Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi Multiparadigma

DETERMINAN EFISIENSI USAHA BERDASARKAN TATA KELOLA KORPORAT Intan Lifinda Ayuning Putri; Imam Subekti; Yeney Widya Prihatiningtias
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2016.12.7026

Abstract

Abstrak: Determinan Efisiensi Usaha berdasarkan Tata Kelola Korporat. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh moderasi struktur kepemilikan dan modal terhadap hubungan antara tata kelola korporat dan efisiensi usaha. Penelitian ini menggunakan model regresi tobit dan analisis regresi berjenjang. Sampel penelitian dipilih berdasarkan kriteria pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia dengan periode tahun 2013-2015 sebagai patokan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 30% perusahaan efisien berdasarkan Data Envelopment Analysis (DEA). Tata kelola korporat yang diproksikan ukuran komisaris independen berpengaruh positif terhadap efisiensi usaha, sedangkan proksi yang lain tidak berpengaruh. Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa moderasi struktur kepemilikan berpengaruh terhadap efisiensi usaha, sedangkan struktur modal tidak berpengaruh. Abstract: Business Efficiency Determinant Constructed by Corporate Governance and Business. This study aims to examine the effect of corporate governance on the technical efficiency moderated by ownership structure and capital structure used tobit regression model and hierarchical regression analysis. This research in measured by DEA, around 30% manufacturing companies are efficient in 2013-2015. The result shows that there is positive effect of corporate governance on the technical efficiency indentified by proportion of independent board of commissioner. It is not found that another proxy has an influence. The result also shows that ownership structure has effected on the relationship between corporate governace and technical efficiency while capital structure has no influence.
APAKAH AUDIT INTERNAL BERPERAN DALAM PENCEGAHAN KORUPSI? Rosidi Rosidi; Zaki Baridwan; Intan Lifinda Ayuning Putri
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2023 - Agustus 2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2023.14.1.10

Abstract

Abstrak – Apakah Audit Internal Berperan dalam Pencegahan Korupsi?Tujuan Utama – Penelitian ini memiliki tujuan menguji peran audit internal dalam memoderasi pengaruh tekanan, rasionalisasi, peluang dan kapabilitas terhadap korupsi.Metode – Penelitian ini menggunakan metode regresi berbasis partial least square. Adapun sampel penelitian adalah sejumlah aparatur sipil negara yang terlibat dalam pengelolaan keuangan daerah.Temuan Utama – Audit internal tidak mampu memoderasi hubungan variabel independent dan variabel dependen. Semakin tinggi tekanan, peluang dan rasionalisasi meningkatkan terjadinya korupsi. Fungsi audit internal belum berfungsi secara efektif dalam pencegahan terjadinya korupsi karena kontrol internal yang masih lemah dan komitmen yang kurang dari pimpinan dalam memperkuat fungsi satuan pengawasan internal.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini menunjukkan relevansi teori fraud diamond. Selain itu, penelitian ini memberikan saran bahwa pencegahan korupsi dapat dilakukan dengan mengurangi peluang, tekanan dan rasionalisasi, serta peningkatan peran auditor internal.Kebaruan Penelitian – Kebaruan penelitian ini adalah menunjukkan bahwa audit internal masih belum berperan dalam pencegahan korupsi. Abstract – Does Internal Audit Play a Role in Corruption Prevention?Main Purpose – This study aims to examine the role of internal audit in moderating the effect of pressure, rationalization, opportunities, and capabilities on corruption.Method – This study uses a partial least squares regression method. The research sample is several state civil servants involved in regional financial management.Main Findings – The internal audit cannot moderate the relationship between independent and dependent variables. The higher the pressure, opportunity, and rationalization increase the occurrence of corruption. The internal audit function has not effectively prevented corruption because internal controls are still weak, and the leadership lacks commitment to strengthening the role of the internal oversight unit.Theory and Practical Implications – This research demonstrates the relevance of the fraud diamond theory. In addition, this study suggests that corruption prevention can be done by reducing opportunities, pressure, and rationalization and increasing the role of internal auditors.Novelty – The novelty of this research is to show that internal audit still has no role in preventing corruption.