Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tindak Ilokusi dalam Serial Mata Najwa dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Astrida Damayanti; Iqbal Hilal; Ali Mustofa
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 1 Apr (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarnnya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.17 KB)

Abstract

The problem discussed in this study was ilocutionary action in the Mata Najwa Serial episode Panggung Jabar: Merayu yang Muda and its implications for learning Bahasa Indonesia in high school. This study used a qualitative approach with descriptive methods. The technique of data collection is done by referring to and taking note. Data source this research is the Mata Najwa Serial episode Panggung Jabar: Merayu yang Muda. This study showed are 223 illocutionary acts that were spoken directly and indirectly. The dominating illocutionary acts are assertive stating or telling (74 data), while the least found illocutionary acts is declarative prohibiting (1 data). This study can be implicated in various speaking activities in the classroom. Specifically, this study can be implicated on basic competencies 3.13 and 4.13 that is Analyzing and developing the debate content (problems/issues, points of view and the arguments of several parties, and conclusions).Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah Tindak Ilokusi dalam Serial Mata Najwa Episode Panggung Jabar: Merayu yang Muda dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara simak dan catat. Sumber data penelitian ini adalah video Serial Mata Najwa Episode Panggung Jabar: Merayu yang Muda. Penelitian ini menunjukan ada 223 tindak ilokusi yang diucapkan secara langsung dan tidak langsung. Tindak ilokusi yang mendominasi adalah asertif menyatakan atau memberitahu (74 data), sedangkan tindak ilokusi yang paling sedikit ditemukan adalah deklaratif melarang (1 data). Penelitian ini dapat diimplikasi pada berbagai aktivitas berbahasa di dalam kelas. Secara spesifik, penelitian ini dapat diimplikasikan pada Kompetensi Dasar 3.13 dan 4.13 Menganalisis dan mengembangkan isi debat (permasalahan/isu, sudut pandang dan argumen beberapa pihak, dan simpulan).Kata kunci: tindak ilokusi, Serial Mata Najwa.
Nilai Religius dalam Novel Bidadari Bermata Bening Karya Habiburahman El-Shirazy dan Kelayakannya Rosi Okta; Ali Mustofa; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.989 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe the religious values contained in the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El-Shirazy and determine his eligibility as a literary material in high school. The method used in this research was descriptive qualitative method. The results of this study indicate that the novel Bidadari Bermata Bening contains religious values. The first religious value of self-surrender, submission, and obedience to the creator, the second life of glory, the third inner feeling that is related to God, the fourth is to recognize the greatness of God. Religious values contained in the novel deserve to be a literary material in high school in terms of language, psychological, and cultural background.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai religius dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburahman El-Shirazy dan Kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Bidadari Bermata Bening mengandung nilai religius. Nilai religius pertama yaitu penyerahan diri, tunduk, dan taat kepada sang pencipta, kedua kehidupan yang penuh kemuliaan, ketiga perasaan batin yang ada hubungannya dengan Tuhan, keempat mengakui kebesaran Tuhan. Nilai religius yang terdapat dalam novel layak dijadikan sebagai bahan ajar sastra di SMA ditinjau dari aspek kebahasaan, psikologis, dan latar belakang kebudayaan.Kata kunci: novel, religius, kelayakan