Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Terapi Rendam Kaki dengan Air Garam Hangat dan Foot Massage terhadap Kualitas Tidur Lansia Susanti, Eka Vebri; Widhowati, Siwi Sri; Hasanah, Nunung
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v7i2.3512

Abstract

One of the changes that is often found in the elderly is sleep disorders. Treatment of sleep disorders in the elderly should be done with non-pharmacological therapy because it does not cause detrimental side effects in the elderly. There are many non-pharmacological therapies such as soaking the feet in warm water and foot massage. This research was to determine the effect of warm salt water immersion therapy and foot massage on sleep quality in the elderly in Kluwih Village, Bandar District, Batang Regency. The method used in this research used a pre test and post test non equivalent control group design. The intervention in this study was soaking the feet in warm salt water and foot massage. The research was conducted on all elderly people in Kluwih village who experienced sleep disorders and 26 respondent. The results of this non-pharmacological intervention are that there is an effect of warm salt water immersion therapy on improving sleep quality in the elderly. The advice that can be given is to always motivate the implementation of non-pharmacological therapy for the elderly to overcome their health problems. Abstrak Salah  satu  perubahan yang  sering  dijumpai  pada  lansia  adalah  gangguan  tidur. Penanganan gangguan tidur pada lansia sebaiknya dilakukan dengan terapi non farmakologis dikarenakan tidak menimbulkan efek samping yang merugikan pada lansia. Banyak terapi non farmakologis seperti rendan kaki dengan air hangat dan foot massage. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air garam hangat dan foot massage terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Kluwih Kecamatan Bandar Kabupaten Batang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan pre test and post test non equivalent control group design. Intervensi penelitian ini adalah rendam kaki dengan air garam hangat dan foot massage. Penelitian dilakukan kepada 26 lansia yang ada di desa kluwih yang mengalami gangguan tidur dan bersedia menjalankan terapi. Hasil dari intervensi non farmakologis ini adalah ada pengaruh terapi rendam air garam hangat terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia. Saran yang dapat diberikan adalah memotivasi selalu pelaksanaan terapi non farmakologis untuk lansia untuk mengatasi masalah kesehatannya.
The Optimation of Fermentation Time, Antibacterial Activity and Profiling Secondary Metabolite of Symbiont Fungi from Sponge Gelliodes fibulata Rusmalina, Siska; Mahfur, Mahfur; Hasanah, Nunung; Wiyono, Mochamad Ardy; Ekayanti, Nonik Nur; Nathania, Jacinda Caroline
Pharmaciana Vol. 14 No. 2 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i2.27137

Abstract

Symbiont fungi are organisms that live in sponges tissue. Sponges are known to contain many metabolites which have the potential to be used as raw materials for medicine. Sponge Gelliodes fibulata is belongs to category demospongiae. The purpose of this study was to determine the optimal time to obtain the best secondary metabolite profile results in the sponge symbiont fungus Gelliodes fibulata. This research is included in experimental research. Beginning with the fungi culture of the sponge Gelliodes fibulata. Followed by a fermentation process with variations in time 2, 4, 6, 8, 10, 12, and 14 days to get the secondary metabolites produced. A liquid extraction process is carried out to obtain secondary metabolites produced during fermentation. The final stage is to carry out qualitative analysis with TLC and antibacterial testing with the well-diffusion method. The results obtained show that the long fermentation time influences the secondary metabolites obtained, and the metabolites possessed influence their antibacterial activity. The profile of secondary metabolites from TLC showed that the 10th day of fermentation had the most complex secondary metabolites and the highest yield 0.086%. The results of antibacterial activity showed that the 10th day of fermentation had the largest inhibition zone with 7.75 ± 0.44 mm compared to the other days of fermentation.
Memperkenalkan Pengobatan Tradisional Indonesia: Terapi Jamu Dan Bekam Untuk Mahasiswa Keperawatan Internasional Yuniarsih, Sri Mumpuni; Hasanah, Nunung; Martani, Rahajeng Win; Nahdliyyah, Ade Irma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.480

Abstract

Program layanan masyarakat internasional berjudul “Memperkenalkan Obat Tradisional Indonesia: Jamu dan Terapi Bekam” dirancang untuk memperkenalkan praktik pengobatan tradisional Indonesia, khususnya jamu (obat herbal) dan terapi bekam, kepada mahasiswa keperawatan internasional dari Boromarajonani College of Nursing, Nopparat Vajira (BCNNV), Thailand. Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkanpengetahuan, memberikan keterampilan praktis dasar, dan menumbuhkan apresiasi budaya terhadap pengobatan tradisional Indonesia. Program ini dilaksanakan dalam format tatap muka selama satu hari, yang meliputi ceramah, demonstrasi langsung, dan workshop praktis. Sebanyak 54 peserta, termasuk 46 mahasiswa dan 8 anggota fakultas, ikut serta dalam program ini. Survei pra-program menunjukkan bahwa 78% peserta belum pernah mendengar tentang jamu, dan 59% memiliki pengetahuan terbatas tentang terapi bekam. Evaluasi pasca-program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman, dengan identifikasi yang benar terhadap herbal jamu meningkat menjadi 93% dan pengetahuan tentang teknik bekam dan keselamatan meningkat menjadi 89%. Meskipun sesi praktis individu terbatas karena keterbatasan waktu, peserta melaporkan pengalaman belajar sebagai sangat bermanfaat. Banyak yang menyatakan minat khusus pada teknik bekam sunnah, yang berbeda dari terapi cupping dalam Medicine Tradisional Cina (TCM), menunjukkan rasa ingin tahu terhadap praktik budaya yang berbeda. Selain itu, program ini berhasil membangun dasar kolaborasi akademik antara Universitas Pekalongan (UNIKAL) dan BCNNV, membuka peluang untuk pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan pengembangan kurikulum di masa depan. Kesimpulannya, program ini secara efektif meningkatkan kompetensi budaya dan kesadaran peserta tentang pengobatan tradisional Indonesia. Hal ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan pengetahuan budaya ke dalam pendidikan keperawatan untuk mendukung praktik kesehatan holistik dan sensitif budaya secara global.