Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Pengolah Sagu Tradisional di Kabupaten Kepulauan Meranti Purnama Saghita, Elnovrian; Gevisioner; Utiya Syah, Shinta
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan usaha pengolahan sagu tradisional tidak terlepas dari kapasitas pengolah sagu, baik kapasitas diri maupun kapasitas usaha yang dimiliki. Penguatan kapasitas pengolah sagu untuk meningkatkan kualitas produk olahan sehingga memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif dibanding produk olahan lainnya. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui tingkat kapasitas pengolah sagu tradisional di Kepulauan Meranti dan merumuskan pola penguatan kapasitas pengolah sagu tradisional dalam rangka keberlanjutan usaha pengolahan sagu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.Analisis data yang dilakukan dengan statistik deskriptif untuk merumuskan pola penguatan kapasitas pengolah sagu tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pengolahan sagu tradisional di Kabupaten Kepulauan Meranti didominasi wanita (75,86 %), selebihnya pria (24,14 %), dengan rata-rata umur 47 tahun, mempunyai rata-rata jumlah anggota rumah tangga 5 orang. Pendidikan formal tertinggi yang pernah diikuti oleh pengolah sagu tradisional terbanyak adalah SD dan SLTP, sedangkan SLTA baru mencapai 41,38 persen. Pendapatan usaha pengolahan sagu memberikan kontribusi yang tinggi bagi pendapatan rumah tangga, yakni sebesar 76,48%, sedangkan sisanya (23,52%). Penguatan kapasitas pengolah sagu tradisional membutuhkan stategi yang tepat, mengingat terdapat 4 pihak yang terkait dalam penguatan kapasitas pengolah sagu tradisional, yaitu: (1) pengolah sagu tradisional sebagai pelaku utama, (2) penyuluh sabagai agen perubahan, (3) pihak pemerintah, dan (4) pihak swasta yang terkait dengan pengembangan sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Potensi dan Pengembangan Produk Turunan Nanas Sebagai Produk Unggulan di Provinsi Riau Utiya Syah, Shinta; Zakya, Ismon; Williyati, GWR. Riche; Pato, Usman
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah penghasil nanas di Provinsi Riau berada di Kabupaten Indragiri Hilir, Siak, Kampar dan Dumai. Sentra produksi nanas ada di Kabupaten Kampar adalah di kecamatan Tambang dengan total produksi mencapai 2.150 ton pertahun. Sedangkan di Kabupaten Bengkalis sentral produksi nanas berada di kecamatan batan, bengkalis dan bukit batu dengan produksi mencapai 1.885 ton/pertahun. Pengolahan nanas yang dapat dilakukan dalam skala rumah tangga adalah bubuk instan nanas dan fruit leather nanas. Hasil analisa laboraturium bubuk instan nanas adalah kadar air antara 4, 93 %, kadar abu1,78%, kadar sukrosa 49,64%, sedangkan untuk fruit leather nanas kadar air 3%, Kadar abu 0.85%, pH 4,65 kadar gula 42,4% dan kadar serat 1,72%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengumpulkan data potensi komonitas nanas berdasarkan indikator produksi nanas di Provinsi Riau dan membuat produk turunan nanas yaitu bubuk nanas instan dan fruit leathernanas yang mempunyai nilai ekonomi sebagai produk unggulan di Provinsi Riau.