Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Controls) di UPT Puskesmas Banyuanyar Kota Surakarta Amalina Elvira Anggraini; Maulida Narulita; Megayani Santoso; Sumardiyono .; Adji Danarto
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 2 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu sistem yang dirancang dalam rangka melaksanakan manajemen risiko untuk menjamin keselamatan yang baik pada semua personel di tempat kerja agar tidak menderita luka maupun menyebabkan penyakit di tempat kerja dengan mematuhi pada hukum dan aturan keselamatan dan kesehatan kerja. Puskesmas sebagai salah satu bentuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan salah satu contoh tempat kerja yang menjadi titik interaksi antara tenaga kerja puskesmas dengan masyarakat dengan segala potensi bahayanya. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja sehat dan aman di puskesmas sehingga tercipta rasa aman, nyaman dan tenteram dari tenaga kerja puskesmas maupun masyarakat. Manajemen risiko (potensi bahaya) pada K3L dapat dilakukan melalui 3 hal yaitu Hazard Identification (Identifikasi Bahaya), Risk Assesment (Penilaian Risiko), dan Determining Control (Penetapan Pengendalian) atau sering disebut dengan HIRADC.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer. Data primer yang diperoleh dengan studi pustaka, studi lapangan, dan wawancara yang dilaksanakan tanggal 15 Mei sampai dengan 29 Mei 2018.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas kegiatan petugas kesehatan dan pasien sudah tertata sesuai alur pelayanan pasien. Potensi bahaya di UPT Puskesmas Banyuanyar antara lain: (1) Titik kumpul evakuasi yang beralih fungsi menjadi tempat parkir, (2) Letak APAR yang sulit dijangkau, (3) Tiang yang menghalangi jalan, (4) Plafon yang rusak, (5) Kamar mandi pasien yang tidak terpasang handrail, (6) Penyimpanan oksigen dan alat bantu jalan pasien yang berdekatan dengan sumber listrik dan gas elpiji, (7) Jalan licin karena lumut, (8) Genangan air yang tidak diberishkan.Kesimpulan : Implementasi Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) di UPT Puskesmas Banyuanyar sudah baik dan ideal.Kata Kunci : Hazard Identification,Risk Assesment
Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja SMA Negeri 3 Surakarta Puji Astuti Anggara; Sumardiyono .; Bhisma Murti
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 1, No 2 (2012): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.111 KB)

Abstract

Background: High emotional intelligence can prevent adolencents from deviant behaviour, particullary premarital sexual behavior. This study aims to prove that high emotional intelligence can reduce premarital sexual behavior. Methods: This study is an analytical observational research using cross sectional approach. This study had been done in April 2012 in SMA Negeri 3 Surakarta. 83 samples had been choosed by simple random sampling. This study use premarital sexual behavior as dependent variable, emotional quotient as independent variable, attitudes about premarital sexual behavior, bad influence of friends and religion as controlled variables. Questionnare to measure all variables had been tested validity and reliability. Samples were analyzed using binary logistic regression with SPSS 17.0. Results: This study shows that by controlling confounding factors, adolescents who have high emotional intelligence maybe lead to good sexual behavior by 6.84 times bigger than adolescents with low emotional intelligence (OR = 6.84; CI 95% = 1.75-26.72; p = 0.006). Conclusion: There is a relationship between emotional intelligence and premarital sexual behavior by controlling confounding factors. High emotional intelligence can reduce bad premarital sexual behavior. Keywords: premarital sexual behavior, emotional intelligence
Karakteristik Usia, Jenis Kelamin, Tipe Diagnosis, dan Hasil Pengobatan Tuberculosis Paru Lansia Di Puskesmas Sibela Andre Christiawan S; Frizka Aprilia; Marcell Claudio; Yuyun Suci M; Sumardiyono .; Anjang Kusuma Netra
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 2 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah utama kesehatan secara global di dunia dan menyebabkan tingkat morbiditas pada jutaan orang setiap tahunnya. Saat ini, diperhitungkan 3.800 pasien TB meninggal setiap hari atau 2-3 pasien meninggal setiap menit karena TBC ini (WHO, 2013). Menurut Rahmatullah (1994) dalam buku Nugroho (2007) tuberkulosis pada lanjut usia ternyata masih cukup tinggi. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian tentang kasus TB pada lansia. Melalui penelitian ini, diharapkan akan diketahui karakteristik usia, jenis kelamin, tipe diagnosis, dan hasil pengobatan penderita tuberculosis paru pada lansia di wilayah Puskesmas Sibela Kota Surakarta. Metodologi : Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional deskriptif non-eksperimental. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 05 April 2018 di Puskesmas Sibela. Didapatkan data dari setiap pasien tuberculosis, termasuk usia, jenis kelamin, tipe diagnosis, dan hasil pengobatan dari setiap warga yang menderita tuberculosis paru. Sekitar 26 pasien terinfeksi tuberculosis paru dengan 11 pasien adalah lansia.Hasil : Pada penelitian ini terdapat 11 subject penelitian lansia yang menderita TB paru. Proporsi pasien lansia laki-laki (81,82%) lebih banyak dari pasien perempuan (18,18%). Kelompok usia dengan pasien terbanyak adalah kelompok usia pertengahan (middle age) 45-59 tahun (45,46%). Pasien dengan tipe diagnosis terkonfirmasi bakteriologis lebih banyak dibandingkan dengan pasien terdiagnosis klinis. Hasil pengobatan tertinggi adalah pasien dinyatakan sembuh (54,55%), terdapat pasien yang dinyatakan pengobatan lengkap dan pindah berobat. Tidak ada pasien putus berobat maupun pasien meninggal.Kesimpulan : Proporsi tertinggi penderita TB pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sibela adalah jenis kelamin laki-laki kelompok usia 45-59 tahun, tipe diagnosis terkonfirmasi bakteriologis, dan hasil pengobatan dinyatakan sembuh.Kata kunci: Lung Tuberculosis, Geriatrics, Diagnosis type, Treatment outcome
Faktor Risiko Hipertensi Pada Pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta Hypertension Risk Factors in Polyclinic Patients of Pajang Public Health Center Surakarta Sumardiyono .; Yusiska Wahyu I - Universitas Sebelas Maret Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.186 KB)

Abstract

Abstract: Hypertension is a chronic disease, when blood pressure rises above normal blood pressure, ie systolic blood pressure 140 mmHg or more and diastolic blood pressure 90 mmHg or more. Patients with hypertension often don’t show symptoms and only realized the condition if hypertension has caused complications in the heart, blockage of blood vessels, until the rupture of blood vessels in the brain resulting in death, so hypertension is often referred to as "the silent killer”. There was several risk factors that affect the incidence of hypertension, some of which can be modified. This study aims to determine the risk factors of hypertension in patients Polyclinic of Pajang Public Health Center Surakarta. This research is an observational analytic research with cross sectional approach. The subjects of this research are patient of Polyclinic of Pajang Public Health Center Surakarta. for 60 people through purposive quota sampling technique. The independent variables of this study were hypertension risk factors as measured by questionnaire. The dependent variable of this research is hypertension. The results of the study on each variable showed a significant relationship (significant) between age risk factors and consumption of foods high in saturated fat with the incidence of hypertension. Hypertension risk factors in patients of Pajang Public Health Center Surakarta among others age and consumption of foods high in saturated fat.Keywords: Hypertension, Public Health Center.  Abstrak: Hipertensi merupakan penyakit kronis dimana tekanan darah meningkat di atas tekanan darah normal, yaitu tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih. Penderita hipertensi sering tidak menampakkan gejala dan baru menyadari kondisinya jika hipertensi sudah menimbulkan komplikasi pada jantung, penyumbatan pembuluh darah, hingga pecahnya pembuluh darah di otak yang berakibat kematian, sehingga hipertensi sering disebut sebagai “the silent killer.” Terdapat beberapa faktor risiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi, sebagian diantaranya dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko hipertensi pada pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta sebanyak 60 orang diambil melalui teknik purposive quota random sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah faktor risiko hipertensi yang diukur dengan kuesioner. Variabel terikat penelitian ini adalah hipertensi. Hasil penelitian pada masing-masing variabel menunjukkan hubungan yang bermakna (signifikan) antara faktor risiko usia dan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dengan kejadian hipertensi. Faktor risiko hipertensi pada pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta antara lain usia dan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh. Kata Kunci: Hipertensi, Puskesmas.