Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pendekatan House Of Risk Untuk Penilaian Risiko Alur Penyediaan Dan Pendistribusian Obat (Studi Kasus Pada Apotek ABC) Guntur Samodro
OPSI Vol 13, No 2 (2020): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v13i2.3970

Abstract

Pharmacy "ABC" is a trading business in Gunungkidul Regency, D.I. Yogyakarta which is engaged in the pharmaceutical and medical devices. In order to improve the performance of Pharmacy "ABC" in serving and meeting customer needs, it is necessary to identify risks and also mitigate so that supply chain risk management can run according to its function. As for the risk assessment in this study using the House of Risk (HOR). From the research which was conducted at Pharmacy "ABC", there were 17 risk events and 13 risk agents. Based on House of Risk 2 calculations, a risk management strategy will be obtained that is easy to do and can help mitigate the supply chain risk management (SCRM) process at Pharmacy "ABC". Risk management strategies that can be implemented in Pharmacy "ABC" are sharing and updating information with Distributors, building an intensive communication system via Whatsapp, making agreements with distributors regarding the timing of drug delivery to pharmacies, forecasting demand based on historical data and finally sharing and medical education to customers.
Improved Warehousing Performance Using the Frazelle Model in Pharmacies During a Covid-19 Pandemic Syarif Hidayatuloh; Atik Febriani; Guntur Samodro; Titi Indarwati
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 21, No. 1, June 2022
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v21i1.17182

Abstract

In order for warehousing performance to remain at the standard, it is necessary to monitor the performance in the warehousing area, such as utilization and quality of goods in the warehouse, to increase the value of a company. Several drug retailers in Indonesia, especially in the Yogyakarta area, have not yet measured the performance of their warehousing activities, so it is not clear what improvements need to be made. With a comprehensive monitoring activity of warehousing activities, it can support the company to obtain helpful information that can help improve the performance of ongoing operations. This study was conducted to determine the performance position using the Frazelle model during the covid 19 pandemic in a drug retail business or pharmacy so that researchers can provide recommendations for improvements that can improve warehouse performance. The performance for the warehouse has a warehouse performance value of 55.60 and is included in the Average category. This recommendation can also be used as a benchmarking reference for other industries.
Inventory Optimization in Pharmacy Using Inventory Simulation-Based Model During the Covid-19 Pandemic Syarif Hidayatuloh; Famila Dwi Winati; Guntur Samodro; Nabila Noor Qisthani; Yulinda Uswatun Kasanah
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 9 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v9i2.5820

Abstract

The problem that often occurs in raw material inventory is overstock or stockout conditions. The healthcare industry, including pharmaceuticals, has been experiencing uncertainty since the Covid-19 pandemic. Then impacts panic buying and stockpiling, which can lead to unpredictable spikes in demand, stockouts, and disruptions to the inventory system. The research was conducted at ABC Pharmacy in Yogyakarta, which experienced this problem. In this study, optimization of drug supply was carried out by measuring ware­house capacity, and safety stock, increasing the number of orders and reorder points using the Min-Max and the economic order quantity models. A simulation of inventory optimi­zation planning was carried out using Monte Carlo to see inventory projections for the next three months. Overall, the EOQ model simulation shows the most optimal results by showing the average total inventory cost of Rp. 103,579, where this number represents the lowest number of total inventory costs when compared to other simulation models. It also shows that the EOQ model is 86% more efficient in inventory cost than the Min-Max model. Comparison of the total cost of inventory The results of the three methods are calcu­lated according to current demand and simulation of the EOQ method, which produces the minimum total inventory cost, followed by the company's initial model and the Min Max inventory method.
PEMBERDAYAAN UMKM “KAMPUNG KACANG” MELALUI PENINGKATAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DI KAPANEWON SEMANU, GUNUNGKIDUL Muhammad Priya Permana; Suharman Suharman; Guntur Samodro
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21747

Abstract

Kabupaten Gunungkidul merupakan penghasil kacang tanah terbesar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu daerah penghasil kacang tanah di Kabupaten Gunungkidul yaitu berada di Kapanewon Semanu. Di daerah ini terdapat Kelompok UMKM “Kampung Kacang”. Pemrosesan kacang dimulai dengan pemanenan, mencuci, dan mengeringkan sebelum proses mengolah menjadi kacang sangrai, kacang oven original, kacang oven asin, kue kacang dan pengupasan kacang. Kelompok UMKM ini sebelumnya mengolah kacang tanah dengan metode manual, seperti penggunaan ember dan sikat untuk mencuci dan penjemuran dengan sinar matahari selama 2-3 hari sehingga ketergantungan akan cuaca yang mempengaruhi produktivitas dan terkadang tidak memenuhi permintaan pasar. Permasalahan tersebut menjadi latar belakang pelaksanaan pengabdian untuk meningkatkan efektivitas produksi. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan waktu dan kapasitas proses pencucian dan pengeringan menggunakan mesin yang dirancang. Sehingga produksi tetap berjalan dengan waktu lebih singkat, kapasitas lebih besar dan tanpa kendala cuaca. Kemudian, adanya pembuatan SOP untuk penggunaan mesin, perbaikan, dan perawatan untuk kepentingan kelompok. Melalui dana hibah PkM dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada tahun anggaran 2023, tim Pengabdi berupaya menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra dengan pelaksanan kegiatan sosialisasi desain alat dan pelatihan penggunaan alat mesin pencuci kacang tanah dan pengering kacang tanah serta penyerahan alat. Serah terima alat dilaksanakan di Balai Dusun Pragak Kalurahan Semanu dan disaksikan oleh Kepala Dukuh Pragak, Ketua UMKM Kampung Kacang, serta pejabat desa setempat. Selain itu ada sosialisasi untuk usaha dalam memperpanjang usia simpan kacang tanah. Alat yang diberikan mengefektifkan pemrosesan kacang tanah sebelum masuk pengolahan dan alat pencuci bisa menampung 10-15 kg kacang tanah dan hanya membutuhkan 20 menit sekali proses sedangkan mesin pengering bisa menampung 30 kg kacang tanah selama 8 jam. Melalui pengabdian ini, manfaat yang dirasakan oleh Kelompok UMKM "Kampung Kacang" mencakup peningkatan pada jumlah produksi, pendapatan, dan masa simpan produk olahan kacang sampai beberapa bulan.
IMPLEMENTASI CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DAN MUTU PRODUK PANGAN KELOMPOK USAHA BERSAMA SEJAHTERA DI KAPANEWON NGAWEN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL Guntur Samodro; Muhammad Priya Permana; Suharman Suharman; Ifan Adi Pratama; Rahmat Pamuji; Tejo Sumarsana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.50680

Abstract

Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) merupakan pedoman yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin mutu serta keamanan pangan olahan. Penerapan CPPOB bertujuan melindungi konsumen dari pangan tercemar fisik, kimia, maupun mikrobiologi serta meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional (BPOM, 2019). Lingkup penerapan CPPOB mencakup berbagai aspek produksi, antara lain lokasi dan lingkungan, bangunan dan fasilitas, peralatan, suplai air, higiene karyawan, pengendalian proses, pengemasan, penyimpanan, distribusi, dokumentasi, hingga prosedur penarikan produk (Sari & Putri, 2021). Implementasi CPPOB tidak hanya menjadi syarat perolehan izin edar, tetapi juga sebagai dasar dalam penerapan sistem jaminan mutu yang lebih lanjut seperti HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) (Widyaningsih et al., 2020). Dengan demikian, CPPOB berperan penting sebagai fondasi sistem keamanan pangan yang harus dipenuhi oleh industri pangan olahan, baik skala besar maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kata kunci: CPPOB, keamanan pangan, mutu pangan, BPOM, HACCP
IDENTIFIKASI KEGAGALAN MAINTENANCE DENGAN METODE FMEA DAN LTA PADA MESIN OVERHEAD CRANE 36T AC Guntur Samodro; Pradika Hermawan
Jurnal TRINISTIK: Jurnal Teknik Industri, Bisnis Digital, dan Teknik Logistik Vol 4 No 2 (2025): September 2025
Publisher : nter of Execellence (COE) ICT Infrastructure, Smart Manufacture and Digital Supply Chain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/trinistik.v4i2.1559

Abstract

Pemeliharaan (Maintenance) diartikan sebagai kegiatan memelihara suatu fasilitas dan mengadakan perbaikan atau penggantian komponen diperlukan supaya tetap bekerja sebagaimana mestinya. PT. XYZ salah satu bengkel lokomotif yang berada di kota Yogyakarta, Dimana dari seringnya mesin yang beroperasi pasti dibutuhkannya perawatan mesin pada Overhead Crane 36T AC. Sehingga perlu dilakukannya pencegahan dan meminimalisir dampak terjadi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tabel penilaian, dan studi literatur/kajian pustaka. Tahapan ini dilaksanakan melalui langkah perbaikan yang harusnya dilakukan serta mengarah pada kegiatan perawatan untuk meminimalisir kegagalan dari mesin berdasar analisis data yang didapatkan melalui pendekatan metode FMEA dan LTA. Berdasarkan hasil analisis pengolahan menggunakan FMEA didapatkan nilai RPN 5 part dari masing-masing failure cause paling tinggi yaitu: Baut dengan failure cause kurang maksimal dalam pengencangan, Motor Penggerak Roda dengan failure cause Bearing aus menimbulkan panas, Motor Penggerak Roda dengan failure cause Konslet, Kabel dengan failure cause Digigit Hewan, dan Carbon Brush dengan failure cause Faktor Usia. Sementara dengan metode LTA diketahui terdapat 6 kategori jenis safety problem, 5 kategori jenis outage problem, 1 kategori jenis economic problem, 5 kategori jenis hidden failure. Adapun upaya meminimalisir terjadinya risiko yang terjadi diuraikan dalam Federal OSHA 1910.179.
USULAN RANCANGAN TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING PADA PERUSAHAAN XYZ Guntur Samodro; Ade Ulwan Prastyo
Jurnal TRINISTIK: Jurnal Teknik Industri, Bisnis Digital, dan Teknik Logistik Vol 4 No 2 (2025): September 2025
Publisher : nter of Execellence (COE) ICT Infrastructure, Smart Manufacture and Digital Supply Chain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/trinistik.v4i2.1561

Abstract

Perancangan tata letak fasilitas digunakan untuk membantu suatu perusahaan dalam mengatur aliran proses serta perpindahan material yang lebih mudah agar dapat berjalan dengan lancar. Perancangan tata letak fasilitas yang optimal dapat menunjang kelancaran kegiatan produksi dan meminimasi biaya produksi, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Penelitian ini dilakukan di perusahaan XYZ memiliki Permasalahan yang terjadi pada perusahaan XYZ yaitu dengan adanya keterbatasan lahan produksi yang membuat perusahaan ini membangun pabrik dengan sususan aliran pada stasiun kerja memliki pola yang tidak beraturan, sehingga menyebabkan crossing aliran material pada lantai produksinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan layout usulan perbaikan tata letak fasilitas produksi pada perusahaan XYZ yang optimal sehingga dapat meminimasi jarak material handling. Metode yang digunakan pada penelitan adalah Systematic Layout Planning (SLP). Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan total jarak materal handling yang signifikan dari layout awalan. Pada layout usulan perbaikan terpadat pengurangan jarak materal handlng secara keseluruhan sebanyak 68,8 meter bila dilihat dari seluruh pergerakan selama produksi yang sebelumnya memiliki total jarak pergerakan 84 meter menjadi 15,2 meter. Sehingga dapat dikatakan metode Systematic Layout Planning cocok digunakan untuk permasalahan tata letak fasilitas produksi.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN AI DALAM PEMBUATAN BANK KONTEN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS BENGKEL AC Muhammad Priya Permana; Gulam Hazmin; Guntur Samodro; Muhammad Raka Maulana Istiawan
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i3.7355

Abstract

Pertumbuhan kendaraan roda empat di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Kondisi ini membuka peluang yang besar bagi jasa servis AC mobil. Namun, peluang tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena masih terdapat kendala dalam promosi dan pemasaran jasa servis. Mitra pengabdian kepada masyarakat, yaitu perkumpulan pemilik bengkel AC mobil di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, mengalami kendala dalam pemasaran jasa karena masih mengandalkan promosi secara konvensional dan belum memaksimalkan pemanfaatan media sosial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mitra tentang optimalisasi media sosial serta kemampuan mitra dalam memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk pembuatan konten promosi. Metode pengabdian meliputi observasi, identifikasi masalah, pelatihan social presence melalui media sosial TikTok, serta pelatihan content creation menggunakan AI untuk membangun bank konten agar produksi konten dapat dilakukan secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu membuat dan mengelola akun TikTok serta memanfaatkan AI untuk memproduksi konten dengan langkah pembuatan yang terstruktur, mulai dari ide, naskah promosi, konsep visual, hingga caption. Selain itu, mitra berhasil membuat bank konten untuk menjaga konsistensi konten promosi. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital, kemampuan pemasaran, dan brand awareness bengkel. Dengan demikian, integrasi media sosial dan AI dapat digunakan secara efektif sebagai strategi usaha dalam mendukung transformasi digital yang berkelanjutan.