Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Postur Kerja dengan Menggunakan REBA dan RULA di PT X Vincent Tiogana; Natalia Hartono
Journal of Integrated System Vol. 3 No. 1 (2020): Journal of Integrated System
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v3i1.2463

Abstract

PT X merupakan pabrik yang memproduksi beragam produk kopi. Proses produksi pada perusahaan tersebut terdiri dari roasting, mixing, grinding, dan packing (1,2,3,4). Perusahaan ini masih merupakan perusahaan padat karya. Pada pengamatan awal, terlihat pekerja memiliki posisi kerja yang kurang baik sehingga ada resiko bahaya muskuloskeletal, sehingga akan dilakukan pengambilan data dengan menggunakan wawancara dan kuesioner Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaires (CMDQ). Resiko bahaya muskuloskeletal yang teramati ada pada beberapa area tubuh, seperti punggung bawah, betis, dan lainnya. Analisa postur tubuh dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) digunakan pada penelitian ini. Metode REBA digunakan untuk analisa postur pada proses roasting, mixing, grinding, dan packing 4, sedangkan packing 1, 2, dan 3 menggunakan metode RULA. Pada hasil analisa REBA, postur yang paling berbahaya adalah pada stasiun 4 dengan nilai 9, sedangkan postur yang paling berbahaya pada analisa RULA adalah pada stasiun packing 1 dan 2 dengan nilai 6. Pemberian solusi perbaikan dilakukan terhadap stasiun yang dianggap berbahaya bagi pekerjanya, yakni stasiun roasting, mixing, grinding, packing 1, 2, dan 4. Solusi yang diberikan berbeda-beda tergantung pada kebutuhan, diantaranya adalah dengan mengubah metode kerja dan menggunakan troli yang dapat disesuaikan. Kata Kunci: Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaires (CMDQ), Gangguan Muskuloskeletal, Rapid Entire Body Assessment (REBA), Rapid Upper Limb Assessment (RULA)
Perancangan dan Pembuatan Meja Kinestetik Natalia Hartono; Laurence Laurence; Prayoga Nathan Subandi
Journal of Integrated System Vol. 3 No. 2 (2020): Journal of Integrated System Vol. 3 No. 2 (Desember 2020):
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v3i2.2884

Abstract

Pembelajaran di Indonesia cenderung menggunakan gaya belajar auditori dan visual. Sedangkan gaya belajar tidak hanya auditori dan visual, ada pula gaya belajar kinestetik. Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa anak usia Sekolah Dasar (SD) memiliki kecenderungan lebih mudah belajar dengan gaya belajar kinestetik. Prasarana dan sarana di Indonesia masih kurang dalam mendukung gaya belajar kinestetik, berbeda dengan di luar negeri yang sudah menerapkan gaya belajar kinestetik. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat suatu meja kinestetik untuk anak usia SD yang ergonomis. Pengambilan data antropometri dan kuesioner dalam merancang produk ini dilakukan di sebuah SD di Tangerang, Indonesia. Meja yang dirancang dilakukan evaluasi uji coba oleh 40 orang siswa SD tersebut. Meja kinestetik berhasil dibuat berdasarkan tahapan perancangan produk Ulrich dan Eppinger (2016). Saat ini, produk sedang dalam tahap pengajuan Hak Desain Industri melalui LPPM Universitas Pelita Harapan. Kata Kunci: ergonomi, gaya belajar, kinestetik, meja
A Comparative Study of Reduced Parameter Versions of the Bees Algorithm for Traveling Salesman Problem Hartono, Natalia; Suluova, Hamid Furkan; Eker, Fatih Mehmet; Zeybek, Sultan; Caterino, Mario
Journal of Integrated System Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Integrated System Vol. 7 No. 1 (June 2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v7i1.8602

Abstract

Metaheuristics have shown dominance over exact methods with their capability to find near-optimal solutions to complex problems in a shorter time. Among these metaheuristics, the Bees Algorithm (BA) has proven its performance in various applications. However, fine-tuning the parameters of the BA is challenging due to its numerous parameters. There have been few studies aiming to reduce the number of parameters while maintaining or improving performance, such as the ternary BA, two-parameter BA, and Fibonacci BA. This paper reviews these variants for combinatorial problems using 13 datasets from the Travelling Salesman Problem TSPLIB. The results were compared using an independent t-test in conjunction with descriptive statistics. The findings show that the Fibonacci BA outperforms other variants, and potential suggestions for improvements in the future were proposed.