Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : APTEK

KLASIFIKASI PENGENDALIAN MATERIAL DALAM MENCEGAH KETERLAMBATAN PROYEK DI KABUPATEN ROKAN HULU Arifal Hidayat; Heri Suripto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 11, No. 02, Juli 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.075 KB) | DOI: 10.30606/aptek.v11i2.73

Abstract

Pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur terutama untuk konstruksi jalan sering menimbulkan permasalahan yang dapat mengakibatkan waktu penyelesaian proyek tidak sesuai dengan rencana sehingga mengalami keterlambatan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi pihak kontraktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi pendapat para pelaku konstruksi jalan tentang langkah-langkah pengendalian material untuk mencegah keterlambatan pada proyek-proyek konstruksi jalan di Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pihak penyedia jasa kontraktor yang memegang jabatan sebagai Project Manager, Site Manager, Pelaksana, Quality, Surveyor. Dari pengambilan sampel di lapangan dikumpulkan sebanyak 30 responden. Data yang telah terkumpul dihitung indeks kepentingan dan di analisis peringkat (ranking) dari langkah-langkah pengendalian material. Hasil penelitian ini diperolah langkah-langkah pengendalian material untuk mencegah keterlambatan proyek konstruksi jalan di Kabupaten Rokan Hulu adalah sebagai berikut: (1) Penentuan kebutuhan jenis material, (2) Penentuan waktu kedatangan material, (3) Pemeriksaan kesesuaian kuantitas material yang diterima dengan pemesanan, (4) Pemberian persetujuan kualitas sampel yang sesuai dengan spesifikasi, (5) Penentuan waktu pengiriman, (6) Penjagaan gudang untuk melindungi material dari cuaca dan pencurian, (7) Pembuatan laporan pengambilan material dari gudang, (8) Perhitungan pemakaian, dan (9) Untuk material fabrikasi khusus dengan sistem kontrak lengkap dengan harga yang ditetapkan diawal.
PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PEMAKAIAN AIR SUNGAI YANG TERCEMAR OLEH LIMBAH Arifal Hidayat; Yuli Afrina
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 12, No. 01, Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.704 KB) | DOI: 10.30606/aptek.v12i1.239

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui nilai kuat tekan beton rencana sebesar 17,5 MPa yang dihasilkan bila menggunakan air sungai Batang Sosa di desa Tambusai Timur yang tercemari limbah dari pabrik kelapa sawit, selanjutnya diuji pada umur beton 14, 21dan 28 hari. Hasil kuat tekan menunjukkan bahwa pemakaian air sungai Batang Sosa meghasilkan mutu kuat tekan rata-rata pada umur 14 hari sebesar 22,38 MPa, sedangkan mutu kuat tekan rata-rata pada umur 21 hari sebesar 26,42 MPa, sedangkan mutu kuat tekan maksimum pada umur 28 hari rata-rata sebesar 28,56 MPa. Hal ini menunjukkan bahwa air air sungai Batang Sosa masih cukup layak dan bisa digunakan sebagai campuran adaukan beton struktural karena berdasarkan pemeriksaan kualitas air dapat digunakan dan memenuhi standar SK SNI S-04-1989-F dengan nilai derajat keasaman pH = 7,8. Nilai batas standar yang dizinkan untuk kualitas air (pH) yaitu berkisar antara 4,5 sampai 8,5.
Klasifikasi Dan Peringkat Dari Faktor Penyebab Keterlambatan Pada Kegiatan Infrastruktur : Desa Bangun Purba Timur Jaya Kecamatan Bangun Purba Arifal Hidayat; Yuli Afrina
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 12, No. 02, Juli 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v12i2.353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi perangkat desa tentang klasifikasi dan peringkat dari faktor utama penyebab keterlambatan pada kegiatan pembangunan infrastruktur Desa Bangun Purba Timur Jaya Kecamatan Bangun Purba tahun 2018. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada satuan kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Rokan Hulu yang selanjutnya dihitung menggunakan rumus indeks kepentingan dari klasifikasi faktor penyebab keterlambatan di desa Bangun Purba Timur Jaya Kecamatan Bangun Purba. Faktor utama klasifikasi dan peringkat dari faktor penyebab keterlambatan kegiatan pembangunan infrastruktur di desa Bangun Purba Timur Jaya Kecamatan Bangun Purba menurut persepsi satker DPMD Kabupetan Rokan Hulu menurut urutan ranking adalah: (1) Perencanaan dan penjadwalan kegiatan kurang baik; (2) Dokumen kegiatan kurang tertib ; (3) Sistem organisasi kegiatan buruk; (4) Penyiapan sumber daya kegiatan terbatas; (5) Control dan evaluasi kegiatan yang kurang baik; (6) Sistem penyusunan rencana yang kurang matang; (7) Lain-lain (diluar kemampuan TPK).
PENINGKATAN KEKUATAN MELALUI PENAMBAHAN CANGKANG SAWIT PADA BETON RINGAN STRUKTURAL SEBAGAI AGREGAT KASAR Arifal Hidayat; Anton Ariyanto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 11, No. 01, Januari 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan limbah cangkang sawit 2 juta ton/tahun di propinsi Riau menjadi sumber potensial untukpembuatan beton ringan struktural ringan dan menjadi alternatif pengganti agregat kasar alami. Tujuan penelitianadalah mengetahui nilai kuat tekan beton rencana sebesar 21 MPa yang dihasilkan bila cangkang sawit digunakansebagai agregat kasar dalam bentuk silinder uji, selanjutnya diuji pada umur beton 7, 14, 21dan 28 hari.Berdasarkan hasil Pengujian kuat tekan terhadap beton ringan struktural dengan menggunakan cangkang sawitsebagai pengganti agregat kasar memperlihatkan bahwa kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari sebesar 14, 29 MPa,umur 14 hari sebesar 17,04 MPa, umur 21 hari sebesar 18,85 MPa, sedangkan kuat tekan maksimum pada umur 28hari rata-rata sebesar 20,79 MPa. Kuat tekan beton ringan yang dihasilkan secara keseluruhan sudah mendekatinilai kuat tekan beton rencana 21 MPa.
Peringkat Terhadap Masalah Rework Pada Kegiatan Pembangunan Fisik: Desa Bangun Purba Timur Jaya Kabupaten Rokan Hulu Arifal Hidayat; Yuli Afrina
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 01, Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i1.571

Abstract

Pada pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik di desa sangat sulit terhindar dari terjadi pekerjaan pengulangan (rework). Rework adalah salah satu faktor penyebab utama terjadinya pembengkakkan biaya bahkan keterlambatan pada pembangunan fisik di desa, sehingga berpotensi merugikan keuangan pemerintah desa. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan peringkat terhadap masalah rework ditinjau terhadap aspek manajerial pada kegiatan pembangunan fisik desa yang bersumber dari dana desa tahun 2019. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh perangkat desa, skala pengukuran yang dipakai adalah skala Likert, uji validitas dan reliabilitas data menggunakan teknik korelasi product moment dengan taraf signifikan 5%. Teknik analisis yang dipakai menggunakan rumus indeks kepentingan dari faktor rework terhadap aspek manajerial. Hasil analisis indeks kepentingan diperoleh bahwa peringkat terhadap masalah rework ditinjau dari aspek manajerial pada pembangunan fisik Desa Bangun Purba Timur Jaya Kabupaten Rokan Hulu melalui dana desa tahun 2019 berdasarkan urutan ranking adalah: (1) kurangnya teamwork; (2) kurangnya kontrol; (3) buruknya alur informasi; (4) kurangnya informasi di lapangan; (5); jadwal yang terlalu padat; (6) pertimbangan yang salah di lapangan; (7) kurangnya antisipasi keadaan alam. Kata kunci: bangun purba timur jaya; infrastruktur desa; rework.
Analisis Rework Analisis Rework Terhadap Proyek Konstruksi Di Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman Kabupaten Rokan Hulu Arifal Hidayat; Yuli Afrina
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 02, Juli 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i2.842

Abstract

Salah satu faktor penyebab keterlambatan kegiatan proyek-proyek pemerintah adalah karena adanya aktivitas pekerjaan ulang (rework) pada satu atau beberapa kegiatan konstruksi. Rework merupakan salah satu kontributor utama pada pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek serta bisa memberikan dampak buruk pada performa dan produktifitas pihak penyedia jasa dan pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor utama penyebab rework pelaksanaan proyek konstruksi di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman  Kabupaten Rokan Hulu. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pihak owner menggunakan skala Likert dan kemudian dihitung menggunakan rumus indeks kepentingan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor utama penyebab terjadinya rework pada proyek konstruksi di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Rokan Hulu berdasarkan urutan ranking adalah : faktor desain dan dokumentasi yaitu : kesalahan desain dengan nilai mean = 3,09; faktor manajerial yaitu kurangnya teamwork dengan nilai mean nya adalah 3,05; faktor sumberdaya yaitu : pekerjaan kurang pengetahuan dengan nilai mean nya adalah 3,28.
Job Mix Design Beton K-250 Menggunakan Metode American Concrete Institute Arifal Hidayat; Nasrul Hadi; Ahmad Fathoni; Yuli Afrina
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 01, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i1.1661

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan komposisi campuran beton rencana K-250 dengan menggunakan metode ACI (American Concrete Institute). Tahapan dalam rancangan campuran beton K-250 kg/cm2 adalah : (1) pengujian saringan agregat; (2) pengujian berat jenis dan penyerapan agregat; (3) pengujian berat isi agregat (4) pengujian kadar lumpur (5) pengujian kadar air. Material agregat menggunakan quary Bangun Purba. Hasil pengujian pada rancangan campuran beton metode ACI terhadap proporsi campuran adukan secara teoritis untuk beton K-250 kg/ per meter kubik yaitu : kebutuhan Semen = 425,532 kg (9 sak semen), Agregat halus = 422,807 kg, Agregat kasar = 1302,4 kg, Air = 215 liter
Job Mix Design Beton K-250 Menggunakan Metode DoE (Departemen of Environment) Arifal Hidayat; Rismalinda; Yuli Afrina
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 02, Juni 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i2.1948

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan komposisi campuran beton rencana K-250 dengan menggunakan metode DoE (Departemen of Environment). Tahapan dalam rancangan campuran beton K-250 kg/cm2 adalah : (1) pengujian saringan agregat; (2) pengujian berat jenis dan penyerapan agregat; (3) pengujian berat isi agregat (4) pengujian kadar lumpur (5) pengujian kadar air. Material agregat menggunakan quary Bangun Purba. Hasil pengujian pada rancangan campuran beton metode DoE terhadap proporsi campuran adukan secara teoritis untuk beton K-250 kg/ per meter kubik yaitu : kebutuhan Semen = 403,85 kg (9 sak semen), Agregat halus = 460,845 kg, Agregat kasar = 1075,305 kg, Air = 210 liter.
Analisis Penerapan Manajemen Keselamatan Kerja Terhadap Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Proyek Infrastruktur Desa Arifal Hidayat; Yuli Afrina
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2274

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan sistem manajemen keselamatan kerja (SMKK) pada pelaksanaan proyek infratruktur di Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yaitu metode yang didasarkan pada data hasil pengukuran variabel penelitian melalui studi pustaka dan penyebaran angket kepada 36 responden. Kemudian data kuesioner yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMKK pada pelaksanaan proyek infratruktur di Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba termasuk dalam kategori baik dengan nilai 72,22%. Faktor perilaku pekerja yang paling dominan mempengaruhi penerapan SMKK yaitu perilaku pengetahuan, sikap, pelatihan, pengawasan, hukuman, penghargaan.
Klasifikasi Potensi Keterlambatan Proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah Kota Pekanbaru Hidayat, Arifal; Afrina, Yuli
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.3056

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor potensi penyebab keterlambatan proyek instalasi pengolahan air limbah zona utara Kota Pekanbaru menurut persepsi kontraktor. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa faktor penyebab keterlambatan proyek yang berhubungan dengan kontraktor ada 9 faktor utama yaitu metode konstruksi yang kurang tepat, estimasi waktu yang tidak akurat, estimasi biaya yang tidak akurat, kurangnya pengalaman kontraktor, perencanaan dan penjadwalan proyek yang tidak tepat, tim proyek yang tidak kompeten, penggunaan teknologi yang tidak terkini, kurangnya pengawasan dan manajemen proyek, dan sub kontraktor yang tidak kompeten. Untuk itu perlu dilakukan penelitian dalam upaya mencegah terjadinya potensi keterlambatan proyek selanjutnya. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 responden kepada pihak kontraktor. Hasil analisis mengindikasikan bahwa faktor-faktor potensi penyebab keterlambatan proyek instalasi pengolahan air limbah zona utara Kota Pekanbaru menurut persepsi kontraktor adalah : (1) faktor keuangan (keterlambatan termen); (2) faktor lingkungan (pengaruh cuaca saat di lapangan); (3) faktor bahan/material (perubahan tipe dan spesifikasi); (4) faktor tenaga kerja (pengendalian jadwal di lapangan); (5) faktor peralatan (kerusakan peralatan); (6) faktor perubahan-perubahan (kesalahan pelaksanaan pekerjaan); (7) masalah kontrak (perselisihan dalam proyek)