Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi di Daerah Cengal dan Sekitarnya, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Sunarta, Jonathan Angkawijaya; Rochmana, Yogie Zulkurnia; Hastuti, Endang Wiwik Dyah
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.11102

Abstract

Mekanisme arus turbidit yang terjadi pada Kala Tersier dan aktivitas vulkanik pada Kala Kuarter menghasilkan endapan vulkanik, laut dangkal, dan laut dalam pada Sub-Cekungan Majalengka. Adanya perbedaan lingkungan pengendapan yang kompleks ini memerlukan suatu rekonstruksi sejarah geologi guna pemahaman geologi daerah penelitian. Metode yang digunakan berupa observasi lapangan dan analisis stratigrafi. Observasi lapangan dimulai dari pengamatan litologi tiap formasi, pengukuran struktur geologi, dan pengukuran profil litologi. Analisis stratigrafi berupa analisis studio yang terdiri dari analisis petrografi, paleontologi, dan struktur geologi. Pengendapan diawali pada Miosen Awal, yaitu Formasi Cinambo Anggota Bawah dengan satuan batupasir dan Formasi Cinambo Anggota Atas dengan satuan batuserpih. Pada Miosen Tengah terendapkan Formasi Halang Anggota Bawah dengan satuan breksi. Pada Miosen Akhir terendapkan Formasi Halang Anggota Atas dengan satuan perselingan batupasir dan batulempung dan terjadi aktivitas tektonik berupa gaya kompresional membentuk struktur lipatan. Terjadi pula aktivitas vulkanik yang menyebabkan intrusi magma berupa dike menerobos hingga Formasi Halang. Pada Pliosen Awal terendapkan selaras Formasi Kaliwangu dengan satuan batulempung. Pada Plistosen Awal dan Akhir terendapkan material gunung api di atas Formasi Cinambo dan Halang berupa ketidakselarasan non-conformity dengan satuan breksi gunung api. Hasil dari penelitian ini diharapkan untuk gambaran historis mekanisme pengendapan di daerah penelitian.
Analisa Karakteristik Batupasir dan Provenance Formasi Lemau Daerah Ulak Bandung Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu Raya, Ragan Fajar; Hastuti, Endang Wiwik Dyah
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i3.865

Abstract

Kegiatan Penelitian dilakukan di Daerah Ulak Bandung Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Batuan beku pada daerah penelitian tersebar dengan cukup luas dan mempunyai karakteristik yang menarik baik secara megaskopis maupun secara petrografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, komposisi, dan Penamaan batupasir pada daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi lapangan dan analisis petrografi menggunakan mikroskop polarisasi pada sampel sayatan tipis yang telah diambil dari lokasi penelitian. Berdasarkan presentase mineral didapatkan dua sampel masuk ke jenis sublitharenite dan satu sampel masuk ke jenis litharenite serta tiga sampel masuk ke Feldspastic wacke. Dari tatanan tektonik sampel masuk kedalam 2 zona yaitu magmatic arc dan recucled orogen. Untuk zona magmatic arc terdiri dari sampel batupasir TML 12 sub – zona dissected arc, TMl 20 sub – zona Transitonal arc, TMl 25 sub – zona transitional  arc dan TML 66 sub – zona dissected arc, sementara zona recycled orogen terbagi atas sampel TML 40 sub – zona quartzose recycled, dan  TML 69 sub – zona quartzose recycled. Mineral kuarsa pada semua sampel batupasir berasal dari batuan beku asam atau plutonik berupa Granit yang mengalami proses metamorfosa berderajat rendah (low rank metamorphic).
Karakteristik Granitoid Daerah Gunung Batu Kecamatan Pu-lau Beringin Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Su-matera Selatan Anugra, Sidiq; Hastuti, Endang Wiwik Dyah
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i3.901

Abstract

Penelitian dilakukan di Daerah Gunung Batu Kecamatan Pulau Beringin Kabupaten Oku Selatan, Sumatera Selatan Pada Formasi Granodiorit. Batuan beku pada daerah penelitian memiliki persebaran yang cukup luas dan memiliki karakteristik yang khas dan menarik baik secara megaskopis maupun secara mikroskopis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, komposisi mineral dan jenis batuan beku pada daerah penelitian. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah observasi langsung dipermukaan dan analisa petrografi. Pada observasi dilapangan secara megaskopis didapatkan 2 jenis batuan yaitu granit dan granodiorit hal tersebut berdasarkan warna dan komposisi mineral yang hadir. Hasil analisa petrografi didapatkan nama batuan berupa quartz syenit, syenogranit dan granodiorit. Pada quatz syenit didominasi oleh mineral alkali feldspar serta plagioklas jenis andesinesedikit kuarsa biotit muskovit dan serta mineral sekunder serisit dan klorit dengan tekstur khusus berupa graphic. Selanjutnya syenogranit didominasi oleh mineral alkali feldspar dan kuarsa dan terdapat juga mineral plagioklas jenis andesine, biotit, dan serisit dengan tekstur khusus berupa myrmekitic. Dan terakhir granodiorit dengan komposisi kaya akan palgioklas jenis oligoklas, dan terdapat juga mineral lainnya seperti alkali fedspar, kuarsa biotit, muskovit, serisit dan klorit dengan tektstur khusus berupa zoning.
Tectonic Evolution of Granitoid Rock Granit Garba Based on Major Element in Tanjung Beringin, Muaradua, South OKU, South Sumatra Aini, Salsyabillah Nurul; Hastuti, Endang Wiwik Dyah
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 3 No. 1 (2022): June
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceedu.v3i1.168

Abstract

Granit Garba is one of the basements that make up the Garba Hills. Research on granitoid rocks that make up Granit Garba was carried out in the village of Tanjung Beringin and its surroundings, Muaradua District, South OKU Regency, South Sumatra Province. The formation of Granit Garba occurs due to the double subduction between Meso – Tethys with Woyla Arc and West Sumatra Block. The complete subduction of the Meso-Tethys plate then caused the collision between the two plates. The characteristics and tectonic evolution of the granitoid rocks were analyzed by conducting an XRF geochemical analysis of the major elements. The results of the analysis of the major elements of granitoid rocks have SiO2 content values ​​ranging from 63.71% to 69.55% it showing that Granit Garba is composed of quartz monzonite and granodiorite. The magma affinity of the two rocks is included in the calc-alkaline series with alumina saturation levels in the form of peraluminous and showing I-type granite.
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi di Daerah Cengal dan Sekitarnya, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Sunarta, Jonathan Angkawijaya; Rochmana, Yogie Zulkurnia; Hastuti, Endang Wiwik Dyah
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.11102

Abstract

Mekanisme arus turbidit yang terjadi pada Kala Tersier dan aktivitas vulkanik pada Kala Kuarter menghasilkan endapan vulkanik, laut dangkal, dan laut dalam pada Sub-Cekungan Majalengka. Adanya perbedaan lingkungan pengendapan yang kompleks ini memerlukan suatu rekonstruksi sejarah geologi guna pemahaman geologi daerah penelitian. Metode yang digunakan berupa observasi lapangan dan analisis stratigrafi. Observasi lapangan dimulai dari pengamatan litologi tiap formasi, pengukuran struktur geologi, dan pengukuran profil litologi. Analisis stratigrafi berupa analisis studio yang terdiri dari analisis petrografi, paleontologi, dan struktur geologi. Pengendapan diawali pada Miosen Awal, yaitu Formasi Cinambo Anggota Bawah dengan satuan batupasir dan Formasi Cinambo Anggota Atas dengan satuan batuserpih. Pada Miosen Tengah terendapkan Formasi Halang Anggota Bawah dengan satuan breksi. Pada Miosen Akhir terendapkan Formasi Halang Anggota Atas dengan satuan perselingan batupasir dan batulempung dan terjadi aktivitas tektonik berupa gaya kompresional membentuk struktur lipatan. Terjadi pula aktivitas vulkanik yang menyebabkan intrusi magma berupa dike menerobos hingga Formasi Halang. Pada Pliosen Awal terendapkan selaras Formasi Kaliwangu dengan satuan batulempung. Pada Plistosen Awal dan Akhir terendapkan material gunung api di atas Formasi Cinambo dan Halang berupa ketidakselarasan non-conformity dengan satuan breksi gunung api. Hasil dari penelitian ini diharapkan untuk gambaran historis mekanisme pengendapan di daerah penelitian.
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi di Daerah Cengal dan Sekitarnya, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Sunarta, Jonathan Angkawijaya; Rochmana, Yogie Zulkurnia; Hastuti, Endang Wiwik Dyah
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.11102

Abstract

Mekanisme arus turbidit yang terjadi pada Kala Tersier dan aktivitas vulkanik pada Kala Kuarter menghasilkan endapan vulkanik, laut dangkal, dan laut dalam pada Sub-Cekungan Majalengka. Adanya perbedaan lingkungan pengendapan yang kompleks ini memerlukan suatu rekonstruksi sejarah geologi guna pemahaman geologi daerah penelitian. Metode yang digunakan berupa observasi lapangan dan analisis stratigrafi. Observasi lapangan dimulai dari pengamatan litologi tiap formasi, pengukuran struktur geologi, dan pengukuran profil litologi. Analisis stratigrafi berupa analisis studio yang terdiri dari analisis petrografi, paleontologi, dan struktur geologi. Pengendapan diawali pada Miosen Awal, yaitu Formasi Cinambo Anggota Bawah dengan satuan batupasir dan Formasi Cinambo Anggota Atas dengan satuan batuserpih. Pada Miosen Tengah terendapkan Formasi Halang Anggota Bawah dengan satuan breksi. Pada Miosen Akhir terendapkan Formasi Halang Anggota Atas dengan satuan perselingan batupasir dan batulempung dan terjadi aktivitas tektonik berupa gaya kompresional membentuk struktur lipatan. Terjadi pula aktivitas vulkanik yang menyebabkan intrusi magma berupa dike menerobos hingga Formasi Halang. Pada Pliosen Awal terendapkan selaras Formasi Kaliwangu dengan satuan batulempung. Pada Plistosen Awal dan Akhir terendapkan material gunung api di atas Formasi Cinambo dan Halang berupa ketidakselarasan non-conformity dengan satuan breksi gunung api. Hasil dari penelitian ini diharapkan untuk gambaran historis mekanisme pengendapan di daerah penelitian.