Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Perusahaan Industri Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2022–2025 Mega Yulia Aprila; Mohamad Fany Alfarisi; Anne Putri; Yeni Rafika Nengsih
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode pasca-COVID-19 tahun 2022 hingga 2025. Dalam penelitian ini, variabel independen terdiri dari Return on Assets (ROA), Earnings Per Share (EPS), dan Debt to Equity Ratio (DER), dengan harga saham sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan dan informasi harga saham yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian terdiri dari perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga dipilih 10 perusahaan sebagai sampel penelitian, dengan total 40 observasi selama masa penelitian. Analisis data menggunakan regresi data panel dengan memanfaatkan perangkat lunak EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA dan EPS memiliki dampak positif dan signifikan sebagian terhadap harga saham, sedangkan DER tidak memiliki pengaruh signifikan. Pada saat yang sama, ROA, EPS, dan DER memiliki dampak yang cukup besar terhadap harga saham. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen dapat menjelaskan 28,72% variasi harga saham, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor tambahan di luar model penelitian.
ANALISIS NILAI PERUSAHAAN (TOBIN’S Q) PERBANKAN SYARIAHBERDASARKAN PENDEKATAN PROFITABILITAS, PERMODALAN, RISIKOPEMBIAYAAN DAN TATA KELOLA PADA PERBANKAN SYARIAH ASIA TENGGARA Mery Kurnia Illahi; Mohamad Fany Alfarisi; Rida Rahim
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/anx8fq93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Net Profit Margin (NPM), Capital Adequacy Ratio (CAR),Non-Performing Financing (NPF), dan tata kelola (governance) terhadap nilai perusahaan yang diukur denganTobin’s Q pada bank syariah di Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia, selama periode 2018–2024.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel untuk menguji hubunganempiris antar variabel. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan bank umumsyariah yang diperoleh dari sumber resmi dan dianalisis menggunakan perangkat lunak STATA. Pemilihan modelregresi data panel dilakukan melalui Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier, serta dilengkapi denganuji asumsi klasik guna memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Net Profit Margin (NPM)dan Non-Performing Financing (NPF) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (Tobin’s Q). Temuanini mengindikasikan bahwa profitabilitas dan risiko pembiayaan belum menjadi faktor dominan dalam menentukanpenilaian pasar terhadap bank syariah di kawasan Asia Tenggara. Sementara itu, Capital Adequacy Ratio (CAR)terbukti memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Tobin’s Q, yang menunjukkan bahwa tingkat kecukupanmodal yang terlalu tinggi dapat dipersepsikan sebagai inefisiensi dalam pengelolaan sumber daya sehinggamenurunkan nilai perusahaan di mata investor. Selain itu, tata kelola (governance) juga tidak berpengaruh signifikanterhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan bahwa mekanisme tata kelola yang diukur dalam penelitian inibelum sepenuhnya tercermin dalam penilaian pasar