Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBERDAYAAN UMKM “KAMPUNG KACANG” MELALUI PENINGKATAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DI KAPANEWON SEMANU, GUNUNGKIDUL Muhammad Priya Permana; Suharman Suharman; Guntur Samodro
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21747

Abstract

Kabupaten Gunungkidul merupakan penghasil kacang tanah terbesar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu daerah penghasil kacang tanah di Kabupaten Gunungkidul yaitu berada di Kapanewon Semanu. Di daerah ini terdapat Kelompok UMKM “Kampung Kacang”. Pemrosesan kacang dimulai dengan pemanenan, mencuci, dan mengeringkan sebelum proses mengolah menjadi kacang sangrai, kacang oven original, kacang oven asin, kue kacang dan pengupasan kacang. Kelompok UMKM ini sebelumnya mengolah kacang tanah dengan metode manual, seperti penggunaan ember dan sikat untuk mencuci dan penjemuran dengan sinar matahari selama 2-3 hari sehingga ketergantungan akan cuaca yang mempengaruhi produktivitas dan terkadang tidak memenuhi permintaan pasar. Permasalahan tersebut menjadi latar belakang pelaksanaan pengabdian untuk meningkatkan efektivitas produksi. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan waktu dan kapasitas proses pencucian dan pengeringan menggunakan mesin yang dirancang. Sehingga produksi tetap berjalan dengan waktu lebih singkat, kapasitas lebih besar dan tanpa kendala cuaca. Kemudian, adanya pembuatan SOP untuk penggunaan mesin, perbaikan, dan perawatan untuk kepentingan kelompok. Melalui dana hibah PkM dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada tahun anggaran 2023, tim Pengabdi berupaya menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra dengan pelaksanan kegiatan sosialisasi desain alat dan pelatihan penggunaan alat mesin pencuci kacang tanah dan pengering kacang tanah serta penyerahan alat. Serah terima alat dilaksanakan di Balai Dusun Pragak Kalurahan Semanu dan disaksikan oleh Kepala Dukuh Pragak, Ketua UMKM Kampung Kacang, serta pejabat desa setempat. Selain itu ada sosialisasi untuk usaha dalam memperpanjang usia simpan kacang tanah. Alat yang diberikan mengefektifkan pemrosesan kacang tanah sebelum masuk pengolahan dan alat pencuci bisa menampung 10-15 kg kacang tanah dan hanya membutuhkan 20 menit sekali proses sedangkan mesin pengering bisa menampung 30 kg kacang tanah selama 8 jam. Melalui pengabdian ini, manfaat yang dirasakan oleh Kelompok UMKM "Kampung Kacang" mencakup peningkatan pada jumlah produksi, pendapatan, dan masa simpan produk olahan kacang sampai beberapa bulan.
IMPLEMENTASI CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DAN MUTU PRODUK PANGAN KELOMPOK USAHA BERSAMA SEJAHTERA DI KAPANEWON NGAWEN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL Guntur Samodro; Muhammad Priya Permana; Suharman Suharman; Ifan Adi Pratama; Rahmat Pamuji; Tejo Sumarsana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.50680

Abstract

Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) merupakan pedoman yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin mutu serta keamanan pangan olahan. Penerapan CPPOB bertujuan melindungi konsumen dari pangan tercemar fisik, kimia, maupun mikrobiologi serta meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional (BPOM, 2019). Lingkup penerapan CPPOB mencakup berbagai aspek produksi, antara lain lokasi dan lingkungan, bangunan dan fasilitas, peralatan, suplai air, higiene karyawan, pengendalian proses, pengemasan, penyimpanan, distribusi, dokumentasi, hingga prosedur penarikan produk (Sari & Putri, 2021). Implementasi CPPOB tidak hanya menjadi syarat perolehan izin edar, tetapi juga sebagai dasar dalam penerapan sistem jaminan mutu yang lebih lanjut seperti HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) (Widyaningsih et al., 2020). Dengan demikian, CPPOB berperan penting sebagai fondasi sistem keamanan pangan yang harus dipenuhi oleh industri pangan olahan, baik skala besar maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kata kunci: CPPOB, keamanan pangan, mutu pangan, BPOM, HACCP
PENGARUH DIAMETER MASTER REM TERHADAP TEKANAN PENGEREMAN PADA SEPEDA MOTOR Andhika Bimantara Permana; Desi Tri Utami; Muhammad Priya Permana
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v7i1.9158

Abstract

Perbedaan diameter master rem akan menghasilkan perbedaan tekanan hidrolik. Master rem dengan diameter lebih besar mampu menghasilkan tekanan yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan diameter master rem terhadap tekanan hidrolik. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan subjek master rem pada Honda CB150R dan Yamaha Mio Sporty. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan studi pustaka. Peneltian ini menggunakan data tabel sebagai instrument penelitian. Hasil penelitian dilakukan analisis dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan di bengkel Wiro Motor Sport yang beralamatkan di Kedung Batang, Ngasinan, Bulu, Sukoharjo, Jawa Tengah, 57563. diameter master rem berpengaruh langsung terhadap tekanan hidrolik yang dihasilkan, sesuai prinsip Hukum Pascal. Kemudian, Master rem Honda CB150R dengan diameter 14 mm (luas penampang 21,98 mm²) menghasilkan tekanan hidrolik rata-rata 010,54 kPa. Sedangkan, Master rem roda Honda CB150R dengan diameter master rem 25 mm (luas penampang 39,25 mm²) menghasilkan tekanan hidrolik rata-rata 073,52 kPa, atau sekitar 6,975% (7 kali lebih tinggi) dibandingkan master rem Honda CB150R Master rem dengan diameter lebih kecil menghasilkan luas penampang yang lebih kecil, sehingga mampu meningkatkan tekanan hidrolik untuk gaya tekan yang sama. Oleh karena itu, Peningkatan tekanan hidrolik berdampak pada respons pengereman yang lebih cepat, namun perlu diimbangi dengan keterampilan pengendalian untuk mencegah penguncian roda.
STUDI KOMPARASI KARBURATOR KONVENSIONAL DENGAN KARBURATOR VAKUM PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO 110 Inzhagi Zetta Bachtiar Wibowo; Kurniawan Joko Nugroho; Muhammad Priya Permana
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v7i1.9159

Abstract

This study aims to compare engine performance, fuel consumption efficiency, and working characteristics between the PWK 28 conventional carburetor and the standard Ori Yamaha Mio vacuum carburetor (CV) on a Yamaha Mio 110 cc motorcycle. The research method was carried out through direct testing by measuring fuel consumption using a 250 ml measuring cup at a variation of engine revs of 1000 rpm, 1500 rpm, and 2000 rpm for 5 minutes. Each test is repeated three times to obtain more accurate average data. The results showed that the PWK 28 conventional carburetor provided faster gas response, aggressive acceleration, and greater peak power at high revs, but its fuel consumption was more wasteful (approximately 81.1 ml at 1000 RPM; 107.4 ml at 1500 RPM; and 130.7 ml at 2000 RPM). In contrast, the standard Ori Yamaha Mio vacuum carburetor produces smoother gas draw, more stable engine power, and more efficient fuel consumption at all engine rev variations. Thus, PWK 28 is more suitable for use in vehicles with high performance or racing needs, while vacuum carburetors are more suitable for daily use that prioritizes efficiency and comfort.   Keywords: Conventional carburetor, vacuum carburetor, Yamaha Mio, fuel consumption, engine revs.
ANALISIS PENGARUH BERAT BEBAN MUATAN TERHADAP KINERJA SISTEM KEMUDI PADA GOKART GASIX Aditya Pratama; Muhammad Priya Permana
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v6i1.8306

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh bobot beban terhadap kinerja sistem kemudi pada go-kart Gasix. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana variasi beban (50 kg, 75 kg, dan 100 kg) dan sudut kemudi (15°, 45°, dan 90°) mempengaruhi momen gaya yang diperlukan untuk memutar setir pada kecepatan 0 km/jam dan 10 km/jam. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan pengukuran momen putar kemudi menggunakan alat ukur timbangan gantung atau timbangan tarik. Hasilnya menunjukkan bahwa meningkatkan beban secara signifikan meningkatkan momen gaya yang diperlukan untuk memutar kemudi, baik saat diam maupun bergerak. Pada kecepatan 0 km/jam, beban 100 kg pada sudut 90° menghasilkan momen 14,596 Nm. Di sisi lain, pada 10 km/jam, momen yang dibutuhkan untuk beban yang sama adalah 7.953 Nm. Sistem kemudi go-kart Gasix dapat menahan beban maksimum 100 kg. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang kinerja sistem kemudi pada kendaraan kecil dan dapat memandu pengembangan desain sistem kemudi yang lebih efisien di masa depan  Kata kunci: Gasix go-kart, Sistem Kemudi, Muatan, Momen, Sudut Guling
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN SUDUT SUSPENSI BELAKANG TERHADAP KINERJA KONSTANTA PEGAS DAN GETARAN PADA MOBIL LISTRIK GASIX Muhammad Arsyadi; Muhammad Priya Permana
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v6i1.8307

Abstract

Mobil listrik adalah kendaraan ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja suspensi yang baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental penuh, dengan variasi sudut 70⁰, 80⁰, 90⁰ dan pemuatan 50 kg, 70 kg, 90 kg. Objek penelitian adalah mobil listrik gasix. Dari uji konstan pegas, hasil perhitungan nilai terbaik pada pemuatan 50, 70, 90 kg berada pada sudut 70⁰ menghasilkan nilai 175, 343 dan 551,25 N / m. Sedangkan hasil uji getaran pada permukaan jalan datar ditemukan termasuk dalam kategori rendah. Pada permukaan jalan bergelombang, getaran pada sudut 70⁰ dan 90⁰ memperoleh nilai <0,45, artinya termasuk dalam kategori rendah. Sedangkan pada sudut 80⁰ memperoleh nilai 0,45-0,90. Menurut standar ISO 2631-1, itu berarti termasuk dalam kategori sedang.  Kata kunci: Suspensi, Konstanta Pegas, Getaran