Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Financial Analysis of a Rice Transplanter Usage in Farming Activity at the Junrejo District in Batu City Lazuardy Tembang Smaradhana; Sandra Sandra; Gunomo Djoyowasito
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 22 No. 4 (2019)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rice transplanter machine is required to overcome the scarcity of agricultural workers particularly for labor of rice planting. The rice transplanter itself is a machine used to plant rice seedlings into a paddy field. The usage of rice transplanter in farming activity is necessarily studied for financial feasibility, whether it can affect or not an increasement of farmer income. The method that used in this research is financial analysis includes basic costs, feasibility of farming activity which involves net present value (NPV), internal rate of return (IRR), net benefit cost ratio (net B/C Ratio), and payback period (PBP), afterward sensitivity analysis is committed. Data collection is conducted both in primary and secondary such as an interview stage to farmers and several another sources which relevance to the research. This research has conducted an observation towards farming activity at the Junrejo district in Batu City. The outcome of the research shows that the usage of rice transplanter can be said to be feasible at the Junrejo district in Batu City based on the basic costs Rp. 290,700,-/ha, NPV Rp. 65,797,914 IRR 45.29%, Net B/C ratio 2.02 and PBP 2.22 years. The usage of rice transplanter is sensitive to the decline in selling prices by 18% and decrease in production by 15%.
Effect of NaOH Concentration and Immersion of Ice Water on Physical and Mechanical Characteristics of Candlenut Seeds (Aleurites moluccana L Willd) Muchammad Zakaria; La Choviya Hawa; Gunomo Djoyowasito
The Indonesian Green Technology Journal Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.igtj.2019.008.01.05

Abstract

The breakdown of candlenut seeds from the shell is very important to note due to the increasing consumption needs of candlenut seeds in the market has not been able to be balanced with the quality of the breakdown of good candlenut seeds. The purposed of this research was to identified the physical and mechanical properties of candlenut, analyzed the strength of the candlenut seeds that was in the treatment, analyzed the mass of the candlenut seeds which stick to the shell, analyzed the level of integrity of the candlenut seeds. This research was conducted using factorial randomized block design (RAKF) method with 2 factors. The first factor was the variation of NaOH concentration, while the second factor was the time of immersion ice water. Pressed load testing of candlenut shell used brazillian test, from this research was obtained the result of press load candlenut seeds with variations of NaOH immersion and the immersion time of ice water 10 and 45 minutes on average were 31.28 N and 22.30 N, while the load control was 44.692 N. Mass the seed core that was still sticky to the shell with the treatment given was an average value of 0.114 gr (3.8%) and 0.033 gr (1.2%), while the control is 1,753 gr (63%). The whole candlenut seeds core results with the given treatment were 7 grains (31.8%) and 15 grains (64%), whereas the control did not get the whole candlenut seeds core. The results of research is shows that the parameters of the increase in NaOH concentration does not have a significant effects but when compare with the control of NaOH it is very significant for the breakdown of candlenut, while the time parameters have a very significant effects.Keywords: NaOH, Ice water immersion, The process of breaking candlenut,
Model Laju Pertumbuhan Perkecambahan Tanaman Jagung (Zea Mays L.) pada Variasi Massa Benih Jagung Gunomo Djoyowasito; Bambang Dwi Argo; Ary Mustofa Ahmad; Dinia Cholidia
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.13 KB)

Abstract

Laju pertumbuhan tanaman jagung dipengaruhi oleh penentuan varietas unggul yang dilakukan dengan penentuan mutu benih. Patokan mutu benih yaitu bentuk dan massa benih, daya tumbuh, vigor serta kemurnian benih. Massa benih sangat berpengaruh dalam perkecambahan karena didalam benih terdapat cadangan makanan (endosperm) yang berfungsi untuk menyuplai makanan pada proses perkecambahan. Pertumbuhan perkecambahan benih dapat di prediksi dengan menggunakan model matematis pertumbuhan kurva tipe S. Model ini mengasumsikan bahwa pada masa tertentu jumlah populasi akan mendekati titik kesetimbangan (equilibrium). Penelitian ini menggunakan perlakuan faktor tunggal (massa benih) dengan tiga perlakuan massa benih besar 0,39 – 0,293 g, massa benih sedang 0,254-0,292 g dan massa benih kecil 0,155 – 0,253 g setiap perlakuan diulang tiga kali. Pengamatan dan Analisis Data dilakukan meliputi parameter daya perkecambahan, tinggi tanaman, diameter batang, massa basah dan kering tanaman. Parameter daya perkecambahan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tiga model matematis perkecambahan yaitu model Gompertz, Logistic dan General Logistic. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa laju pertumbuhan perkecambahan jagung meningkat dengan semakin besarnya massa benih biji. Sedangakan untuk pemodelan sendiri dari ketiga perlakuan tersebut yang sesuai dengan data yang dihasilkan selama proses pengamatan adalah model Gompertz memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan model Logistik dan model General Logistic.Kata Kunci : Massa benih, Model matematis perkecambahan, Perkecambahan.
Rancang Bangun Model Penghasil Air Tawar dan Garam dari Air Laut Berbasis Efek Rumah Kaca Tipe Penutup Limas Gunomo Djoyowasito; Ary Mustofa Ahmad; Musthofa Lutfi; Andi Anggara
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.678 KB)

Abstract

Ketersediaan air bersih dan air tawar untuk keperluan sehari-hari menjadi salah satu kendala dalam kehidupan masyarakat pesisir pantai tersebut. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan memanfaatkan air yang mayoritas ada yaitu air laut dengan cara pengolahan menjadi air tawar. Pengolahan ini menggunakan prinsip umum destilasi. Dengan bahan pilihan yang digunakan serta modifikasi struktur, selain menghasilkan air laut nantinya juga akan menghasilkan produk yang lain yaitu garam. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat model fisik serta menguji pengolahan air laut sebagai penghasil air tawar dan garam. Penelitian ini menggunakan metode perancangan fungsional dan struktural untuk mengetahui bahan apa yang digunakan, dimensi serta fungsi pada setiap bagian model fisik alat tersebut. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan metode deskriptif dengan melakukan pengukuran secara langsung pada saat pengamatan. Hasil penelitian yang diperoleh berupa model penghasil air tawar dan garam dari air laut dengan ruang kaca , atap kaca, wadah bahan, cerobong, saluran air, penyangga dan saluran output. Hasil pengujian menunjukkan suhu air laut lebih tinggi dari suhu ruang dan suhu kaca, dimana ketiganya memiliki suhu yang lebih tinggi dari suhu lingkungan. Hal ini karena adanya Efek Rumah Kaca atau glass house effect. Proses yang terjadi pada model alat merupakan proses batch dimana bahan yang masuk sebesar 2000 ml akan mengalami proses pengolahan, pertama adalah proses destilasi yang menghasilkan air tawar sebesar 1316,5 ml kemudian mengalami proses pengkristalan garam yang menghasilkan 73,06 gram garam. Dari proses tersebut, persentase air awar yang dihasilkan sebesar 65,83 % sedangkan untuk garam 3,55 %.
Pengaruh Induksi Medan Magnet Extremely Low Frequency (ELF) terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea L) Gunomo Djoyowasito; Ary Mustofa Ahmad; Musthofa Lutfi; Alifah Maulidiyah
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.981 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.2

Abstract

Pengembangan budidaya sawi mempunyai prospek baik untuk mendukung upaya peningkatan pendapatan petani, gizi masyarakat, dan perluasan kesempatan kerja. Seiring dengan perkembangan zaman, pemanfaatan medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) diberbagai bidang meningkat, salah satunya di bidang pertanian hortikultura (sayuran dan buah-buahan). Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa medan magnet mempengaruhi berbagai aspek pertumbuhan hingga berdampak pada peningkatan hasil panen. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian untuk mengetahui pengaruh medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) terhadap laju pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 4 kali pengulangan dan 2 faktorial, faktor pertama yaitu variasi besar pemaparan medan elektromagnetik sebesar 300 µT (M1) dan 600 µT (M2), dan faktor kedua yaitu lama pemaparan medan elektromagnetik dengan waktu pemaparan 30 menit (T1), 60 menit (T2), dan 90 menit (T3), serta satu perlakuan kontrol tanpa pemaparan medan elektromagnetik. Pengaruh medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) pada variasi waktu T2 atau waktu 60 menit sebesar 300 µT dan 600 µT merupakan waktu pemaparan yang paling baik terhadap pertumbuhan tanaman sawi, yaitu berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman. Nilai efektivitas terbesar adalah pada perlakuan selama 60 menit, yaitu sebesar 0,865 g/Wh, dan hasil uji  C/N ratio pada variasi waktu 60 menit sebesar 9,5.
Uji Kinerja Mesin Perontok Padi Tipe Hold on dan Tipe Throw in Gunomo Djoyowasito; Bambang Dwi Argo; Muhammad Alvian
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.888 KB)

Abstract

Produktivitas budidaya pertanian tanaman padi di Indonesia masih cukup rendah. Masalah yang paling umum dijumpai yaitu kehilangan hasil selama proses panen dan pasca panen. Salah satu cara mengatasi hal ini adalah penggunaan mesin perontok dimana petani tidak perlu mengeluarkan biaya pengadaan alat/mesin yang mahal. Pnelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi mesin perontok antara tipe hold on dan tipe throw in yang memiliki metode panen berbeda serta menghitung kebutuhan biaya total yang dibutuhkan selama proses pemanenan dan perontokan. Hasil penelitian menunjukkan panen metode potong panjang untuk mesin tipe hold on memiliki waktu panen 0,215 menit/m2/orang dan panen metode potong pendek untuk mesin tipe throw in membutuhkan waktu 0,323 menit/m2/orang. Untuk proses perontokan mesin tipe throw in membutuhan waktu 0,191 menit/m2 sedangkan mesin tipe hold on membutuhkan waktu 0,439 menit/m2. Untuk nilai efisisensi mesin tipe hold on memiliki nilai sebesar 97,82% dan mesin tipe throw in nilainya adalah 98,76%. Sedangkan nilai efektivitas mesin tipe hold on adalah sebesar 0,852 dan untuk mesin tipe throw in sebesar 0,837. Kapasitas kerja hasil perhitungan yaitu mesin tipe hold on 56,71 Kg/jam sedangkan tipe throw in sebesar 138,63 Kg/jam. Untuk konsumsi bahan bakar yaitu 0,452 liter/jam untuk tipe hold on dan 0,560 liter/jam untuk tipe throw in. Kebutuhan biaya untuk mesin tipe hold on yaitu Rp. 610/Kg hasil dan untuk mesin tipe throw in Rp. 508,30/Kg hasil. Kata kunci : Hold on, Mesin Perontok, Padi, Panen, Pasca Panen, Throw in
Produksi Bio-Listrik dengan Kompos dan Urea pada Sistem Plant Microbial Fuel Cell Menggunakan Tanaman Padi (Oryza Sativa. L) Roisul Amin; Gunomo Djoyowasito
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.392 KB)

Abstract

Plant Microbial Fuel Cell merupakan teknologi yang dikembangkan untuk memproduksi energi listrik dari tanaman hidup. PMFC bersifat berkelanjutan karena dapat diperbaharui, konversi energi bersih tanpa menimbulkan emisi dan tidak memiliki persaingan terhadap ketahanan pangan. Prinsipnya, energi matahari ditangkap oleh tanaman atau mikroorganisme fotoautropik yang digunakan untuk menghasilkan donor elektron melalui elektroda, kemudian dikonversi oleh mikroorganisme heterotropik menjadi energi listrik. Lahan padi merupakan lahan yang sengaja digenangi air untuk budidaya tanaman yang mengakibatkan hidupnya bakteri anaerob. Kondisi lahan tersebut sangat mendukung dalam produksi energi listrik pada aplikasi PMFC. Metode penelitian berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan 3 pengulangan. Hasil data kuantitas berupa nilai tegangan listrik maksimal 215.1 mV dengan nilai kuat arus 2.581 mA/cm2 dan daya 558.2 mW/cm2 yang berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang serta pH tanah dan nilai konduktivitas listrik tanah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan 1% kemudian dilakukan uji lanjut pada Uji DMRT dengan taraf nyata 5% untuk pengambilan perlakuan terbaik.
Uji Kinerja Tungku Ketok dengan Bahan Bakar Alternatif Sekam Padi dan serutan Kayu Gunomo Djoyowasito; Yusuf Hendrawan; Ary Mustofa Ahmad; Christiana Wahyu
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.658 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pengujian kinerja tungku ketok dengan bahan bakar alternatif sekam padi dan serutan kayu. Tungku ketok yang diuji adalah tungku ketok generasi I dan tungku ketok generasi II dengan parameter pengujian meliputi nilai kalor bahan bakar, kadar air bahan bakar, perubahan berat bahan bakar, efisiensi tungku, dan hubungan antara efisiensi tungku ketok generasi I dan generasi II. Komposisi bahan bakar yang digunakan meliputi sekam padi, serutan kayu, dan campuran sekam padi dan serutan kayu dengan variasi massa 4 kg, 3 kg, dan 2 kg untuk masing-masing tungku. Dengan menggunakan kombinasi jenis dan massa bahan bakar, tungku ketok I memiliki nilai efisiensi 5,458%, 7,824%, 11,462%, 4,093%, 7,095%, 10,916%, 5,322%, 6,913%, 10,916%.Tungku ketok II memiliki nilai efisiensi sebesar 4,639%, 8,006%, 10,916%, 6,277%, 8,552%, 12,008%, 5,686%, 7,095%, 12, 828. Nilai- nilai efisiensi diatas didapat dari kombinasi antara jenis bahan yang digunakan dan massa bahan bakar.