Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Konsep Pemilihan Kriteria Fasilitas Umum dan Sosial Pada Perumahan Berkelanjutan Cahyono Bintang Nurcahyo; Christiono Utomo; Retno I; Yusroniya E. P. R. W; Andriani O. F. D.
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.907 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i2.8081

Abstract

AbstractThe process of developing public facilities and social facilities required strategic preparation plans in selecting project priorities for each housing development. Decisions that are preceded by change control are complex problems, whereas studies on the subject are very rarely found, either in the practice that generate facts about the steps taken, or the factors that underlie and influence decision making process, including the development of alternatives. This study aims to approach the concept of optimization and decision support in the priority selection of public facilities and social facilities. The results of the research are expected to contribute to managerial decision making and design in developing public facilities and social facilities in a sustainable urban built environment.Abstrak Proses pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial membutuhkan rencana persiapan strategis, terutama dalam pemilihan prioritas proyek pada setiap pengembangan perumahan. Keputusan yang didahului dengan pengendalian perubahan merupakan masalah yang rumit, sedangkan studi mengenai subyek tersebut sangat jarang dijumpai, baik dalam dunia praktis yang menggali fakta-fakta mengenai langkah-langkah yang dilakukan ataupun faktor-faktor yang melandasi dan mempengaruhi pengambilan keputusan, termasuk pengembangan alternatif. Makalah ini bertujuan untuk melakukan pendekatan pengembangan konsep pemilihan prioritas fasilitas umum dan fasilitas sosial. Konsep ini akan memberi kontribusi pengambilan keputusan manajerial dan desain dalam mengembangkan fasilitas umum dan fasilitas sosial sebuah lingkungan terbangun di perkotaan yang berkelanjutan.
Studi Eksplorasi Implementasi Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Konstruksi Gedung Bertingkat Di Kota Surabaya Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.505 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v20i2.8920

Abstract

The development of facilities and infrastructure in Surabaya is growing rapidly. During construction process, Health Safety Environment (HSE) program implementation is important to ensure worker and project safety. This research was conducted by distributing questionnaires to 24 respondents in 8 building construction projects in Surabaya, which 5 of all buildings have a minimum 6 storeys and 3 buildings which have up to 5 storeys. The descriptive statistics, namely mean and standard deviation method was carried on analyzing the data. The result showed that the HSE Program implementation in construction process of minimum 6 storeys building was categorized as well executed. Meanwhile, the HSE Program Implementation in construction process of up to 5 storeys building was categorized as need improvement. The obstacles in the HSE Program implementation were the lack of HSE budget allocated by the company, very limited working space, and difficulty in recruiting HSE experts. Pembangunan sarana dan prasarana gedung di Surabaya sedang berkembang pesat. Pada pembangunan kontruksi gedung bertingkat, implementasi Program K3 sangat penting dalam menunjang keselamatan pekerja dan keberlangsungan proyek. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner pada 24 responden dari 8 proyek konstruksi gedung di Kota Surabaya, yaitu 5 gedung bertingkat minimal 6 lantai dan 3 gedung bertingkat hingga 5 lantai. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yaitu metode rerata dan standar deviasi. Pembangunan konstruksi gedung bertingkat minimal 6 lantai telah mengimplementasikan Program K3 dengan baik, sedangkan di gedung bertingkat hingga 5 lantai masih kurang baik. Adapun kendala umum yang terjadi adalah kendala minimnya anggaran K3 dari perusahaan, kendala keterbatasan luasan area kerja, dan kendala dalam perekrutan tenaga ahli.
Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan pada Proyek Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian Manggarai s.d. Jatinegara (Paket A) Tahap II "Main Line 1" Farah Hidayati Abrinaldi; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.95417

Abstract

Industri konstruksi memiliki peranan penting pada perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pada kenyataannya, pelaksanaan pembangunan yang terus berlangsung tentu diliputi dengan berbagai permasalahan. Salah satunya keterlambatan. Keterlambatan pada proyek akan menyebabkan efek domino pada perekonomian seperti biaya yang dikeluarkan akan semakin besar. Keterlambatan pada suatu proyek dapat diatasi dengan melakukan upaya penanganan dalam menghadapi dampak yang dihasilkan oleh faktor penyebabnya. Analisis faktor penyebab keterlambatan bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan keterlambatan pada suatu proyek. Analisis faktor penyebab keterlambatan dalam penelitian ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian Manggarai s.d. Jatinegara (Paket A) Tahap II “Main Line 1”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu diagram fishbone. Identifikasi faktor keterlambatan pada proyek konstruksi dilakukan berdasarkan penelitian sebelumnya dan divalidasi menggunakan wawancara semiterstruktur kepada responden penelitian. Setelah itu dilanjutkan dengan menentukan upaya penanganan dalam mengatasi dampak keterlambatan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai November 2021 dengan hasil akhir penelitian menunjukan terdapat empat jenis pekerjaan yang mengalami persentase keterlambatan terbesar yaitu demolition building, temporary station building facility and maintenance, public utility relocation and protection, serta georadar building work. Faktor yang mendominasi keterlambatan dari jenis pekerjaan tersebut antara lain ketidaksesuaian desain, ketersediaan lahan, dan penundaan memulai pekerjaan.
Model Pelatihan Inovasi Manajemen Biaya Untuk Ketangguhan Usaha UMKM Konstruksi Christiono Utomo; Retno Indriyani; Mohammad Arif Rohman; Cahyono Bintang Nurcahyo; Yusronia Eka Putri
Sewagati Vol 6 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.124 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i4.208

Abstract

UMKM memiliki kepentingan untuk memahami pengelolaan biayadalam hal ketangguhan usaha dan kemampuan keberlangsungan usaha di masa pandemi berupa pengelolaan biaya proyek maupun inovasi manajemen biaya untuk fungsi manajemen perusahaan. Pelatihan menjadi salah satu bentuk penguasaan pengetahuan dan ketrampilan. Selain itu juga dalam bentuk yang lebih umum melalui Webinar yang diberikan pakar manajemen biaya proyek dan perusahaan. Ada 469 peserta dari beragam latar belakang yang sekaligus menjadi responden bagi prioritas konsep inovasi pengelolaan biaya. Melalui analisa deskriptif, didapatkan tiga bentuk inovasi paling penting untuk UMKM, yaitu pengelolaan pengambilan keputusan, manajemen berbasis aktifitas, dan manajemen rantai nilai
Model Pelatihan Kelayakan Proyek Untuk UMKM Konstruksi dalam Pengembangan Usaha Christiono Utomo; Retno Indryani; I Putu Artama Wiguna; Tri Joko Wahyu Adi; M. Arif Rohman; Farida Rachmawati; Cahyono Bintang Nurcahyo; Yusronia Eka Putri
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1538.126 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.508

Abstract

Proyek adalah alat implementasi strategi perusahaan. Pengembangan proyek menjadi usaha untuk mengkaji, mengevaluasi dan memilih prioritas proyek dalam mewujudkan tujuan strategis perusahaan. Modal merupakan utilitas yang terbatas. Diperlukan pengetahuan dan ketrampilan tentang kelayakan proyek termasuk pengelolaan pasar, pembiayaan, dan investasi. UMKM memiliki kepentingan yang sangat kuat untuk memahami kelayakan proyek tersebut dalam hal ketangguhan usaha dan kemampuan pengembangan usaha. Meskipun mempunyai peran penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, UMKM menghadapi banyak hambatan yang mengakibatkan sulit untuk berkembang dan pada kondisi ekstrim bisa mengalami kegagalan usaha. Sebab munculnya masalah salah satu yang terbesar adalah keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengembangkan usaha. UMKM konstruksi dengan karakter padat modal dan padat karya sangat memerlukan peningkatan pemahaman dan kemampuan tersebut. Diharapkan kegiatan dapat berkelanjutan dan menghasilkan rumusan kerjasama pengabdian masyarakat dalam jangka panjang melalui terdesiminasinya keilmuan kelayakan proyek bagi UMKM konstruksi di Surabaya, terutama untuk keilmuan fisibiliti pasar dan fisibiliti keuangan. Keilmuan dan ketrampilan kelayakan proyek dan bisnis yang di berikan dapat membantu usaha memperkuat kemampuan mengembangkan usaha dan keunggulan bersaingnya. Dan dalam jangka panjang mampu menaikkan katagori usahanya dari UMKM ke besar.