Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Design and Development of FTTH Network Infrastructure Using GPON Technology in Sukoharjo Regency Muhammad Alfarezi; Popy Maria; Uzma Septima
International Journal of Wireless And Multimedia Communications Vol. 2 No. 2 (2025): International Journal of Wireless And Multimedia Communications
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jowim.v2i2.146

Abstract

Abstract— The increasing demand for high-speed, reliable internet access in the digital era has led to the decline of conventional copper-based networks and the rise of fiber-optic-based solutions. This study focuses on the design and development of a Fiber To The Home (FTTH) network using Gigabit Passive Optical Network (GPON) technology in Banaran Subdistrict, Sukoharjo Regency, an area with growing economic activity, particularly in the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) sector. The implementation of GPON is seen as a critical infrastructure enhancement that supports regional development, education, and digital connectivity. The research methodology began with site surveys using Google Earth Pro and QGIS to collect spatial data such as household coordinates and pole locations. This data was then processed using Setics Sttar Planner version 2.3.12, enabling automatic calculation of optimal cable routes, equipment locations, and required component specifications. The resulting FTTH design covers four neighborhood units (RW 1, RW 2, RW 4, and RW 5), serving a total of 630 homepasses. Key components of the network include 1 Optical Line Terminal (OLT), 2 Fiber Distribution Terminals (FDTs), 46 Fiber Access Terminals (FATs), and 125 poles. The power link budget calculation, essential to determining signal feasibility, produced theoretical receive power values between -15.089 dBm and -14.144 dBm. Field implementation and post-deployment measurements were conducted in RW 1 and RW 2 to validate the theoretical model. Adjustments were made due to site constraints, including reductions in splitter and FAT counts, as well as cable length modifications. Measured receive power values ranged from -16.71 dBm to -16.22 dBm, which still fall within acceptable standards defined by PT. iForte Solusi Infotek (between -10 dBm and -21 dBm). The differences between calculated and actual measurements were attributed to splicing quality, variations in cable deployment, and environmental factors. Overall, the study successfully demonstrates the feasibility and efficiency of deploying GPON-based FTTH infrastructure in semi-urban regions like Sukoharjo. The integration of digital tools for planning and field validation ensures optimal network performance, supporting the goal of bridging the digital divide and enhancing socio-economic development in the area.
Bill of Quantity Analysis for GPON-Based FTTH Network Planning in Taman Asri 8 Residential Area Padang Nisa Rahima Sakinah Nisa; Uzma Septima; Nasrul Nasrul
International Journal of Wireless And Multimedia Communications Vol. 3 No. 2 (2026): International Journal of Wireless And Multimedia Communications
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/848tv977

Abstract

The increasing demand for high-speed broadband internet services requires reliable and efficient access network infrastructure. The Taman Asri 8 residential area in Padang City has the potential for broadband service development; however, MyRepublic has not yet deployed a Fiber to the Home (FTTH) network in this area. This study aims to design a Gigabit Passive Optical Network (GPON)-based FTTH network and develop a Bill of Quantity (BoQ) as an estimation of the network equipment required for deployment. The materials used in this study include the residential site plan, field survey data, and geographic information obtained from Google Earth Pro, while AutoCAD was employed to develop the network layout. The proposed network was designed using the Network Planning Process (NPP), which consists of requirement analysis, desktop survey, field survey, network design, and BoQ calculation. Based on the planning results, the designed FTTH network is capable of serving 212 homepass distributed across the residential area. The network design includes the determination of feeder and distribution routes, placement of Optical Distribution Cabinets (ODCs), Optical Distribution Points (ODPs), and other supporting optical components. Furthermore, the BoQ provides a comprehensive list of the required network devices and materials, including fiber optic cables, OLT, ODC, ODP, splitters, ONTs, and supporting accessories required for network deployment. The resulting BoQ can serve as a practical reference for network implementation planning and material procurement in similar FTTH deployment projects, thereby supporting more efficient broadband infrastructure development in residential areas.
PERANCANGAN DAN ANALISIS JARINGAN FTTH DENGAN TEKNOLOGI GPON PADA NAGARI KOTO DALAM KABUPATEN PADANG PARIAMAN MENGGUNAKAN OPTISYSTEM Alfhadila Fhadil; Aprinal Adila Asril; Uzma Septima
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.3039

Abstract

Ketersediaan infrastruktur broadband berbasis serat optik di Nagari Koto Dalam, Kecamatan VII Koto Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman masih terbatas, khususnya pada Korong Padang Kabau dan Korong Durian Ambalau yang belum terlayani jaringan Fiber To The Home (FTTH). Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis jaringan FTTH berbasis Gigabit Passive Optical Network (GPON) untuk mendukung penyediaan akses internet yang stabil dan berkapasitas tinggi. Metode penelitian menggunakan Network Development Life Cycle (NDLC) yang meliputi tahap analysis, design, dan simulation prototype. Pemetaan wilayah dilakukan menggunakan Google Earth Pro, desain teknis jaringan menggunakan AutoCAD, sedangkan simulasi performansi dilakukan menggunakan OptiSystem pada arah downlink dengan panjang gelombang 1490 nm. Rancangan jaringan menggunakan topologi tree passive network yang terdiri dari satu mini OLT, 5 splitter 1:4 pada ODC, 17 ODP dengan splitter 1:8, dan 58 tiang untuk melayani 133 homepass. Jalur feeder dari STO Telkom Sicincin menuju mini OLT memiliki panjang 13,195 km, sedangkan feeder dari mini OLT menuju ODC sepanjang 696 meter. Analisis performansi pada hasil simulasi meliputi Link Power Budget (LPB), Bit Error Rate (BER), dan Q-Factor pada ODP terdekat, tengah, dan terjauh. Hasil simulasi menunjukkan nilai LPB berkisar antara -16,515 hingga -16,603 dBm, BER sebesar 1,68087 × 10⁻⁵¹ hingga 1,69273 × 10⁻⁵⁷, dan Q-Factor sebesar 15,0516 hingga 15,939. Seluruh parameter tersebut memenuhi standar kelayakan GPON, sehingga rancangan jaringan dinyatakan layak untuk diterapkan. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan jaringan FTTH berbasis GPON di Nagari Koto Dalam untuk mendukung peningkatan kualitas layanan akses internet broadband bagi masyarakat.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INFRASTRUKTUR FTTH BERBASIS GPON UNTUK WILAYAH RURAL:STUDI KASUS JORONG LUNDAR KABUPATEN PASAMAN Aprinal Adila Asril; Uzma Septima; Wendra Satria Utama relastk
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.3051

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong kebutuhan akan akses internet berkecepatan tinggi hingga ke wilayah pedesaan. Jorong Lundar, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman merupakan salah satu wilayah rural yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan fiber optik sehingga kualitas layanan internet yang tersedia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang jaringan Fiber To The Home (FTTH) berbasis Gigabit Passive Optical Network (GPON) sebagai solusi penyediaan layanan broadband yang andal dan mampu menjangkau seluruh wilayah Lumdar.Hasil perancangan menunjukkan bahwa jaringan FTTH berbasis GPON mampu melayani 188 homepass dengan menggunakan 1 unit Optical Distribution Cabinet (ODC) dan 24 unit Optical Distribution Point (ODP). Jalur Feeder dirancang dari STO Panti menuju Lundar dengan panjang sekitar 8,6 km serta menggunakan konfigurasi splitter 1:4 pada ODC dan splitter 1:8 pada ODP untuk mendistribusikan layanan secara merata dan efisien. Hasil evaluasi performansi jaringan menunjukkan bahwa nilai Received Power pada seluruh jalur pengujian berada pada rentang −18 dBm hingga −19 dBm sehingga memenuhi standar sensitivitas penerima GPON. Nilai Rise Time Budget yang diperoleh sebesar 0,27 ns masih berada di bawah batas maksimum standar sebesar 0,29 ns. Selain itu, nilai Bit Error Rate (BER) berada jauh di bawah batas standar 10⁻⁹ dengan nilai Q-Factor lebih besar dari 6, yang menunjukkan kualitas sinyal sangat baik dan tingkat kesalahan transmisi yang sangat rendah. Berdasarkan hasil tersebut, rancangan jaringan FTTH berbasis GPON dinyatakan layak untuk diimplementasikan di Jorong Lundar.
Workshop Perakitan dan Pemanfaatan Pemancar Mini Radio FM sebagai Media Pembelajaran bagi Siswa SMK Taruna 2 Padang Afrizal Yuhanef; Herry Setiawan; Uzma Septima; Nasrul; Reski Yulian Fauzan
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 3 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 3 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v3i1.83

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat menuntut peningkatan keterampilan dalam bidang elektronika dan telekomunikasi, khususnya bagi siswa SMK. Salah satu aspek penting dalam bidang ini adalah sistem pemancar radio FM yang memiliki berbagai aplikasi dalam komunikasi. SMK Taruna 2 Padang sebagai institusi pendidikan kejuruan bertanggung jawab membekali siswa dengan keterampilan praktis yang relevan. Namun, keterbatasan fasilitas dan pemahaman teknis menjadi kendala dalam penguasaan teknologi pemancar mini radio FM. Oleh karena itu, diperlukan program pelatihan yang dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan siswa dalam bidang ini. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis dalam perakitan dan pemanfaatan pemancar mini radio FM. Pelaksanaan workshop terdiri dari beberapa tahapan utama, yaitu tahap persiapan yang mencakup penyusunan materi pelatihan dan pengadaan alat, tahap pelaksanaan yang meliputi sesi teori, praktik perakitan, serta uji coba perangkat, dan tahap evaluasi serta dokumentasi untuk mengukur efektivitas pelatihan. Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami prinsip kerja pemancar radio FM, meningkatkan kreativitas dalam perakitan perangkat elektronik, serta menumbuhkan jiwa inovatif agar lebih siap menghadapi dunia industri dan teknologi. Transmitter FM mini ini merupakan sebuah pemancar radio sederhana yang bekerja pada frekuensi sekitar 92 MHz, berada dalam rentang siaran radio FM komersial (88–108 MHz). Alat ini menggunakan satu transistor NPN sebagai osilator sekaligus penguat sinyal RF, dengan rangkaian LC yang terdiri dari kumparan L1 dan kapasitor C2 untuk menentukan frekuensi kerja. Sinyal audio berasal dari mikrofon kondensor, yang kemudian dimodulasikan ke gelombang FM dan dipancarkan melalui antena teleskopik. Transmitter ini menggunakan sumber daya dari baterai 9V dengan konsumsi arus sekitar 10–20 mA dan dilengkapi LED indikator untuk menunjukkan kondisi menyala. Dalam kondisi ideal di area terbuka, alat ini mampu menjangkau hingga 30–100 meter, sedangkan di dalam ruangan atau area dengan banyak penghalang, jangkauannya sekitar 10–30 meter. Alat ini dapat digunakan untuk latihan elektronika, percobaan modulasi FM, serta sebagai media komunikasi sederhana jarak dekat menggunakan radio FM sebagai penerima.