Masyithoh, Siti
Program Studi PGMI, FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Parenting styles and self-regulation in shaping elementary students’ learning independence Siti Masyithoh; Ahmed Ali Loukam; Asep Ediana Latip; Rika Sa’diyah; Syifa Musyarrofah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pendas.13.1.132-146

Abstract

Learning independence is an important character trait in primary education that supports independent and lifelong learning abilities. Although parental upbringing and self-regulation have been extensively studied by academics, their relative contributions in the context of collectivist cultures are still not fully understood. This study aims to analyse the relationship between parental parenting styles and self-regulation in shaping the learning independence of elementary school students. This research uses a quantitative approach with a causal-comparative design. Data was obtained from 58 fifth-grade students in Sawangan District, Depok City, and analysed using two-way ANOVA (3x2). The research results indicate that parenting style contributes 4.4% to students' learning independence, while self-regulation contributes 50.3%. These findings indicate that students' internal capacity, particularly self-regulation skills encompassing metacognitive, motivational, and behavioural aspects, has a more dominant influence than external factors such as parental parenting styles. Parenting styles did not show a significant direct influence, and no significant interaction was found between parenting styles and self-regulation. This finding confirms that students' internal ability to regulate their learning process plays a more decisive role than external factors. In the context of a collectivistic culture, parenting serves as a supportive framework for the development of self-regulation and learning independence.
PEMANFAATAN BUKU DIGITAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR MANDIRI BAGI SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Ruhainah Febry Lazuardy; Salma Fadiyah Ahyar; Siti Masyithoh
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Juni 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v2i1.2524

Abstract

Peirkeimbangan teiknologi digital meimbeirikan peingaruh yang beisar teirhadap dunia peindidikan, teirmasuk dalam proseis peimbeilajaran di tingkat seikolah dasar. Salah satu beintuk inovasi teiknologi dalam peindidikan adalah peinggunaan buku digital seibagai sumbeir beilajar yang dapat meindukung keimandirian beilajar siswa. Peineilitian ini beirtujuan untuk meinganalisis peimanfaatan buku digital seibagai sumbeir beilajar mandiri bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah meilalui peindeikatan liteiraturei reivieiw. Meitodei yang digunakan dalam peineilitian ini adalah studi keipustakaan (library reiseiarch) deingan meingkaji beirbagai reifeireinsi beirupa buku, jurnal ilmiah, artikeil, seirta peineilitian teirdahulu yang beirkaitan deingan buku digital dan beilajar mandiri. Data yang dipeiroleih keimudian dianalisis seicara deiskriptif meinggunakan peindeikatan kualitatif. Hasil kajian meinunjukkan bahwa buku digital meimiliki beirbagai manfaat dalam keigiatan peimbeilajaran, seipeirti meimudahkan akseis teirhadap mateiri, meiningkatkan motivasi beilajar dan minat baca siswa, meingeimbangkan keimampuan liteirasi digital, seirta meimbantu meimbeintuk sikap beilajar mandiri pada peiseirta didik. Seilain itu, adanya fitur inteiraktif seipeirti gambar, videio, audio, dan animasi pada buku digital mampu meinciptakan peimbeilajaran yang leibih meinarik dan eifeiktif bagi siswa. Namun, peimanfaatan buku digital masih meinghadapi beibeirapa keindala, antara lain keiteirbatasan fasilitas teiknologi, akseis inteirneit yang beilum meirata, seirta reindahnya keimampuan liteirasi digital siswa dan guru. Oleih seibab itu, dipeirlukan dukungan dan keirja sama antara guru dan orang tua agar peinggunaan buku digital dapat dimanfaatkan seicara optimal dalam proseis peimbeilajaran.
Perbandingan Keaktifan Belajar Siswa Berdasarkan Karakter Introvert dan Ekstrovert di Sekolah Dasar Haura Difa Assobiah; Fathiatul Rizkiyah; Siti Masyithoh
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.833

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan keaktifan belajar siswa di sekolah dasar yang dipengaruhi oleh karakter kepribadian introvert dan ekstrovert. Siswa ekstrovert cenderung aktif secara verbal, sementara siswa introvert sering dianggap pasif padahal memiliki keaktifan dalam bentuk kognitif dan individual. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan keaktifan belajar siswa di sekolah dasar berdasarkan karakter ekstrovert dan introvert. Penelitian ini melakukan penelitian literatur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berasal dari lima belas skripsi dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan subjek. Persamaan dan perbedaan dalam hasil penelitian ditemukan melalui analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa ekstrovert lebih aktif dalam bertanya, menjawab, berdiskusi, dan presentasi lisan, sedangkan siswa introvert lebih aktif dalam memperhatikan, mencatat, berpikir kritis, serta mengerjakan tugas tertulis dengan teliti. Meskipun frekuensi keaktifan verbal siswa introvert lebih rendah, prestasi belajar kedua tipe kepribadian tidak berbeda secara signifikan. Guru memiliki peran penting dalam mengakomodasi kedua karakter tersebut melalui pendekatan humanistik, pemberian waktu tunggu, pilihan respons lisan atau tulisan, serta penilaian keaktifan secara multidimensional. Kesimpulannya, keaktifan belajar tidak dapat disamaratakan hanya dari frekuensi bicara, karena setiap tipe kepribadian memiliki cara mengekspresikan keaktifannya masing-masing. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran yang inklusif dan bervariasi agar seluruh siswa dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
Peran Orang Tua dalam Perkembangan Emosional Anak Sekolah Dasar Meisya Aulia Putri; Siti Masyithoh
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 2 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/ment.v2i2.1441

Abstract

Orang tua bertanggung jawab atas perkembangan emosional anak. Sebagaimana dinyatakan oleh American Acdemy of Pediatrics, perkembangan emosi mengacu pada kemampuan anak untuk mengendalikan dan mengungkapkan emosi positif dan negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa cara orang tua berinteraksi dengan anak mereka memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan emosional anak di sekolah dasar dan untuk memberi tahu orang tua betapa pentingnya komunikasi dengan anak mereka. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, di mana peneliti mempertimbangkan secara hati-hati masalah penelitian. Untuk memilih dan merangkum data dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, skripsi, dan buku, peneliti menggunakan teknik reduksi dan fokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga adalah komponen penting dalam menentukan sikap seorang anak. Apabila orang tua menanamkan sikap-sikap baik kepada anaknya seperti kejujuran, rendah hati, berani dan hal-hal baik lainnya, maka akan terbentuk sikap emosional yang positif pada anak
Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Anak Sekolah Dasar Nazalia Zahra; Siti Masyithoh
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 2 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/ment.v2i3.1463

Abstract

Artikel ini bertujuan dalam menganalisis strategi model pembelajaran berbasis proyek jenjang sekolah dasar. Metode menerapkan kajian literatur dengan mengkaji berbagai sumber terpercaya. Agar model tersebut efektif meningkatkan kreativitas siswa, guru perlu memahami dan menguasai strategi (PBL). Pendekatan (PBL) berpusat pada siswa, dimana mereka aktif membangun pengetahuan melalui praktik dan pembaharuan ide. Siswa terlibat dalam proyek penanggulangan masalah secara relevan melalui riset, hipotesis, diskusi, dan pengujian ide baru. Pada strategi (PBL) pasti ada kendala, seperti memilih proyek yang pas dan kurangnya minat siswa, dengan adanya kerja sama anatara siswa dan guru serta penggunaan teknologi yang mendukung dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran berbasis proyek. Kita perlu pelajari lebih lanjut tentang efektivitas (PBL) di berbagai situasi dan cara mengatasi kekurangannya.