Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Karakterisasi Sumber Daya Genetik Itik Bayang Berdasarkan Marka Mikrosatelit Lokus CMO211 dan Lokus AY295 Rusfidra Rusfidra; Y. Heryandi; Jamsari Jamsari; E. Y. Rahman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.1.19-29

Abstract

ABSTRAKItik Bayang merupakan plasma nutfah Sumatera Barat yang berperan penting sebagai penghasil daging dan telur. Marka mikrosatelit banyak digunakan sebagai penciri genetik karena keberadaannya berlimpah, bersifat ko-dominan dan polimorfik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keragaman genetik itik Bayang berdasarkan marka mikrosatelit lokus CMO211 dan AY295. Material DNA yang digunakan adalah sampel darah dari 24 ekor itik Bayang di Kecamatan Bayang dan Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Hasil isolasi DNA dari 24 sampel darah itik Bayang dapat dideteksi oleh gel elektroforesis. Lokus CMO211 menampilkan 2 alel, yakni alel A dan alel B dengan panjang alel 150–200 bp. Frekuensi kedua alel adalah alel A (87,5%) dan alel B (12,5%). Lokus AY295 menampilkan 7 alel, yaitu alel A (214 bp), alel B (245 bp), alel C (273 bp), alel D (300 bp), alel E (324 bp), alel F (359 bp) dan alel G (454 bp). Frekuensi alel berturut-turut adalah alel B (24%), alel A (16%), alel C (16%), alel D (16%), alel E (12%), alel F (12%) dan alel G (4%). Hasil amplifikasi menunjukkan lokus CMO211 dan AY295 bersifat polimorfik pada itik Bayang.Kata kunci : itik Bayang, mikrosatelit, lokus CMO211, lokus AY295
Penggunaan Urea sebagai Sumber Nitrogen pada Proses Biodegradasi Substrat Lumpur Sawit oleh Jamur Phanerochaete chrysosporium Noferdiman Noferdiman; Yose Rizal; Mirzah Mirzah; Yan Heryandi; Yetti Marlida
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 11 No. 4 (2008): November 2008
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.887 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v11i4.748

Abstract

The research was conducted to study the biodegradation capability on palm oil sludge substrate by Phanerochaete  chrysosporium   with increasing urea  as  nitrogen  source. The  experiment was  designed using Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications, namely : U-0 = 0,0 %  Urea,    U-1=      0,5  %  Urea,    U-2  =  1,0  %  Urea,    U-3  =  1,5  %  Urea  and  U-4  =  2,0  %  Urea. The observed variables were the amount of spore, C/N ratio, pH, crude fiber, crude protein, lignin, cellulose and enzyme activities. The result of this study showed that added urea were significantly (P<0.01) crude fiber, crude protein, lignin, cellulose and enzyme activities. The use of urea on the first level amounting to  1.5  %  in palm  oil  sludge  can  help  Phanerochaete  chrysosporium   to  reduce  crude  fiber to (30,71%),  lignin (29.89  %),  cellulose (36.42  %) and it  can  increase  the  content  of crude  protein    to    (34.50  %), reduction sugar and enzyme activities.
PENGARUH DOSIS PEMBERIAN PROBIOTIK CAMPURAN (Lactobacillus harbinensis DAN Saccharaomyces cerevesiae) DALAM AIR MINUM TERHADAP PERFORMA DAN KOLESTEROL DAGING BROILER: Effect of Dosage of Mixed Probiotics (Lactobacillus harbinensis and Saccharaomyces cerevesiae) in Drinking Water on Performance and Cholesterol of Broiler Meat Sayuti, Tiara Sarina Putri; Marlida, Yetti; Heryandi, Yan; Anggraini, Lili
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 1 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i1.1184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian probiotik campuran (Lactobacillus harbinensis dan Saccharaomyces Cerevesiae) pada air minum terhadap performa broiler (konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi ransum). Penelitian ini menggunakan 100 ekor DOC broiler unsex strain Arbor Acres CP-707, dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan, faktor A: (tanpa pemberian probiotik), B: (0,1 ml probiotik campuran/20 ml air minum/ekor), C: (0,2 ml probiotik campuran/20 ml air minum/ekor), dan D: (0,3 ml probiotik campuran/20 ml air minum/ekor). Analisa data menggunakan tabel ANOVA (analysis of variance) yang dilanjutkan dengan analisis Duncan’s Multi Range Test (DMRT). Pemberian probiotik campuran L. harbinensis dan S. Cerevesiae pada broiler tidak mempengaruhi konsumsi dan konversi pakan, namun meningkatkan pertambahan bobot badan dibanding dengan yang tidak diberi probiotik.   Kata kunci: Lactobacillus harbinensis, Mikroba Campuran, Saccharaomyces Cerevesiae, Performa Broiler
Penentuan Halal Critical Control Point pada Rantai Pasok Rendang Daging Yusnil, Redha; Hadiguna, Rika Ampuh; BA, Alexie Herryandie; Heryandi, Yan
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v8i1.1937

Abstract

Sertifikasi halal merupakan faktor penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan daya saing serta memastikan kepatuhan terhadap standar halal. Sertifikasi ini diperoleh melalui penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang terintegrasi dalam proses produksi. Namun, implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) masih menjadi tantangan bagi UMKM pengolahan rendang daging suwir, terutama dalam hal kepatuhan terhadap Good Manufacturing Practice (GMP). Penelitian ini bertujuan untuk merancang pohon keputusan dalam penentuan Halal Critical Control Point (HCCP) berdasarkan prinsip SJPH dan GMP. Identifikasi HCCP dilakukan pada tahapan pemilihan bahan baku, proses produksi, dan distribusi produk. Penelitian ini memberikan panduan bagi UMKM dalam menetapkan titik kendali kritis pada rantai pasok rendang daging suwir sehingga dapat memperkuat jaminan halal serta meningkatkan daya saing produk di pasar domestik dan internasional. Hasil penelitian mengidentifikasi 24 HCCP pada rantai pasok halal rendang daging suwir di ISR, yang mencakup aspek fasilitas (alat produksi dan rumah produksi), proses produksi, produk, dan etika kerja. Temuan utama menunjukkan bahwa sebagian besar HCCP didominasi oleh aspek fasilitas rumah produksi yang belum memadai. Risiko yang teridentifikasi meliputi kontaminasi fisik, biologis, kimia, serta potensi kontaminasi najis atau zat haram yang dapat mempengaruhi status kehalalan dan keamanan produk pada seluruh tahapan proses produksi. HCCP yang ditemukan meliputi proses pengiriman daging dari pemasok ke produsen, penyimpanan bahan baku, pencucian bahan baku, proses menyuwir daging, pemasakan rendang, dan pengemasan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa perbaikan fasilitas produksi menjadi prioritas dalam mitigasi risiko untuk memperkuat jaminan halal, keamanan produk, dan daya saing UMKM.