Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Optimasi Penggunaan Lahan Kosong di Kecamatan Baturiti Untuk Properti Komersial Dengan Prinsip Highest and Best Use Made Darmawan Saputra Mahardika; Cahyono Bintang Nurcahyo; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.096 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3691

Abstract

Kecamatan Baturiti merupakan satu-satunya kecamatan di Kabupaten Tabanan yang berkembang dalam sektor ekonomi agrowisata karena lokasinya yang strategis dekat dengan berbagai obyek wisata terkenal. Dengan lokasi yang strategis, pembangunan untuk properti komersial tentu akan memberikan potensi keuntungan tinggi bagi investor yang memiliki lahan kosong di Kecamatan Baturiti. Kondisi seperti ini menyebabkan permintaan yang tinggi akan lahan, padahal ketersediaan lahan selalu berkurang. Pembangunan properti komersial di Kecamatan Baturiti perlu dioptimalisasi agar dicapai keuntungan maksimum bagi investor. Berdasarkan hal tersebut, investor yang ingin membangun di Kecamatan Baturiti memerlukan analisa untuk mendapatkan alternatif pemanfaatan lahan kosong. Lahan yang dianalisa merupakan lahan kosong belum terbangun seluas 22.175 m2 di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Metode yang digunakan untuk mengetahui alternatif pendirian bangunan komersial yang memiliki nilai pasar tertinggi adalah Highest and Best Use (HBU). Dengan metode tersebut, pemilik lahan dapat mengetahui alternatif terbaik yang memenuhi syarat-syarat diijinkan secara legal, memungkinkan secara fisik, layak secara finansial, dan memiliki produktivitas maksimum. Hasil yang diperoleh dari analisa Highest and Best Use ini adalah alternatif mixed-use berupa hotel dan toko souvenir dengan nilai lahan tertinggi dibandingkan alternatif lainnya sebesar Rp 7,950,714.60 per m2.
Optimasi Tata Letak Fasilitas Menggunakan Metode Multi Objective Function Pada Pembangunan Proyek Apartemen Nine Residence Jakarta Rian Okki Gunawan; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.825 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6941

Abstract

Optimasi tata letak (site layout) fasilitas merupakan suatu tahap dalam perencanaan fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem area yang efisien dan efektif sehingga dapat tercapainya suatu proses yang paling optimum. Pada kenyataannya banyak perusahaan konstruksi yang kurang memperhatikan beberapa faktor yang sebenarnya memiliki potensi untuk dioptimasikan seperti tata letak fasilitas, padahal hal tersebut sangat berpengaruh pada kinerja pekerja untuk dapat lebih menaikkan produktivitas dan efisiensi dalam aktivitas konstruksi. Pada proyek Apartemen Nine Residence Jakarta ini dilakukan pengoptimasian tata letak fasilitas karena terdapat beberapa masalah layout seperti jarak tempuh yang cukup jauh serta tingkat keselamatan dan keamanan yang perlu ditingkatkan. Semua pengoptimasian tata letak ini mengacu pada metode optimasi Multi Objective Function dengan memakai analisis traveling distance dan analisis safety index. Perhitungan traveling distance yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai TD paling minimum adalah pada skenario 7 dengan nilai sebesar 48635,08 meter atau mengalami penurunan TD sebesar 61,93% dibandingkan nilai TD pada kondisi eksisting. Perhitungan safety index yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai SI paling minimum adalah pada skenario 7 dengan nilai 1529,34 atau mengalami penurunan SI sebesar 34,10% dari kondisi eksisting. Bentuk tata letak fasilitas yang paling optimum adalah pada site layout skenario 7.
Analisis Tata Letak Fasilitas Proyek Menggunakan Activity Relationship Chart dan Multi-Objectives Function pada Proyek Pembangunan Apartemen De Papilio Surabaya Eko Pradana; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2038.748 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6972

Abstract

Setiap proyek konstruksi selalu menggunakan site facility untuk menunjang kinerja dalam proyek. Site facility merupakan fasilitas penunjang yang selalu ada dalam setiap proyek dan memiliki fungsi yang berbeda untuk masing-masing fasilitas tersebut. Perencanaan tata letak site facilities yang baik dapat meningkatkan produktivitas kerja di lapangan. Dalam menentukan tata letak site facilities, digunakan variabel fungsi objektif Traveling Distance (TD) dan Safety Index (SI). Letak site facilities yang optimal dapat dicari dengan meminimalkan jarak antar fasilitas (TD) dan juga meminimalkan resiko kecelakaan (SI). Activity Relationship Chart (ARC) merupakan gambaran hubungan kedekatan antar fasilitas yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pemindahan tata letak. Pemindahan tata letak dilakukan sebanyak lima skenario, dengan masing-masing skenario dicari nilai TD dan SI nya serta menggunakan ARC sebagai alasan dilakukannya pemindahan. Dari kelima skenario, didapatkan hasil nilai traveling distance paling minimum terletak pada skenario 0 (kondisi eksisting) sebesar 5210,4 meter dan nilai safety index paling minimum terletak pada skenario 1 sebesar 1315 atau mengalami penurunan sebesar 11,51 % dari kondisi eksisting.
Analisa Perbandingan Metode Bottom-Up Dan Metode Top-Down Pekerjaan Basement Pada Gedung Parkir Apartemen Skyland City Education Park Bandung Dari Segi Biaya Dan Waktu Faimun Faimun; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.459 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8750

Abstract

Pembangunan basement yang dilakukan secara berurutan dari bawah ke atas yang dikenal dengan metode bottom-up sudah banyak diterapkan dalam pelaksanaan konstruksi basement. Pada metode ini pekerjaan dimulai dari pekerjaan pondasi, pekerjaan galian kemudian diteruskan dengan pembuatan kolom, balok, dan pelat yang menerus sampai ke atap. Seiring berkembangnya teknologi dan inovasi dibidang konstruksi terdapat alternatif metode konstruksi lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja. Metode yang dapat diterapkan yaitu metode top-down. Pada metode ini pekerjaan basement dimulai dari basement yang teratas dan dilanjutkan lapis demi lapis sampai kedalaman basement yang diinginkan yang bersamaan dengan pekerjaan galian basement. Pekerjaan basement dapat simultan dengan pekerjaan struktur atas, sehingga waktu pelaksanaan dapat lebih singkat. Kedua metode konstruksi tersebut mempunyai perbedaan pada saat pengerjaan dan selama proses konstruksi yang berpengaruh terhadap biaya dan waktu. Tugas akhir ini adalah membandingkan metode konstruksi bottom-up dan top-down dari segi biaya dan waktu. Proyek yang djadikan objek penelitian adalah Pembangunan Gedung Parkir Apartemen Skyland City Education Park Bandung. Untuk kedua metode tersebut dilakukan studi pustaka dan pengumpulan data, analisa metode pelaksanaan, perhitungan kebutuhan material dan alat, analisa produktivitas dan durasi pekerjaan serta analisa perhitungan biaya. Dengan analisa perbandingan metode bottom-up dan top-down didapatkan hasil, metode bottom-up membutuhkan waktu pelaksanaan selama 313 hari dengan biaya sebesar Rp 20.146.074.654,00 dan metode top-down membutuhkan waktu pelaksanaan selama hari 260 dengan biaya sebesar Rp. 21.342.390.563,00
Analisa Perbandingan Biaya dan Waktu Bangunan Konstruksi Baja Menggunakan Sistem Pre-Engineering Building dan Sistem Konvensional Pada Proyek Pabrik Fober Cement Boards Mojosari Rahmat Kurniawan Eka Putra; Yusroniya Ekaputri; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.856 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9007

Abstract

Bangunan konstruksi baja pada umumnya menggunakan sistem konvensional dengan elemen utama adalah hot rollet wf standar yang biasa kita jumpai dipasaran yang lebih berat dari non prismatic yang kemudian dilakukan fabrikasi dilapangan. Metode ini sudah banyak diterapkan dalam pelaksanaan konstruksi baja. Seiring berkembangnya teknologi dan inovasi dibidang konstruksi terdapat alternatif metode konstruksi lain yang dikembangkan untuk menghasilkan konstruksi baja yang lebih murah, implementasi yang efisien dan cepat dengan meminimal resiko kesalahan (akurasi), serta menghasilkan metode erection yang dilakukan secara bertahap, relatif mudah dan cepat. Metode yang dapat diterapkan ini yaitu dinamakan dengan metode konstruksi baja pre-engineering building. Tujuan untuk melakukan perbandingan metode konstruksi baja konvensional dan pre-engineering building dari aspek biaya dan waktu. Proyek yang djadikan objek penelitian adalah Pembangunan Pabrik Fibre Cement Board Mojosari. Masing-masing metode akan dihitung biaya dan waktu pelaksanaan berdasarkan pelaksanaan teknis metode tersebut. Dari hasil perbandingan akan didapat biaya dan waktu yang diperlukan untuk metode konvensional dan pre-engineering building. Dari analisa perhitungan biaya dan waktu pada proyek pembangunan pabrik fibre cement boards didapat hasil untuk pekerjaan bangunan konstruksi baja dengan sistem pre-engineering building dengan biaya sebesar Rp. 1.674.677.166,65 dalam waktu 40 hari dan sistem konvensional dengan biaya sebesar Rp. 2.269.651.094,- dalam waktu 78 hari.
Analisa Investasi Perumahan Kalianget Paradise Di Kabupaten Sumenep Ditinjau Dari Aspek Finansial Erwin Ready; Cahyono Bintang Nurcahyo; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.22 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23122

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang sangat pesat dan semakin meningkatnya taraf hidup akan mengakibatkan kebutuhan rumah tinggal juga semakin meningkat. Salah satu cara memenuhi kebutuhan rumah tinggal adalah dengan membangun sebuah perumahan. Pembangunan perumahan harus memenuhi kelayakan secara finansial dan harus juga sesuai dengan peraturan-peraturan daerah. Paper ini bertujuan menganalisa kelayakan investasi proyek pembangunan Perumahan Kalianget Paradise dari segi finansial, dengan kriteria kelayakan investasi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP) kemudian diuji tingkat sensitivitasnya untuk mengetahui nilai dampak berbagai perubahan dari variabel-variabel penting terhadap hasil yang memungkinkan. Berdasarkan dari hasil perhitungan analisa investasi dengan masa investasi 6 tahun didapatkan nlai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 5.854.678.693 (NPV>0), Internal Rate of Return (IRR) diperoleh nilai 47,89% (IRR>MARR), Payback Period (PP) pada tahun ke 3 bulan ke 2 lebih kecil dari masa investasi 6 tahun, dan dari  hasil analisa sensitivitas diketahui bahwa investasi Perumahan Kalianget Paradise akan tetap layak jika kenaikan biaya investasi kurang dari 22,43%, penurunan tingkat unit terjual (occupancy rate) tidak lebih dari 18,87%, penurunan tingkat harga jual tidak lebih dari 15,87%, dan kenaikan suku bunga pinjaman kurang dari 189,88%.
Analisis Pondasi Konvensional dan Pondasi Elevated Tangki Refrigerated LPG PT Pertamina Tanjung Sekong dari Segi Biaya dan Waktu Sry Rashida Sofyan; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.424 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25167

Abstract

Pada proses pembangunan terminal tangki LPG, material konstruksi dan jenis pondasi pada tangki harus direncanakan untuk dapat menahan kondisi temperatur pada saat operasional normal dan keadaan darurat. Salah satu metode untuk menjaga fungsi pondasi adalah dengan memanfaatkan tambahan pemanas pada pondasi (wire heater) untuk membantu mencegah pembekuan lapisan tanah terjadi saat di bawah kondisi operasional normal. Pondasi dengan tambahan pemanas ini dikenal sebagai jenis pondasi konvensional. Terdapat alternatif jenis pondasi lain yang dapat digunakan pada bangunan tangki refrigerated LPG yaitu pondasi tanpa menggunakan pemanas, karena panas didapatkan dari celah udara antara bagian bawah tangki dan tanah, sehingga disebut sebagai jenis pondasi elevated. Struktur jenis pondasi tersebut mempunyai perbedaan desain dan metode konstruksi yang berpengaruh terhadap biaya dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pekerjaan tangki dengan pondasi konvensional dan tangki dengan pondasi elevated dari segi biaya dan waktu. Proyek yang dijadikan obyek penelitian adalah Pembangunan Terminal Liquefied Petroleum Gas Refrigerated Tanjung Sekong di Merak Mas Banten. Untuk kedua jenis pondasi tersebut dilakukan studi pustaka dan pengumpulan data, analisis metode pelaksanaan, perhitungan kebutuhan material dan alat, analisis produktivitas dan durasi pekerjaan, serta analisis perhitungan biaya. Hasil penelitian ini adalah, tangki dengan pondasi konvensional membutuhkan waktu pelaksanaan selama 946 hari dengan biaya sebesar Rp415.999.911.484,00 dan tangki dengan pondasi elevated membutuhkan waktu pelaksanaan selama 734 hari dengan biaya sebesar Rp406.231.085.649,00.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Spazio Tower II Surabaya Mengunakan Metode Bowtie Winda Bintang Veroza; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.8 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25473

Abstract

Risiko didefinisikan sebagai suatu kemungkinan dari suatu kejadian yang akan mempengaruhi suatu tujuan. Proyek konstruksi Spazio Tower II merupakan bangunan tingkat tinggi yang memiliki potensi risiko dalam hal kecelakaan kerja. Penulisan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko dominan, dan mengetahui faktor penyebab dan dampak dari risiko dominan. Data eksisting yang diperoleh untuk mengetahui risiko kecelakaan kerja yang paling dominan dimulai dengan penilaian risiko yaitu perhitungan probability dan impact, menggunakan Risk Management Standard AS/NZ 4360:1999. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi sumber penyebab dan dampak terhadap risiko kecelakaan kerja menggunakan Metode Bowtie. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui risiko kecelakaan kerja yang paling dominan yaitu, alat berat tergelincir ke lubang galian pada pekerjaan galian tanah, pekerja jatuh dari ketinggian akibat saling gondola putus pada pekerjaan pengecatan di ketinggian, dan pekerja tertimpa konstruksi baja akibat sling Tower Crane(TC) putus pada pekerjaan struktur atap baja. Penyebab dari risiko kecelakaan kerja yang dominan berdasarkan Metode Bowtie adalah kondisi fisik operator kurang baik, metode penggalian, hujan/gerimis, keadaan mesin/alat berat kurang baik, keausan pada kawat sling gondola, cuaca ekstrem, kondisi kesehatan operator gondola, metode pengoperasian gondola, keausan dan korosi pada kawat sling TC, cuaca ekstrem, kondisi kesehatan operator TC, metode pengoperasian TC, dan berat beban konstruksi baja. Dampak dari risiko kecelakaan kerja yang dominan berdasarkan Metode Bowtie adalah operator mengalami luka memar akibat benturan saat tergelincir, pekerja mengalami kematian akibat jatuh dari ketinggian, gondola mengalami kerusakan akibat jatuh dari ketinggian, dan pekerja mengalami kematian akibat tertimpa konstruksi atap baja. Faktor eskalasi dari risiko kecelakaan kerja yang dominan adalah lupa/menolak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), tidak adanya penambahan Safety Rope, dan kurangnya komunikasi.
Analisis Risiko Rantai Pasok Dinding Beton Pracetak Pada Proyek Pembangunan Apartemen Puncak Dharmahusada Surabaya Marlinda Dewi Puspita; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.529 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25529

Abstract

Arus urbanisasi dan angka kelahiran yang terus meningkat di wilayah perkotaan seperti Surabaya, menyebabkan ketersediaan lahan untuk tempat tinggal semakin terbatas. Sehingga para investor berupaya untuk menciptakan hunian secara vertikal yang diperuntukkan bagi kalangan dengan ekonomi menengah ke atas. Salah satu komponen yang penting dalam pembangunan ini adalah dinding beton pracetak pada dinding luar. Komponen ini sering mengalami ketidakpastian khususnya pada rantai pasok yang dapat menyebabkan keterlambatan jadwal yang telah disepakati sehingga berimbas pada pembengkakan biaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dari sisi rantai pasok dan memberikan upaya penanggulangan risiko yang terjadi di sisi rantai pasok pada pembangunan Apartemen Puncak Dharmahusada Surabaya. Penelitian ini dimulai dengan melakukan survei pendahuluan kepada pihak – pihak yang terkait, yaitu kontraktor dan pemasok dinding beton pracetak. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi risiko dalam lima aliran, yaitu aliran material atau fisik, aliran finansial, aliran informasi, aliran relasional, dan aliran inovasi. Survei pendahuluan menghasilkan variabel yang relevan, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan survei utama untuk mendapatkan nilai persepsi probabilitas dan dampak dari variabel risiko. Dari hasil survei utama, data ini akan diolah dengan matriks probabilitas risiko serta dampak risiko, sehingga dapat diketahui variabel yang termasuk dalam kategori tinggi. Dari hasil analisis data, maka dapat diketahui bahwa dari persepsi kontraktor terhadap stabilitasrantai pasok dinding beton pracetak terdapat 5 variabel dengan risiko tinggi yang terdapat aliran material/fisik, aliran finansial Untuk persepsi pemasok dinding beton pracetak terdapat 4 variabel dengan risiko tinggi yang terdapat aliran material/fisik, aliran finansial, aliran informasi dan aliran relasional. Dari beberapa variabel yang berisiko tinggi, pihak-pihak yang terkait dalam aktivitas rantai pasok proyek memilih opsi respon risiko secara preventif dan kuratif.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode FMEA pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Ruas Sigli - Banda Aceh Struktur Elevated Afra Faradilla Ihsan; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.85958

Abstract

Sektor konstruksi memiliki peranan penting dalam pembangunan, namun turut mencatatkan tingkat kecelakaan kerja yang tinggi. Kecelakaan kerja pada proyek konstruksi dapat terjadi kapanpun, cukup sulit untuk dihilangkan sepenuhnya, serta memberikan dampak dari yang cukup ringan hingga serius. Kecelakaan kerja dapat terjadi akibat kelalaian individu maupun penerapan peraturan keselamatan kerja yang kurang maksimal. Kecelakaan kerja pada proyek konstruksi dapat diminimalisir dan dikurangi dampaknya dengan penerapan manajemen risiko. Analisis risiko merupakan salah satu bagian dari manajemen risiko yang berfungsi untuk mengetahui tingkat risiko kecelakaan kerja. Analisis risiko dalam penelitian ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Ruas Sigli - Banda Aceh Struktur Elevated. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Identifikasi risiko pada proyek konstruksi dilakukan berdasarkan penelitian terdahulu dan tinjauan lapangan, untuk selanjutnya divalidasi melalui kuesioner pendahuluan kepada responden. Selanjutnya dilakukan penilaian tingkat keparahan (severity), tingkat kejadian (occurrence), dan tingkat deteksi (detection) oleh responden melalui pengisian kuesioner utama, dengan menggunakan skala penilaian yang telah ditentukan sebelumnya. Kemudian hasil penilaian diurutkan untuk mendapatkan variabel nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi. Risiko kecelakaan kerja dengan nilai RPN tertinggi yaitu pekerja terjatuh dari ketinggian pada pekerjaan erection girder dengan nilai RPN 158.667. Pengendalian risiko yang dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan kerja yaitu dengan cara mengubah desain (ukuran, material, dan spesifikasi teknis) dan mengembangkan peralatan deteksi.