Mardianah Mardianah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Motivasi dan Status Sosial Ekonomi terhadap Minat Melanjutkan Studi Ke PTN Mardianah Mardianah; I Komang Winatha; Albet Maydiantoro
JEE (Jurnal Edukasi Ekobis) Vol 6, No 3 (2018): JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the low interest to continue study to state universities. The purpose of this study was to determine the influence of learning motivation and socioeconomic status of parents to the interest of continuing study to state university students class XII IPS SMAN 01 Tanjung Raja North Lampung. The method used in this study is descriptive verifikatif population in this study amounted to 124 students. Samples obtained by 95 students with sampling technique that is probability sampling with proportional simple random sampling. Data collection techniques used are documentation, questionnaires and interviews. The results showed, there is influence 1. Partial motivation to study interest in continuing studies to public universities 2. Partial socioeconomic status of parents of interest to continue studies to state universities 3. Simultaneous learning motivation and socioeconomic status of parents of interest continue studies to public universities.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri siswa kelas XII IPS SMAN 01 Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif verifikatif populasi dalam penelitian ini berjumlah 124 siswa. Sampel yang diperoleh sebanyak 95 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu probability sampling dengan proporsional simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat pengaruh 1. Parsial motivasi belajar terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri 2. Parsial status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri 3. Simultan motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri.Kata kunci : minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri, motivasi belajar, status sosial ekonomi orang tua
KETIDAKMAMPUAN SISWA DALAM MENILAI DIRI SENDIRI DENGAN JUJUR (SELF ASSESMENT) DI SMP Husnul Khotima; Tiara Sani; Mardianah Mardianah; Mutmainah Mutmainah; Nurfadhilah Nurfadhilah; Nita anggreani; Nurul Hasanah; Eka Selvi Anggita Sari; Erniati Erniati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidakmampuan siswa dalam menilai diri sendiri dengan jujur melalui metode self-assessment di SMP Negeri 5 Palu. Ketidakmampuan siswa menilai diri secara objektif merupakan isu penting yang berdampak pada integritas akademik dan perilaku belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen one-shot case study melibatkan 21 siswa kelas IX. Instrumen berupa angket skala Likert dan dokumentasi hasil belajar siswa, dengan analisis statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan pemahaman mengenai tujuan dan indikator self-assessment serta umpan balik guru, 19 dari 21 siswa (90,48%) mampu melakukan penilaian diri secara jujur sesuai dengan pengamatan guru. Analisis korelasi memperlihatkan adanya hubungan positif signifikan antara kesadaran diri (r = 0,742, p < 0,01) dan kepercayaan diri (r = 0,681, p < 0,01) dengan kejujuran siswa, serta hubungan negatif signifikan antara rasa takut dinilai buruk dengan kejujuran (r = -0,623, p < 0,01). Temuan ini menegaskan bahwa faktor psikologis berperan penting dalam kejujuran self-assessment. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan self-assessment yang sistematis dan berkelanjutan, pendampingan guru yang intensif, serta integrasi pendidikan karakter untuk menumbuhkan kejujuran siswa dalam menilai diri. Dengan demikian, self-assessment tidak hanya berfungsi sebagai instrumen evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan integritas akademik dan kesadaran metakognitif siswa.