Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN BERKENDARA SELAMAT DENGAN KECELAKAAN PENGEMUDI TRANSPORTASI RODA DUA BERBASIS ONLINE DI KOTA PEKANBARU Ruzain, Raihanatu Binqalbi; Herawati, Yulia; Christofa, Daniel
JURNAL ISLAMIKA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal ISLAMIKA
Publisher : Fakultas Studi Islam Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jsi.v3i1.1706

Abstract

Kecelakaan Lalu Lintas Jalan merupakan penyebab utama kematian dan cedera dan masalah kesehatan masyarakat yang meningkat secara global, mengakibatkan lebih dari 1,2 juta kematian setiap tahunnya. Lebih dari 62.000 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor di 27 negara Uni Eropa antara tahun 2001 dan 2009. Kemajuan transportasi roda dua berbasis online merupakan jawaban kebutuhan transportasi masyarakat saat ini, transportasi ini memberi kemudahan berupa masayarakat dapat menggunakan transportasi dengan cepat, efisien, ekonomis dan biaya yang pasti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan berkendara selamat dengan kecelakaan pengemudi transportasi roda dua berbasis online. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan korelasi Product Moment obsevasional. Subjek penelitian ini adalah pengemudi transportasi roda dua berbasis online sejumlah 100 orang. Pengetahuan berkendara selamat sebagai variable bebas dan kecelakaan pengemudi sebagai variable terikat. Dipenelitian terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan berkendara selamat dengan kecelakaan pengemudi transportasi roda dua berbasis online. Pengemudi disarankan untuk meningkatkan pengetahuan berkendara selamat dengan membaca, mengikuti seminar dan pelatihan.
Pengadopsian Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani oleh Kelurahan Bumi Ayu Adni, Dita Fisdian; Abdillah, Satrio; Herawati, Yulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 5, No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v5i1.6209

Abstract

Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) and Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani (WBBM) is a predicate given to units/work units in Local Government with as low as echelon III that perform service functions. The term WBK or WBBM is not wrong if it is adopted by government units / work units in echelon IV, namely Urban Village because Urban Village is a work unit that also provides services to the community. In the adoption of WBK and WBBK independently in Bumi Ayu Urban Village, Dumai subdistrict, Dumai city, there are several problems. The first is that almost all employees and office holders in Bumi Ayu Urban Village do not understand the meaning of WBK or WBBM. The next problem is the service mechanism that does not meet the standards of WBK and WBBM. The method used in this community service is to provide counseling and assistance to the Bumi Ayu Urban Village government apparatus. It can be concluded that counseling and assistance on the adoption of WBK and WBBM in Bumi Ayu Urban Village in an effort to improve services to the community runs successfully and smoothly and Bumi Ayu Urban Village officials increasingly understand the importance of the predicate of WBK and WBBM.
Kohesivitas kelompok dan efikasi diri terhadap kepuasan kerja pada karyawan PT X di Kabupaten Kampar, Riau Farradinna, Syarifah; Widya, Widya; Herawati, Yulia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.046 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p02

Abstract

Karyawan merupakan hal terpenting dalam organisasi. Menentukan keberhasilan organisasi manajemen harus memperhatikan karyawan dalam meningkatkan kepuasan kerja. Karyawan yang memiliki kepuasan kerja yang baik dapat dilihat dari kohesivitas kelompok dan efikasi diri yang baik pada karyawan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kohesivitas kelompok dan efikasi diri terhadap kepuasan kerja pada karyawan PT. Perkebunan Nusantara V Sei Garo. Penelitian ini melibatkan 136 karyawan, berdasarkan teknik pengambilan sampel cluster random sampling yang diperoleh sebanyak 102. Penelitian ini menggunakan skala pengukuran kohesivitas kelompok, efikasi diri dan kepuasan kerja. Metode analisis statistik yang digunakan adalah Regresi. Berdasarkan analisis tersebut diketahui bahwa tidak terdapat pengaruh kohesivitas kelompok terhadap kepuasan kerja dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,120 (0,230, p ?0,05). Hal ini menunjukkan hipotesis pertama ditolak. Sebaliknya terdapat pengaruh efikasi diri terhadap kepuasan kerja dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,289 (0,003, p ?0,05). Hal ini menunjukkan hipotesis kedua diterima. Begitu juga kohesivitas kelompok dan efikasi diri terhadap kepuasan kerja, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kohesivitas kelompok dan efikasi diri secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja dengan diketahui F = 6,081; p?0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis ketiga diterima dan ditemukan bahwa kohesivitas kelompok dan efikasi diri menunjukkan kontribusi 10,9 persen terhadap kepuasan kerja. Oleh sebab itu, organisasi perlu lebih aktif memperhatikan kohesivitas kelompok dan efikasi diri secara bersama-sama untuk meningkatkan kepuasan kerja pada karyawan.
Pengaruh Birth Ball Exercise terhadap Skala Nyeri pada Ibu Bersalin Kala I Marsilia, Imelda Diana; Herawati, Yulia; Haerunisa, Yuyun
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 14 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v14i2.934

Abstract

A birth ball is a simple physical therapy or exercise that uses a ball, applied to pregnant women, women in labor, and postpartum women. The benefits of using a birth ball are to increase blood flow to the uterus, placenta, and baby, relieve pressure, and provide comfort to the knees and ankles, as well as provide counter-pressure to the perineum and thighs. This position works with gravity to encourage the baby to descend into the pelvic floor, thereby accelerating the labor process. In addition, using a birth ball can help optimize the baby's position during pregnancy and childbirth, balance the body on the ball to help strengthen the back, and help align the baby in preparation for birth. Objective: To determine the effect of birth ball exercise as a method of reducing pain in mothers in stage 1 of labor at the TPMB Y Health Center in West Cikarang District. Research Method: This study used a pre-experimental design with a pre-test-post-test design. The population consisted of 18 people, and the sample size was 18 respondents who met the inclusion criteria, namely physiologically healthy primiparous and multiparous women in labor at TPMB Y, West Cikarang District, from January to February 2024, without a control group. The data collection process involved filling out pretest and posttest observation sheets for respondents and standard operating procedure (SOP) sheets for the provision of birth ball techniques. Results: Based on the Paired T-Test using SPSS, a P-Value of 0.001 (<0.05) was obtained, so it can be concluded that H1 is accepted, meaning that there is an effect of the birth ball technique on the pain scale in mothers in stage I labor at TPMB Y, West Cikarang District. Conclusion: There is an effect of birth ball exercise on the pain scale in women in the first stage of labor at TPMB Y, Cikarang Barat District.
Optimalisasi Pemberdayaan Kader dalam Implementasi Pola Asuh Ibu yang Mempunyai Baduta dalam Penurunan Stunting Daniah, Daniah; Sabaruddin, Erny Elviany; Aini, Nur; Herawati, Yulia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13185

Abstract

ABSTRAK Saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasikan prevalensi balita kerdil (stunting) di seluruh dunia sebesar 22 % persen atau sebanyak 149,2 juta pada 2020. Kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Salah satu masalah kesehatan terkait pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia balita yang dapat menimbulkan dampak buruk dalam jangka pendek maupun jangka panjang adalah stunting. Adapun dampak jangka panjang yang kemungkinan dialami yaitu gangguan kongnitif, kesulitan belajar, rentan mengalami penyakit tidak menular, kekebalan tubuh lebih rendah, dan performan rendah. Proses seorang anak bertubuh pendek (kegagalan pertumbuhan) dapat dimulai sejak masa janin hingga usia 2 tahun. Ketika sudah lewat usia 2 tahun, akan lebih sulit untuk memperbaiki gangguan pertumbuhan. Tujuannya adalah mengoptimalkan kader dalam penanganan stunting pada ibu yang yang mempunyai baduta stunting. Metode Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pendekatan  kerjasama antara Kepala Desa dengan Puskesmas setempat, dengan memberikan edukasi dalam penanganan baduta stunting kepada kader dan ibu yang memiliki baduta , serta mengajarkan aplikasi untuk mengecek pertumbuhan baduta dengan pengukuran BB dan tinggi badan dalam penurunan stunting . Hasil Pengabdian kepada masyarakat ini berdasarkan tingkat pengetahuan kader tentang stunting rata-rata 71% dalam kategori sedang, tingkat pengetahuan tentang makanan pendamping ASI pada balita rata-rata dalam kategori cukup 75%. Sedangkan pengetahuan terhadap pola asuh ibu yang mempunyai baduta nilai rata-rata 65 termasuk dalam kategori kurang. Berdasarkan  distribusi stunting berdasarkan usia ibu adalah usia20 -35 sebesar 58,82% dan usia  35 sebesar  41, 18 %. Berdasarkan distibusi stunting berdasarkan usia baduta adalah usia 24 bulan sebesar  29,41 , usia 12 – 23 bulan sebesar 35,29%, usia 6- 11 bulan sebesar  35,29 %. Distribusi stunting berdasarkan jenis kelamin baduta adalah jenis kelamin laki-laki sebesar  41,18 % dan perempuan sebesar 58,82%. Kesimpulan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah masih kurang optimalnya kader dalam pendampingan ibu yang memiliki baduta stunting,  pengetahuan kader dalam penanganan stunting juga masih belum baik. Kata Kunci: Stunting, Baduta, Kader  ABSTRACT Currently, the World Health Organization (WHO) estimates the prevalence of stunting worldwide at 22% percent or 149.2 million by 2020. The incidence of short toddlers or commonly referred to as stunting is one of the nutritional problems experienced by toddlers in the world today. One of the health problems related to growth and development in children under five years of age that can have adverse effects in the short and long term is stunting. The long-term impacts that may be experienced are congnitive disorders, learning difficulties, susceptibility to non-communicable diseases, lower immunity, and low performance. The process of a child being stunted (growth failure) can start from the fetal period until the age of 2 years. Once past the age of 2 years, it is more difficult to correct growth disorders. The goal is to optimize cadres in handling stunting in mothers who have stunted children. Methods This community service activity uses a collaborative approach between the Village Head and the local Puskesmas, by providing education in handling stunting to cadres and mothers who have stunted children, and teaching applications to check the growth of children with weight and height measurements in reducing stunting. The results of this community service are based on the level of knowledge of cadres about stunting on average 71% in the moderate category, the level of knowledge about complementary foods for toddlers on average in the moderate category 75%. While knowledge of parenting patterns of mothers who have under-fives, the average value of 65 is included in the category of less. Based on the distribution of stunting based on the age of the mother is age 20-35 by 58.82% and age 35 by 41, 18%. Based on the distribution of stunting based on the age of the baby, the age of 24 months was 29.41%, the age of 12-23 months was 35.29%, the age of 6-11 months was 35.29%. The distribution of stunting based on the sex of the under-five children was male by 41.18% and female by 58.82%. The conclusion in this community service is that the cadres are still less than optimal in assisting mothers who have stunted infants, the knowledge of cadres in handling stunting is also still not good. Keywords: Stunting, Baduta, Cadres
Bimbingan Tekhnis Paud Inklusi Di Taman Kanak-kanak ABA Kabupaten Kampar Propinsi Riau Alucyana, Alucyana; Herawati, Yulia; Yunita, Yenni; Aulia Fitri, Safa; Izzati Abror, Nadia; Rahmah, Rahmah
Al-ihsan: Jurnal Pengabdian Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2025): Al-Ihsan : Jurnal Pengabdian Agama Islam
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/aijpai.2025.21451

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bernama Bimbingan Tekhnis (BIMTEK) PAUD INKLUSI. Kegiatan ini di dasari permasalahan Guru TK ABA Kabupaten Kampar Propinsi Riau yang belum mengetahui tentang anak berkebutuhan khusus, strategi pembelajaran anak berkebutuhan khusus serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian Individual (RPPHI). tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan secara tekhnis kepada guru guru tentang Pengenalan anak berkebutuhan khusus dan rancangan pembelajaran anak berkebutuhan khusus, agar guru guru TK ABA Riau memperoleh pengetetahuan yang komprehensif tentang anak berkebutuhan khusus dan penyelenggaran PAUD inklusi. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian pada guru  TK ABA Aisyiyah Riau di Kabupaten Kampar: (1) Tahap Persiapan, (2) Tahap Pelaksanaan Pengabdian , (3) Observasi dan (4) Tahap Refleksi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah dan praktek. Hasil Refleksi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada guru TK ABA Kabupaten Kampar Propinsi Riau tentang pengetahuan anak berkebutuhan khusus serta memiliki ketrampilan dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran harian individual (RPPHI)