Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Isamic Communication Journal

PERAN OPINION LEADER DALAM SISTEM DAKWAH (Analisis Difusi Jaringan Komunikasi) Hasanah, Hasyim
Islamic Communication Journal Vol 2, No 2 (2017): Edisi Juli-Desember
Publisher : Islamic Communication Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to explain the role of opinion leader in dakwah activities through the analysis of communication network diffusion. This paper uses a descriptive qualitative method, with a network analysis approach. The results showed that opinion leaders playan important role in accelerating and slowing the process of diffusion of dakwah information. The higher the ability of people to influence others, the higher the effort also in influencing behavior changes that  occur in  that  person.  This is because  the  opinion  leader has the characteristic of making himself a media through innovation into society as a social system. An opinion leader also becomes a reference for media behavior (media behavior). That is, when the opinion leader is a Dai, he is a information disseminator of dakwah information that makes himself as one of the media forming behavior to change the order of values, attitudes, and behavior of people in a systematic and structured. Double role of a Dai to achieve social system changes and realize the life of the people who Sallam, hasanah, and thayyibah, and getting of Ridho Allah SWT.---------------------------------------------------------------------------------------Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peran opinion leader dalam dakwah Islam melalui analisis difusi jaringan komunikasi. Tulisan ini menggunaakan metode kualitatif  deskriptif  dengan  pendekatan analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemimpin opini memegang peranan penting dalam mempercepat maupun memperlambat proses difusi informasi dakwah. Semakin tinggi kemampuan orang mempengaruhi orang lain, maka akan semakin tinggi pula usahanya dalam memengaruhi perubahan perilaku yang terjadi pada orang tersebut. Hal ini dikarenakan opinion leader memiliki karakteristik menjadikan dirinya sebagai media lewatnya  inovasi  ke dalam masyarakat sebagai  sebuah  sistem  sosial.  seorang opinion leader juga menjadi rujukan bagi perilaku media (media behavior). Artinya, ketika opinion leader adalah  seorang  dai,  maka  ia merupakan penyebar informasi  dakwah yang menjadikan dirinya sebagai salah satu media pembentuk perilaku untuk mengubah tatanan nilai, sikap, dan perilaku umat secara sistematis dan terstruktur.  Peran ganda seorang dai guna mencapai perubahan sistem sosial dan mewujudkan kehidupan umat yang salam, hasanah dan thayyibah serta memperoleh ridha Allah SWT.
PERAN OPINION LEADER DALAM SISTEM DAKWAH (Analisis Difusi Jaringan Komunikasi) Hasanah, Hasyim
Islamic Communication Journal Vol 2, No 2 (2017): Edisi Juli-Desember
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2017.2.2.2168

Abstract

This paper aims to explain the role of opinion leader in dakwah activities through the analysis of communication network diffusion. This paper uses a descriptive qualitative method, with a network analysis approach. The results showed that opinion leaders playan important role in accelerating and slowing the process of diffusion of dakwah information. The higher the ability of people to influence others, the higher the effort also in influencing behavior changes that  occur in  that  person.  This is because  the  opinion  leader has the characteristic of making himself a media through innovation into society as a social system. An opinion leader also becomes a reference for media behavior (media behavior). That is, when the opinion leader is a Dai, he is a information disseminator of dakwah information that makes himself as one of the media forming behavior to change the order of values, attitudes, and behavior of people in a systematic and structured. Double role of a Dai to achieve social system changes and realize the life of the people who Sallam, hasanah, and thayyibah, and getting of Ridho Allah SWT.---------------------------------------------------------------------------------------Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peran opinion leader dalam dakwah Islam melalui analisis difusi jaringan komunikasi. Tulisan ini menggunaakan metode kualitatif  deskriptif  dengan  pendekatan analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemimpin opini memegang peranan penting dalam mempercepat maupun memperlambat proses difusi informasi dakwah. Semakin tinggi kemampuan orang mempengaruhi orang lain, maka akan semakin tinggi pula usahanya dalam memengaruhi perubahan perilaku yang terjadi pada orang tersebut. Hal ini dikarenakan opinion leader memiliki karakteristik menjadikan dirinya sebagai media lewatnya  inovasi  ke dalam masyarakat sebagai  sebuah  sistem  sosial.  seorang opinion leader juga menjadi rujukan bagi perilaku media (media behavior). Artinya, ketika opinion leader adalah  seorang  dai,  maka  ia merupakan penyebar informasi  dakwah yang menjadikan dirinya sebagai salah satu media pembentuk perilaku untuk mengubah tatanan nilai, sikap, dan perilaku umat secara sistematis dan terstruktur.  Peran ganda seorang dai guna mencapai perubahan sistem sosial dan mewujudkan kehidupan umat yang salam, hasanah dan thayyibah serta memperoleh ridha Allah SWT.
Communications skill and virtual micro-guiding: Competency development strategies for Hajj guides in Islamic universities Hasanah, Hasyim; Anas, Ahmad; Silvi, Firda Aricha; Nurbini
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.2.26284

Abstract

This study is motivated by the importance of developing the competency of candidate Hajj ritual guides, amidst the high interest in going to the Hajj, but not supported by the availability of competent resources to guide the congregation. On the other hand, the format for competency development in Islamic colleges is still not uniform, so an ideal competency development strategy based on communication skills and virtual micro-guiding is needed. This study aims to describe and analyze communication skills and virtual micro-guiding as a strategy for developing the competency of candidate professional Hajj ritual guides. This study is operationalized through qualitative analysis of critical interaction models. Data was collected from 87 candidate Hajj guides in the Department of Hajj and Umrah Management. The data results are in the form of persuasive communication practices, virtual micro-guiding from the results of in-depth interviews, and documentation studies. This study found a form of skill consisting of persuasive communication and therapeutic communication. The virtual micro-guiding form is operationalized with virtual group guiding, support group, group counseling, and teaching group devices. The implications of persuasive and therapeutic communication skills are directed at efforts to understand the Hajj ritual. Meanwhile, the implications of virtual micro-guiding are one of the national policies in developing competencies by implementing a conducive communication environment. This is the first study to examine communication skills and virtual micro-guiding as competency development strategies for hajj guides. ***** Studi ini dilatarbelakangi pentingnya pengembangan kompetensi calon pembimbing manasik haji, ditengah animo pergi haji yang masih tinggi, namun tidak didukung ketersediaan sumber daya kompeten untuk membimbing jemaah. Di sisi lain, format pengembangan kompetensi di Perguruan Tinggi Islam masih tidak seragam, sehingga dibutuhkan strategi ideal pengembangan kompetensi berbasis keterampilan komunikasi dan virtual micro-guiding. Studi ini bertujuan mendeskripsikan serta menganalisis keterampilan komunikasi dan virtual micro-guiding sebagai strategi pengembangan kompetensi calon pembimbing manasik haji profesional. Studi ini dioperasionalkan melalui analisis kualitatif model interaksi kritis. Data dihimpun dari calon pembimbing haji di Prodi Manajemen Haji Umrah sebanyak 87 orang. Hasil data berupa praktek komunikasi persuasif, virtual micro-guiding dari hasil wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Studi ini menemukan bentuk keterampilan yang terdiri dari komunikasi persuasif dan komunikasi terapiutik. Bentuk virtual micro-guiding dioperasionalkan dengan perangkat kelompok bimbingan virtual, kelompok dukungan, kolompok konseling, dan kelompok pengajaran. Implikasi keterampilan komunikasi persuasive dan terapiutik diarahkan pada usaha pemahaman ritualistic haji. Sedangkan implikasi virtual micro-guiding menjadi salah satu kebijakan nasional dalam pengembangan kompetensi dengan penerapan lingkungan komunikasi yang kondusif. Ini adalah studi pertama yang mengkaji keterampilan komunikasi dan bimbingan mikro virtual sebagai strategi pengembangan kompetensi pembimbing haji.