Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Usulan Penerapan 5S Di Departemen Workshop (BENGKEL) PT. X Dewi Diniaty; Yurike Novita Sari; Eki Gilang Permata; Fiora Helmi
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2018: SNTIKI 10
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.585 KB)

Abstract

ABSTRAKPT. X adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil dan Palm Kernel Oil. Pada departemen workshop, masih terdapat penataan yang kurang baik. Dimana peletakan komponen-komponen perlengkapan bengkel yang tidak beraturan. Selain itu, peralatan mesin yang tidak diberi label ditumpuk juga tidak beraturan dan area-area mesin yang tidak tertata dengan rapi. Untuk itu, dilakukan penelitian mengenai penerapan 5S dengan tujuan memberikan usulan perbaikan 5S dan memberikan usulan Standard Operation Procedure penerapan 5S untuk program perbaikan secara berkala. Hasil penelitian berupa usulan perbaikan dari metode 5S yaitu pada seiri (pemilahan), Seiton (penataan), Seiso (pembersihan), Seiketsu (Pemantapan) dan Shitsuke (Pembiasaan). Pemberian usulan membuat SOP Penerapan 5S sebagai pedoman untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian pekerja yang bertujuan untuk memperjelas tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap pekerja.Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Seiri, Seiso, Seiton, Shitsuke, Sheiketsu, SOP
Perencanaan Strategi Pemasaran Untuk Meningkat Penjualan Kerupuk Udang Siti Hadana di Kecamatan Tanah Merah Menggunakan TOPSIS Dewi Diniaty; Alimuddin Alimuddin; Ismu Kusumanto; Ahmad MasAri
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2018: SNTIKI 10
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.493 KB)

Abstract

Usaha Kecil Menengah (UKM) Kerupuk Udang Siti Hadana merupakan industri yang membuat produk Kerupuk. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM Kerupuk Udang Siti Hadana adalah menurunnya jumlah pendapatan dan biaya produksi yang terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan Kerupuk Udang Siti Hadana dan merencanakan strategi pemasaran dengan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Berdasarkan hasil pengolahan data, faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan Kerupuk Udang Siti Hadana yaitu Produk dan Harga. Selanjutnya produk dan harga dikembangkan menjadi empat alternatif yaitu pengembangan produk, permintaan produk, penawaran harga dan evaluasi harga. Pemilihan strategi pemasaran dilakukan dengan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Hasil pengolahan data dari metode TOPSIS adalah alternatif 1 yaitu pengembangan produk dengan nilai 0,575 dimana perusahaan berusaha untuk berbeda dengan perusahaan lainnya di dalam industri yang sama, perbedaan bisa pada produk yaitu dengan melakukan pengembangan atau diversifikasi produk seperti menciptakan variasi rasa, warna, aroma kerupuk yang tidak menyengat, kerupuk tidak mengandung banyak minyak, serta pencantuman komposisi produk dan memberikan label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
ANALISIS TEKNO EKONOMI PEMANFAATAN SAMPAH PASAR SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR Dewi Diniaty; Jaka Prindra illahi; Wresni Anggraini; Ekie Gilang Permata; Silvia Silvia
Spektrum Industri Vol. 18 No. 1: April 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v18i1.15821

Abstract

The Selasa Panam Market is a traditional market where there are many piles of garbage around the market area. This pile of garbage can cause environmental pollution which causes unpleasant odors. This study aims to manufacture liquid organic fertilizer made from market waste by adding EM4, Yeast, and Whey Kefir, testing the nutrient content of N, P, K in liquid organic fertilizer, analyzing the economic techno of liquid organic fertilizer based on HPP and BEP. This research using a completely randomized design method is used to determine the treatment of making liquid organic fertilizer and variable costs to calculate the cost of production (HPP). Then the BEP method to determine when the break-even point will be reached. Success has been made in the manufacture of liquid organic fertilizers made from market waste giving EM4, Yeast, and Whey Kefir bacteria. N, P, K nutrient content test results obtained sample C has the best results with N values of 0.4129%, P 0.1223%, and K 0.2101%. HPP on organic fertilizer obtained was Rp. 5,222 / liter and BEP obtained as much as 321 liters for a year so that the BEP can be reached within 71 days. With this research can be found knowledge about the use of market waste as an ingredient for making liquid fertilizer and making products that can be used by others.
Penentuan Komoditas Unggulan untuk Ketahanan Pangan di Kawasan Metropolitan PEKANSIKAWAN Fiora Helmi; Ernan Rustiadi; Bambang Juanda; Sri Mulatsih; Dewi Diniaty
Jurnal Bina Praja Vol 17 No 3 (2025)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.17.2025-2609

Abstract

Food security is a critical aspect of regional development, particularly in metropolitan areas that function as centers of consumption, production, and distribution. This study aims to identify leading food commodities in the PEKANSIKAWAN Metropolitan Area of Riau Province, which includes Pekanbaru City, Kampar Regency, Siak Regency, and Pelalawan Regency, and to provide recommendations for strengthening regional food security. The research employed Location Quotient (LQ) and Shift Share Analysis (SSA) to examine comparative and competitive advantages across the four regions. The analysis identified four key commodities: poultry meat in Pekanbaru City, aquaculture fish in Kampar Regency, rice and onions in Siak Regency, and agroindustry-based rice and fish in Pelalawan Regency. These commodities form a complementary system that enhances interregional synergy and food supply resilience. The findings indicate that optimizing interregional linkages through collaborative investment, integrated supply chains, and food system clusters is essential to address both production disparities and consumption needs. The conclusion emphasizes that the metropolitan scale provides unique opportunities to combine local strengths into a coherent regional food system, which can better support the availability, accessibility, and stability of food. Policy implications highlight the need for strategic investment in irrigation, cold chain logistics, and digital market platforms, alongside institutional strengthening through farmer cooperatives, financial access, and capacity building. The study contributes scientifically by integrating territorial analysis with quantitative methods in a metropolitan context, offering both theoretical enrichment for food security literature and practical guidance for regional policymakers.