Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STUDI SOSIAL EKONOMI DAERAH TAPAK UJUNG LEMAHABANG SETELAH TAHUN 1995 : DESA BALONG DAN TUBANAN Sri Hariani Sjarief; Yarianto Sugeng Budi Susilo; Heni Susiati
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2000.2.1.2008

Abstract

ABSTRAK STUDI AWAL SOSIAL EKONOMI DAERAH TAPAK UJUNG LEMAHABANG SETELAH TAHUN 1995 : DESA BALONG DAN TUBANAN. Sebagaimana diketahui Ujung Lemahabang telah dinyatakan sebagai lokasi terbaik untuk Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh IAEA. Sejak studi terakhir tahun 1995, pengamatan lingkungan tetap diiaksanakan terutama penekanan pada aspek sosio-demografi. Pengamatan dilakukan di dua desa terdekat dengan lokasi yaitu Desa Balong dan Tubanan. Maksud dari studi ini adalah untuk memutakhirkan data lingkungan dan mengamati akibat dari perubahan yang terjadi. Guna mengetahui kecenderungan yang terjadi pada perkembangan populasi, pekerjaan, perumahan dan sektor sosio-ekonomi, maka dipakai data sekunder, dan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penduduk walau tidak sebesar pada tahun 1980-1990. Perubahan pada aspek sosio-demografi tapak diperkirakan ada kaitannya dengan persiapan pembangunan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati. Aktivitas persiapan ini sempat berjalan beberapa bulan sebelum akhirnya berhenti dikarenakan krisis moneter yang terjadi saat ini. ABSTRACT THE SOCIAL-ECONOMIC PRELIMINARY STUDY OF THE UJUNG LEMAHABANG SITE AFTER THE YEAR 1995 : BALONG AND TUBANAN VILLAGES. It is known that the Ujung Lemahabang site has been pointed as a prefered site for Nuclear Power Plant (NPP), which fulfils the IAEA requirement. Since the last study in 1995, the environmental investigation is being carried out which is emphasized on socio-demographic aspects. The observation was taken place in two villages, Balong and Tubanan. The objective of the study is to update the environmental data and to see weither there are any alterations as its consequences, To identify the key trends on population, employment, housing and socio-economic sectors, the secunder data are being used. Results shown that there is a population rising even not too large compared to year 1980-1990. It is assumed that the alterations on the socio-economic aspect of the site is related on the preparation of Coal Power Plant construction, Tanjung Jati. Its activity was conducted for few months before it is finally ceased as the consequences of the monetery crisis occured at the moment.
KANDUNGAN LOGAM BERAT (Co, Cr, Cs, As, Sc, DAN Fe) DALAM SEDIMEN DI KAWASAN PESISIR SEMENANJUNG MURIA Heni Susiati; Ali Arman; Yarianto Sugeng Budi Susilo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 11, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2009.11.1.1430

Abstract

ABSTRAKKANDUNGAN LOGAM BERAT (Co, Cr, Cs, As, Sc, DAN Fe) DALAM SEDIMEN DI KAWASAN PESISIR SEMENANJUNG MURIA. Pengukuran kandungan logam berat Co, Cr, Cs, As, Sc, dan Fe dalam sedimen telah dilakukan untuk pemutahiran data logam berat di perairan pesisir Semenanjung Muria. Penelitian ini merupakan salah satu aspek evaluasi kondisi lingkungan pada lokasi tapak rencana pembangunan PLTN dan evaluasi lngkungan setelah beroperasinya PLTU Tanjungjati B. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengantisipasi perubahan data rona awal yang diakibatkan oleh masukan kontaminan baik dari daratan maupun dari laut. Lokasi sampling dilakukan pada titik koordinat antara 110048’28,5’’ Bujur Timur; 06024’51,0’’ Lintang Selatan sampai 110049’45,0’’ Bujur Timur; 06024’40,0’’ Lintang Selatan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode coring. Analisis logam berat dilakukan dengan metode AAN (Analisis Aktivasi Netron). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat Co, Cr, Cs, As, Sc, dan Fe di sedimen perairan Semenanjung Muria rata-rata berkisar antara 15,5 – 17,4 ppm untuk logam Co; 44,2 – 56,2 ppm untuk logam Cr; 5,1 – 5,8 ppm untuk logam Cs; 9,6 – 12,9 ppm untuk logam As; 15,7 – 18,4 ppm untuk logam Sc; dan 44,7 – 47,5 ppm untuk logam Fe.Kata kunci: logam berat, sedimen, PLTN, PLTU, dan AAN ABSTRACTCONTENT OF HEAVY METALS (Co, Cr, Cs, As, Sc, AND Fe) IN SEDIMENT AT MURIA PENINSULA COASTAL. Measurement of heavy metals that containing of Co, Cr, Cs, As, Sc, and Fe have been done for updating heavy metals data in Muria Peninsula coastal. This research is one of aspect of environmental condition evaluation at NPP site and an evaluation of environmental after operation of Tanjungjati CPP. (Coal Power Plant). The objective of this research is to anticipate change of environmental profile data resulting from contaminant both from land and marine base source pollution. Sediment sample was obtained from coastal waters at Muria Peninsula, Jepara, that located between ranged 110056’06.7”- 110044’01.7” (E) and 06023’99.3”- 06025’49.1’’(S). Sampling method was carried by using coring methods. While the analysis of heavy metal was carried out by using NAA (Neutron Activation Analysis). The result showed that the concentration of Co, Cr, Cs, As, Sc, and Fe in Muria Peninsula coastal sediment have average contents of 15,5 – 17,4 ppm; 44,2 – 56,2 ppm; 5,1 – 5,8 ppm; 9,6 – 12,9 ppm; 15,7 – 18,4 ppm; and 44,7 – 47,5 ppm respectively.Keywords: heavy metal, sediment, NPP, CPP, and NAA
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN FLORA DAN FAUNA BERAU KALIMANTAN TIMUR PADA KEGIATAN PRA SURVEI TAPAK PLTN June Mellawati; Fepriadi Fepriadi; Yarianto Sugeng Budi Susilo; Tajudin Laddade
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2010.12.2.1449

Abstract

ABSTRAKIDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN FLORA DAN FAUNA BERAU KALIMANTAN TIMUR PADA KEGIATAN PRA SURVEI TAPAK PLTN. Dalam kegiatan prasurvei calon tapak PLTN, aspek lingkungan termasuk kategori aspek non keselamatan, namun demikian keberadaannya sebagai kawasan penting perlu dipertimbangkan. Kegiatan pra survei tapak PLTN di Berau Kalimantan Timur dilakukan dalam rangka menindaklanjuti hasil kesepakatan Gubernur di Kalimantan. Tujuan kegiatan adalah mengidentifikasi keanekaragaman flora dan fauna di Berau Kaltim guna melengkapi data base untuk aspek lingkungan kegiatan survei calon tapak PLTN. Metode yang digunakan adalah melakukan inventarisasi dan identifikasi flora-fauna melalui pengumpulan data sekunder, membuat zonasi kawasan endangered species berdasarkan jenisnya, dan menganalisis serta mengevaluasi kesesuaiannya. Lokasi survei memprioritaskan daerah pantai Kecamatan Sambaliung, Derawan, Maratua, Tabalar, Biatan-Lempake, Talisayan, Batu Putih dan Biduk-Biduk Kabupaten Berau, Propinsi Kalimantan Timur. Kegiatan dilakukan pada Juni 2008 – Juni 2009. Hasil menunjukkan bahwa di lokasi kajian ditemukan berbagai spesies flora dan fauna yang dikategorikan dilindungi sesuai UU RI No. 5 tahun 1990, namun demikian, beberapa daerah seperti Tanjung Pandan, Tanjung Bohe bagian utara, Tanjung Ulingan bagian selatan, Kecamatan Pulau Derawan, dan Batu Putih Kecamatan Talisayan, serta Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk perlu studi lebih lanjut dan dipertimbangkan untuk penetapan daerah interest PLTN karena memenuhi kriteria yang ada.Kata kunci: keanekaragaman flora dan fauna, survei tapak, PLTN ABSTRACTIDENTIFICATION OF FLORA AND FAUNA BIODIVERSITY AT BERAU, EAST KALIMANTAN IN NPP PRE SITE SURVEY. In pre survey activity of NPP site candidate, environmental aspect is a part of non safety aspect, but the existence as an important area is needed to consider. Pre survey activity of NPP site at Berau East Kalimantan is done for follow up result of agreement of Governor in Kalimantan. Purpose of study is to identify fauna and flora biodiversity in Berau Kaltim to complete the data base of environmental aspect at survey activity of NPP site candidate The method used is to conduct an inventory and identification of flora-fauna through secondary data collection, making zoning area based on the type of endangered species, and analyze and evaluate the suitability. The survey location priority the coast area such as Sambaliung District, Derawan, Maratua, Tabalar, Biatan-Lempake, Talisayan, Batu Putih and Biduk-Biduk District, Berau Regency, East Kalimantan Province. Activity is done at June 2008 - June 2009. The results showed that there were various species of flora and fauna that are categorized protected under Law Decree no. 5 of 1990 in the study location. However, some areas such as Tanjung Pandan, Tanjung Bohe northern, southern of Tanjung Ulingan, District Derawan Island, and Batu Putih Talisayan District, and Teluk Sulaiman, Biduk-Biduk District need further study and consideration for zoning interest in nuclear power plants because they meet the existing criteria.Keywords: flora dan fauna biodiversity, site survey, NPP
KANDUNGAN LOGAM BERAT (Cu, Cr, Zn, DAN Fe) PADA TERUMBUKARANG DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA Heni Susiati; Yarianto Sugeng Budi Susilo; Ali Arman L; Yulizon Menri
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2008.10.1.1417

Abstract

ABSTRAKKANDUNGAN LOGAM BERAT (Cu, Cr, Zn, DAN Fe) PADA TERUMBUKARANG DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA. Pengamatan terhadap akumulasi logam berat Cu, Cr, Zn, dan Fe pada terumbu karang telah dilakukan di perairan pulau Panjang, Jepara dengan metode APN. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi logam berat pada tisue terumbu karang yang mengakomodasikan data lingkungan terkini dalam rangka mendukung ijin tapak dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PLTN. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar unsur logam berat yang ada dalam tissue terumbu karang, kandungan Zn berkisar antara 1,78 – 42,34 ppm, Cu berkisar antara tidak terdeteksi – 0,41 ppm, Cr berkisar antara 0,03 – 0,35 ppm, dan Fe berkisar antara 5,25 – 30,56 ppm. Data ini menunjukkan adanya akumulasi keempat logam berat tersebut dalam tisu karang dengan konsentrasi di atas ambang batas yang diijinkan bagi kehidupan biota laut yang hidup di perairan laut menurut SK. Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 tahun 2004.Kata kunci: logam berat, APN, tisue terumbu karang, dan AMDAL ABSTRACTHEAVY METAL (Cu, Cr, Zn, and Fe) CONCENTRATION ON CORALREEF IN PANJANG ISLAND COASTAL, JEPARA. Observation on the accumulation of Cu, Cr, Zn, and Fe heavy metals in coral tissue were carried out in Panjang island, Jepara by NAA method. The purpose of this research is to determine the concentration of heavy metals on coral reef tissue in order to update environmental data to support site licensing and Environmental Impact Assessment (EIA) of Nuclear Power Plants (NPP). The result indicated that the concentration of Zn is 1,78 – 42,34 ppm, Cu is undetected – 0,41 ppm, Cr is 0,03 – 0,35 ppm and Fe is 5,25 – 30,56 ppm. The data shows that the accumulation of heavy metals in the coral reef tissue is higher than environmental treshold value, especially for marine biota life referring to the Environmental Ministry Decree Number 51 year 2004.Keywords: heavy metal, AAN, coral tissue, and EIA
ANALISIS DAMPAK CURAH HUJAN TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN PLTN Dl SEMENANJUNG MURIA, JAWA TENGAH Sri Hariani Sjarief; Yarianto Sugeng Budi Susilo; Sunarko Sunarko; Hadi Suntoko; Heni Susiati
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 4, No 2 (2002): Desember 2002
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2002.4.2.2046

Abstract

ABSTRAK ANALISIS DAMPAK CURAH HUJAN TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN PLTN DL SEMENANJUNG MURIA, JAWA TENGAH. Dalam rangka melengkapi laporan Studi Tapak dan Studi Kelayakan rencana pembangunan Pusat Listrik Tenaga Nuklir di lokasi tapak Ujung Lemahabang, maka dilakukan pemantauan curah hujan sekitar lokasi guna mengetahui potensi banjir yang diakibatkan oleh curah hujan di daerah tersebut. Pengumpulan data primer dari tahun 1997 sampai 2001 memperlihatkan bahwa curah hujan tertinggi terjadi selama bulan Desember sampai dengan bulan Februari. Pada periode tersebut dalam tahun 1999 maksimum curah hujan mencapai 26.9 mm/hari dengan minimum 1,1 mm/hari. Lamanya hari hujan maksimum 25 hari dalam sebulan. Berdasarkan data yang teramati mulai tahun 1997 sampai dengan 2001, curah hujan maksimum tahunan hanya mencapai antara 79 - 108 mm/hari. Nilai ini masih lebih rendah dari perhitungan PMP (Probable Maximum Precipitation) periode ulangan 2 tahunan yang mencapai curah hujan maximum tahunan sebesar 160 mm/hari. Dengan demkian kemungkinan banjir sangat kecil akan terjadi di daerah Lemahabang. Berdasarkan hasil wawancara dengan penduduk setempat dan dari catatan sejarah, diperoleh informasi bahwa lokasi di sekitar Ujung Lemahabang belum pernah dilanda banjir.   ABSTRACT THE ANALYSIS IMPACT of RAINFALL AGAINST the PLANNING of NUCLEAR POWER PLANT CONSTRUCTION at MURIA PENINSULA REGION, CENTRAL JAVA. In the frame work of completing the NPP Site Feasibility in Ujung Lemahabang (ULA), a precipitation monitoring has been done around the site to know the extent of flooding possibility. The primary data collected during the year 1997 to 2001 show that the highest rainfall occured during the wet season in December to February. The rainfall occured almost everyday, namely 25 days in a month. Respectively, during those periods the maximum rainfall was 26,9 mm/day with minimum of 1,1 mm/day in the year 1999. From the observed data since 1997 to 2001, the yearly maximum precipitation is about 79 to 108 mm/day. This figure is still lower than the PMP (Probable Maximum Precipitation) calculation during the return period for every two years which reach maximum precipitation yearly for 160 mm/day. It’s concluded that the flooding probability in ULA is very small. This is also evident from the historical fact and inerviews with local residents that there has been no flood in ULA area.
PRAKIRAAN DAMPAK PLTN TERUTAMA LIMBAH TERMAL TERHADAP EKOSISTEM LAUT Heni Susiati; Yarianto Sugeng Budi Susilo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.1.1995

Abstract

ABSTRAK PRAKIRAAN DAMPAK PLTN TERUTAMA LIMBAH TERMAL TERHADAP EKOSISTEM LAUT. Sistem PLTN tipe air ringan seperti halnya PLTU yang berbahan bakar fosil menggunakan air sebagai cairan kerja (air pendingin) dan pada tahap operasional akan mengeluarkan buangan limbah panas ke lingkungan akuatik di sekitar PLT tersebut mengingat keberadaan PLTN sebagian besar berada di pantai, buangan limbah panas ini perlu dianalisis bagaimana pengaruhnya terhadap ekosistem laut dangkal. Identifikasi cara pengontrolan buangan limbah perlu dilakukan. Diharapkan pengelolaan dan pengembangan di wilayah pesisir dan lautan serta kelestarian fungsi lingkungan hidup di sekitar tapak proyek PLTN dapat diidentifikasi sehingga efek-efek negatif yang akan berpengaruh terhadap ekosistem akuatik dapat dihindari.   ABSTACT ASSESSMENT OF NPPs IMPACT TO THE MARINE ECOSYSTEM ESPECIALLY THERMAL WASTE. Light Water Reactor type, similar to fossil power plant, uses water as working fluid. At operational stage, NPP produce thermal waste to the aquatic environmental surrounding the NPP. Considering that NPPs are mostly located at coastal area therefore the effects of thermal waste to marine ecosystem need to be analysed. Waste discharge control should be identified. It is expected that environmental management and development of coastal and marine area surrounding the NPP would be identified such that the negative effect to the aquatic ecosystem can be avoided.
SUMBER POTENSIAL BAHAYA EKSTERNAL AKIBAT KEGIATAN MANUSIA PADA SURVEI TAPAK PLTN June Mellawati; Yarianto Sugeng Budi Susilo; Hadi Suntoko
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2010.12.1.1445

Abstract

ABSTRAKSUMBER POTENSIAL BAHAYA EKSTERNAL AKIBAT KEGIATAN MANUSIA PADA SURVEI TAPAK PLTN. Dalam Safety Series No. 50-SG-S9 IAEA Guides diterangkan bahwa ”kejadian akibat kegiatan manusia” merupakan salah satu aspek penting dalam analisis regional pada kegiatan survei tapak PLTN. IAEA menerbitkan Safety Guide No. NS-G-3.1 tentang pedoman evaluasi tapak PLTN terkait potensi bahayanya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi berbagai jenis kegiatan manusia yang menimbulkan kejadian eksternal dan kriteria Screening Distance Value (SDV) pada kegiatan survei dan evaluasi tapak PLTN. Pada kajian ini dibahas beberapa kegiatan yang menurut IAEA mempunyai potensi menimbulkan tumbukan, ledakan, lepasnya bahan beracun/toksik, awan racun dan kebakaran yang dapat mengancam keselamatan PLTN. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka termasuk pengalaman terbaik dari beberapa negara yang mengoperasikan PLTN. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan bandara, pelabuhan, instalasi militer, industri kimia dan kilang minyak merupakan kegiatan manusia yang perlu diperhatikan karena dapat menjadi pemicu kejadian eksternal dan mengancam keselamatan PLTN.Kata kunci: bahaya eksternal, tapak PLTN, SDV ABSTRACTPOTENCIAL SOURCES OF EXTERNAL HAZARDS BY HUMAN INDUCED EVENTS ON NPP SITE SURVEY. In Safety Series No.50-SG-S9 IAEA Guides described that man induced events is one of the important aspect on regional analysis of NPP site survey activities. Referring to he potential hazard, IAEA have published a guidance of Safety Guide IAEA NS-G-31 of External Human Induced Events. The objective of the assessment is to identify external man induced events and determine Screening Distance Value (SDV) criteria related to site survey and site evaluation activity. In this assessment, some human activities that have potential to generate missile impact, blasting, toxic material release, toxic cloud and firethat threat of NPP safety will be discussed. The method applied in the study is literature study including best practice of several countries that have been operating NPP. The results howed that airport and harbor existing, military installation, chemical industry and oil refinery are human activity that need attention because that can initiate the external events and threat NPP safety.Keywords: external hazard, NPP site, SDV
EVALUASI DESKRIPTIF KEPENDUDUKAN DI SEKITAR CALON TAPAK FASILITAS NUKLIR, UJUNG LEMAHABANG Sri Hariani Sjarief; Yarianto Sugeng Budi Susilo; Heni Susiati
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 2, No 3 (2000): September 2000
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2000.2.3.2019

Abstract

ABSTRAK EVALUASI DESKRIPTIF KEPENDUDUKAN DI SEKITAR CALON TAPAK FASILITAS NUKLIR, UJUNG LEMAHABANG. Aspek sosial terutama masalah kependudukan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi suatu proyek besar, khususnya proyek pembangunan fasiiitas nuklir. Ketersediaan dan keterlibatan tenaga kerja lokal merupakan faktor positif dalam mendukung pembangunan suatu proyek, namun apabila tidak dikelola secara benar dan arif maka dapat menjadi masalah tersendiri yang akan berujung pada konflik sosial. Strategi pengelolaan aspek sosial adalah dengan mengetahui potensi dasar kependudukan di sekitar calon fasiiitas nuklir melalui pengumpulan data sekunder, wawancara dan survei lapangan secara langsung. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap potensi kependudukan tersebut. Pengamatan kependudukan dilakukan di 6 desa yang berdekatan dengan Ujung Lemahabang, yaitu Kaliaman, Tubanan, Dermolo, Kancilan, Balong dan Bumiharjo. Kepadatan penduduk di 6 desa berkisar antara 219 sampai 706 orang/km2. Tingkat pendidikan masih sangat rendah, dimana penduduk yang tidak tamat SD masih berkisar antara 34 sampai 52%. Kegiatan pertanian di daerah studi mancakup padi, jagung, ketela pohon, kedele, ketela rambat, kacang tanah, sayur-sayuran, buah-buahan dan Iain-lain lebih dari 167.000 hektar. Desa Balong, dimana Ujung Lemahabang terletak, sebagian besar lahan merupakan perkebunan coklat dan kelapa dan sebagian kecil untuk pertanian.   ABSTRACT DESCRIPTIVE EVALUATION OF DEMOGRAPHIC ASPECT AT SURROUNDING OF SITE CANDIDATE OF NUCLEAR FACILITY, UJUNG LEMAHABANG. Social aspect, especially demography, is very important factor that will influence big project, including nuclear facility project. Availability and participation of local work force are positive factors to support development of nuclear facility. Nevertheless, if those potential factors are not well managed, they can cause social conflict. Regarding management of social conflict, firstly all of basic potential of demography surrounding the candidate site must be identified by secondary data collection, interview and field survey. Secondly, the data is analyzed to find positive and negative factors related for supporting the project. Investigations involve 6 nearest villages of Ujung Lemahabang : Kaliaman, Tubanan, Dermolo, Kancilan, Balong, and Bumiharjo. Population density of all villages are between 219 and 706 persons/km2. Education level is relatively low, because there are 34-52 % of population who are elementary school (SD) drop outs. Farming activity includes rice, corn, cassava, soybean, sweet potato, string bean, vegetable, fruits, etc. covering more than 167.000 hectare. Balong village, where Ujung Lemahabang is situated, most of the land is occupied by cocoa and coconut plantation and small part of the land is used for farming.
IDENTIFIKASI KUALITAS UDARA AMBIEN DI WILAYAH CALON TAPAK PLTN MURIA Heni Susiati; Yarianto Sugeng Budi Susilo; Sri Hariani Sjarief; Imam Hamzah; Suprijadi Suprijadi
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2003.5.1.1917

Abstract

ABSTRAK IDENTIFIKASI KUALITAS UDARA AMBIEN DI WILAYAH CALON TAPAK PLTN MURIA. Kualitas udara ambien di wilayah tapak PLTN perlu diketahui untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat terhadap pencemaran udara dari sumber lain terutama dengan akan beroperasinya PLTU Tanjung Jati. Analisis kualitas udara telah dilakukan di wilayah calon tapak PLTN Muria untuk mengidentifikasi baseline data kualitas udara. Pengukuran mencakup 8 titik lokasi pengamatan yang telah mempertimbangkan aspek meteorologis dan lokasi PLTU Tanjung Jati. Parameter yang diukur meliputi S02l N02, CO, H2S, Ox, Hidro Karbon, TSP, PM-10, Pb, Cd, dan kebisingan. Metode pengukuran yang dilakukan sesuai dengan parameter yang diukur. Hasil pemantauan kualitas udara di lokasi PTPN IX Ujung Lemahabang, Pantai Bayuran, PLTU Tanjungjati, Margokerto, Krajan, Jenggotan, Beji Barat, dan Kedung Penjalin tidak melampaui batas kadar maksimum yang ditetapkan dalam kriteria kualitas udara ambien untuk wilayah di Propinsi Jawa Tengah dan berada dalam kategori baik sampai sedang.   ABSTRACT IDENTIFICATION OF AMBIENT AIR QUALITY IN THE REGION OF MURIA NPP SITE. Air quality in the region of NPP site was needed to avoid public misunderstanding of air pollution coming from other sources, in addition, Tanjung Jati coal fired plant will be operated. Analysis of air quality have been conducted in the region of Muria NPP site to obtain baseline data on air quality. The investigation cover 8 location points taking into account the meteorological aspect and their location to Tanjung Jati coal fired plant. Parameters measured are the concentration of S02, N02, CO, H2S, Ox, Hydro Carbon, TSP, PM-10, Pb, Cd, and noise. Measurement method used are properly corresponding with the parameter measured. The result of measurement shows air quality in PTPN IX Ujung Lemahabang, Bayuran Beach, Tanjungjati coal fired plant, Margokerto, Krajan, Jenggotan, Beji Barat, and Kedung Penjalin still lower than maximum limit of ambient air quality as stipulated by the Government of Central Java Province. Air quality in the region are categorized as aither good and moderate.
KONTRIBUSI JALUR PAPARAN TERHADAP DOSIS RADIASI PADA KONDISI OPERASI NORMAL PLTN 2 x 1000 MWe Yarianto Sugeng Budi Susilo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2005.7.2.1940

Abstract

ABSTRAK Kontribusi Jalur Paparan Terhadap Dosis Radiasi Untuk Operasi Normal PLTN 2 x 1000 MWe. Rencana Pembangunan PLTN di calon Tapak PLTN Ujung Lemahabang diprakirakan akan menimbuikan dampak kepada masyarakat berupa paparan radiasi, baik internal maupun eksternal. Dalam pengoperasian secara normal, PLTN akan mengemisikan ke udara sebagian kecii gas dan partikulat yang bersifat radioaktif. Jalur paparan utama ke manusia adalah melaiui inhalasi, resuspensi, cloudshine, groundshine dan ingesti. Metode yang dipakai dalam penelitian ini dengan menggunakan metode komputasi paket program PC CREAM. Masukan data yang digunakan mencakup data meteorologi, kependudukan, pertanian dan peternakan tapak PLTN Ujung Lemahabang. Hasii penelitian menunjukkan yang paling dominan memberikan kontribusi dosis dengan kondisi operasi normal PLTN dalam jangka waktu satu tahun pertama adalah melalui jalur awan gamma dan beta, kedua melalui jalur ingesti dan ketiga melalui jalur inhalasi. Untuk jaiur resuspensi dan paparan permukaan tanah tidak menyumbang dosis yang signifikan. Pada jarak 3 km dari tapak (di mana terdapat permukiman) dosis inhalasi, awan gamma dan beta, ingesti dan dosis total yang diintegrasikan selama 1 (satu) tahun secara berurutan adalah 6,5 iliSv, 380 |iSv, 19,2 jiSv, dan 407 jiSv.   ABSTRACT Pathways Contribution to Radiation Dose for Normal Operation of NPP 2 x 1000 MWe. NPP project at Ujung Lemahabang site is predicted will affect to population of both internal and external radiation exposure. In normal operation condition, NPP will release a little amount of radioactive gases and particulates to atmosphere. Main pathways of radionuclides to the human body are inhalation, cloud shine, ground shine and ingestion. Method used in the research is computation using PC CREAM program package. Data input used a specific data of ULA NPP Site, including meteorology, demography distribution, farm production, and livestock production. The result of the research shows that gamma and beta cloud shine pathways will be the largest contributing of the total dose for a normal operation condition of NPP as long as 1 year duration. The second and lastly is ingestion and inhalation pathway, respectively. While resuspension and groundside contribute the total dose are not insignificantly. At 3 km distance from the site (where the residential is existing) the inhalation, cloud gamma and beta, ingestion and total doses integrated to 1 (one) year are 6,5 pSv, 376 pSv, 19,2|iSv, and 407 |iSv respectively. Kata kunci: jalur paparan, committed dose, model dispersi, atmosfer, radiasi eksternal, plume, elektron, operas! normal, PC CREAM