Sunarsieh Sunarsieh
Department Of Enviromental Health, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Pontianak, West Kalimantan, Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Use of Coconut Fiber Padded Seat in Reducing Vibration and Fatigue of Bus Drivers Sunarsieh Sunarsieh; Paulina Paulina
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 11 No. SI (2022): Special Issue
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.587 KB) | DOI: 10.20473/ijosh.v11iSI.2022.1-9

Abstract

Introduction: Environmental factors such as vibration can affect work fatigue. The previous research results showed that there was a relation between vibration and fatigue, with the use of ergonomic seats by bus drivers. Then conducting experimental research on making ergonomic seat padding made from coconut fiber to reduce the level of vibration and driver fatigue was investigated. The purpose of this research was to analyze the differences in seating vibrations and the bus driver fatigue who did not use a padding seat and one who used it. Methods: The research design was experimental. The research subjects were 42 bus drivers. The vibration intensity was measured using a vibrometer and work fatigue was measured using a reaction timer, then the data were analyzed by T-test. Results: Based on research results the vibration of bus drivers who did not use seat padding was greater than those who did (p=0.001). Those who used seat padding had lower mean fatigue than drivers who did not use it (p=0.001). Conclusion: Vibration and work fatigue in bus drivers who did not use a padding seat was greater than those who used it and the difference was statistically significant. The use of ergonomic seating for bus drivers was very useful for reducing vibration.
Penyuluhan Kesehatan dan Pelatihan Pembuatan Pasta Gigi Herbal pada Orang Tua Siswa di SDN 09 Pontianak Fathiah Fathiah; Indah Purwaningsih; Sunarsieh Sunarsieh; Budi Suryana; Meri Ropiqa
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.01 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1541

Abstract

Riskesdas data in 2018 showed that the number of tooth decays in West Kalimantan province was 49.55% and that in Pontianak City was 39.52%. The results of a preliminary survey conducted on 5th-grade students of SDN 09 Pontianak found an average of three deciduous teeth and four adult teeth affected by dental caries. One way to prevent dental caries is to brush the teeth using toothpaste that contain active antibacterial ingredients. One herb widely used as an active ingredient in toothpaste is siwak. This community service activity aims to increase knowledge and skills in making herbal toothpaste to reduce the dental plaque index. This activity uses health counseling methods through lectures, leaflet distribution, and training on making herbal toothpaste from siwak. This activity was conducted in collaboration with SDN 09 Pontianak and was held on Friday, June 24, 2022, with 53 participants. From this activity, the participants received education on the benefits of herbal toothpaste for dental and oral health. In addition, this training activity can increase creativity and skills in creating herbal toothpaste and foster an entrepreneurial spirit. After this activity, it will continue with training activities with the theme of entrepreneurship as part of efforts to downstream and commercialize herbal toothpaste products.
Risk Factors Associated with Lung Capacity on “XY” Furniture Workers in Sungai Ambawang District Nurul Kharismadewi; Sunarsieh; Nurul Amaliyah
Jurnal teknologi Kesehatan Borneo Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Teknologi Kesehatan Borneo
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jtkb.v2i1.35

Abstract

Analysis of risk factors related to furniture worker’s lung capacity of “XY” at Sungai Ambawang district in 2018. The aim of study was knowing the analysis of risk factors related to meubel worker’s lung capacity of “XY” at Sungai Ambawang district in 2018. This type of study was observational with cross sectional study. The sample of this study was 39 men workers. The data were collected by interviews with responden, measurements of respirable dust producing by the work activity and inspections of lung capacity. The data were formed as univariat and bivariat with kruskal-wallis, t-test and chi-square test. The result showed that there was a significant between respirable dust producing by the work activity (p=0,000), years of service (p=0,001), smoking behavior (p=0,020) and history of diseases (p=0,060) with the lung capacity, while there were no a significant are the age (p=0,951) and using of personal protective equipment masks (p=0,060) with the lung capacity. The conclusion from this study that was a significant between respirable dusts of the work activity produces, years of services, smoking behaviors and history of diseases with the meubel worker’s lung capacity of “XY” at Sungai Ambawang district.
GAMBARAN PERILAKU HYGIENE SANITASI PEDAGANG KAKI LIMA DI SEKITARAN SEKOLAH DASAR 17 KARTIKA JAYA SUNGAI RAYA TAHUN 2024 Andini Andini; MaIik Saepudin; Sunarsieh Sunarsieh
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.394

Abstract

Jajanan pinggiran merupakan jajanan yang banyak digemari khususnya untuk anak-anak dan para remaja bahkan orang tua. Ditambah lagi banyak jajanan dijual dengan harga yang sangat murah dijangkau dan bervariasi membuat daya tarik jajanan tersebut semakin besar. Banyak stand para pedagang jajanan yang mayoritas terletak di pinggir jalan dan berdekatan dengan sumber pencemaran seperti sungai, hal ini berpotensi besar jajanan tersebut bisa terkontaminasi oleh mikroorganisme. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan mengenai perilaku hygiene sanitasi pedagang kaki lima di Pinggiran Sekolah Dasar Sungai Raya Pontianak, mendeskripsikan kebersihan peralatan yang digunakan pedagang jajanan di pinggiran kaki lima di sekitar Sekolah Dasar Sungai Raya Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan cara melakukan observasi menggunakan lembar checklist dan hasil yang didapatkan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian ini berkenaan dengan personal hygiene pedagang kaki lima yang didapatkan dengan kategori baik 11 (91,66%) pedagang dari 12 pedagang dan kategori cukup ada 1 (8,33%) pedagang. Untuk kebersihan peralatan didapat 100% untuk 12 pedagang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pedagangan di Sekolah Dasar Kartika 17 sudah memenuhi syarat dengan kategori cukup baik.
KOMBINASI TANAH KAOLIN DAN TAWAS SEBAGAI KOAGULAN DALAM MENURUNKAN KADAR KEKERUHAN DAN WARNA PADA AIR SUNGAI BAONG DI DESA SUNGAI RAYA KAB. BENGKAYANG Pitriana; Asmadi; Taufik Anwar; Sunarsieh; Hajimi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.436

Abstract

Di desa Sungai Raya Kab. Bengkayang terdapat sungai yang memiliki kualitas fisik yang kurang baik terutama kekeruhan dan warna yang melebihi standar baku mutu air bersih, yaitu Sungai Baong. Agar dapat digunakan oleh masyarakat, diperlukan pengolahan khusus. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis kemampuan Tanah Kaolin dan Tawas sebagai koagulan dalam menurunkan kadar kekeruhan dan warna pada air Sungai Baong di Desa Sungai Raya, Kab. Bengkayang. Penelitian yang akan dilakukan bersifat eksperimen semu ( Quasi Experiment ) dengan populasi tanah kaolin dan tawas, dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 30 sampel Air Sungai Baong dengan 5 kali berulang. Hasil penelitian dengan waktu pengendapan selama 30 menit mendapatkan dosis yang paling optimal kombinasi tanah kaolin sebanyak 5gr/l dan tawas sebanyak 0,2 gr/l, dengan penurunan kadar kekeruhan paling efektif, yaitu 5,97 NTU dari kadar sebelum perlakuan yaitu 1731 NTU dan penurunan kadar warna mencapai 18 TCU dari kadar sebelum perlakuan, yaitu 1321 TCU. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan disetiap penambahan variasi dosis kombinasi Tanah Kaolin dan Tawas terhadap kekeruhan dan warna air sungai Baong sebelum dan sesudah perlakuan dengan nilai uji statistik kedua parameter, yaitu p= 0,000 (< 0,05).
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE PENJUAL DENGAN KEBERADAAN BAKTERI COLIFORM PADA AIR TEBU DI KECAMATAN PONTIANAK TIMUR 2023 Carolina Wirola Deta; Iswono; Paulina; Sunarsieh; Yulia
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.441

Abstract

Air tebu adalah minuman yang enak dan menyegarkan yang dibuat dari tebu. Banyak anak-anak dan orang tua suka minum air tebu. Di Pontianak Timur, ada penjual air tebu yang berjualan di pinggir jalan dengan gerobak khusus. Sayangnya, beberapa penjual tidak menjaga kebersihan saat membuat air tebu. Akibatnya, air tebu bisa terkontaminasi oleh bakteri yang tidak baik untuk tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebersihan pribadi penjual dengan keberadaan bakteri coliform pada air tebu di Kecamatan Pontianak Timur pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjual air tebu di Pontianak Timur memiliki kebersihan pribadi yang kurang baik dengan presentase (100 %), dan keberadaan bakteri coliform pada air tebu juga tidak memenuhi syarat dengan presentase (100 %). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kebersihan pribadi penjual air tebu di Pontianak Timur kurang baik, dan terdapat hubungan antara kebersihan pribadi dengan keberadaan bakteri coliform pada air tebu di Kecamatan Pontianak Timur.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KEPATUHAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT (TKBM) IPC TERMINAL PETIKEMAS JASA KARYA PT PELINDO II DI PELABUHAN DWIKORA PONTIANAK Zora Alya Putri; Sunarsieh; Moh. Adib; Paulina; Susilawati
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.446

Abstract

Pada terminal petikemas terdapat berbagai hazard, seperti kejatuhan barang, terpeleset, terjepit, atau tertimpa alat berat yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting, mulai dari pelindung kepala, rompi keselamatan, sarung tangan, hingga sepatu keselamatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan kepatuhan penggunaan APD pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) kapal di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan jumlah sampel 67 TKBM IPC Terminal Petikemas. Penelitian dilaksanakan pada 20–22 Juni 2024. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan pekerja terkait APD tergolong baik pada 62 responden (92,5%) dan cukup pada 5 responden (7,4%). Sikap pekerja terkait APD menunjukkan 65 responden (97%) setuju dan 2 responden (2,9%) netral. Kepatuhan pekerja terhadap penggunaan APD diperoleh 65 responden (97%) patuh dan 2 responden (2,9%) tidak patuh. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan kepatuhan penggunaan APD pada TKBM di IPC Terminal Petikemas Pelabuhan Dwikora Pontianak tergolong baik. Disarankan pekerja mengikuti pelatihan, segera mengganti APD yang rusak, serta selalu menggunakan APD saat bekerja.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA PANEN PT PERKEBUNAN SAWIT MJP 11 NANGA MENTERAP SEKADAU Yuyun Dianti; Sunarsieh; Moh. Adib; Paulina; Malik Saepudin
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.447

Abstract

ABSTRAK Salah satu komponen penting dalam penerapan kesehatan dan keselamatan kerja adalah penyediaan serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). APD merupakan langkah terakhir dalam hierarki pengendalian risiko yang berperan penting mengurangi dampak bahaya di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja panen PT Perkebunan Sawit MJP 11 Nanga Menterap Sekadau dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 135 pekerja panen dengan sampel 60 orang yang diambil secara acak menggunakan rumus Slovin. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan 94,4% responden memiliki pengetahuan baik tentang APD, 56,7% memiliki sikap kurang baik, 51,7% melaporkan ketersediaan APD kurang, dan 56,7% menyatakan pengawasan kurang baik. Sebanyak 53,3% responden tidak patuh menggunakan APD. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan, namun terdapat hubungan signifikan antara sikap, ketersediaan APD, dan pengawasan dengan kepatuhan penggunaan APD. Perusahaan diharapkan memberi dukungan berupa penghargaan atau bonus bagi pekerja yang patuh serta sanksi, seperti peringatan tertulis atau pengurangan tunjangan, bagi pekerja yang melanggar.