Afrizal Mansur
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEP KEADILAN TUHAN: STUDI PEMIKIRAN TEOLOGI ABU MANSUR AL-MATURIDI Afrizal Mansur; Andi Saputra
AL-FIKRA Vol 17, No 2 (2018): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v17i2.6373

Abstract

Penelitian ini mengetengahkan kajian tentang keadilan Tuhan, sebuah persepsi al-Maturidi atas keterkaitan antara perbuatan manusia dengan kehendak mutlak-Nya. Berangkat dari keyakinannya bahwa Tuhan adalah Maha Adil (al-‘Adl) dan Maha Bijaksana (al-Hakim), al-Maturidi menyatakan bila Dia tidak akan melakukan tindakan sewenang-wenang. Berseberangan dari Mu’tazilah yang dengan tanpa sedikitpun mengakui adanya campur tangan Tuhan pada perbuatan manusia, juga al-Asy’ari dengan pikiran bahwa manusia sifatnya hanya melakoni sebagai garis takdirnya, al-Maturidi mencoba melerai kedua ekstremisme pandangan ini dengan mengajukan konsep masyi’ah dan ridha-Nya. Baginya, Tuhan dan manusia memiliki andil pada perbuatan yang diwujudkan. Jika yang pertama menyediakan ragam potensi dalam diri manusia, maka peran manusia dengan kemauan (masyi’ah) nya adalah memilih antara melakukan kebaikan atau kejahatan. Ketersediaan ruang memilih inilah yang dalam pandangan al-Maturidi menjadikan wajar adanya kewajiban pertanggungjawaban manusia di hadapan Tuhan.
METODE KALAM IBN RUSYD (KRITIK ATAS METODE MUTAKALLIMIN) Afrizal Mansur; Kurnial Ilahi; Jamaluddin Jamaluddin; M Syafwan HB
Jurnal Ushuluddin Vol 26, No 1 (2018): January - June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v26i1.4542

Abstract

Kajian metode kalam mendiskusikan sumber dan langkah-langkah yang ditempuh untuk memecahkan persoalan kalam dengan baik untuk memelihara akidah umat. Menurut Ibn Rusyd dasar akidah adalah nash, tetapi para mutakallim tidak dapat memakai teks nash secara harfiah saja bila terjadi benturan nash dengan logika. Ini dilakukan dengan mendiskripsikan pendekatan setiap aliran kalam agar jelas kekuatan dan kelemahan argumentas setiap aliran. Dari sini kelihatan bagaimana Ibn Rusyd mendudukkan persoalan ini dalam memelihara akidah umat. Ternyata melalui ketajaman berpikir yang diimbangi dengan kebijakan yang tepat, Ibn Rusyd berhasil mendudukkan persoalan kalam secara tepat dalam kondisi umat yang cenderung diskriminatif
The Immorality of a Husband as the Cause of a Working Wife to File for Divorce Lawsuit in Indonesia Jumni Nelli; Afrizal Mansur; Zulkifli Zulkifli; Maghfirah Maghfirah; Sofia Hardani; Izzah Nur Aida
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/juris.v22i1.7392

Abstract

This research aimed at finding out the meaning of a divorce suit for a working wife and to prove that economic problems caused by the husband’s immorality are the reason a working wife files a divorce suit. The data sources in this study were documentation and interviews with 13 wives who filed for divorce at Pekanbaru Religious Court in 2019-2020, Indonesia. Alfred Schutz’s phenomenological method of “because to” motive and “In order to” motive was used to analyse the data. The results of the study shows that the reason for “because to” motive was the husbands’ immorality. Meanwhile, the reasons for “In order to” motive were (a) Getting out of the burden of conflict. (b) Getting out of household economic pressure (c) Clarity of status and (d) Freeing oneself from deceit and slander. It can be understood that the meaning of divorce for a working wife for economic reasons is the distribution of emotions of dissatisfaction with the husband’s attitude; escape from physical and mental suffering; freedom; and failure to respect each other. The implications of this research can be used to generalize divorce cases on the grounds of husband’s immorality in Indonesia.