Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH AKIBAT HOSPITALISASI DI RSUD SELE BE SOLU KOTA SORONG Lilyana Kidi Atawatun; Dirgantari Pademme; Triani Banna
Journal of Nursing and Health Vol. 6 No. 2 (2021): Journal Of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v6i2.150

Abstract

Latar belakang: Anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi dapat menimbulkan kecemasan. Diperkirakan 35 per 100 anak menjalani hospitalisasi, dan 45% diantaranya mengalami kecemasan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada anak usia prasekolah akibat hospitalisasi di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong.Metode penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah anak usia prasekolah yang dirawat di ruang anak RSUD Sele Be Solu sebanyak 43 orang. Sampel penelitian diambil berdasarkan total sampling yaitu 43 orang, Penelitian ini dilakukan di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong pada tanggal Agustus-September 2019. Hasil penelitian: Hasil uji Kolmogorov Smirnov menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor lama rawat (p = 0,003), peran orang tua (p = 0,000), dan tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kecemasan (p = 0,255). Hasil uji sommer’d & Gamma menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara pendidikan orang tua dengan kecemasan pada anak usia prasekolah akibat hospitalisasi di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong (p = 0,000).Kesimpulan: Ada hubungan antara lama rawat, peran orang tua, pendidikan orang tua dengan kecemasan anak usia prasekolah akibat hospitalisasi di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong, dan tidak terdapat hubungan jenis kelamin dengan kecemasan anak usia prasekolah akibat hospitalisasi di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Kata kunci : Kecemasan, Prasekolah, Hospitalisasi
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TOXIC RELATIONSHIP PADA REMAJA Maylar Gurning; Dirgantari Pademme; Novita Mansoben; Inggerid Agnes Manoppo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.878-883

Abstract

Manusia merupakan mahluk sosial yang saling membutuhkan dalam berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain. Anak usia remaja sering terjebak dalam hubungan yang tidak sehat atau  disebut toxic relationship, baik itu hubungan dengan teman atau sahabat,  saudara, orang tua bahkan lingkungannya. Toxic relationship pada masa remaja sering dilakukan dalam bentuk kekerasan dalam beracaran yang merupakan masalah yang sering terjadi dan meluas di masyarakat. Bukti menunjukkan bahwa adanya kekerasan dalam berpacaran (KDP) sudah semakin meluas. Data menunjukkan bahwa rata-rata KDP dalam lingkup siswa SMA dan mahasiswa adalah 22% dan 32%. Fakta yang didapat setelah survei kepada 300 remaja, bahwa satu dari lima remaja mengalami kekerasan seksual, sedangkan dari sejumlah 8.234 kasus yang ditangani oleh Lembaga Layanan Mitra Komnas Perempuan, kekerasan dalam pacaran menempati posisi kedua dengan 1.309 kasus, sebagai jenis kekerasan terhadap perempuan yang ditangani oleh Lembaga Layanan Mitra Komnas Perempuan sepanjang tahun 2021. Oleh karena itu pemberian edukasi terkait toxic relationship dapat memberikan masukan dan pengetahuan pada remaja tentang bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari hubungan yang toxic. Metode pelaksanaan pengabdian dengan memberikan pre dan post test untuk mengukur pengetahuan remaja tentang toxic relationship. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukan peningkatkan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.
UJi Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Sleep Hygiene Intervention for Preschoolers (SHIPs) Eka Wahyuningrum; Dirgantari Pademme; Rarisa Elvent Octaviant
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1106

Abstract

Sebagian besar anak prasekolah mengalami masalah tidur. Praktik sleep hygiene merupakan salah satu intervensi yang direkomendasikan. Pengamatan langsung pada praktik sleep hygiene oleh orang tua dirumah memerlukan dana dan waktu yang lebih dan belum dilakukan. Sehingga diperlukan kuesioner untuk menilai intervensi sleep hygiene. Tujuan penelitian ini adalah menguji validitas dan reliabilitas Sleep Hygiene Intervention for Preschoolers (SHIPs). Metode yang digunakan dalam pengembangan kuesioner SHIPs ini adalah Classic Test Theory oleh Nunnaly dan Bernstein. Penentuan valid dan reliabel kuesioner menggunakan nilai r hitung dan Cronbach’s alpha. Pengumpulan data dilakukan pada orangtua anak prasekolah sejumlah 57 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 17 dari 28 item pernyataan yang dinyatakan valid dengan nilai r hitung (0,266-0,702) lebih besar dari r tabel (0,261)dan reliabel dengan nilai Cronbach’s alpha (0,840) lebih dari 0,70. Berdasarkan hal tersebut dinyatakan kuesioner SHIPs valid dan reliabel.Kuesioner ini dapat digunakan untuk menilai intervensi sleep hygiene yang dilakukan orangtua  pada anak prasekolah.
Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Jiwa Emosional Pada Remaja Gurning, Maylar; Pademme, Dirgantari; Mansoben, Novita; Manoppo, Inggerid Agnes; Banna, Triani
BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | September 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/berbakti.v1i2.2644

Abstract

Adolescence is a period marked by biological, psychological, and social development. These changing conditions often result in disharmony, so a balance is needed so that adolescents can achieve adequate and mature psychosocial development in accordance with age-level developments. It is estimated that 1 in 7 children aged 10 to 19 are likely to experience psychological problems. It is unfortunate that this emotional disorder is not recognized and often does not get proper treatment. The determinant of emotional mental symptoms in Indonesia in junior high school students is 60.17% of junior high school students, with the majority being between the ages of 13 and 15 who experience symptoms of mental emotional problems. Symptoms experienced, such as loneliness (44.45%), feeling anxious (40.75%), and even having suicidal ideation (7.33%), Therefore, the provision of related education can provide input and knowledge to adolescents about the benefits of managing emotional and mental health. The method of implementing community service is by giving pre- and post-tests to measure adolescent knowledge about emotional and mental health. The results of this service activity show that there is an increase in knowledge in adolescents before and after being given health education
DUKUNGAN KELUARGA TENTANG DIIT MAKANAN RENDAH GARAM DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REMU KOTA SORONG Novita Mansoben; Dirgantari Pademme
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 2, Septemb (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan hipertensi merupakan penyakit mematikan yang menduduki peringkat keenam di dunia yaitu 25,5 persen. Dinas Kesehatan Kota Sorong penderita hipertensi sebanyak 6,9%, dengan kasus tertinggi berada pada Puskesmas Remu dimana tercatat penderita hipertensi pada lansia tahun 2018 sebanyak 122 lansia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga tentang diit makanan rendah garam dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Remu Kota Sorong. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Remu Kota Sorong pada bulan Desember 2018 – Januari 2019. Populasi lansia berjumlah 122 orang dengan Sampel berjumlah 93 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Serta uji yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga tentang diit makanan rendah garam dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Remu Kota Sorong dengan p value 0,001. Kesimpulan bahwa ada hubungan dukungan keluarga tentang diit makanan rendah garam dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Remu Kota Sorong. Saran bahwa perlu adanya informasi kepada keluarga lansia tentang hipertensi dan diit makanan bagi lansia, sehingga keluarga mampu mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh hipertensi. Kata kunci: Hipertensi; Dukungan Keluarga; Lansia
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI POSYANDU ASOKA WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS WAISAI KABUPATEN RAJA AMPAT Dirgantari Pademme; Novita Mansoben
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 2, Septemb (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Imunisasi merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kekebalan seseorang dalam mempertahankan perlindungan terhadap penyakit. Data Kementrian Kesehatan tahun 2016 menunjukan bahwa indikator capaian imunisasi sebesar 91,58%. Provinsi dengan capaian 100% adalah Provinsi Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Tengah, sedangkan Papua Barat sebesar 83,88%. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat pada tahun 2017 mencatat bahwa jumlah imunisasi lengkap pada bayi sebanyak 487 bayi (38,1%) dari sasaran cakupan imunisasi sebanyak 1277 bayi. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi di Posyandu Asoka Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Waisai Kabupaten Raja Ampat. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2019 di Posyandu Asoka Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Waisai Kabupaten Raja Ampat. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 75 responden. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian: Hasil variabel pengetahuan diperoleh nilai p = 0,000 dan variabel sikap diperoleh nilai p = 0,000 maka Ha diterima yang berarti ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Posyandu Asoka Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Waisai Kabupaten Raja Ampat. Kesimpulan: ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Posyandu Asoka Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Waisai Kabupaten Raja Ampat. Kata Kunci : Kelengkapan Imunisasi Dasar,Pengetahuan, Sikap
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER KESEHATAN DENGAN PRAKTIK PENEMUAN SUSPEK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU Triani Banna; Dirgantari Pademme; Merlis Simon
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i2.225

Abstract

Praktik penemuan kasus TB masih belum mencapai target yang ditetapkan. Agar target tersebut dapat tercapai, diperlukan peran serta kader kesehatan yang memiliki pengetahuan dan sikap untuk mendukung penemuan suspek TB paru. Namun peran kader dalam penemuan suspek TB paru belum maksimal. Penemuan suspek TB paru yang cepat dapat memutus rantai penularan TB sehingga eliminasi TB dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap kader kesehatan dalam praktik penemuan suspek penderita TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Kasuari Kota Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kader yang terdaftar dan aktif di Puskesmas Tanjung Kasuari. Responden penelitian sebanyak 30 orang yang diambil dengan purposive sampling. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan kader dengan praktik penemuan suspek TB paru (p-value = 0,000), dan ada hubungan antara sikap kader dengan praktik penemuan suspek TB paru (p-value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap kader kesehatan dalam praktik penemuan suspek penderitaTB paru. Saran bagi pengelola program pencegahan penyakit menular agar meningkatkan pelatihan praktik penemuan suspek TB paru yang berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan kader dalam praktik penemuan suspek TB paru.Kata kunci: pengetahuan, sikap, TB paru, kader. AbstractThe practice of finding TB cases is still far from the expected target. The participation of trained health cadres is required to achieve the target. Rapid discovery of suspected pulmonary tuberculosis can break the chain of TB transmission so that TB elimination can be achieved. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of health cadres in the practice of finding suspected pulmonary TB in the Puskesmas Tanjung Kasuari. This research is a quantitative study using a cross-sectional design. The population in this study were all registered and active cadres at Puskesmas Tanjung Kasuari. Respondents of the study were 30 people who were taken by purposive sampling. The results of the chi-square test showed that there was a relationship between the knowledge of cadres and the practice of finding pulmonary TB suspects (p-value = 0,000). The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and attitudes of health cadres in the practice of finding suspected TB pulmonary. The managers of communicable disease prevention programs are suggested to improve the practice training for the continuous detection of pulmonary TB suspects to increase cadres' knowledge in the practice of finding pulmonary TB suspects.Keywords: knowledge, attitudes, pulmonary tuberculosis, cadres