Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Profile of Critical Thinking Skills and Learning Motivation of Students in Biology Learning at SMAN 1 Wirosari: Profile of Critical Thinking Skills and Learning Motivation of Students in Biology Learning at SMAN 1 Wirosari Permata, Indah; Nugroho, Ary; Hayat, Muhammad
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 1 (2025): February
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.1.32-39

Abstract

Critical thinking skills are essential for students to face the challenges of the 21st century, particularly in biology education. This study aimed to describe the critical thinking skills and learning motivation of students at SMAN 1 Wirosari. Using a descriptive quantitative approach, the research involved 36 students selected through purposive random sampling from a population of 396. Data were collected using an essay-based test for critical thinking and a questionnaire for learning motivation, which were analyzed using statistical tools. Results showed that most students’ critical thinking skills were categorized as low, with an average score of 66.11%. Among five indicators of critical thinking based on Ennis' framework, all were in the medium category. Similarly, students’ learning motivation was mostly in the medium category, with an average score of 67.94%. The low performance in critical thinking and learning motivation was attributed to limited teaching methods and a lack of real-life contextual learning. To address this, innovative approaches such as eco-gamification with an Education for Sustainable Development (ESD) orientation are recommended to enhance students' engagement, motivation, and critical thinking skills.
NAVIGASI MODERNITAS: TRAJEKTORI TAJDID DAN AKTIVISME SOSIAL MUHAMMADIYAH DALAM LANSKAP ISLAM KONTEMPORER DI INDONESIA Giffari, Anugrah; Hayat, Muhammad
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.5697

Abstract

Muhammadiyah, sebagai salah satu gerakan Islam modernis terbesar di Indonesia, terus menunjukkan resiliensi dan kapasitas adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi dinamika zaman. Jurnal ini menganalisis perkembangan historis dan tantangan kontemporer yang dihadapi Muhammadiyah selama periode terkini, dengan fokus pada evolusi strategi dakwah, aplikasi prinsip tajdid (pembaruan), serta perannya dalam dialog lintas iman dan aktivisme sosial. Menggunakan metode studi literatur kualitatif terhadap artikel-artikel ilmiah terindeks Scopus, penelitian ini menemukan bahwa Muhammadiyah secara strategis telah memperluas cakupan dakwahnya dari ranah purifikasi teologis ke isu-isu sosial-ekologis, seperti keadilan lingkungan dan multikulturalisme. Prinsip tajdid tidak hanya diwujudkan melalui reformasi pemikiran, tetapi juga diejawantahkan dalam pendirian institusi pendidikan modern yang mengintegrasikan sains dan agama. Di tingkat nasional dan global, Muhammadiyah memainkan peran krusial sebagai agen Islam moderat (Wasathiyah), mempromosikan dialog antaragama dan terlibat aktif dalam diplomasi perdamaian. Studi ini menyimpulkan bahwa kemampuan Muhammadiyah untuk menavigasi kompleksitas modernitas sambil tetap berpegang pada prinsip dasarnya menjadikannya model penting bagi organisasi Islam di seluruh dunia dalam menjawab tantangan abad ke-21.
HISTORICAL FOUNDATIONS OF MUHAMMADIYAH: ISLAMIC REFORM, EDUCATIONAL MODERNIZATION, AND SOCIAL TRANSFORMATION IN INDONESIA Siregar, Ahsari Fadli; Hayat, Muhammad
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 2 No. 1 (2026): February
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah represents one of the most influential Islamic reform movements in Indonesia, playing a pivotal role in reshaping religious thought, education, and social engagement since the early twentieth century. This article examines the historical foundations of Muhammadiyah by analyzing the socio-religious context prior to its establishment, the intellectual formation of its founder K.H. Ahmad Dahlan, and the core ideological principles underpinning the movement. Employing qualitative historical analysis based on literature review, this study reveals that Muhammadiyah emerged as an integrated response to colonial educational marginalization, religious syncretism, and social inequality. The findings demonstrate that Muhammadiyah’s reformist paradigm-grounded in tajdīd, educational modernization, and organized social action-remains relevant in addressing contemporary challenges.
DUALITAS STRUKTUR PERTANIAN DAN PEMBANGUNAN PARIWISATA (STUDI KASUS DI DESA ORO-ORO OMBO KECAMATAN BATU KOTA BATU) Winarsih, Siti Nurul Fitriyah; Susilo, Rachmad K. Dwi; Hayat, Muhammad
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v12i4.64934

Abstract

Batu City was originally famous for its branding as the City of Apples which lifted from the structure, but with the change of the Mayor of Batu, Batu City has changed the direction of the development of Batu City into an agricultural-based tourism city. The actors have used the traditional structure of agriculture into a new structure for tourism development. This study aims to explain the duality of agricultural structures and tourism development in Oro-oro Ombo Village, Batu District, Batu City. The researcher uses a qualitative research approach with the type of case study research. Determination of the selected subjects using snowball sampling technique. Collecting data using observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique uses time series analysis. Anthony Giddens’ structuration theory is used as a supporting equipment for research analysis. The results of the research are as follows: (1) The presence of a new structure in the form of development and encouraging farmers in Oro-oro Ombo Village to sell agricultural land to investors. (2) Actors who used to play an active role in the agricultural structure are now shifting to become actors in the tourism structure. (3) The duality of the agency-structure relationship which is characterized by the bargaining conditions that occur, the structure of agriculture and tourism in Oro-oro Ombo Village attracts each other (constrains), actually can help each other but the actors involved in the two structures still do not know how.Keywords: Actor, Agriculture, Duality of Structure, and Tourism AbstrakKota Batu semula terkenal dengan branding Kota Apel yang mengangkat eksistensi dari struktur pertanian, namun dengan bergantinya periode pemerintahan Wali Kota Batu telah mengubah arah pembangunan Kota Batu menjadi kota pariwisata berbasis pertanian. Para aktor telah menggeser struktur tradisional berupa pertanian menjadi struktur baru pembangunan pariwisata. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk dualitas struktur pertanian dan pembangunan pariwisata di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penentuan subjek dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deret waktu. Teori Strukturasi Anthony Giddens digunakan sebagai alat pendukung analisis penelitian. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Hadirnya struktur baru berupa pembangunan pariwisata mendorong petani di Desa Oro-oro Ombo untuk menjual lahan pertanian kepada para investor. (2) Aktor yang dulu aktif berperan dalam struktur pertanian kini bergeser peran menjadi aktor dalam struktur pariwisata. (3) Dualitas hubungan struktur-agensi ditandai dengan kondisi tawar menawar yang terjadi, struktur pertanian dan struktur pariwisata di Desa Oro-oro Ombo saling tarik menarik (constrain), sebenarnya bisa saling menunjang namun aktor yang terlibat di kedua struktur tersebut masih belum tahu harus bagaimana.Kata Kunci : Aktor, Dualitas Struktur, Pariwisata, dan Pertanian
The Relevance of the Muhammadiyah Concept of Keluarga Sakinah in Reducing Divorce Trends in Indonesia: A Socio-Religious Analysis Based on Community Data Hector Javier Cortes Tornel; Muhammad Hayat
KOMUNITAS Vol. 16 No. 2 (2025): Empowerment and Islamic Studies
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/komunitas.v16i2.14053

Abstract

The increasing divorce rate in Indonesia over the past decade indicates growing vulnerabilities in family resilience shaped by changes in social, economic, and cultural structures. This article aims to analyze the relevance of the Muhammadiyah concept of Keluarga Sakinah in responding to contemporary divorce trends through a socio-religious approach based on community data. This study employs a non-field research design relying on secondary data analysis, including official Muhammadiyah documents, reports on Muhammadiyah community programs, and divorce statistics issued by the Central Bureau of Statistics (BPS) and the Supreme Court of Indonesia. Therefore, this study concludes that the relevance of the Muhammadiyah concept of Keluarga Sakinah is contextual in nature and requires synergy among religious organizations, the state, and civil society to strengthen family resilience in Indonesia
The Muhammadiyah as a Cultural Movement: Muhammadiyah Sebagai Gerakan Budaya Moh. Ubaidillah Al Amin; Muhammad Hayat
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 1 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i1.4981

Abstract

, Latar Belakang: Muhammadiyah adalah organisasi islam yang tidak hanya bergerak pada gerakan dakwah islam saja, tetapi juga bergerak pada gerakan budaya yang mewujudkan revitalisasi islam yang tidak hanya terbatas pada ruang lingkup aqidah dan aktivitas keagamaan serta muhammadiyah juga menginspirasi pergeseran norma budaya masyarakat. Sejak didirikannya muhammadiyah pada awal abad ke-20, organisasi islam ini telah mewujudkan sebuah konsep islam yang berkemajuan melalui berbagai sektor pendidikan, kesehatan, bantuan dan pemberdayaan masyarakat, menumbuhkan paradigma masyarakat yang rasional, etos kerja yang kuat, serta budaya masyakat yang ditandai dengan inklusivitas dan egaliter. Penelitian ini memfokuskan bagaimana kajian peran muhammadiyah sebagai gerakan budaya dalam pengembangan pendidikan islam melalui implementasi konsep tajdid, sikap kritis terhadap praktik tradisi lokal, serta mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan yang strategis dengan tujuan sebagai gerakan  perubahan sosial. Temuan penelitian ini menggunakan metode yang memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk peradaban yang lebih tercerahkan dengan adanya nilai-nilai moderasi, sikap penghormatan terhadap manusia secara universal, menolak takhayul, bid’ah, dan khurofat (TBC), serta penguatan pada prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Dengan demikian, muhammadiyah dalam gerakan budaya dapat diposisikan sebagai gerakan budaya yang dapat mengintegrasikan ajaran islam dengan dinamika sosial kontemporer melalui pengembangan pendidikan islam. Hal ini memberikan dampak yang sangat bagus untuk mengembangkan budaya pendidikan islam dan peradaban bangsa indonesia.
Muhammadiyah Sebagai Gerakan Pendidikan Hironimus Dapa; Muhammad Hayat
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Nawa Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67864/al-khazin.v1i2.48

Abstract

Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi masyarakat sipil Islam terbesar di dunia, telah menjadi pilar fundamental dalam pembangunan bangsa Indonesia sejak didirikan pada tahun 1912. Artikel ini menyajikan analisis komprehensif mengenai peran strategis Muhammadiyah, dengan fokus pada kontribusinya yang multidimensional dalam bidang pendidikan dan dampaknya yang luas terhadap transformasi sosial. Menggunakan metode studi literatur sistematis, penelitian ini mengkaji empat dimensi utama: (1) pembangunan infrastruktur institusi pendidikan modern dan inklusif; (2) landasan filosofis "Islam Berkemajuan" sebagai etos gerakan; (3) dampak holistik terhadap pembangunan sosial-ekonomi dan pemberdayaan komunitas; dan (4) respons adaptif terhadap tantangan kontemporer seperti globalisasi dan pluralisme agama. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan Muhammadiyah tidak hanya terletak pada skala jaringan pendidikannya yang masif, melainkan pada kemampuannya mensintesiskan secara harmonis antara ajaran Islam, rasionalitas modern, dan aksi sosial pragmatis. Jaringan sekolah dan universitasnya berfungsi sebagai inkubator untuk menumbuhkan "Ma’rifat Quotient" sebuah kesadaran ilahiah yang terintegrasi dengan etos kemanusiaan serta menjadi benteng moderasi beragama (wasathiyyah). Disimpulkan bahwa Muhammadiyah bukan sekadar penyedia layanan pendidikan, tetapi merupakan arsitek peradaban yang secara aktif membentuk karakter masyarakat Indonesia yang progresif, toleran, dan berdaya saing di panggung global.