dengan konsumsi energi listrik yang sedikit, serta sistem refrigerasi yang ramah lingkungan. Sistem tersebut aladah yang menggunakan MC-22 baik menggunakan atau tanpa pre-cooling dengan nilai COPelektrik 3,786; dan 3,933, COPthermal 4,501; dan 4,670, dan nilai penghematan energi listrik sekitar 20% lebih hemat dibanding sistem yang menggunakan R-22.
Studi Numerik Pengaruh Peletakan Cooling Pad Terhadap Distribusi Temperatur dan Pola Aliran Udara Ventilasi Kandang Ayam Broiler Close House Tipe Ventilasi Lorong Adistana Sandyawan; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.148 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46591

Abstract

Ayam broiler merupakan salah satu sumber protein hewani sehingga tingkat produktivitasnya perlu dijaga. Salah satu parameter untuk menjaga produktivitas ayam adalah dengan menjaga temperatur lingkungan kandang ideal. Temperatur ideal kandang dapat dicapat melalui pemilihan tipe konstruksi dan ventilasi kandang yang tepat. Tipe konstruksi dan ventilasi kandang yang umum digunakan untuk daerah dengan iklim tropis dan kelembaban relatif tinggi adalah close house tipe ventilasi lorong (tunnel) dan evaporative cooling. Tipe ventilasi lorong memiliki karakteristik distribusi temperatur udara yang kurang merata sehingga produktivitas ayam terganggu. Untuk meningkatkan produktivitas, diperlukan pengaturan peletakan dan jumah cooling pad sehingga distribusi temperatur udara lebih merata. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak ANSYS 18.0 dan FLUENT 18.0 untuk simulasi kandang broiler close house. Model simulasi kandang broiler terdiri dari konstruksi kandang dan ayam broiler berjumlah 5600 ekor. Geometri ayam broiler dimodelkan sebagai porous media. Variasi yang dilakukan berupa penggunaan 2 buah cooling pad bukaan penuh, 4 buah bukaan  setengah, dan  6 buah bukaan  sepertiga. Pemodelan serta meshing kandang broiler close house dilakukan dengan ICEM ANSYS 18.0 sementara simulasi dilakukan dengan software FLUENT 18.0. Hasil akan ditampilkan secara kualitatif berupa kontur temperatur dan kontur kecepatan maupun secara kuantitatif berupa grafik distribusi temperatur udara yang dirasakan ayam dalam kandang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa separasi aliran terbesar terjadi pada kabin kandang dengan 2 buah cooling pad. Aliran pada kandang dengan 4 dan 6 cooling pad mengalami pembentukan vortex wake karena terjadi perubahan penampang aliran masuk yang sangat signifikan. Ayam merasakan suhu udara dengan batas kenyamanan 28oC – 32oC saat diletakkan pada ketiga jenis variasi  kandang. Ayam pada kandang dengan 4 dan 6 cooling pad yang berada di dekat pertemuan 2 aliran cooling pad memiliki potensi mengalami thermal shock akibat dari perbedaan temperatur yang signifikan. Thermal shock dapat meningkatkan feed conversion rate (FCR) dan resiko ayam terserang penyakit.
Studi Numerik Perpindahan Panas Konveksi Paksa pada Pin Fin Berpenampang Circular dengan Susunan Aligned Rossi Cahyaningdias; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.795 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46661

Abstract

Perpindahan panas (heat transfer) adalah ilmu yang mempelajari tentang cara perpindahan energi berupa panas yang terjadi karena adanya perbedaan temperatur.Fenomena perpindahan panas gabungan antara konduksi dan konveksi dapat diaplikasikan melalui pin fin. Penambahan fin pada permukaan dimaksudkan untuk memperbesar area, sehingga meningkatkan laju perpindahan panas. Aplikasi pada fin diterapkan dalam perancangan alat praktikum perpindahan panas konveksi paksa melalu fin berpenampang circular susuanan aligned. Untuk mengamati fenomena karakteristik perpindahan panas dan karakteristik aliran diperlukan studi numerik menggunakan perangkat lunak CFD. Analisis menggunakan perangkat lunak ICEM ANSYS 18.0 untuk proses meshing dan FLUENT 18.0 sebagai solver untuk melakukan simulasi.Pin fin berpenampang circular disusun secara aligned yang diletakkan di dalam rectangular duct.Variasi yang dilakukan berupa diameter 10 mm dan 16 mm dengan ST=20mm SL=20mm konstan dan panjang fin 70 mm. Pemanasan pada circular fin dilakukan dengan menjaga temperatur pada base plate tetap konstan 50oC. Dilakukan 4 variasi kecepatan udara masuk 2.64m/s, 3.65m/s, 3.96m/s dan 4.20m/s. Hasil akan ditampilkan baik secara kualitatif berupa gambar kontur temperatur, kontur tekanan dan kontur streamline velocity maupun secara kuantitatif berupa grafik distribusi temperatur sepanjang pin fin,grafik pengaruh diameter terhadap koefisien konveksi rata-rata setiap baris, grafik nusselt number dan coefficient pressure. Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil distribusi temperatur menurun di sepanjang pin fin. Temperatur tertinggi dicapai pada kecepatan udara masuk 2.64 m/s dan temperatur terendah dicapai pada kecepatan udara masuk 4.20 m/s. Pada kecepatan yang sama, pin fin berdiameter 10 mm memiliki koefisien konveksi yang lebih besar daripada pin fin berdiameter 16 mm. Dari hasil simulasi didapatkan nilai nusselt number dan coefficient pressure lokal pada pin fin baris pertama sampai baris keempat. Perpindahan panas terbaik terjadi pada titik stagnasi yang ditunjukkan dengan nilai nusselt number terbesar. Nilai nusselt number minimum terdapat pada titik separasi. Nilai pressure coefficient maksimum terjadi pada titik stagnasi sedangkan minimun pada titik separasi
Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Temperatur pada Inlet Generator dan Tekanan Sistem terhadap Performasi Mesin Pendingin Difusi Absorpsi Fluida Kerja R134a-DMF Muhammad Faiq Ridho Ahada Kuswara; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61575

Abstract

Krisis energi telah menjadi permasalahan yang melanda seluruh negara di dunia pada saat ini, sehingga perlu solusi baru untuk memenuhi permintaan energi secara global. Energi fosil yang digunakan dalam sektor transportasi adalah salah satu yang dapat diperhatikan dikarenakan peningkatan permintaan konsumsi energi yang signifikan setiap tahunnya dalam jumlah yang besar. Sektor transportasi menggunakan hampir 25,24% dari total penggunaan energi fosil dunia. Faktanya, hampir 70% energi terbuang dari mesin berbahan bakar fosil, dimana sebagian besar dibuang dalam bentuk panas. Solusi yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan waste heat recovery dari mesin Internal Combustion Engine sebagai langkah untuk mengurangi energi panas yang terbuang dari mesin ICE untuk dipasangkan dengan sistem refrigerasi difusi absorpsi (DAR). Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan sistem refrigerasi difusi absorpsi yang ada di jurusan teknik mesin FTIRS-ITS dengan basis mesin DAR 1 yang telah dimodifikasi pada bagian generator, yakni menggunakan aliran dari thermal oil yang telah dipanaskan sebelumnya sebagai input panas dari genarator. Fluida kerja yang digunakan adalah pasangan refrigeran-absorben R134a sebesar 70% dan Dimetilformamida (DMF) sebesar 30% dengan gas hidrogen sebagai gas inert yang mengisi tekanan dalam sistem. Debit thermal oil dijaga konstan sebesar 12 liter/jam. Eksperimen ini dilakukan dengan memvariasikan temperatur pada inlet generator sebesar 100°C sampai 150°C dengan kenaikan tiap 10°C. Selain itu divariasikan juga tekanan dalam sistem sebesar 9.7 bar, 11.5 bar dan 14 bar. Pada eksperimen ini, akan didapatkan data temperatur yang diukur dengan termokopel pada beberapa titik dan juga tekanan sistem dengan pressure gauge. Hasil yang diperoleh adalah semakin besar temperatur pada inlet generator yang diberikan maka akan semakin besar COPabs yang dihasilkan. Dan pada tekanan 11.5 bar adalah tekanan yang optimum dan menghasilkan COPabs yang paling tinggi diantara semua variasi tekanan. Adapun COPabs yang paling tinggi dihasilkan sebesar 0.40693 pada tekanan sistem 11.5 bar dan temperatur inlet generator 150°C.
Energy Auditing at Block 1 Muara Karang Combined Cycle Power Plant Andy Setyanto; Ary Bachtiar Krishna Putra
IPTEK The Journal of Engineering Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23378557.v4i3.a5016

Abstract

Every year electricity growth in the world always increases. But the growing growth is the need for future controls in order to make the utilization more effective and efficient. In addition, with the utilization of appropriate energy will have an impact on the preservation of the surrounding environment. In Indonesia, has been regulated related to the efficient utilization of energy by the enactment of Government Regulation No 70 of 2009 of Energy Conservation. The method used for this research is to conduct an energy audit on PLTGU Block 1 Combined Cycle Power Plant (CCPP) Muara Karang. This audit is begin from collecting operating parameters’ data then conducting the performance calculation of the main equipment. The result of the calculation then compared with commissioning data in 1995. From the calculation obtained the profile of energy use and find the largest gap from the comparison between actual performance with commissioning in 1995. The gap is then analyzed the cause of equipment inefficiency and conducted field study. After that is given the recommendation of Energy Saving Potential to be able to improve the efficiency of the equipment. The recommendations are analyzed by economic studies to provide alternative improvements solution for management.
Pemanfaatan Limbah Kulit Kerang dan Limbah Sisa Pengolahan Ikan di Kecamatan Bulak Kota Surabaya Nova Maulidina Ashuri; Awik Puji Dyah Nurhayati; IDAA Warmadewanthi; Dian Saptarini; Ary Bachtiar Krishna Putra; Arseto Yekti Bagastyo; Welly Herumurti; Annisya Fitri Rachmada
Sewagati Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.207 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v5i3.28

Abstract

Kecamatan Bulak merupakan perkampungan nelayan di Surabaya yang padat penduduk dengan kondisi sanitasinya kurang begitu baik. Sejak tahun 2017, ITS bekerjasama dengan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) membantu penyediaan sanitasi. Permasalahan yang terjadi di Bulak saat ini adalah penumpukan kulit kerang dan limbah pengasapan ikan yang belum dikelola. Kerang memiliki kandungan fosfat dan mineral yang bermanfaat untuk nutrisi, demikian juga pada limbah pengasapan ikan, sehingga dari limbah tersebut masih dapat dimanfaatkan menjadi produk pakan/pellet ikan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan bernilai ekonomi. Pada tahun 2018 nelayan telah memiliki peralatan mesin pencacah kerang tetapi mesin tersebut sudah lama rusak dan tidak dipergunakan sehingga kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah memperbaiki mesin pembuat pellet dan melakukan pelatihan cara pembuatan pellet skala rumah tangga. Tahapan pertama dilakukan perbaikan mata potong mesin dan saringan, selanjutnya dilakukan dilakukan uji coba untuk pembuatan pelet ikan. Pelet yang telah dibuat dilakukan uji ukuran tepung ikan, karakteristik fisik, organoletptik, daya apung dan proksimat. Hasil uji proksimat pada tepung ikan didapatkan kadar air 5,72; abu 33,15; lemak 18,11; protein 33,26 dan karbohidrat 9,76%, sedangkan pada pellet menujukkan hasil uji fisik berwarna coklat dengan tekstur agak kasar dan beraroma. Hasil uji proksimat pada pellet menunjukkan kadar air 8,78; abu 23,48; lemak 11,02; protein 27,26 dan karbohidrat 29.46%. Warna pelet coklat muda, tekstur agak kasar, aroma khas dedak dan daya apung selama 50 detik. Hasil pelatihan pada masyarakat juga mendapatkan respon yang bagus bahkan bersemangat untuk membuat home industry produk pellet
Kajian Potensi Bambu untuk Mendukung Penerapan Co-firing pada Pembangkit Listrik Jawa Bali Hamdan Dwi Rizqi; Harus Laksana Guntur; Ary Bachtiar Krishna Putra; Tri Vicca Kusumadewi; Arman Hakim Nasution; Puti Sinansari; Fredy Kurniawan
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.056 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.277

Abstract

Untuk menunjang penerapan co-firing salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyiapkan keterediaan sumber daya biomassa dalam jumlah besar. Biomassa yang cukup potensial di Indonesia adalah Bambu. Bambu adalah salah satu produk hutan bukan-kayu yang dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, Untuk mendukung pemanfaatan bambu sebagai bahan pendukung co-firing pada pembangkit listrik Jawa Bali, maka diperlukan kajian sebagai dasar penentuan kebijakan terkait Potensi Bambu untuk menunjang penerapan co-firing dalam mendukung pembangkit listrik Jawa Bali. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Untuk mendukung penerapan co-firing tersebut dibutuhkan kurang lebih 9 Juta Ton biomassa/tahun untuk mendukung penerapan Co-Firing di 52 PLTU PLN di Indonesia. Bambu dirasa memiliki potensi yang cukup besar karena memiliki nilai konversi kalor yang cukup tinggi dibandingkan dengan biomassa lainnya. Potensi ini di dukung juga oleh ketersediaannya yang cukup melimpah dan perawatannya yang tidak rumit sehingga sangat berpeluang untuk memenuhi kebutuhan pasokan biomassa untuk mendukung penerapan co-firing pada pembangkit listrik Jawa Bali.