Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

GAMBARAN PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU DI DESA NGERING KECAMATAN JOGONALAN KABUPATEN KLATEN Henik Istikhomah; Sumantri Sumantri; Lutfiana Dwi Utami
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 1 (2015): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.857 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i1.97

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan survey yang dilakukan di Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Jawa Timur tercatat beberapa permasalahan tentang Posyandu antara lain: a) Hanya 40% posyandu yang ada dan dapat berjalan sesuai fungsinya dengan baik. b) 50% Posyandu tidak memiliki peralatan yang memadai. c) Sebagian besar Posyandu belum memiliki tempat yang layak dan belum memiliki kader yang cukup. d) Cakupan pelayanan Posyandu masih rendah. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kegiatan Posyandu di Desa Ngering Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten. Metode Penelitian : Jenis penelitian observasional yang bersifat dokumentasi. Tehnik pengambilan sampelnya dengan sampel jenuh, sejumlah 5 Posyandu . Hasil : Posyandu dengan Strata Pratama ada 3 sedang strata Madya ada 2, Kegiatan di meja I Posyandu pada kunjungan ulang kurang (
PERILAKU IBU TENTANG TOILET TRAINING PADA ANAK USIA 1–3 TAHUN DI DESA KAJORAN KECAMATAN KLATEN SELATAN KABUPATEN KLATEN Henik Istikhomah; Agus Kirwanto
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 2 (2015): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.937 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i2.116

Abstract

Latar Belakang : Di Indonesia diperkirakan jumlah balita mencapai 30% dari 259 juta jiwa penduduk Indonesia tahun 2011. Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) nasional tahun 2012, diperkirakan jumlah balita yang susah mengontrol BAB dan BAK (mengompol) sampai usia prasekolah mencapai 75 juta anak. Tujuan : Untuk mengetahui perilaku ibu tentang toilet training, untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang toilet training,untuk mengetahui sikap ibu tentang toilet training, untuk mengetahui praktik ibu tentang toilet training, untuk mengetahui karakteristik ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun. Metode Penelitian : Menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Instrument yang digunakan berupa kuesioner dan mengambil subjek ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun sebanyak 49 responden. Hasil Penelitian : Perilaku ibu tentang toilet training pada anak usia 1-3 tahun di Desa Kajoran, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten dari total responden sebanyak 49 ibu yang memiliki anak usia 1-3, 35 orang (71,4%) diantaranya memiliki perilaku yang baik, 10 orang (20,4%) diantaranya berperilaku cukup dan 4 orang (8,16%) diantaranya berperilaku kurang. Kesimpulan : Perilaku ibu tentang toilet training pada anak usia 1-3 tahun di Desa Kajoran, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten dalam kategori baik. Kata Kunci : Perilaku, Toilet Training
HUBUNGAN STRATEGI KOPING DENGAN PERSEPSI STRES PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS KARANGANOM KLATEN Maharani Dwi Astari; Henik Istikhomah; Murwati Murwati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2018): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.981 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v9i2.206

Abstract

Latar Belakang Ibu hamil trimester ketiga rentan terhadap stres karena kondisi psikologis ibu yang tidak menentu. Dampaknya pada ibu hamil akan merasakan keluhan fisik, gangguan aktivitas sehari-hari, dan perkembangan janin yang kurang optimal. Strategi koping merupakan salah satu upaya individu untuk menanggulangi stres dengan cara merubah pola pikir maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya. Tujuan Penelitian mengetahui hubungan antara strategi Koping dengan stress pada ibu hamil Trimester III di Puskesmas Karanganom Klaten Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling, sampel 32 responden ibu hamil trimester III di Puskesmas Karanganom Klaten. Teknik Analisa data yang digunakan adalah uji spearman rank. Hasil Penelitian Ibu hamil trimester III dengan strategi koping adaptif sebanyak 84,4%, tingkat persepsi stres tingkat sedang pada ibu hamil trimester III sebesar 68,7% dan diperoleh hasil uji analisis statistika nilai p = 0,000 dan nilai r sebesar 0,543. Kesimpulan Terdapat hubungan antara strategi koping dengan persepsi stres pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Karanganom Klaten. Kata Kunci Strategi koping, persepsi stres, koping adapti
HUBUNGAN KARAKTERISTIK, MOTIVASI, DAN KEPUASAN DOSEN dengan KINERJA DOSEN DALAM MELAKSANAKAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI Henik Istikhomah; Undang Santosa; Jusuf Sulaeman Sulaeman Effendi
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 3, No 1 (2012): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.304 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v3i1.62

Abstract

Latar Belakang: Dewasa ini, institusi pendidikan di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat dan persaingan yang tajam. Hal ini menyebabkan perlunya peningkatan kinerja dosen. Kinerja dosen dipengaruhi oleh faktor karakteristik individu, motivasi, dan kepuasan kerja. Kinerja dosen dinilai dari bagaimana melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan karakteristik, motivasi dan kepuasan kerja dosen dengan kinerja dosen dalam melaksanakan Tri Dharma perguruan Tinggi Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional serta menggunakan teknik total populasi pada 42 orang dosen tetap yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dilakukan bulan Februari dan Maret 2011. Variabel motivasi dan kepuasan kerja diukur dengan kuesioner dengan skala Likert 1−5. Uji statistik dengan Pearson product moment, rank Spearman, dan analisis multivariabel untuk mengetahui variabel yang paling dominan pengaruhnya pada kinerja dosen dalam pelaksanaan Tri Dharma perguruan Tinggi. Hasil: Hasil analisis menggunakan regresi multipel menunjukkan variabel tingkat pendidikan, masa kerja, dan kepuasan berhubungan signifikan (p
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING Henik Istikhomah; Indarto A.S; Dewi Tustika P.S
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 2, No 2: Agustus 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.793 KB) | DOI: 10.36307/jik.v2i2.59

Abstract

Latar belakang :Menurut survey pendahuluan pada bulan Januari 2014, mahasiswa DIV Kebidanan Pendidik me- nyatakan e-learning merupakan terobosan yang bagus dalam proses pembelajaran karena dapat memanfaatkan teknologi jarak jauh dan simple bisa belajar dimana saja maupunTujuan penelitian: Mengungkap persepsi mahasiswa tentang media pembelajaran e-learning pada mata kuliah teknologi pendidikan dan media pembelajaran di Jurusan Kebidanan Poltekkes Surakarta.Metode penelitian: Menggunakan rancangan kualitatif, teknik pengumpulan sampel secara purposive sampling, jenis sampling maximum variation sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik Diskusi Kelompok Terarah dan Wawancara Mendalam. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.Hasil penelitian: Informan mengetahui pengertian e-learning adalah sebagai sarana pembelajaran menggunakan internet. Pada mata kuliah teknologi pendidikan dan media pembelajaran e-learning sudah mulai digunakan. Pe- nerapan e-learning belum maksimal karena kurangnya minat dan teknis penggunaan media e-learning. Manfaat e- learning bagi mahasiswa, dosen dan institusi adalah untuk memudahkan dalam proses pembelajaran. Hambatan- hambatan e-learning terdiri dari hambatan internal dan hambatan eksternal. Kerugian penggunaan e-learning tidak ada interaksi antara dosen dan mahasiswa.Simpulan: E-learning adalah media pembelajaran yang memanfaatkan internet. Penerapan e-elearning pada mata kuliah teknlogi pendidikan dan media pembelajaran belum maksimal karena kurang adanya partisipasi dan motivasi mahasiswa. Manfaat e-learning memudahkan mahasiswa, menghemat biaya, waktu yang fleksible, meningkatkan reputasi kampus. Hambatan-hambatan e-learning adalah minat mahasiswa yang kurang, admin yang belum cepat, sosialisasi yang kurang.Kekurangan dari media e-learning adalah kurang adanya interaksi dosen dan mahasiswasehingga penilaian hanya bersifat obyektif.Background: According to preliminary survey in January 2014, students of DIV Midwifery Educator expressed e-learning is a great breakthrough in the learning process because it can use technology and we are able to learn everytime everywhere.Objective: Unconvering the student’s perceptions about media e-learning on educational technology adn instruc- tional media course in Obstetrics Department at Surakarta Health PlytechnicMethods: Using a qualitative design, sample collection techniques by purposive sampling, types of sampling maxi- mum variation sampling. Collecting data using techniques focus group discussions adn in-depth interviews. The validity of data using triangulation techniques.Result: Informans knowing e-learning is to use the internet as a learning tool. In the course of educational technol- ogy and e-learning media has begun to be used. The implementation of e-learning is not maximized due to lack of interest and technical use of the medium of e-learning. Benefits of e-learning for students, faculty and istitutions is to facilitate the learning process. Barriers to e-learning consists of interal barriers and external barriers. The disadvat- age of use e-learning is no interaction between faculty adn students.Conclusion: The implementation of the e-elearning in the course of education technology and instructional media is not maximized due to lack of participation and motivation of students. Benefits of e-learning if easier for students, save costs, time flexible, enhancing the reputation of the campus. Barriers to e-learning is the lack of interest of students, the admin is not competent yet, less socialization. Disadvantages of e-learning media is the lack of inter- action of faculty and students that are objective assessment only.
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN PADA JURUSAN KEBIDANAN DI KAMPUS III POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA Ana Widi Astuti; Henik Istikhomah
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 2, Juli 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.657 KB)

Abstract

ABSTRAKHasil survey pendahuluan diperoleh bahwa penggunaan metode pembelajaran belum maksimal, metode yang digunakan sebagian sudah bervariasi dan ada juga yang masih monoton. Penelitian ini bertujuan mengungkap fenomena persepsi mahasiswa tentang metode pembelajaran yang digunakan pada Jurusan Kebidanan di Kampus III Poltekkes Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan kualitatif dengan teknik pengumpulan sampel secara purposive sampling dengan jenis sampling maximum variation sampling. Teknik pengumpulan data berdasarkan teknik Diskusi Kelompok Terarah (DKT) dan Wawancara Mendalam (WM). Hasil penelitian persepsi mahasiswa tentang pengertian dan manfaat metode pembelajaran menunjukkan bahwa semua informan sudah menjelaskan dengan baik, diantarannya pengertian metode pembelajaran yaitu cara dosen memberikan pelajaran, cara mengimplementasikan teknik, dan strategi pembelajaran. Manfaat metode pembelajaran untuk menghilangkan kejenuhan mahasiswa, mengaktifkan mahasiswa dalam pembelajaran. Jenis-jenis metode pembelajaran yang digunakan dosen, sebagian besar informan mengatakan bahwa jenis metode pembelajaran yang sering digunakan dosen yaitu metode ceramah, tanya jawab, diskusi, brainstorming, role play, simulasi, demonstrasi, resitasi, kerja kelompok. Metode pembelajaran yang jarang digunakan yaitu jigzaw. Metode pembelajaran lapangan yaitu ronde, bed site teaching, mentorship dan preseptorship. Metode pembelajaran yang disenangi dan tidak disenangi pada prinsipnya semua metode baik tetapi tergantung dosen dalam cara menyampaikan. Harapan mahasiswa agar dosen mengenalkan dan menerapkan metode pembelajaran agar mahasiswa dan dosen lebih aktif. Kesimpulan adalah persepsi mahasiswa tentang pengertian dan manfaat metode pembelajaran adalah cara, strategi, metode dosen untuk mengajar. Jenis-jenis metode pembelajaran yang digunakan dosen yaitu ceramah, tanya jawab, diskusi, brainstorming, role play, driil, resitasi, kelompok, ronde, bet site teaching, jigzaw, simulasi, demonstrasi, mentorship dan preseptorship. Metode pembelajaran yang disenangi yaitu diskusi, jigzaw, brainstorming, demonstrasi, simulasi, role play, ceramah tanya jawab. Metode yang tidak disenangi yaitu ceramah, presentasi kelompok, diskusi, tanya jawab. Harapan penggunaan metode pembelajaran yaitu mahasiswa sudah termotivasi dari metode yang digunakan tetapi perlu mengembangkan metode.Kata kunci: persepsi, mahasiswa, metode pembelajaranABSTRACTPreliminary survey results showed that the use of learning methods is not maximized, the method used some already varied and some are still monotonous. This study aims to reveal the phenomenon of students’ perceptions of learning methods used in the Department of Obstetrics at the Polytechnic Campus III Surakarta. The method used is qualitative design with sample collection technique purposive sampling with maximum sampling type of sampling variation. Data collection techniques based technique Focus Group Discussion (FGD) and Depth Interviews (WM). Results of research students’ perceptions about the meaning and benefits of learning methods shows that all informants have explained well, diantarannya understanding learning method that is the way the lecturer giving a lesson, how to implement techniques and learning strategies. Benefits of learning methods to eliminate boredom students, to enable students in learning. The types of learning methods used lecturers, most of the informants said that this type of learning method is a method frequently used lecturer lecture, question and answer, discussion, brainstorming, role plays, simulations, demonstrations, recitation, group work. Learning methods are rarely used that jigzaw. Field learning method that is round, bed site teaching, mentorship and preseptorship. Learning methods are favored and unpopular in principle all methods are good but depends lecturer in how to deliver. Expectations of students to faculty to introduce and implement methods of learning so that students and faculty more active. The conclusion is the students’ perceptions about the meaning and benefits of teaching methods is the way, strategies, methods for teaching faculty. The types of learning methods used lecturers that lecture, question and answer, discussion, brainstorming, role play, driil, recitation, group, round, bet site teaching, jigzaw, simulations, demonstrations, mentorship and preseptorship. Favored learning methods that discussion, jigzaw, brainstorming, demonstrations, simulations, role plays, lectures frequently asked questions. The method is unpopular ie lectures, group presentations, discussions, question and answer. Hope the use of learning methods that students are motivated from the method used but need to develop methods.Keywords: perception, students, teaching methods 
Pemberdayaan Bidan dalam Identifikasi Kebutuhan Spiritual Ibu Hamil: Empowering Midwives in Identifying The Spiritual Needs of Pregnant Women Sri Wahyuni; Henik Istikhomah; Emy Suryani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan bidan dalam identifikasi kebutuhan spiritual diperlukan sebagai dasar ilmiah penerapan pengembangan pelayanan kebidanan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan bidan dalam mengidentifikasi kebutuhan spiritual ibu hamil. Metode dengan mengadakan pelatihan kepada bidan, sebanyak 15 orang bidan Puskesmas Jogonalan II Klaten berpartisipasi. Pelatihan dilakukan selama 3 sesi, yaitu: pertama pemberian penyuluhan tentang kebutuhan spiritual ibu hamil dengan metode ceramah, tanya jawab, kedua pelatihan penggunaan instumen, dan ketiga dilakukan demonstrasi identifikasi kebutuhan spiritual ibu hamil dengan studi kasus. Pengetahuan bidan tentang kebutuhan spiritual diukur pada pretest dan posttest menggunakan intrumen Patients Spiritual Needs Assessment Scale melalui Google form. Rentang umur bidan dari 22-52 tahun, mean+SD 36,67+11,19, pendidikan lulusan D3 Kebidanan 7(46,6 %), lulusan D4 Kebidanan 6(40%) dan lulusan Pendidikan Profesi Bidan 2(13,3%), rerata lama bekerja 1-35 tahun, mean+SD 19,67+11,00. Semua responden memberikan pelayanan kehamilan, persalinan, nifas dan menyusui, neonatus, bayi, balita anak pra sekolah dan pelayanan KB 8(53,3%) mempunyai Praktik Mandiri Bidan. Rerata skor pretest 35,07 dan posttest 37,47 poin, sehingga terjadi kenaikan skor sebesar 2,4. Berdasarkan pelatihan ini, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan bidan tentang kebutuhan spiritual ibu hamil dan dapat diterapkan dalam pelayanan sehingga asuhan kebidanan yang diberikan bisa bersifat holistik.   Abstract: Empowering midwives in identifying spiritual needs is as a scientific basis for implementation in midwifery services. The aim: to increase midwives' knowledge in identifying the spiritual needs of pregnant women. A number of 15 midwives the Jogonalan II Klaten Community Health Center participated. The training was carried out in 3 sessions: providing counseling about the spiritual needs of pregnant women using the lecture method, question and answer, training on the use of instruments and a demonstration of identifying the spiritual needs of pregnant women using case studies. Midwives' knowledge was measured using the Patients Spiritual Needs Assessment Scale instrument via Google form. The age mean+SD 36.67+11.19, D3 Midwifery graduates 7(46.6%), D4 Midwifery graduates 6(40%) and Midwife Professional Education graduates 2(13.3%) %), the length of work mean+SD 19.67+11.00. All respondents provided pregnancy, childbirth, postpartum, neonates, infants and pre-school and family planning services and 8 (53.3%) had independent midwife practices. The average pre-test score was 35.07 and post-test 37.47 points, resulting in an increase in score of 2.4. There has been an increase in midwives' knowledge about the spiritual needs of pregnant women, so that they can apply it to services so that the midwifery care provided can be holistic.
Persepsi Mahasiswa Tentang Media Pembelajaran E-Learning Henik Istikhomah; Indarto A.S; Dewi Tustika P.S
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/zybb4f67

Abstract

Background: According to preliminary survey in January 2014, students of DIV Midwifery Educator expressed e-learning is a great breakthrough in the learning process because it can use technology and we are able to learn everytime everywhere.Objective: Unconvering the student’s perceptions about media e-learning on educational technology adn instructional media course in Obstetrics Department at Surakarta Health PlytechnicMethods: Using a qualitative design, sample collection techniques by purposive sampling, types of sampling maximum variation sampling. Collecting data using techniques focus group discussions adn in-depth interviews. The validity of data using triangulation techniques.Result: Informans knowing e-learning is to use the internet as a learning tool. In the course of educational technology and e-learning media has begun to be used. The implementation of e-learning is not maximized due to lack of interest and technical use of the medium of e-learning. Benefits of e-learning for students, faculty and istitutions is to facilitate the learning process. Barriers to e-learning consists of interal barriers and external barriers. The disadvatage of use e-learning is no interaction between faculty adn students.Conclusion: The implementation of the e-elearning in the course of education technology and instructional media is not maximized due to lack of participation and motivation of students. Benefits of e-learning if easier for students, save costs, time flexible, enhancing the reputation of the campus. Barriers to e-learning is the lack of interest of students, the admin is not competent yet, less socialization. Disadvantages of e-learning media is the lack of interaction of faculty and students that are objective assessment only.Keyword : perception, students, the use of e-learning
Persepsi Mahasiswa Tentang Media Pembelajaran E-Learning Henik Istikhomah; Indarto A.S; Dewi Tustika P.S
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/zybb4f67

Abstract

Background: According to preliminary survey in January 2014, students of DIV Midwifery Educator expressed e-learning is a great breakthrough in the learning process because it can use technology and we are able to learn everytime everywhere.Objective: Unconvering the student’s perceptions about media e-learning on educational technology adn instructional media course in Obstetrics Department at Surakarta Health PlytechnicMethods: Using a qualitative design, sample collection techniques by purposive sampling, types of sampling maximum variation sampling. Collecting data using techniques focus group discussions adn in-depth interviews. The validity of data using triangulation techniques.Result: Informans knowing e-learning is to use the internet as a learning tool. In the course of educational technology and e-learning media has begun to be used. The implementation of e-learning is not maximized due to lack of interest and technical use of the medium of e-learning. Benefits of e-learning for students, faculty and istitutions is to facilitate the learning process. Barriers to e-learning consists of interal barriers and external barriers. The disadvatage of use e-learning is no interaction between faculty adn students.Conclusion: The implementation of the e-elearning in the course of education technology and instructional media is not maximized due to lack of participation and motivation of students. Benefits of e-learning if easier for students, save costs, time flexible, enhancing the reputation of the campus. Barriers to e-learning is the lack of interest of students, the admin is not competent yet, less socialization. Disadvantages of e-learning media is the lack of interaction of faculty and students that are objective assessment only.Keyword : perception, students, the use of e-learning