Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)

CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING APPROACH TO IMPROVE ACTIVITIES AND STUDENT LEARNING RESULTS IN MATH LEARNING OF ANGLE MATERIAL IN 4TH GRADE AT SDN 104 LANGENSARI-SENANGGALIH KECAMATAN COBLONG BANDUNG CITY Nabila Azka; Ani Mintarsih; Siti Ruqoyyah
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 1, No 4 (2018): Volume 1, Issue 4 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.09 KB)

Abstract

This research is motivated by the condition of students in elementary schools studied, namely the low student learning outcomes and the lack of student activity in participating in learning. The results of observations made before the study showed that students could not apply the concept in solving everyday mathematical problems. Besides that, learning is often independent of reallife contexts.Based on the above, the researcher tried to apply the Contextual Teaching and Learning approach in angular learning. This research was carried out aimed at knowing the description of student learning activities and how student learning outcomes in learning the concept of angles through the Contextual Teaching and Learning approach. This classroom action research consists of three cycles. Each cycle consists of one learning action. Every action is carried out starting from planning, action, observation and interview, action analysis and reflection. The object of the study was students at 4th grade in SDN 104 Langensari-Senanggalih Kecamatan Coblong Bandung City. The average scores of student activity in each cycle is: cycle I reached 73.2; cycle II reaches 76.6; and cycle III reaches 81.3. These results show that student activities during learning is increasing so that in the final action, learning activities more dominated by students. While the average scores of student learning outcomes in each cycle is: cycle I reached 68.4; cycle II reaches 73.3; and cycle III reaches 76.8. These results show that students have understood the concept of angles and have the ability to apply concepts in solving problems in daily live. Therefore can be concluded that Contextual Teaching and Learning approach in angle learning can improve student learning outcomes.
IMPROVING MATHEMATICAL LEARNING OUTCOMES IN SIMPLE SPLIT MATERIALS THROUGH CONCRETE OBJECTS Nining Nurasiyah; Iim Iim; Siti Ruqoyyah
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 1, No 5 (2018): Volume 1, Issue 5 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.77 KB)

Abstract

The background of this study is because the learning process that has not been maximized and students' learning achievement about simple fractions is still relatively low. The purpose of this study was to determine the extent to which the use of concrete object props can improve the learning outcomes of third grade elementary school students in mathematics subjects in simple fractions. The method in this study, using Classroom Action Research. Classroom Action Research conducted in 2 cycles, each cycle has 4 stages. Data collection techniques used are observation, questionnaire, test, and attitude scale. The subjects in this study were 30 students of class III SD Islam Mutiara Hati, District of Antapani Tengah, Bandung. Based on the results of the study, the researchers concluded that the use of concrete object props in simple fraction materials can improve student learning outcomes and activeness as well as students' responses to learning are quite positive.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI BANGUN RUANG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Riva Haffah Fauziah; Siti Ruqoyyah
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep adalah sebuah kompetensi dimana harus dikuasai siswa kelas V SD dalam mata pelajaran matematika dengan baik. Tujuan dalam penelitian ini agar dapat mengetahui gambaran model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam kemampuan pemahaman pada siswa kelas V. Siswa cenderung sulit memahami materi bangun ruang karena kurangnya kemampuan siswa belajar aktif disebabkan guru masih kurang efektif dalam menggunakan model pembelajaran. Model pembelajaran CTL digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, hal ini supaya peneliti dapat menjelaskan dan memperbaiki kualitas pembelajaran khususnya pada kemampuan pemahaman konsep materi bangun ruang. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil skenario pembelajaran kemampuan pemahaman konsep pada siswa SD kelas V melalui model CTL menunjukkan peningkatan persentase ketuntasan siswa yang signifikan dari jumlah hasil pretest 62% golongan kurang baik menjadi 82% pada hasil posttest golongan sangat baik. Respon guru menyatakan peneliti sangat baik dalam mengajar kemampuan pemahaman melalui model CTL. Respon siswa menyatakan pendekatan CTL sangat menyenangkan karena siswa mampu mempelajari bangun ruang berdasarkan kejadian yang telah dihadapi siswa pada kehidupannya. Kesulitan siswa SD kelas V dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam kemampuan pemahaman konsep terdapat pada indikator pemahaman konsep dalam pemahaman konsep bangun ruang prisma segitiga.
Penerapan model visual auditori kinestetik (VAK) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dalam seni tari pada siswa kelas V sekolah dasar Sumarna, Nana; Siti Ruqoyyah; Uus Kuswendi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.19971

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pengetahuan siswa pada muatan seni budaya dan prakarya (SBdP) khususnya seni tari dan hasil praktek menari siswa belum sepenuhnya terampil dalam menciptakan pola lantai yang sesuai pada tari kreasi daerah serta belum sepenuhnya terampil dalam membuat properti tari kreasi daerah serta guru menggunakan metode konvensional dalam pembelajaran seni tari dan hanya menggunakan buku tematik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil peningkatan kemampuan berpikir kreatif dalam seni tari siswa kelas V sekolah dasar, kesulitan siswa kelas V sekolah dasar dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dalam seni tari, dan kesulitan guru dalam penerapan model visual auditori kinestetik (VAK) yang digunakan dalam penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method dengan desain sequential explanatory design. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN Margaluyu. Subjek penelitian adalah siswa kelas V Ssekolah dasar sebanyak 15 siswa. Data-data diperoleh dari tes (pretest dan posttest), lembar angket, observasi dan wawancara. Dari data kuantitatif yang diperoleh menunjukkan ada peningkatan kemampuan berpikir kreatif dalam seni tari pada siswa kelas V dengan nilai rata-rata awal 49 menjadi 85. Adapun dari data kualitatif diperoleh hasil, dimana kesulitan yang dihadapi siswa adalah sulitnya siswa menciptakan gerak dengan tempo cepat. Untuk kegiatan pembelajaran berdasarkan hasil observasi guru menunjukkan hasil yang baik, meski masih ada beberapa kesulitan yang dihadapi yaitu guru masih kurang dalam pengorganisasian kelas secara aktif. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif, Visual Auditori Kinestetik dan Seni Tari.