Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : kindergarten

Strategi Mengembangkan Motorik Halus Melalui Kegiatan Bermain Pasir Anak Usia Dini Di TK Aisyiyah III Baturetno Wonogiri Jawa Tengah Essy Farwati; Yuli Salis Hijriyani
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 3 No. 01 (2024): Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kindergarten.v3i01.1966

Abstract

Di TK Aisyiyah III Baturetno Wonogiri peneliti menemukan permasalahan motorik halus, seerti anak yang masih belum mampu dalam menulis, dalam menulis masih ada yang salah dan dengan kata kata yang panjang lalu ditulis kembali, anak-anak ada yang masih kurang kata-katanya dalam menulis. Dalam menggunting masih kurang rapi, mewarnai masih ada yang kurang penuh dan masih keluar garis dalam mewarnai. Untuk kegiatan mehubungkan atau menarik garis masih ada yang kurang tepat. Selain itu guru mengembangkan motorik halus juga menggunakan kegiatan bermain pasir. Sehingga diperlukan mengembangkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan bermain pasir. Artikel ini bertujuan: 1) Mendeskripsikan bagaimana strategi pengembangan kemampuan motoric halus melalui kegiatan bermain pasir anak usia dini di TK Aisyiyah III Baturetno Wonogiri. 2) Mendeskripsikan apa faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan motorik halus melalui kegiatan bermain pasir anak usia dini di TK Aisyiyah III Baturetno Wonogiri. 3) Mendeskripsikan capaian perkembangan kemampuan motoric halus melalui kegiatan bermain pasir di TK Aisyiyah III Baturetno Wonogiri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1) strategi pembelajaran mengguanakan strategi berpusat pada anak, dan strategi pembelajaran bermain. Serta melatih motorik halusnya dengan bermain pasir, yaitu dengan mencetak, membentuk, menabur, melukis. 2) faktor-faktornya ada faktor internal seperti faktor genetik, faktor motivasii diri, faktor kesehatan, faktor gizi anak. faktor eksternal yaitu pengetahuan orang tua, sosial ekonomi, sosial budaya, lingkungan sekitar. 3) Capaian perkembangan kemampuan motorik halus dalam kegiatan bermain pasir yaitu dengan mencetak, membentuk, menabur, melukis dapat mengembangkan motorik halus.
UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK MELALUI PEMBIASAAN SHALAT DHUHA DI TK ISLAM KHAIRIAH JIMBE JENANGAN PONOROGO mega sulfiani; Yuli Salis Hijriyani
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 3 No. 02 (2024): Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kindergarten.v3i02.3746

Abstract

Perkembangan nilai agama dan moral merupakan suatu kemampuan anak dalam beriskap dan berperilaku tetapi saat ini baanyak anak yang belum bisa memahami terhadap aturan kegiatan pembiasaan disekolah seperti anak sulit mengikuti aktifitas bersama guru. Padahal disisi lain terdapat pembelajaran bersikap dan bertutur kata yang menjadi pondasi awal untuk bekal anak dimasa yang akan mendatang untuk menjadi peribadi yang memiliki nilai agama dan moral yang baik. Shalat dhuha menjadi rutinitas harian anak yang dilakukan sebagai bentuk penanaman nilai agama dan moral. Oleh karena itu penelitian tentang upaya guru dalam meningkatkan perkembangan nilai agama dan moral melalui pembiasaan shalat dhuha sangat penting untuk dilakukan Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan pembiasaan shalat di TK Islam Khairiah Jimbe Jenangan Ponorogo (2) untuk mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi perkembangan nilai agama dan moral melalui pembiasaan shalat dhuha di TK Islam Khairiah Jimbe Jenangan Ponorogo (3)untuk mendeskripsikan tingkat capaian perkembangan nilai agama dan moral melalui pembiasaan shalat dhuha di TK Islam Khairiah Jimbe Jenangan Ponorogo. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan shalat dhuha merupakan kegiatan terjadwal di sekolah yang dilakukan di Masjid pada pukul 07.30 WIB. Sebelum shalat dhuha diawali dengan wudhu, belajar adzan, menghafal surah pendek serta asmaul husna dan diakhiri dengan berdoa dan berzikir.(2) Faktor yang mempengaruhi Perkembangan nilai agama dan moral yaitu faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal merupakan keinginan anak untuk mengikuti shalat dhuha dan ketertiban anak melakukan shalat, faktor eksternal yaitu sarana prasarana yang memadahi untuk melakukan pembiasaan shalat dhuha di sekolah berupa tempat ibadah atau masjid.(3) Capaian tingkat pengembangan nilai agama dan moral melalui shalat dhuha berkembang sesuai dengan yang diharapkan, diantaranya mampu mengenal agama yang dianut, meniru gerakan shalat dengan benar, berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, mengenal perilaku yang baik, membiasakan diri berperilaku baik,serta memberi salam dan membalas salam. Dengan adanya pembiasaan shalat dhuha dapat membentuk anak memiliki nilai agama dan moral yang baik sesuai.