Articles
BABY SMOKER: PERILAKU KONSUMSI ROKOK PADA ANAK DAN STRATEGI DAKWAHNYA
Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Sawwa: Jurnal Studi Gender dan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.168 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v9i2.635
Anak merokok merupakan fenomena yang dianggap wajar oleh sebagian besar orang tua. Anak merokok dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan karena banyak faktor, diantaranya faktor yang berÂsifat internal maupun eksternal, baik karena watak keÂbiasaÂan, maupun pengaruh dari lingkungan khususnya media massa. Pada beberapa kasus anak merokok memiliki dampak negative dalam perkembangan kehidupannya diantaranya efek berupa sakit fisik maupun psikologis, dan perilaku malasuai. Kondisi ini perlu diminimalisir agar perilaku merokok anak dapat diÂminiÂmaÂliÂsir. Salah satu upaya yang diduga dapat dilakukan untuk mengurangi peningkatan perilaku merokok adalah dengan upaya dakwah Islam dengan mengoptimalkan bentuk kegiatan dakwah yaitu irsyad, tabligh, tadbir, dan tathwir.
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK DALAM RUMAH TANGGA PERSPEKTIF PEMBERITAAN MEDIA
Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : Sawwa: Jurnal Studi Gender dan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.055 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v9i1.671
Informasi yang disajikan media secara nyata mampu mengkonstruksi relasi gender di masyarakat. Pemberitaan media bukan sekadar memberitakan peristiwa kekerasan. Ada keÂcenderungan media melakukan konstruksi realitas atas tindak kekerasan yang dialami masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Secara kualitatif, proses konstruksi realitas sosial keÂkerasan mempengaruhi citra publik khususnya di kalangan keluarga, masyarakat, elit maupun akademisi untuk segera memberikan informasi tindak kekerasan, faktor penyebab serta dampak kekerasan. Selanjutnya, proses ini dapat memÂpeÂngaruhi kebijakan dan strategi penyelesaian tindak kekerasan khususnya terhadap perempuan dan anak. Meski media berÂsikap netral ternyata fakta yang ditampilkan dalam pem-beritaan mengkonstruksi perempuan dan anak menjadi korban tindak kekerasan, sehingga muncul dinamika psiko-sosiologis tertentu. Opini dan peran media yang dirasa cukup besar dalam mengkonstruksi realitas secara sosial belum mampu meberikan kontribusi yang optimal terhadap penyeÂlesaian kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
PEREMPUAN, JERAT NARKOBA DAN STRATEGI DAKWAHNYA
Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2012): April 2012
Publisher : Sawwa: Jurnal Studi Gender dan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.708 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v7i2.649
Narkoba merupakan problem sosial yang kian hangat diperbincangkan. Berbagai peristiwa ramai menghiasi layar kaca dan menjadi headline news di media massa. Ironinya, perempuanlah yang banyak memainkan peran masuk dalam jerat narkoba, mulai dari kurir, pengedar, pemakai bahkan yang lebih memÂprihatinkan banyak nyawa perÂempuÂan meÂlayang. Diduga kuat, terjeratnya perempuan dalam jerat narkoba dikarenakan faktor psikologis dan ekoÂnomis. Pemenuhan kebutuhÂan yang semakin komÂpleks dan kemiskinan yang dialami sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya perempuan sebagai pelaku domistik dalam keluarga menjadi salah satu penyebab mereka terÂjebak dalam jerat narkoba. Iming-iming terbebas dari masalah, menÂdapatkan kesenangan, penghasilan yang besar menÂjadi faktor perempuan terjebak dalam jerat narkoba. Bagi seÂbagian perempuan, masuk dalam jerat narÂkoba mendatangkan untung yang menjanjiÂkan, namun di balik itu semua, hukuman bahkan ancamÂan keÂmatian ada di sekitar mereka. Untuk dapat meÂminimalisir keÂcenÂderungÂÂÂan perempuan masuk dan terÂlibat dalam jerat narÂkoba, maka diperlukan straÂtegi dawah yang tepat, model dakwah yang dapat meÂnyentuh aspek psikologis dan memÂberikan landasan pedoman kehidupan yang jelas dan maÂtang.
Aktualisasi Self-concept dalam Mewujudkan Tujuan Dakwah (Pendekatan Psikologi Dakwah)
Hasanah, Hasyim
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 12, No 23 (2013)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (369.047 KB)
|
DOI: 10.18592/alhadharah.v12i23.1765
This article discusses the actualisation of self-concept in achieving the goals of dakwah through psychological approach. Dakwah is a process of total Islamisation through a series of activities involving transformation, transmission and diffusion of Islamic values and teachings. Dakwah aims at disseminating, developing, explaining and transmitting Islamic values to the individual in order to achieve happiness. This goal can be achieved by developing the human personality through the actualisation of the self-concept as an important part of the human personality to achieve happiness. Self-concept as a description of a person about himself integrated with the combination of physical, psychological, social, emotional, aspirational, and religious beliefs and accomplishments to be achieved. A person with a positive self-concept will be able to direct themselves optimally to achieve the dakwah objectives, namely salvation and happiness in the world and the hereafter.
PERAN OPINION LEADER DALAM SISTEM DAKWAH (Analisis Difusi Jaringan Komunikasi)
Hasanah, Hasyim
Islamic Communication Journal Vol 2, No 2 (2017): Edisi Juli-Desember
Publisher : Islamic Communication Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This paper aims to explain the role of opinion leader in dakwah activities through the analysis of communication network diffusion. This paper uses a descriptive qualitative method, with a network analysis approach. The results showed that opinion leaders playan important role in accelerating and slowing the process of diffusion of dakwah information. The higher the ability of people to influence others, the higher the effort also in influencing behavior changes that  occur in that  person.  This is because  the  opinion leader has the characteristic of making himself a media through innovation into society as a social system. An opinion leader also becomes a reference for media behavior (media behavior). That is, when the opinion leader is a Dai, he is a information disseminator of dakwah information that makes himself as one of the media forming behavior to change the order of values, attitudes, and behavior of people in a systematic and structured. Double role of a Dai to achieve social system changes and realize the life of the people who Sallam, hasanah, and thayyibah, and getting of Ridho Allah SWT.---------------------------------------------------------------------------------------Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peran opinion leader dalam dakwah Islam melalui analisis difusi jaringan komunikasi. Tulisan ini menggunaakan metode kualitatif  deskriptif  dengan  pendekatan analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemimpin opini memegang peranan penting dalam mempercepat maupun memperlambat proses difusi informasi dakwah. Semakin tinggi kemampuan orang mempengaruhi orang lain, maka akan semakin tinggi pula usahanya dalam memengaruhi perubahan perilaku yang terjadi pada orang tersebut. Hal ini dikarenakan opinion leader memiliki karakteristik menjadikan dirinya sebagai media lewatnya  inovasi  ke dalam masyarakat sebagai  sebuah  sistem  sosial.  seorang opinion leader juga menjadi rujukan bagi perilaku media (media behavior). Artinya, ketika opinion leader adalah seorang dai, maka  ia merupakan penyebar informasi  dakwah yang menjadikan dirinya sebagai salah satu media pembentuk perilaku untuk mengubah tatanan nilai, sikap, dan perilaku umat secara sistematis dan terstruktur.  Peran ganda seorang dai guna mencapai perubahan sistem sosial dan mewujudkan kehidupan umat yang salam, hasanah dan thayyibah serta memperoleh ridha Allah SWT.
Implikasi Psiko-Sosio-Religius Tradisi Nyadran Warga Kedung Ombo Zaman Orde Baru
Hasanah, Hasyim
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/wa.v3i2.1142
AbstrakNyadran merupakan salah satu bentuk ritual sosial keagamaan masyarakat (khususnya) Jawa, biasa dilakukan menjelang bulan Ramadhan. Nyadran sebagai sebuah peristiwa sejarah yang menjadi tradisi, memiliki makna filosofis yang sangat beragam bagi masing-masing komunitas warga masyarakat. Variasi pemaknaan nyadran tergantung dari mana orang memahaminya. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis implikasi psiko-sosio-religius tradisi nyadran warga Kedung Ombo zaman Orde Baru dalam tinjauan filsafat sejarah pragmatis. Penggunaan filsafat sejarah pragmatis berupaya menggali nilai-nilai moral sejarah yang meliputi perubahan, perkembangan, dan kemajuan nilai moral peristiwa sejarah. Untuk mendapatkan gambaran menyeluruh, maka penulis mempergunakan metode induktif. Data diperoleh melalui wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kerangka kerja filsafat sejarah pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, a) Praktik nyadran warga Kedung Ombo baru dilakukan pada masa orde baru tahun 1987, sebagai reaksi atas pembangunan Waduk Kedung Ombo; b) Nyadran bagi warga sekitar Waduk Kedung Ombo memiliki implikasi psikologis berupa respon emosional positif dalam bentuk penerimaan, kesadaran, dan semangat bertahan hidup menghadapi bencana kelaparan; c) Implikasi sosiologis tradisi nyadran memunculkan rasa solidaritas sosial sebagai wujud penghormatan kepada para leluhur; d) implikasi religius merupakan ungkapan rasa syukur atas karunia Tuhan.Keywords: Nyadran, filsafat sejarah pragmatis, implikasi psiko-sosio-religius
PENGGUNAAN JILBAB BAGI POLWAN PERSPEKTIF PEMBERITAAN HARIAN REPUBLIKA EDISI JUNI-DESEMBER 2013
Munawaroh, Riyadhotul;
Wulandari, Rustini;
Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.528 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v12i1.1468
Fokus penelitian pada pemberitaan penggunaan jilbab bagi polisi wanita dalam Surat Kabar Harian Republika, dengan jenis berita straight news. Penelitian bertujuan untuk mengeÂtahui, mendeskripsikan, dan menganilisis konstruksi wacana Surat Kabar Harian Republika mengenai pemÂberitaan pengÂÂÂÂgunaan jilbab bagi polisi wanita. Penelitian ini mengÂgunaÂÂkan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana Teun A van Dijk. Teknik pengumpulan data peÂnelitian mengÂgunakÂan dokumentasi teks berita dalam Surat Kabar Harian Republika edisi Juni-Desember 2013. Penelitian menghasilkan simpulan mengenai konstruksi wacana dalam pemberitaan pengÂgunaan jilbab polwan yaitu, pertama, ReÂpublika tidak seÂtuju saat Kapolri belum mengizinkan penggunaan jilbab polwan, alasannya bertolak belakang dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan perintah agama untuk menutup aurat. Kedua, Republika mendukung sikap Kapolri saat memberi izin secara lisan kepada polwan untuk berjilbab dan menghendaki segera ada peraturan yang memperkuat kebijakan. Ketiga, Republika tidak setuju adanya peraturan penundaan penggunaan jilbab polwan, menganggap ganjil keÂbijakan tersebut, dan meÂmandang terdapat kelompok antiÂjilbab di tubuh kepolisian. Republika terlihat mengharapÂkan polwan dapat bebas berÂjilbab saat bertugas tanpa perlu mengkhawatirkan adanya teguran. Hal tersebut terlihat dari pemilihan narasumber berita yang kebanyakan memiliki harapÂan sama dengan Republika. Kutipan wawancara narasumber yang menginginkan polwan berjilbab diberi porsi lebih banyak dan ada yang diletakkan pada awal serta akhir berita. Penulis memberikan saran bagi wartawan untuk lebih berimbang dalam meyajikan berita, baik dari pemilihan narasumber, peletakan kutipan wawanÂcara, maupun pengambilan sudut pandang, agar tidak terlihat berpihak dan menjadi berita provokasi. Penulis memberi rekomendasi kepada Polri untuk memasukkan jilbab dalam standard operating procedure seragam dinas kepolisian. Hal tersebut dimaksudkan agar polisi wanita tidak terlalu lama meÂÂnunggu Parlemen meÂnyeÂtujui anggaran penyediaan jilbab, karena menutup aurat menjadi hak yang dilindungi konstitusi. Bagi DPR, seharusnya membuat kebijakan atau undang- undang yang menjamin penggunaan jilbab dan berlaku di tingÂkat nasional
PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN: Sebuah Strategi Mencegah Berbagai Resiko Masalah Reproduksi Remaja
Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.404 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v11i2.1456
Tulisan ini mendeskripsikan tentang strategi penanganan kasus kekerasan seksual pada perempuan melalui pemahaman kesehatan reproduksi bagi perempuan. Kesehatan reproduksi merupakan suatu kondisi sehat pada semua sistem organ, fungsi, dan proses reproduksi. Islam memiliki sikap sangat hati-hati terhadap upaya mencapai kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi amat penting untuk dilakukan, mengingat masih banyak remaja tidak memiliki pengetahuan yang akurat mengenai kesehatan reproduksi. Pendidikan tersebut juga diperlukan agar remaja dapat menghindari perilaku seks yang beresiko, yang membahayakan kesehatan reproduksi dan seksualnya. Pemahaman terhadap kesehatan reroduksi bagi remaja juga berfungsi sebagai strategi untuk menghindari tindak kekerasan seksual pada remaja.
PENGUATAN HAK ASASI PEREMPUAN DAN KESETARAAN GENDER MELALUI DIALOG WARGA
Umriana, Anila;
Fauzi, Moh.;
Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.506 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v12i1.1467
Tulisan ini menjelaskan penguatan hak asasi perempuan dan keÂsetaraan gender melalui dialog warga di kelurahan Gisikdrono Kec. Semarang Barat Kota Semarang. Tulisan ini merupakan hasil program pengÂabdian yang diarahkan pada munculnya kesadaran warga mengenai hak asasi perempuan dan kesetaraan gender. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa masih terdapat problem peÂmahaman dan kesadaran hak asasi perempuan dan kesetaraan gender di masyarakat. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya ketidakÂadilan gender berupa diskriminasi, subordinasi, beban ganda yang dibebaÂnÂkan kepada perempuan. Upaya yang digunakan untuk mningkatkan kapasistas kesadaran hak asasi perempuan dan kesetaraan gender melalui dialog warga. Metode pengabdian menggunakan prinsip dialog warga. Model dialog warga bertujuan untuk mengembangkan kompetensi komunitas dalam menangani isu hak asasi perempuan dan kesetaraan laki-laki dan perempuan yang mereka anggap paling penting. Salah satu pinsip dasar dialog warga selalu berbasis kepada hak asasi, kesetaraan, apresiatif, berbasis asset masyarakat, memÂberdayakan, berkelanjutan, berorientasi perubahan, menggunaÂkan bahasa istilah lokal, dan bukan merupakan proyek. Peningkatan kapasitas hak asasi perempuan dan kesetaraan gender dilakukan mendasarkan pada siklus dialog warga. Hasil akhir program menunjukÂkan bahwa telah terbentuk kesadaran dan pemahaman mengenai hak asasi perempuan, dan kesetaraan gender di masyarakat.Â
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KESADARAN BERAGAMA ANAK JALANAN
Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (320.853 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v10i2.1432
Kesadaran beragama merupakan salah satu unsur penting dalam keÂhidupan seseorang. Kesadaran beragama anak jalanan merupakan konseptualisasi watak keberagamaan yang dibentuk individu menjadi identitas personalnya. Kesadaran beragama yang berkembang saat ini dapat dipengaruhi banyak faktor, baik bersifat internal maupun eksternal. Anak jalanan dapat mengembangkan kesadaran beragama yang positif jika mampu memunculkan motivasi dan mendapat dukungan. Motivasi spiritual adalah salah satu jenis motivasi yang meÂmiliki kontribusi membangun kesadaran beragama, hal sama diÂberiÂÂkan oleh dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat konÂtribusi faktor internal dan eksternal dalam membentuk kesadaran berÂagama, yaitu aspek motivasional dan dukungan sosial. Aspek motivaÂsional yang biasanya diarahkan pada tema keberagamaan adalah motivasi spiritual, seseorang dengan motivasi spiritual tinggi biasanya cenderung memiliki kesadaran menghadirkan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Aspek lain adalah aspek yang bersifat eksternal, biasanya berupa dukungan. Dukungan adalah bentuk perhatian yang diberikan pada seseorang sehingga dirinya merasa diterima lingkungannya. Seseorang dengan dukungan sosial tinggi tentu diyakini juga mampu memunculkan semangat mengÂhadirkan tata nilai sosial yang diyakini benar, salah satunya agama.