Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Membangun Desa Melalui Budaya Literasi (Village Development Through Literacy Culture) Ati Rahmawati; Iwan Kurniawan; Rike Anggun Artisa
Setia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Vol. 1, No.1, Juni 2020
Publisher : Politeknik STIA LAN Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/setiamengabdi.v1i1.3

Abstract

ABSTRACTNowadays the development of technology gave us a new civilization. Technology is closely related to the development of science, which its progress can be achieved by a rich reading culture. Reading duration of Indonesian people only 30- 59 minute per a day (less than one hour), meanwhile developed countries have 6-8 hours per a day. Most of Indonesians people more interested on their gadgets than books, they can spend 5,5 hours per a day just to play their gadget. It is really ironic when technology is getting more advanced but our literacy culture is getting lower. Literacy culture can be improved through the mini library enrichment. Garut Regency has similar program to improve its literacy culture. Mini library enrichment which is supporting by PkM program of Politeknik STIA LAN Bandung is expected to more campaigning and improving of village’s literacy culture.ABSTRAKSaat ini perkembangan teknologi telah menghasilkan peradaban baru bagi manusia. Dalam hal ini teknologi berkaitan erat dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dapat berkembang pesat salah satunya melalui budaya membaca. Durasi waktu masyarakat Indonesia untuk membaca rata-rata hanya 30-59 menit per hari (kurang satu jam), sementara di negara maju rata-rata mencapai 6-8 jam per hari. Sebagian besar orang Indonesia mampu menghabiskan waktu 5,5 jam sehari untuk bermain gawai atau gadget. Hal ini sungguh ironis manakala teknologi semakin maju tetapi budaya literasi semakin rendah. Oleh karena itu budaya literasi perlu ditingkatkan kembali, yang salah satu caranya melalui pengadaan sarana literasi berupa taman bacaan atau perpustakaan. Kabupaten Garut sudah mengembangkan konsep taman bacaan dalam upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Politeknik STIA LAN Bandung diharapkan dapat mengkampanyekan dan meningkatkan budaya literasi kepada warga desa.
MENDORONG LITERASI MELALUI WORKSHOP READING SKILL Nefi Aris Ambar Asmara; Rike Anggun Artisa
Setia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Vol. 2, No. 1, Juni 2021
Publisher : Politeknik STIA LAN Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/setiamengabdi.v2i1.15

Abstract

Krisis literasi yang terjadi saat ini cukup banyak menyita perhatian karena secara tersirat dapat menggambarkan kualitas pendidikan dan kemampuan dalam menghadapi persaingan global. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan antusiasme masyarakat terkait literasi dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk oleh perguruan tinggi melalui dosen dalam rangka melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Workshop reading skill diberikan sebagai cara untuk membekali masyarakat kemampuan dalam membaca buku teks terutama yang berbahasa internasional (inggris). Dengan menguasai kemampuan membaca dengan Teknik tertentu diharapkan akan membantu masyarakat dalam memahami isi bacaan yang bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan pengetahuan.
MENDORONG PERWUJUDAN DESA DIGITAL 4.0 MELALUI IDENTIFIKASI TAHAPAN PENGEMBANGAN DESA DIGITAL Rike Anggun Artisa; Endah Mustika Ramdani; Rodlial Ramdhan Tackbir Abubakar
Setia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Politeknik STIA LAN Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/setiamengabdi.v4i1.44

Abstract

The existence of technology as an acceleration in development emphasizes the importance of the need to adapt. This also has the implication that all levels of government up to the village level need to pay attention in order to optimize the development benefits that will be received by the community. West Java Province has a digital village program that aims to realize the welfare of rural communities through digitization, community capacity building, and maximizing village potential. However, not all villages know their current position well and what the stages of digital village development will be in the future. Therefore, a team of lecturers at the Politeknik STIA LAN Bandung in collaboration with Jabar Digital Service provided assistance to one of the villages in Bandung Regency in terms of identifying digital villages as well as the stages of their development in order to achieve digital village 4.0.