Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

Analisa Kualitas Proses Produksi Cacat Uji Bocor Wafer dengan menggunakan Metode Six Sigma serta Kaizen sebagai Upaya Mengurangi Produk Cacat Di PT. XYZ Irwan Indrawansyah; Babay Jutika Cahyana
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan proses berdasarkan produk cacat uji bocor yang ada dengan pendekatan six sigma dengan konsep DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve,Control) serta mengupayakan perbaikan kesinambungan dengan alat implemtasi kaizen berupa kaizen 5W-1H, Five M Checklist dan Five Step Plan. Setelah dilakukan pengolahan data didapat nilai DPMO sebesar 84055 yang dapat diartikan bahwa dari satu juta kesempatan akan terdapat 84055 kemungkinan produk yang dihasilkan mengalami kecacatan. Perusahaan berada pada tingkat 3, 11-sigma dengan CTQ (CriticalTo Quality) yang menimbulkan produk cacat uji bocor yaitu jumper, seal tidak kuat dan seal kotor sebesar 25,22 % dari total cacat 3780. Dari hasil analisa maka dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya produk cacat uji bocor adalah faktor manusia, mesin, material dan metode, dan berdasarkan alat-alat implementasi kaizen maka kebijakan utama yang harus dijalankan oleh pihak perusahaan yaitu pengawasan atau kontrol yang lebih ketat disegala bidang.
PEMILIHAN METODE PERMINTAAN DAN PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MRP DI PT. XYZ Aprillia Susmita; Babay Jutika Cahyana
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi sangat erat hubungannya dengan persediaan bahan baku. Manajemen persediaan pada dasarnya adalah suatu usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengelola dan menentukan kebutuhan perusahaan akan persediaan. Suatu sistem yang dapat digunakan untuk menangani masalah persediaan bahan baku pada perusahaan yang masih memiliki masalah tentang tidak terkoordinasinya persediaan adalah metode peramalan permintaan dan metode Material Requirement Planning (MRP). Tiga teknik peramalan yang digunakan adalah Metode Regresi Linier Sederhana, Metode Konstan dan Metode Siklis. Berdasarkan analisa, maka didapatkan bahwa Metode Konstan adalah yang paling tepat digunakan dengan akumulasi ukuran akurasi Mean Absolut Deviation 1338,41; Mean Square Error 70,83 dan Mean Absolute Precentage Error 77,82. Metode konstan berarti data berfluktuasi disekitar nilai rata-rata yang konstan. Data yang didapatkan kemudian diperiksa menggunakan Moving Range Chart. Didapatkan bahwa semua data berada didalam jarak batas kendali, artinya data layak untuk digunakan. Setelah itu hasil perhitungan metode konstan dianalisa dengan metode persediaan terbaik menggunakan metode MRP. Pada metode MRP, lot sizing yang diusulkan adalah Metode Lot for Lot (LFL), Metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Metode Period Order Quantity (POQ). Dari hasil analisa lot size pada perusahaan menunjukan bahwa teknik terbaik yang menghasilkan biaya minimum yang akan diusulkan ke perusahaan adalah metode Economic Order Quantity dengan total biaya per periode sebesar Rp. 314.328.000.
Pengendalian Kualitas Dengan Metode Failure Mode Effect And Analysis (FMEA) Dan Pendekatan Kaizen untuk Mengurangi Jumlah Kecacatan dan Penyebabnya Adek Suherman; Babay Jutika Cahyana
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian kualitas produksi merupakan aspek penting dalam menjamin keberhasilan proses produksi. Pengamatan ini bertujuan untuk menganalisa penyebab terjadinya kegagalan dalam produksi wafer. Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) merupakan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab cacat pada proses produksi dan menggunakan pendekatan Kaizen yaitu pada konsep 5W+1H. Hasil pengamatan yang didapat adalah jenis cacat paling dominan pada proses produksi merupakan dimensi tidak standar sebesar 49,75% yang paling besar disebabkan oleh pipa cairan HE error, oleh karena itu diberikan usulan perbaikan dengan dengan memasang inferter pada pipa cairan HE, memberikan warning terkait dengan standar operasional agar adonan memenuhi spesifikasi, menyediakan fasilitas penunjang berupa kursi kepada operator, mengatur tekanan aliran cairan yang melewati pipa cairan serta menyusun dan melaksanakan proses preventive maintenance secara konsisten.
Analisa Penyebab Baterai Volt Rendah dengan Menggunakan Metode SPC dan FMEA di Bagian R6-3 PT. Intercallin Devi Fahrudin; Babay Jutika Cahaya
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. International Chemical Industry merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produk energi yaitu batu baterai dengan merek dagang ABC, Produk gagal merupakan barang atau jasa yang dibuat dalam proses produksi namun memiliki kekurangan yang menyebabkan nilai atau mutunya kurang baik atau sempurna. Produk gagal yang terjadi selama proses produksi mengacu pada produk yang tidak diterima oleh konsumen, Kegagalan produk Baterai Volt rendah adalah baterai dengan nilai voltase di bawah nomer limit rata-rata distribusi produksi. itulah yang sekarang dihadapi oleh lini produksi R63. Karena hasil baterai volt rendah Afkir atau produk gagal masih tinggi masih jauh dari target perusahaan yang telah ditetapkan sebesar 0,08 % dari hasil produksi. Penilitian ini dilakukan untuk menganalisa kegagalan produk serta menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan dengan menggunakan metode statistical proces control dan failure mode and effect analysis, berdasarkan diagram pareto penyebab kegagalan produk paling dominan adalah separator kelipet atas sebesar 85%, faktor penyebabnya adalah material yang kurang bagus, mesin yang sudah tua dan operator mesin yang kurang berpengalaman.