Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MODEL PENDIDIKAN PARTISIPATIF EMPAT PILAR BANGSA BAGI INTEGRASI NASIONAL Haryono, Bagus; Sulistyo, Edy Tri; Zuber, Ahmad
Jurnal Komunitas: Research and Learning in Sociology and Anthropology Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa
Publisher : Jurnal Komunitas: Research and Learning in Sociology and Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan partisipatif tentang empat pilar bangsa pada masyarakat akar rumput. Penelitian ini dilakukan di Sudiroprajan. Penelitian dirancang menerapkan Participatory Action Research, dengan siklus planning, act, observe, dan reflection. Integrasi dianalisis dengan fungsionalisme struktural, sebatas Cina-Jawa, dan sebatas variabel tingkat pengamalan 4 pilar bangsa.  Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui gambar dan tulisan yang mereka tuangkan dalam media mural, penelitian menunjukkan bahwa mereka memahami isi 4 pilar bangsa (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI) dan merepresentasikan pengamalan dan penghayatannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui mural, selain menjadikan tembok tampak terawat, terlihat bersih dan enak dipandang, juga dapat mengaktualisasikan pesan asimilasi alamiah di kampung Mbalong menjadi representasi bahwa mereka tidak lagi mempermasalahkan etnisitas, mampu mereduksi ikatan primordialisme, menguatkan persatuan, nasionalisme, dan mengokohkan integrasi nasional. AbstractThis study aims to develop a participatory education model for educating four nation pillars in grassroots level. The research was concluded in Sudiroprajan Surakarta using participatory action research. The result shows that throught mural citizen can express their understanding of four nation pillars concern on the form of mural drawings and writings indicate that they understanding the content and practice the four nation pillars (Pancasila, the 1945 Constitution, Unity in Diversity, The Unity State Republic of Indonesia) in the everyday life. The murals do not only make the walls clean and pleasing. They also can actualize the message of natural assimilation. This is illustrated in Mbalong mural which suggests an idea that ethnicity there, is not longer a problem, that they can reduce primordial ties, strengthen unity, nationalism, and the national integration.  © 2013 Universitas Negeri Semarang
MODEL PENDIDIKAN PARTISIPATIF EMPAT PILAR BANGSA BAGI INTEGRASI NASIONAL Haryono, Bagus; Sulistyo, Edy Tri; Zuber, Ahmad
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v5i2.2742

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan partisipatif tentang empat pilar bangsa pada masyarakat akar rumput. Penelitian ini dilakukan di Sudiroprajan. Penelitian dirancang menerapkan Participatory Action Research, dengan siklus planning, act, observe, dan reflection. Integrasi dianalisis dengan fungsionalisme struktural, sebatas Cina-Jawa, dan sebatas variabel tingkat pengamalan 4 pilar bangsa.  Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui gambar dan tulisan yang mereka tuangkan dalam media mural, penelitian menunjukkan bahwa mereka memahami isi 4 pilar bangsa (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI) dan merepresentasikan pengamalan dan penghayatannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui mural, selain menjadikan tembok tampak terawat, terlihat bersih dan enak dipandang, juga dapat mengaktualisasikan pesan asimilasi alamiah di kampung Mbalong menjadi representasi bahwa mereka tidak lagi mempermasalahkan etnisitas, mampu mereduksi ikatan primordialisme, menguatkan persatuan, nasionalisme, dan mengokohkan integrasi nasional. AbstractThis study aims to develop a participatory education model for educating four nation pillars in grassroots level. The research was concluded in Sudiroprajan Surakarta using participatory action research. The result shows that throught mural citizen can express their understanding of four nation pillars concern on the form of mural drawings and writings indicate that they understanding the content and practice the four nation pillars (Pancasila, the 1945 Constitution, Unity in Diversity, The Unity State Republic of Indonesia) in the everyday life. The murals do not only make the walls clean and pleasing. They also can actualize the message of natural assimilation. This is illustrated in Mbalong mural which suggests an idea that ethnicity there, is not longer a problem, that they can reduce primordial ties, strengthen unity, nationalism, and the national integration.  © 2013 Universitas Negeri Semarang
ESTIMASI PARAMETER INTEGRASI SOSIAL SUKU TIONGHOA-JAWA DI YOGYAKARTA DAN SURAKARTA: PENGEMBANGAN HYBRID MODEL Haryono, Bagus
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2011)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.169 KB) | DOI: 10.21831/pep.v15i2.1098

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan hybrid model Integrasi Sosial pada 333 responden suku Tionghoa-Jawa di YK dan SKA. Hybrid model di YK, SKA, YK-SKA dengan LISREL 8.80 ditemukan 7, 8 dan 6 jumlah pengaruh dengan t signifikan. Namun structural model di YK lebih baik, dibandingkan SKA ataupun YK-SKA dalam menjelaskan Simpati sebesar (79%); (56%) dan (64%), Aksi (94%); (59%) dan (79%), dan Integrasi Sosial (90%); (75% ) dan (83%). Pengaruh Simpati paling kuat (0,68) menentukan Integrasi Sosial, diikuti oleh SES (0,60), Pen-didikan Nilai Demokrasi/PND (0,33) dan Aksi (0,31). Pengaruh Simpati (0,78), PND (0,75) dan Aksi (0,46) terkuat di YK. SES terkuat pengaruhnya di SKA (0,73). Overall measurement model di YK-SKA ditemukan fit, valid dan reliabel sebagai indikator multidimensi. Multi-factors within construct error covariance measure-ment model di YK (ketika mengukur Integrasi Sosial), sedangkan di SKA (ketika mengukur PND dan Aksi). Kata kunci: estimasi parameter, integrasi sosial, hybrid model______________________________________________________________THE ESTIMATION ON THE PARAMETERS OF SOCIAL INTEGRATION OF CHINESE-JAVANESE ETHNIC GROUPS IN YOGYAKARTA AND SURAKARTA: THE DEVELOPMENT OF A HYBRID MODEL Abstract This study aims to develop a hybrid model of social integration on 333 respondents of Chinese-Javanese in YK and SKA. The hybrid model in YK, SKA, and YK-SKA using LISREL 8.80 found 7, 8, and 6 effects with significant t. The structural model in YK, SKA and YK-SKA explains Sympathy as much as 79%, 56%, and 64%, Action (94%, 59%, 79%), and Social Integration (90%, 75%, 83%). The strongest effect of Sympathy (0.68) determines Social Integration, followed by SES (0.60), Democratic Value Education (0.33), and Action (0.31). The total effects of Sympathy (0.78), DVE (0.75), and Action (0.46) on Social Integration are the strongest in YK and SES on Social Integration is the strongest in SKA (0.73). The overall measurement model in YK-SKA is found to be fit, valid, and reliable as indicators of multidimension. The multi-factors within construct error covariance measurement are found in YK (when measuring Sosial Integration) and SKA (when measuing DVE and Action)Keywords: parameter estimation, social integration, hybrid model
Conflict Resolution Between of Renda Villagers and Ngali, Belo Subdistrict, Bima Regency of The Province of West Nusa Tenggara (NTB) ., Arihan; Zuber, Ahmad; Haryono, Bagus
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 2 (2018): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.345 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v6i2.23236

Abstract

ABSTRACTThe conflict between villages in Bima Regency involves large masses and have the same identity. Equally the muslim,   Tribes of mbojo, and the same Maja labo dahu Cultural. The conflict between the village of Renda  with  Ngali  village in district of Belo Bima Regency forms the social solidarity which the massif of fellow  villagers. The results of this research show that; Conflicts between villagers backed by the communal nature of a sense of revenge due to the pride of the villagers who were disturbed by the actions of the other villagers that violates the values, norms and ethics prevailing in the village of Renda and Ngali village, conflict resolution  process  between  villagers Renda and Ngali through several  stages; First, the kesepakan is reached  through  Deliberation  and  Consensus  with upholding a culture of Maja  Labo Dahu.  Second, the settlement  based on chronological events, the conflict ended by itself when the outcome of the conflict was balanced, it is likely to be temporary. Thirdly,maintenance of peace with the reconciliation of the regional Government of Bima. A form of conflict resolution with the customary approach of deliberation  and  Consensus, approach  local wisdom  Maja labo dahu Culture  followed by  determination of the sanctions for the perpetrators of the violations. Conflict Research  Development  measures is urgently needed to bring about the integrity of the nation›s peaceful and prosperous future.Keywords: Ndempa Ndiha traditions, conflict resolution, reconciliation,between villagesABSTRAKKonflik antar desa di Kabupaten Bima melibatkan massa yang berjumlah besar, sementara masyarakat memiliki kesamaan latar belakang identitas. Penduduk kabupaten Bima berpenduduk muslim, Suku Mbojo dengan menggunakan bahasa Bima, dan menganut budaya Maja labo dahu. Konflik yang berlangsung diantara desa Renda dengan desa Ngali di kecamatan Belo Kabupaten Bima terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; Konflik antar desa dilatarbelakangi sifat komunal dari rasa dendam akibat harga diri masyarakat desa yang terganggu oleh tindakan dari warga desa lain yang dianggap melanggar nilai, norma dan etika yang berlaku di desa Renda dan Ngali, proses resolusi konflik antar masyarakat desa Ngali dan Renda melalui beberapa tahap; pertama, tercapai kesepakan damai melalui Musyawarah dan Mufakat dengan menjunjung tinggi nilai Budaya Maja labo dahu. Kedua, penyelesaian berdasarkan kronologis kejadian, konflik berakhir dengan sendirinya ketika hasil konflik berimbang, hal ini cenderung bersifat sementara. Ketiga, pemeliharaan perdamaian dengan rekonsiliasi dari pemerintah daerah Bima. Bentuk resolusi konflik dengan pendekatan adat Musyawarah dan Mufakat (Mbolo ro dampa), pendekatan kearifan lokal Budaya Maja labo dahu yang diikuti dengan penetapan sanksi bagi pelaku pelanggaran. Langkah Pengembangan penelitian konflik sangat dibutuhkan untuk mewujudkan keutuhan bangsa yang damai dan sejahtera kedepanya.Kata kunci: Resolusi Konflik, Tradisi Ndempa Ndiha, Rekonsiliasi, Konflik antar desa
Self-Presenting, Performance, And The Appearance Of Sales Promotion Girls (SPG) In The Car Dealer PT. Toyota Merdeka Motor (TOYOTA) Soreang Bandung District Suminar, Ratna; Devi Sakuntalawati, Ratna; Haryono, Bagus
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 4 No. 5 (2023): October 2023 ( Indonesia - Nigeria )
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v4i5.707

Abstract

Analysis Study on Self-Presenting, Performance, and Appearance of Sales Promotion Girls (SPG) at Toyota Car Dealer Soreang, Bandung Regency. The objectives of this study are (1) To find out the selfpresenting (stage setting) of Sales Promotion Girls (SPG) at PT Toyota Merdeka Motor Soreang BandungRegency, (2) To find out the performance of Sales Promotion Girls (SPG) at PT Toyota Merdeka MotorSoreang Bandung Regency, (3) To find out the appearance of Sales Promotion Girls (SPG) at PT Toyota Merdeka Motor Soreang Bandung Regency. This research uses a descriptive qualitative method with a purposive sampling technique. The data is collected by conducting observation and document research techniques. The informants used in this study as the main sources are sales promotion girls and as keyinformation namely, the Women Dealer Supervisor of PT Toyota. Data analysis techniques used are Milles and Huberman's interactive model with data collection, data reduction, data presentation, and conclusiondrawing. The research analysis technique uses data triangulation. The results showed that the selfpresenting, performance, and appearance of sales promotion girls as follows (1) Self-presenting / selfpresentation of an SPG namely physical and mental appearance, polite and friendly behavior, goodcommunication skills, physical and mental endurance, professional, creative, understanding everything about the products. (2) Performance of an SPG, namely how to make the consumers sympathize, findcommon interests and hobbies, become a helping angel and a good listener in order to find a solution for consumers, and customer service for a positive impression on consumers. (3) Neat appearance, thick makeup, tight clothes, different perfumes every day, other supports are iPhone mobile phones, alexandercristie watches, Rolex, 4-wheeled vehicles as appearance support, (4) backstage spg, rarely socialize withthe community, introvert, prefers to be lazy, dressing as is, when at home wearing a negligee and no makeup. It can be seen that the self-presenting done by PT Toyota's car sales promotion girls shows a difference when in front of the stage and backstage. When in front of the stage, the SPGs are very concerned about their performance and appearance as a form of the self-image of an SPG who is friendly, warm, and beautiful. Whereas it is very different when they are backstage when they are not working, the SPGs are more closed so that they rarely socialize with the community, are lazy to do activitiesoutside/inside the house, do not pay attention to their appearance, and do not wear makeup.
Resolusi Konflik Komunal dengan Pendekatan Budaya Maja La’bo Dahu Antara Warga Desa Ngali Dan Renda Kecamatan Belo, Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Arihan, A; Zuber, Ahmad; Haryono, Bagus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik antara desa yang terjadi di Kabupaten Bima menarik untukdianalisis secara sosiologis, karena melibatkan massa yang berjumlahbesar dan memiliki kesamaan identitas Agama, Suku Mbojo, danBudaya yang sama Maja labo dahu, bahkan masih memiliki hubungankekerabatan yang masih dekat. Konflik desa Ngali dengan Desa Rendadi kecamatan Belo Kabupaten Bima membentuk Solidaritas socialyang massif sesama warga desa. Penelitian bertujuan untukMendeskripsikan Proses Resolusi konflik Antar warga desa Ngali dandesa Renda Kecamatan Belo Kabupaten Bima, dengan pendekatanbudaya maja lab’bo dahu, melalui teori konflik Lewis A. Coser dalamkonsep Solidaritas Sosial dan katup Penyelamat sosial (Savety-Valve),resolusi konflik dalam konsep Katup Penyelamat yaitu mendeteksipotensi dan menghindari konflik yang mengarah pada objek aslinya.Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Sumber data wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.Pemilihan informan dengan teknik purposive sampling diklasifikasiberdasarkan Pengaruh, dan Peranan dalam Resolusi konflik. Validitasdata dengan teknik triangulasi sumber, Data dianalisis dengan modelanalisis interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa; Proses resolusi konflik antar masyarakat desaNgali dan Renda dilakukan melalui beberapa tahap; pertama,Tercapai kesepakan damai melalui Musyawarah dan Mufakat denganmenjunjung tinggi nilai Budaya Maja labo dahu. Kedua, penyelesaianberdasarkan kronologis kejadian, konflik berakhir dengan sendirinyaketika hasil konflik berimbang, dan mendapat tekanan dari kepolisian,pada tahap ini cenderung bersifat sementara. Ketiga, pemeliharaanperdamaian dengan tindakan rekonsiliasi dari pemerintah kecamatanBelo dan daerah Bima. Proses resolusi konflik dengan pendekatanadat Musyawarah dan Mufakat (Mbolo ro dampa), pendekatankearifan lokal Budaya Maja labo dahu yang diikuti dengan penetapansanksi bagi pelaku pelanggaran. pendekatan hukum oleh pihakkepolisian dengan adil dan merata. Konflik antar desadilatarbelakangi sifat komunal dari rasa dendam akibat harga diri(Superior) desa yang terganggu oleh tindakan dari warga desa lain(Inferior) yang dianggap melanggar nilai norma dan etika yangberlaku di desa yang berkonflik. Katup pengaman (safety valve)konsep Coser merupakan budaya dan lembaga hukum itu sendiri.Langkah Pengembangan penelitian konflik sangat dibutuhkan untukmewujudkan keutuhan bangsa yang damai dan sejahtera kedepanya.
Pengaruh Tingkat Pengawasan Orang Tua Terhadap Perilaku Seks Pranikah Siswa SMA di Karanganyar Putri, Cynthia Dewi Sudarno; Haryono, Bagus; Slamet, Yulius
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menyelidiki pengaruh antara tingkatpengawasan orang tua terhadap perilaku seks pra nikah siswasekolah menengah atas (SMA). Metode penelitian yang digunakanadalah penelitian kuantitatif dengan analisis deskripsi korelasional.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Karanganyar,SMAN 2 Karanganyar, SMAN Karangpandan, SMAN Kerjo, SMANKebakkramat tahun pelajaran 2016/2017. Pengambilan sampeldilakukan secara Multi stage Random Sampling, yang dijadikansampel dalam penelitian ini sebanyak 98 siswa. Pengumpulan datadilakukan dengan menggunakan instrumen angket. Analisis datamenggunakan teknik regresi linier berganda. Berdasarkan hasilpenelitian dapat diketahui ada pengaruh yang signifikan antaratingkat pengawasan orang tua terhadap Perilaku Seks Pra NikahSiswa, dengan besarnya pengaruh (X1 terhadap Y) sebesar 14,7% ,dan sisanya sebesar 85,3% dipengaruhi variabel lain diluarpenelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KETERBATASAN LAHAN DAN KETERBATASAN EKONOMI DENGAN KETAHANAN PANGAN PETANI DI DESA TEDUH DI ERA PENDEMI COVID-19 Putra, Muhlis Adi; Haryono, Bagus
Jurnal Inen Paer (JIP) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Inen Paer Edisi Juni
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v1i2.646

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara keterbatasan lahan dan keterbatasan ekonomi dengan ketahanan pangan petani yang berada di Desa Teduh di era Covid-19. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori masyarakat resiko Ulrich Beck. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif berjenis eksplanatif. Data dikumpulkan melalui survei. Populasi penelitian ini adalah petani Desa Teduh, Kecamatan Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat sebanyak 698 orang. Sampel diambil secara random sampling sebanyak 30 orang. Data dianalisis menggunakan pearson product moment sederhana dan ganda dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan pada α=0,05 antara keterbatasan lahan dan keterbatasan ekonomi sebesar -0,765; hubungan antara keterbatasan lahan dengan ketahanan pangan sebesar 0,023; hubungan secara bersama-sama antara keterbatasan lahan dan kerentanan ekonomi dengan ketahanan pangan sebesar 59,1 %. Sisanya sebesar 40,9 % merupakan pengaruh variabel lain di luar model. Hasil menarik penelitian ini pada saat pandemi covid-19 semakin tingginya resiko ketahanan pangan, disertai kerusakan komoditas menjadikan pendapatan petani kian menurun, dan terganggunya keseimbangan pengeluaran dan pendapatan, terbukti telah mengakibatkan melemahkan ketahanan pangan yang terwujud dalam perubahan pada pola makan petani mereka. Teori masyarakat resiko makin menegaskan bahwa semakin terbatasnya lahan petani dan kerentanan ekonomi, terbukti semakin beresiko pada melemahnya ketahanan pangan mereka.