Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : Mechanova

KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET DARI LIMBAH DAUN POHON BINTARO Andreas Wijaya Kasrun; Willyanto Anggono; Teng Sutrisno
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.884 KB)

Abstract

Pada era globalisasi ini, kebutuhan energi semakin meningkat. Penggunaan bahan bakar fossilyang semakin tinggi mengakibatkan semakin menipisnya cadangan bahan bakar. Penggunaanbahan bakar biomassa merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan bahanbakar fossil. Bahan bakar biomassa yang digunakan berupa bahan bakar padat dan dijadikandalam bentuk briket. Briket dibentuk dari bahan baku limbah daun pohon bintaro dengancampuran bahan perekat tepung tapioka dengan kadar 90:10. Nilai kalor atas dari bahan bakarbriket sebesar 4164 Kcal/kg. ukuran partikel berpengaruh kepada bentuk fisik maupunpembakaan briket. Ukuran partikel yang semakin kecil akan membuat bentuk fisik briket menjadihalus, tetapi briket menjadi lebih susah terbakar.
PENGARUH PENAMBAHAN MANGIFERA INDICA L. SEED OIL TERHADAP UNJUK KERJA MESIN DIESEL Robby Santoso; Willyanto Anggono; Teng Sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.178 KB)

Abstract

Semakin modern zaman, semakin besar kebutuhan masyarakat akan energi. Sebagian besar sumber daya alambersifat tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menemukan sumber dayaalam yang dapat diperbaharui. Pada penelitian kali ini, limbah biji manga digunakan untuk pembuatanbiodiesel. Biji manga mengandung minyak yang dapat dicampur dengan bahan bakar solar. Metode soxhletdigunakan untuk mengeluarkan minyak biji manga. Dalam penelitian ini, biji manga mengandung minyaksebesar 17% dari berat biji manga. Minyak biji manga dijadikan biodiesel dengan komposisi B10 dan B20.Pengujian karakteristik minyak biji manga dilakukan agar diketahui layak atau tidak untuk digunakan menjadibahan bakar. Pada pengujian karakteristik, B20 tidak layak diuji unjuk kerja karena flash point tidakmemenuhi standard. Pengujian unjuk kerja dilakukan dengan menggunakan water brake dynamometer.Pengujian dilakukan terhadap 3 sampel yaitu solar, biosolar, B10. Puncak daya dari B10 sebesar 41,29 HP,biosolar sebesar 41,29 HP, solar sebesar 41,39 HP. Puncak torsi dari B10 sebesar 145,10 Nm, biosolarsebesar 142,17 Nm, solar sebesar 141,20 Nm. Puncak BMEP dari B10 sebesar 71900 Kg/m 2 , biosolar sebesar70500 Kg/m 2 , solalr sebesar 70000 Kg/m 2 . Puncak SFC dari B10 0,35 Kg.BB/Hp.Jam, biosolar 0,42Kg.BB/Hp.Jam, solar 0,43 Kg.BB/Hp.Jam. Untuk efisiensi puncak B10 32,96%, biosolar 32,95%, solar30,72%.
PERENCANAAN MESIN PENDINGIN UNTUK PEMBUATAN GULA MERAH Arnes Danang Raharjo; teng sutrisno
Mechanova Vol 4 (2015): Semester gasal 2015-2016
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.902 KB)

Abstract

Gula merah adalah salah satu bahan baku dasar untuk membuat makanan ,dimana gula merahini mempunyai banyak manfaat maka dari itu gula merah digunakan sebagai bahan dasarmakanan.Mesin pendingin gula merah ini membantu petani untuk memenuhi pesanan pasar denganmemodifikasi cetakan gula merah tradisional dan menambahkan mesin cooling tower.Untuk membuat mesin cooling tower yang hemat biaya maka dilakukan eksperimen untukmendapatkan hasil yang optimal,dari eksperimen teryata Mesin pendingin gula merah ini dapatmeningkatkan produksi menjadi 1078 kg dengan waktu kerja yang sama yaitu 14 jam.
MODIFIKASI SISTEM PEMASUKAN BAHAN BAKAR KARBURATOR MENJADI SISTEM PEMASUKAN BAHAN BAKAR INJEKSI PADA SUPRA-X 125R Th. 2011 Hasian Batuara; Teng sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.896 KB)

Abstract

Peningkatan kendaraan bermotor mempengaruhi peningkatan konsumsi bahan bakar dan emisi gasbuang. Upaya untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang banyak dilakukanpabrikan kendaraan bermotor saat ini, salah satunya melakukan penjualan kendaraan sistem bahanbakar karburator menjadi sistem bahan bakar injeksi. Penelitian ini akan menjelaskan modifikasisistem pemasukan bahan bakar karburator menjadi sistem pemasukan bahan bakar injeksi. Dua halyang akan diteliti, yaitu konsumsi bahan bakar sebelum dan sesudah dimodifikasi, dan emisi gasbuang kendaraan sebelum dan sesudah dimodifikasi. Pengujian konsumsi bahan bakar untukmengetahui jumlah konsumsi bahan bakar pada jarak dan kecepatan tertentu secara konstandengan menggunakan gelas ukur. Sedangkan pengujian emisi gas buang kendaraan untukmengetahui kadar emisi gas buang kendaraan dengan menggunakan alat Brain Bee. Hasilpengujian menunjukkan bahwa setelah sistem bahan bakar karburator dimodifikasi menjadi sistembahan bakar injeksi, emisi gas buang CO menurun sebesar 66% dan kadar HC menurun sebesar21%, konsumsi bahan bakar juga menurun sebesar 8,25% . Sedangkan performa kendaraanmeningkat dayanya sebesar 10,3% dan torsi meningkat 10,7%
PENGARUH VELOCITY STACK INTAKE TERHADAP PERFORMA KENDARAAN Millian Pieter P; Teng sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester gasal 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.31 KB)

Abstract

Dapat dikatakan bahwa kerja motor bakar ditentukan salah satunya oleh rapat masa lajualiran udara yang masuk ke dalam ruang bakar. Salah satu upaya untuk meningkatkan performamesin adalah dengan, mengubah saluran air intake. Pada saluran air intake diciptakan open airintake dimana terdapar filter udara model terbuka berbentuk corong yang juga di sebut denganVelocity Stack Intake. Velocity stack intake bertujuan untuk meningkatkan performa kendaraandengan menghasilkan aliran udara dengan nilai turbulensi yang rendah. Penelitian dilakukandengan melakukan perubahan pada radius inlet velocity stack intake standart 8mm dengan radiusyang lebih besar yaitu, 15mm dan 30mm. Perubahan pada radius inlet bertujuan untukmenghasilkan koefisien kerugian minor yang rendah dan nilai turbulensi yang rendah.Dari hasil pengujian daya dan torsi yang dilakukan, daya meningkat sebesar 3.4% dankenaikan torsi sebesar 6,6% dari standart. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwapenggunaan velocity stack intake dengan radius inlet yang besar yaitu 30mm menghasilkan nilaiturbulensi yang kecil sehingga menghasilkan peningkatan daya dan torsi pada kendaraan.
PERANCANGAN SUDU TURBIN TURBOCHARGER RADIAL PADA MITSUBISHI PAJERO 4M40 DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CFD Andrey Andrey; Teng sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1450.082 KB)

Abstract

Penelitian perlu dilakukan karena pertumuhan ekonomi yang meningkat yang membuat kebutuhandaya beli mobil dan Bahan Bakar yang semakin meningkat. Penjualan mobil dapat meningkatnamum tidak berlaku untuk Bahan Bakar yang ada di dunia ini. Untuk dapat mengefisiensikankendaraan dengan cara, menambahkan alat untuk meningkatkan efisiensi volumetrik untukmenaikkan tekanan udara yang masuk ke ruang bakar mesin adalah turbocharger. Sehingga untukdapat menaikkan efisiensi volumetrik dapat dilakukan dengan mengoptimalkan turbocharger.Metode penelitian dilakukan dengan bantuan program simulasi computer fluid dynamic (CFD),yaitu simulasi yang dapat memecahkan persamaan Navier-Strokes secara numerik pada programkomputer. Modifikasi yang dilakukan pada penelitian ini dengan memodifikasi ketebalan dibagiantengah blade atau up/low surface dan memodifikasi jumlah dari blade pada sebuah impeller. Hasilmodifikasi yang dilakukan dengan menggunakan parameter yang sama dilakukan dengan duametode, yaitu dengan memodifikasi ketebalan dari bagian up/low surface dan juga memodifikasijumlah blade pada sebuah impeller. Hasil modifikasi yang telah dilakukan dapat meningkatkan26,9% untuk modifikasi ketebalan dan 24,2% untuk memodifikasi jumlah blade pada sebuahimpeller.
EXPERIMENTAL STUDY ON THE INFLUENCE OF RIBLETS ON BUS BODY TOWARDS DRAG COEFFICIENT Matthew Sebastian; Fandi D. Suprianto; Teng Sutrisno
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.998 KB)

Abstract

Heavy vehicles such as buses and trucks, generally have a form that is not very aerodynamic, usuallyvery long and boxy. Aerodynamics can be very influential on the use of fuel when the coefficient ofdrag is reduced, the vehicle can be more efficient in their use of fuel because the force that inhibitswill be reduced. One way to reduce this drag force is with riblets. Riblets is a structure shaped like abunch of lined trenches. The results of the study on flat plate showed that with the riblets, up to 10%drag reduction can be achieved with the blade structure compared with only a flat surface under thesame conditions.Methods to validate the experiments were performed using simulation results with experimentalresults from the wind tunnel at a speed of 16-27 m/s. Bus model created by CAD software accordingto its original shape to be tested in the wind tunnel and then compare it with the results of theANSYS Fluent simulation. Riblets geometry studied using ANSYS Fluent simulation and theresults of the Boundary Layer will be observed as the riblets geometry changes. From the research, itis known that the best riblets geometry is 1% of the overall length of the bus and with the applicationof said geometry, 1.46% drag reduction can be obtained, from Cd 0.548 to 0.54. The model with thebest drag reduction uses riblets on the front roof of the bus.
OPTIMASI DOUBLE BOX SUBWOOFER Steven Anderson; Teng sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.622 KB)

Abstract

Jenis audio pada umumnya dibagi menjadi tiga, yatiu Sound Quality (SQ), Sound Quality Loud(SQL), dan Sound Pressure Level. Jenis Sound Quality (SQ) menonjolkan kejernihan, tonal dansuara panggung (staging-imaging) dari speaker di pilar A (bagian depan dekat dashboard).Sound Quality Loud (SQL) hampir sama dengan jenis SQ, perbedaanya terletak di peletakanspeaker. Sound Pressure Level (SPL), jenis audio ini berbeda dengan jenis audio yang lain. SPLhanya menonjolkan tingkat kekerasan (dB) yang dihasilkan dari subwoofer tanpa menilai suaralainnya. Peranan subwoofer dan box-nya memiliki peranan penting pada jenis audio ini.Penulis merancang 6 model Secondary Box Perpendicular Port, Secondary Box In Line Port,Primary Box Perpendicular Port (Sealed Volume), Primary Box Perpendicular Port (PortVolume), Primary Secondary Box Perpendicular Port (Sealed Volume). Hasil data dari pengujiandidapatkan hasil box yang terbaik yaitu Box Primary Secondary Perpendicular Port (PortVolume). Box ini menghasilkan tingkat kekerasan (dB) subwoofer dengan nilai 94,57 dB pada 50Hz. Sedangkan dB terendah ada pada frekuensi 19 Hz dengan nilai 78.04 dB. Rata-Rata dari boxtersebut adalah 83,30 dan mengalami penurunan sebesar 11,19%. Box model ini lebih cocokuntuk digunakan pada kelas SPL. Hal ini dikarenakan box ini dapat menghasilkan dB tertinggidiantara box jenis lainnya.
PERENCANAAN DAN APLIKASI SISTEM AUDIO 2-WAY UNTUK MENGHASILKAN FLAT FREQUENCY DAN EFEK STAGING-IMAGING PADA TOYOTA YARIS Marshall Clarence Andries; Teng sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.574 KB)

Abstract

Sistem audio adalah komponen penting dalam kendaraan yang mampu menghilangkan rasa jenuhdalam berkendara. Namun sistem audio OEM pada umumnya menggunakan perangkat audiosederhana dengan kemampuan terbatas. Sistem audio standar tidak mampu memenuhi kebutuhanfrekuensi secara merata serta tidak dapat menghasilkan efek staging – imaging. Penelitian inimencoba mengaplikasikan sistem yang terdiri dari speaker 2 way serta sebuah subwoofer.Perangkat audio ini juga didukung dengan penggunaan head unit, power amplifier, sertatreatment akustik yang bertujuan memperoleh frekuensi yang merata serta efek staging –imaging.Dengan menggunakan sistem tersebut, frekuensi yang dihasilkan merata dari 125 Hz keatas, serta mampu menghasilkan efek staging - imaging di mana suara berasal dari tengahdasbor. Flat frequency yang dihasilkan sistem audio terlihat pada grafik RTA. Untuk frekuensi125 Hz ke bawah output yang dihasilkan tidak merata karena suara mesin mobil. Efek staging –imaging juga berhasil diterapkan pada sistem audio yang baru. Hal ini dibuktikan melalui hasilkuesioner, di mana lebih dari 50 % responden setuju bahwa suara yang dihasilkan berasal daritengah dasbor serta berada di atas dasbor. Pemasangan audio tidak mengganggu fungsi interiormobil sedikit pun, di mana seluruh responden mengatakan bahwa pandangan tidak tergangguoleh sistem audio yang baru.
OPTIMASI KONFIGURASI BOX UNTUK DUAL SUBWOOFER Reynaldi Harli; Teng sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester gasal 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.478 KB)

Abstract

Umumnya pada audio mobil terdapat tiga kategori yaitu SQ, SQL dan SPL. SPL (Sound PressureLevel) yaitu aliran yang mengutamakan kekerasan suara di atas segalanya biasanya diukur denganjumlah tekanan suara dengan satuan desibel (dB). Dengan adanya subwoofer, suara bass akanlebih terdengar sehingga membuat suara musik lebih hidup dan nyata. Subwoofer membutuhkanbox untuk dapat bekerja.Setiap konfigurasi box akan mempengaruhi karakteristik suara yangdihasilkan oleh box tersebut. Penelitian ini meneliti karakteristik box yang menggunakanpenggunaan dua subwoofer dengan konfigurasi Isobarik dan Push-Pull. Pengujian karakteristiksetiap box menggunakan program Fuzzmeasure dengan test tone yang sudah ditetapkan olehprogram tersebut. Dari pengujian yang dilakukan, akan didapatkan grafik desibel terhadapfrekuensi yang dihasilkan oleh tiap box subwoofer. Dari hasil pengujian, Push-Pull Cone to Conemerupakan konfigurasi yang paling baik dibanding dengan desain yang lain karena menghasilkanrata-rata desibel yang tertinggi dan memiliki karakteristik deep bass. Sedangkan pada konfigurasiIsobarik, Cone to Magnet menghasilkan desibel yang tertinggi.