Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kredibilitas Narapidana dan Mantan Narapidana Perempuan Pengedar Narkotika sebagai Pendidik dalam Keluarga di Pangkal Pinang Provinsi Bangka Belitung: Indonesia Hidayati, Yuli
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Pahlawan 12 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47995/jik.v5i2.113

Abstract

Dalam kondisi menjalani hukuman di Lapas Perempuan Kelas III Kota Pangkal Pinang Provinsi Bangka Belitung, maka seorang ibu harus tetap menjalankan fungsinya sebagai pendidik dalam keluarga. Namun, hal ini tentunya tidaklah mudah. Selain karena keterbatasan lingkungan, kredibilitas seorang narapidana sebagai seorang komunikator juga dipertanyakan oleh keluarga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kredibilitas komunikator dan pembelajaran behaviorisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas narapidana perempuan pengedar narkotika sebagai pendidik di mata keluarga cukup baik dimata anak karena sang ibu mampu menjadi komunikator yang memenuhi aspek ethos. Aspek pathos ibu mampu menumbukan simpati dan empati. Pada aspek logos sang ibu melalui kesungguhannya dengan membutikan perubahan pada dirinya. Perilaku komunikasi anak efek koqnitif anak mengetahui bahwa perbuatan yang dilakukan ibunya melanggar hukum dan harus dihindari. Efek afektif sang ibu dengan sikap yang lembut dan tegas membuat anak menerima apa yang disampaikan ibu tersebut sebagai bentuk didikan. Sedangkan pada efek konatif, sang ibu yang mencontohkan perubahan yang lebih baik padaanak, dan kejadian yang menimpa ibu adalah konsekuensi perbuatan melanggar hukum. Maka beberapa saran disampaikan bagi pihak Lapas Perempuan Kelas III Kota Pangkal Pinang Provinsi Bangka Belitung agar menyediakan layanan yang lebih maksimal terkait penggunaan alat komunikasi bagi narapidana untuk berkomunikasi dengan anaknya.
Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Financial distress dengan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai Variabel Moderating Wardani, Dewi Kusuma; Hidayati, Yuli
Balance Vocation Accounting Journal Vol 5, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/bvaj.v5i2.5425

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 menyebabkan PDB di Indonesia terkontraksi, hal tersebut menyebabkan perusahaan di Indonesia mengalami kesulitan keuangan. Ukuran perusahaan serta pelaksanaan CSR dapat menjadi faktor terjadinya fianancial distress pada suatu perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap kondisi financial distress dengan moderasi CSR. Penelitian bersifat kuantitatif dengan populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di BEI pada tahun 2015-2019. Sampel pada penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 50 perusahaan manufaktur. Data pada peneleitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari www.idx.co.id. Metode pengujian data yang digunakan adalah analisis regresi logistik dan moderated regression analysis (MRA). Penelitian ini menemukan dua hasil. Pertama, ukuran perusahaan mempunyai pengaruh negatif terhadap financial distress. Kedua, CSR tidak dapat memoderasi pengaruh negatif dari ukuran perusahaan terhadap kondisi financial distress di perusahaan manufaktur. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan dan investor dapat memprediksi kondisi keuangan perusahaan melalui ukuran perusahaan serta pelaksanaan CSR
Hambatan Komunikasi Internal Aparatur Desa Karya Makmur Pemali Kabupaten Bangka Dalam Melayani Masyarakat Hidayati, Yuli; Iksander, Iksander
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7 No 1 (2024): Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Pahlawan 12 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47995/jik.v7i1.240

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hambatan komunikasi internal yang dihadapi oleh aparatur Desa Karya Makmur, Pemali, Kabupaten Bangka dalam melayani masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa hambatan utama: Hambatan Personal berupa emosi negatif seperti marah, frustrasi, dan stres yang mengganggu komunikasi efektif, serta prasangka antar pegawai yang menghambat komunikasi terbuka dan produktif. Hambatan Fisik meliputi sinyal telepon yang buruk, jarak fisik, dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung, yang mengurangi frekuensi interaksi. Hambatan Kultural/Budaya, seperti perbedaan kemampuan berbahasa dan nilai antar pegawai, memengaruhi cara berkomunikasi dan berkolaborasi. Hambatan Lingkungan terkait suhu, pencahayaan, dan fasilitas yang tidak memadai, serta gangguan luar dan tekanan waktu yang menghambat efektivitas kerja. Rekomendasi penelitian ini mencakup pelatihan pengelolaan emosi, pelatihan untuk mengatasi prasangka, dan peningkatan profesionalisme serta kerjasama tim. Penggunaan platform komunikasi seperti WhatsApp, interaksi tatap muka, dan pertemuan rutin disarankan untuk meningkatkan koordinasi. Selain itu, perlu diadakan pelatihan bahasa, penerapan bahasa yang jelas, perbaikan fasilitas kantor, dan manajemen waktu yang efisien untuk mengatasi hambatan yang ada.
PELATIHAN PENGUATAN PERAN PEMERINTAH DESA DALAM UPAYA PELAKSANAAN SUSTAINANBLE DEVELOPMENT GOALs DESA GUNUNG MUDA Zakiyah, Ummi; Hakim, Muhammad Lukman; Hidayati, Yuli; Oktaviani, Lisa; Mashud, Erwin; Hidayat, Wahyu
PANDAWA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2023): Pandawa: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/pandawa.v2i2.7368

Abstract

Pemerintahan desa adalah pelaku utama dalam pergerakan Pembangunan dan kemajuan serta kesejahteraan Masyarakat desa. SDGs Desa adalah sebuah upaya terpadu untuk pembangunan ekonomi, social, lingkunga, hukum dan tata kelola masyarakat. SDGs desa juga merupakan salah satu program pembangunan berkelanjutan yang sedang dirancang secara serius oleh pememerintah Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pelatihan penguatan kapasitas pemerintah desa dalam upaya pelaksanaan sustainanble development goals desa gunung muda. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode sosialisasi dan focus grup diskusi yang dilakukan bersama seluruh Perangkat Pemerintahan Desa Gunung Muda. Dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang dilaksanakan telah berhasil memberikan pengetahuan dan pemahaman baru tentang sustainable depelovment Goals Desa. Perangkat desa menjadi paham dan menjadi potensi desa yang bisa dikelola dan akan dilakukan Upaya tindak lanjut suapya bisa menerapkan pola Pembangunan yang berkelanjutan. Perangkat desa menginginan adanya kegiatan pelatihan dan pembimbingan secara berkelanjutan untuk memonitoring mengevaluasi sejauhmana pemerintah desa bisa mengimpelemntasikan SDGs Desa.
PENGETAHUAN TENTANG PERAWATAN KAKI DENGAN PRAKTIK PERAWATAN KAKI DIABETIK PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Hidayati, Yuli; Pratama, Kharisma; Wahyudi, Ardi
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v1i2.76

Abstract

Background: Diabetes mellitus is one of the major non-communicable diseases with high prevalence and severe complications, such as diabetic foot ulcers, which may lead to amputation. Preventive efforts through proper foot care largely depend on patients’ knowledge levels. Objective: This study aimed to determine the relationship between knowledge level and foot care practices among patients with diabetes mellitus in the working area of Sungai Baru Public Health Center, Teluk Keramat District, Sambas Regency. Methods: This research employed a quantitative correlational design with a survey approach involving 44 respondents selected using Proportionate Stratified Random Sampling. Data were collected using the standardized Diabetes Foot Knowledge Questionnaire and the Nottingham Assessment of Functional Footcare. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a 95% confidence level. Results: Most respondents were under 55 years old (65.9%), female (54.5%), had elementary education (38.6%), and earned below Rp2,792,599 (93.2%). A total of 61.4% of respondents had good knowledge, and 54.5% had good foot care practices. The Chi-Square test showed a significant relationship between knowledge and diabetic foot care practices (p=0.00). Conclusion: There is a significant correlation between knowledge and foot care practices among diabetes mellitus patients. Continuous health education and nurse-led assistance are essential to improve self-care behaviors and prevent diabetic foot ulcers.
Analisis Kepuasan Pasien terhadap Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit: Scoping Review Hidayati, Yuli; Bakti, Wida Kuswida; Jiu, Cau Kim; Jais, Suriadi; Haryanto, Haryanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5894

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu dan keberhasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tingkat kepuasan ini mencerminkan kesesuaian antara harapan pasien dan pelayanan yang diterima, baik dari aspek teknis maupun non-teknis. Seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan berorientasi pada pasien, evaluasi kualitas pelayanan rumah sakit menjadi semakin krusial.Scoping review ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah terkait kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan rumah sakit, mengidentifikasi dimensi kualitas pelayanan yang paling berpengaruh, serta menemukan kesenjangan penelitian yang masih perlu dikaji. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan pendekatan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada berbagai database nasional dan internasional, meliputi PubMed, Scopus, ScienceDirect, ProQuest, Google Scholar, dan Garuda. Artikel yang disertakan merupakan penelitian kuantitatif, kualitatif, dan mixed methods yang dipublikasikan pada periode 2019–2025 dan membahas kepuasan pasien serta kualitas pelayanan rumah sakit.Proses seleksi artikel dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan judul dan abstrak, penilaian full-text, hingga penetapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Data diekstraksi secara sistematis mencakup karakteristik studi, desain penelitian, instrumen pengukuran, dan temuan utama. Hasil scoping review menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan instrumen SERVQUAL. Lima dimensi kualitas pelayanan keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik—secara konsisten berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien. Dimensi empati, komunikasi tenaga kesehatan, dan daya tanggap menjadi faktor paling dominan. Selain itu, waktu tunggu, sistem administrasi, kenyamanan fasilitas, dan aksesibilitas layanan juga berperan penting. Kesimpulannya, kepuasan pasien bersifat multidimensional dan menegaskan pentingnya penerapan pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien.